Pria Idola, Jangan Pernah Meninggalkan Jejak dengan Menyakiti Hati Seorang Perempuan

Pria Idola, Jangan Pernah Meninggalkan Jejak dengan Menyakiti Hati Seorang Perempuan
Episode 139. Di Sarang Ayah Jae


__ADS_3

Tengah malam yang pekat tanpa satupun bintang di langit.


Terlihat beberapa bayangan mengendap-ngendap mengelilingi sebuah rumah. Mereka ada enam orang dan semua mengenakan penutup wajah.


Salah seorang diantara mereka melemparkan sesuatu ke dalam rumah yang menjadi target. Setelah menunggu beberapa menit salah satu dari mereka menuju ke pintu dan dengan sangat mudah membukanya.


Mereka sudah mendapati apa yang mereka inginkan, tetapi salah satu diantara mereka mengibaskan tangannya dengan kesal dan marah karena pintu kamar yang merupakan target utama mereka kosong.


"Kurang ajar di mana anak itu?" dan ia merasa sedikit agak takut apabila gadis itu justru tengah menjebaknya. Tetapi hingga mereka membawa seorang perempuan yang tertidur lelap, tidak terjadi sesuatu.


"Aku terpaksa membawa perempuan ini ke markas untuk memancing gadis itu. Ia pasti marah dan datang menjemput ibunya."


Prita terkejut sekali, tidak menemui ibunya di rumah. Suasana rumah juga mencurigakan. Karena jendela serta gorden belum dibuka. Pintu rumah rusak akibat buka paksa.


"Mama! mama! mama! kamu di mana?"


Prita berteriak-teriak, memeriksa ke belakang. Tidak ada, ia justru melihat banyak jejak kaki di sekitar halaman belakang dan samping rumah.


Prita bergegas ke tetangga dan menceritakan bahwa ibunya hilang, salah satu dari mereka adalah pak rt yang segera masuk memeriksa dan melihat keadaan rumah persis seperti yang diceritakan oleh gadis itu.


Prita berterus terang ia mencurigai Abidin sebagai orang yang telah menculik ibunya dan juga telah melakukan upaya penculikkan terhadapnya. Pak rt berjanji akan


membantu membuat laporan ke polisi.


Ibunya tidak biasa pergi pagi pagi tanpa memberitahu dirinya dan tidak ada sesuatupun yang bisa memberikan petunjuk kalau ibunya pergi ke sebuah tempat.


Prita yakin Abidin menculik ibunya dan menginginkan sesuatu.


"Jangan sampai terjadi sesuatu pada mama. Aku sudah mengingatkan Abidin jangan sampai dia menyakiti Mama lagi untuk kedua kalinya, Awas saja kalau hal itu terjadi aku tidak akan membiarkannya!"


Setelah mengganti bajunya dan mempersiapkan diri menghadapi sesuatu. Prita pergi ke tempat Abidin.


Sebelumnya dia menelepon Yunna.


"Hei Yunna, aku ingin memberitahumu tentang sesuatu. Yunna! mama mendadak hilang! aku sudah mencarinya tetapi dia tak ada. Aku jmelihat bahwa pintu rumah kami rusak, aku takut mama telah diculik oleh Abidin dan membawa mama ke tempatnya, entah apa yang ia inginkan."


"Yunna, kalau aku tak kembali dan tidak mengabarimu dalam jangka waktu lama, berarti aku dan mama dalam bahaya tolong beritahu seseorang, atau polisi tentang hal ini oke."

__ADS_1


"Hei Prita! apa yang ingin kau lakukan? kau Jangan bertindak sendiri sebaiknya kau melaporkan hal ini kepada polisi."


"Sudah tidak ada waktu Yunna, aku mencemaskan mama, harus menemukannya dan menolong ibuku. Kalau kau ingin melaporkannya silakan aku harus pergi."


Prita mematikan handphonenya dan bergegas ke tempat Abidin. Ternyata laki-laki itu sudah menunggunya sejak tadi pagi dan dia tertawa terbahak-bahak oleh kemunculan Prita


"Ha ha ha akhirnya kau datang juga. Dari mana saja kau? menginap dengan laki-laki ya? dasar perempuan nakal."


Prita ingin rasanya menendang mulut kotor Abidin. Tetapi ia harus tenang dan waspada. Ia meletakkan motor besar motornya dan meletakkan helm baru kemudian ia berjalan ke arah Abidin.


"Cepat katakan di mana kau menyembunyikan mamaku? Apa yang kau inginkan? kau tidak puas ya sudah mengambil dokumen rumah miliknya, sudah menyakiti hati dan sekarang menculiknya. Kau mau apa lagi?"


