Pria Idola, Jangan Pernah Meninggalkan Jejak dengan Menyakiti Hati Seorang Perempuan

Pria Idola, Jangan Pernah Meninggalkan Jejak dengan Menyakiti Hati Seorang Perempuan
Episode 73.Selamat Ya Mardo


__ADS_3

Kenderaan tidak terlalu padat, karena belum lagi jam makan siang. Mardo dan Khairani


meluncur ke Bandara. Khairani sudah menelpun Azhar bahwa ia dan kak Mardo menyusul


ke Bandara. "Jangan masuk dulu, tunggu kami di tempat minum atau tempat makan ok?"


Azhar hanya menjawab ok.


Khairani tak bisa menerka apa yang akan dilakukan kak Mardonya. Gadis itu tak bicara


apa-apa setelah menghilang seminggu.


"Kakak kemana selama seminggu? kata  bang Donny ia ke kantor kakak dan ada pria muda


yang mencari kakak."


Oh!


Mardo terdiam, apakah itu kak Raka Bramantyo?


Setelah urusannya dengan Donny selesai, ia akan menemui kak Raka.


Ia sudah merencanakan hal tersebut.


Kenderaan sudah semakin dekat dengan bandara.


Khairani menelpun menanyakan keberadaan mereka. Dan Azhar memberitahu


lokasi mereka. Donny berusaha santai dan tenang.


"Itu mereka kak!"


Keduanya berlari-lari kecil, Khairani yang paling senang bertemu lagi dengan Azhar.


"Ada apa nih? duduk dulu deh, pesan minuman."


Donny berdiri menyambut dan menatap Mardo yang berubah. Ia tidak terlihat sedih


dan tertekan seperti kemarin.


"Pah, ada yang ingin kakak bicarakan dengan Donny, kalian yang di sini atau


kakak cari tempat lagi."


"Oh,Kakak di sini saja. Kami di pojok sana itu."


Khairani dan Azhar menggeser kursi dan berjalan ke pojok."


"Minum dulu Mardo,santai saja, kami masih lama kok,"


"Terima kasih Bang Donny."


"Langsung saja, terus terang saya sangat marah pada anda! kalau tak mengingat anda


ada hubungan dengan Azhar."


Donny menyentuh gelasnya, menatap wajah Mardo yang merah.


Gadis ini formal sekali. Donny mengerutkan keningnya,


"Apa yang anda lakukan pada saya sangat memalukan."


"Pelecehan bagi saya!"


Terdengar napas Mardo menderu-deru. Ia menekan suaranya,


"Saat saya mendapatkan kemalangan seharusnya Anda menolong saya, tetapi


sebaliknya anda melakukan hal yang memalukan!"


"Sa-saya khilap Mardo, saya sudah berkali-kali minta maaf."


Saya tidak akan melakukannya lagi.


"Saya tidak bisa memaafkan pria seperti anda, dan tidak mungkin


bagi saya menerima anda sebagai suami saya."


"Pria yang melecehkan gadis yang ia cintai? tidak mungkin! apa yang


anda lakukan adalah perbuatan orang bodoh!.


"Saya memutuskan tidak akan pernah menerima lamaran pria seperti anda!


dan tidak menikah dengan anda!"

__ADS_1


Mardo menatap Donny penuh kemarahan. Setiap kali ia teringat peristiwa itu


darahnya mendidih oleh kemarahan yang amat sangat.


"Jadi pulanglah, dan jangan berharap apa-apa lagi."


"Saya memaafkan  Anda."


Mardo menatap tajam wajah pria itu.


"Mardo, demi Allah saya tidak merencanakan semua itu,, terjadi begitu saja,"


"Saya jatuh cinta dan menginginkan dirimu."


Donny berusaha melunakkan gadis itu.


"Tapi Bukan seperti itu caranya!"


"Baiklah, sudah tidak ada yang dibicarakan lagi! saya pulang."


Mardo berdiri dan beranjak terburu-buru. Donny hanya bisa


terbengong. Ia sangat menyesal dan malu. Rasanya ia ingin


menghilang dari bumi.


"Mardo tunggu!"


Donny berteriak, "Do selamat  kamu masih suci, aku tidak melakukannya!


Demi Allah aku tidak melakukannya, kamu tidak ternoda, kamu suci."


Mardo membesarkan matanya. Sekarang ia sudah tak perlu kata-kata


tersebut karena ia sudah tahu. Gadis itu melengos dan menghentakkan


kakinya, "Khairani ayo pulang!"