Abidin tersenyum, "Kau jangan salah mengerti, Mama kamu sendiri yang memberikannya kepadaku karena ia ingin menggadaikan dokumen rumahnya untuk mendapatkan modal, dia ingin membuka warung kecil-kecilan apa kau tidak mengerti."


"Bohong kalau mama memberikan Dokumen itu dengan sukarela kenapa dia mencari dan menangis karena kehilangan dokumen itu? Dasar pembohong! cepat katakan di mana kau menyembunyikan ibuku jika terjadi sesuatu kepadanya kau akan menerima balasannya."


"Kau ini tidak ada sopan sopan nya dengan orang tua! Bagaimanapun aku menikah resmi dengan mamamu, dan kita adalah keluarga. Bagaimanapun aku adalah ayahmu kau harus menghormatiku dan berkata yang baik dan sopan." Kata Abidin.


"Keluarga? hemm, kau yang memulai semua ini kalau kau tidak menyakiti ibuku aku juga tidak akan bersikap seperti ini kepadamu. Kau hanya menginginkan uang dan yang dimiliki oleh ibuku dasar laki-laki bajingan, cepat katakan di mana mama?"


"Ada di suatu tempat, ayo ikut denganku dan membuat kesepakatan, kau akan bertemu dengannya."


mengaktifkan handphonenya dan memberi kabar pada Yunna bahwa Iya mengikuti Abidin ke suatu tempat.


Tapi tiba-tiba Abidin merebut handphone yang dipegang oleh Prita.


"Aku lupa memberitahumu, jangan coba-coba menghubungi polisi! ini adalah persoalan keluarga."


Prita berusaha merebut handphonenya, tetapi Abidin telah menghancurkannya dengan membantingnya ke aspal. Hal yang membuat Prita naik pitam


"Kalau kau ingin bertemu dengan mamamu, Jangan melakukan hal-hal lain yang mencurigakan, keselamatan mamamu ada ditanganmu!"


Ancam Abidin dengan wajah bengisnya.


Prita sekali lagi terpaksa mengalah demi untuk bertemu dengan ibunya dan ia pun kemudian mengikuti Abidin.


Sementara Yunna gelisah dengan kejadian yang menimpa Prita. Ia harus melaporkan hal tersebut ke kantor polisi. Untungnya Yunna memiliki seorang paman di sana yang juga mengenal Prita.

__ADS_1


Yunna menceritakan kejadian yang menimpa Prita. Ibunya diculik setelah sebelumnya ada usaha penculikkan terhadap dirinya. Yunna juga berkata ia tak bisa lagi menghubungi Prita karena handphonenya mati.


Setelah menerima laporan dari Yunna, polisi berjanji akan segera bertindak. Yunna mengucapkan terima kasih dan kembali ke tempatnya bekerja.


Sementara itu akhirnya Prita memasuki pintu gerbang sebuah rumah yang sangat besar dan berhalaman luas. Saat telah berada di dalam dan pintu gerbang tertutup Prita tidak tahu apakah ia melakukan tindakan yang benar atau salah dan justru membahayakan dirinya dan ibunya, karena di sana ia merasakan sebuah suasana yang sangat mencekam.


Banyak sekali laki-laki yang berwajah angker serta beringas yang menjaga tempat itu.


Prita meremas jari-jemarinya, ia membaca sebuah doa agar Tuhan menjaganya dan juga ibunya. Selain itu dia juga memiliki sebuah amalan yang membuatnya tidak takut terhadap apa-apa.


"Di mana mama! aku tidak mau masuk ke dalam rumah itu karena aku tidak tahu apakah mamaku ada di tempat itu atau tidak!"


Abidin tersenyum, "Ibumu ada di dalam, cepatlah Ikuti aku karena aku harus kembali ke tempat aku bekerja."


"Aku tidak mengerti dengan apa yang kau inginkan, hai laki-laki brengsek! bajingan, kenapa kau menahan ibuku dan ingin aku datang ke tempat ini apa sebenarnya yang kau inginkan?"


"Dasar gadis keras kepala! Jadi kau mau tahu apa yang aku inginkan? Aku menginginkan dirimu! aku telah menjual tubuhmu itu kepada bosku


ha ha ha."


"Bajingan! kau tidak berhak apa pun terhadapku kurang ajar!"


Prita menyerang Abidin dengan kekuatan penuh, yiahhh!!!"


Kaki Prita berulang-ulang menyambar wajah Abidin sangat cepat, hingga laki-laki itu terlempar


ke belakang dan roboh.


Plok! plok! plok!


"Tontonan yang menarik, anak-anak tangkap gadis itu dan bawa kehadapanku!"


Suara seorang laki-laki yang menghentikan Prita.


Bersambung


Jangan lupa gaes beri like, komen

__ADS_1


dan vote ya, sangat berterima kasih


padamu.


__ADS_2