"Kakak sudah selesai dengan Donny?"


"Iya sudah selesai, sekarang kita pergi ke cafe pria Idola,"


"Baiklah, kakak rupanya tau ya? cafe itu sangat terkenal.


Teman-temanku sering sekali ke sana, aku sendiri belum sempat."


"Mardo, maafkan aku, caraku salah,"


Donny bergumam, ia menyesali semua yang ia lakukan.


Pria tinggi besar itu terkulai di lengan kursi. Musnah semua


yang menjadi harapannya bersama Mardo.


"Mengapa aku begitu bodoh! *****! tidak punya otak!"


Donny meninju-ninju telapak tangannya dengan gemas.


Azhar datang dan melihatnya sedang kesal.


"Apa yang terjadi? Sembari duduk di depan Donny."


Pria itu hanya membisu, lantas meninggalkan tempat itu.


Azhar mengikuti. Tinggal beberapa jam lagi pesawat mereka


akan tinggal landas.


Gadis itu kembali memasuki ke barisan jalan  bersama kenderaan lain


yang memadatkan lalu lintas. Mardo teringat sikapnya pada kak Raka.


Ia ingin bertemu kak Raka,kemudian memeluknya dan berkata dirinya mau


dipersunting oleh kak Raka, cinta pertamanya.


Tak lama mereka sampai di sana, dan sangat ramai. Tapi masih mendapatkan


meja meski agak di pojok. Mardo menenangkan hatinya. Ia menatap orang-orang


yang sedang melayani pelanggan. Seorang membawakan menu, ia menyuruh


Khairani yang memilih. Sementara Mardo memanggil pelayan itu.


"Dek, ada pak Raka?"

__ADS_1


"Pak Raka?, sebentar yang mba saya tanya dulu."


Pelayan itu beranjak sebentar. Seorang pria terlihat masuk ke dalam.


"Ada,"


Pelayan tersebut segera ke meja Mardo.


Belum sampai ketika Raka keluar dan melihat si pelayan menghampiri meja


pelanggan.


"Mardo!" Raka berteriak sangat bahagia, beberapa orang tercekat melihat


pria tampan yang mempesona memburu ke sebuah meja.


Gadis itu mengangkat wajahnya dan melihat sosok yang selalu dipikirannya.


Mardo berdiri dan keluar dari mejanya.


"Kak Rakaaaaa!"


Keduanya berpelukkan menumpahkan semua rasa. Mardo bahkan terisak di dada


pria itu. Raka membelai rambutnya yang halus.


"Maafin sikapku waktu itu."


"Sudahlah, yang penting kau sudah ada di pelukkanku."


Semua mata menatap pada pemandangan itu, begitu memukau. Hingga sebuah suara


menyadarkan mereka, "Memang begitu yaa kalau orang memiliki kekasih, dunia


seperti milik berdua, kita semua ngontrak ha ha ha, tak apa lah kita maklumi saja."


Tepuk tangan serta suit-suit membahana di tempat itu menarik perhatian yang lain.


Raka mengangkat tangannya.


"Sebelumnya maaf kalau kami mengganggu kenyamanan kalian. Sebenarnya


dia adalah wanita yang sangat kucintai sejak dia masih di smp. Kami terpisah


hampir delapan tahun dan akhirnya hari ini kami bertemu kembali."


"Aku begitu bahagia bertemu lagi, jadi untuk merayakan pertemuan kami, hari


ini kalian free, nggak usah bayar. Silahkan makan dan minum sepuasnya."


Horeeeeeee!


Horeeeeeee!


Semua yang ada di dalam ruangan itu bersorak. Kata gratis begitu menyenangkan.


"Terima kasih, semoga kalian hidup bahagia selamanya, aamiin yra."


Pengunjung cafe berteriak aamiin.


Khairani terbengong melihat kebahagian kakak sepupunya. Apa lagi  Kakaknya itu


tampak begitu dicintai dan disayang oleh seorang pria yang  tampan, keren dan


mempesona. Khairani heran, ia tak pernah melihat pria ini sebelumnya.


Lalu Donny? apa yang terjadi dengannya. Kak Mardo tidak menerimanya?


Bagaimana dengan yang telah Donny lakukan?


Khairani belum mendapatkan jawabannya. Tapi jelas pria tampan yang memeluk


pinggang kakak sepupunya itu adalah pria pilihan Mardo.


 


 


Terima kasih, sudah mampir dan membaca Pria Idola


jangan lupa baca dari awal ya dan berikan


like, komen and vote, Thx


 

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2