
Wajah laki-laki itu mengeras dan menghujamkan matanya pada Priti.
"Aku menginginkan ibu yang menjaganya setiap hari dan selalu ada untuknya."
Mata itu teramat kuat menghujam pada Priti. Gadis itu memalingkan wajahnya.
"Yang ada diantara kita semua adalah persahabatan, hanya persahabatan Ayah Jae, aku tak keberatan dipanggil ibu oleh baby Yunna juga Elsa tetapi jangan meminta lebih, sebab aku dan Elsa memiliki kehidupan masing-masing."
"Aku tidak perduli! anakku kehilangan ibunya dan ia harus mendapatkan ibunya lagi, Aku akan menikahimu Prita! aku sudah menyiapkan semuanya!"
Prita membesarkan matanya. Ia tak menduga sama sekali. Elsa juga terkejut. Ia meraih tangan Prita berusaha menenangkannya.
"Ayah Jae! jangan mengubah pandanganku terhadapmu. Aku harus menyelesaikan kuliahku dan membahagiakan ibuku. Aku berjuang untuk semua impianku bersama ibuku!"
"Kau bisa mendapatkan semua yang kau inginkan Prita, termasuk membahagiakan ibumu!"
"Tidak! aku memiliki kehidupanku sendiri!"
Berulang kali Prita menolak tetapi Jaelany telah gelap mata. Obsesinya adalah Prita menjadi miliknya! Ia bahkan menyandera Elsa dan mengikatnya di hadapan Prita.
"Tiap kali kau menolak, maka temanmu akan kesakitan yang amat sangat."
"Bajingan kau! laki-laki kurang ajar!"
Prita memakinya. Tapi Jaelany tak bergeming. Ia ingin Prita berkata iya maka semuanya akan selesai. Tapi Prita adalah gadis keras kepala. Tak mudah membuatnya tunduk. Ia gadis pejuang yang yakin dengan dirinya sendiri. Prita melawan bahkan saat Elsa dipisahkan darinya.
"Elsa! jangan pergi!"
"Semua tergantung padamu Prita, aku menunggu hingga esok pagi!"
__ADS_1
Laki-laki itu memasuki pintu dan pergi meninggalkannya sendirian. Elsa dan perempuan yang menggendong baby Yunna juga masuk ke pintu itu. Prita berusaha membuka pintu tersebut dan agaknya satu-satunya jalan meninggalkan tempat itu. Prita melihat di balik pintu itu sebuah pintu lain yang memiliki tombol. Prita berpikir itu adalah sebuah lift. Dirinya berada di sebuah ruangan bawah tanah.
Sesaat gadis itu tidak tau apa yang mesti ia lakukan. Ruangan itu besar dan kokoh. Ada dua kamar tidur, kamar mandi serta taman yang membuat udara segar. Tetapi taman itu juga agaknya tertutup dari dunia luar. Prita merasa sesak. Bulan lalu ia menonton youtube tentang seorang gadis yang disekap bertahun-tahun di sebuah ruangan. Laki-laki itu terobsesi sejak gadis itu masih kecil. Ia mempersiapkan ruangan itu untuk gadis itu. Tepat di ulang tahun ke lima belas. Laki-laki itu berhasil menculiknya dan membawanya ke ruangan bawah tanah.
Setiap hari gadis itu diberi makan dan minuman, juga baju-baju. Gadis itu ingin ia dibiarkan pergi. Tetapi laki-laki mengatakan padanya bahwa ia tidak akan bisa kemana-mana. Laki-laki itu juga yang membuatnya kehilangan mahkotanya. Setiap malam laki-laki yang tak ia kenal itu mendatangi ruangannya. Memaksanya membuka semua bajunya kemudian laki-laki itu menindihinya. Gadis itu tak bisa melawannya. Hanya bisa menangis menyesali kemalangan dirinya.
Gadis itu pernah mencoba bunuh diri sebab putus asa. Tetapi laki-laki itu mengetahuinya dan memukuli. Bertahun-tahun ia berada terkurung di ruangan bawah tanah. Hingga suatu hari laki-laki itu mengajaknya keluar untuk membersihkan rumah. Gadis itu melihat sebuah kesempatan. Pintu dan pagar rumah laki-laki itu terbuka. Serta merta ia berlari ke luar dan meminta pertolongan. Gadis itu akhirnya kembali pada keluarganya yang telah mengiranya meninggal dunia.
"Tidak! aku tidak mau bernasib seperti gadis itu!"
Priti bergerak kesana dan kemari. Melihat taman dan bagian atas yang sangat tinggi. Ia tak mungkin naik kesana. Agaknya Jaelany membuat tempat itu dengan kokoh dan pengamanan yang maksimal. Prita terduduk lemas. Ia memejamkan mata dan berdoa.
"Ya Rabb, tolonglah aku, jangan ada yang bisa mendholimi hambamu ini."
"Rabb, selalu aku bersholawat ribuan kali, bantu aku dan Elsa keluar dari tempat ini. Tolong aku ya Rabb."
Priti menguatkan hatinya. Ia yakin pertolongan Rabbnya dekat. Ia harus bisa keluar secepatnya. Tidak ingin seperti gadis di youtube yang hingga belasan tahun terkurung di bawah tanah dan menjadi pelampiasan napsu laki-laki penculiknya.
Ketika ia sedang khusuk berdoa terdengar pintu membuka. Seorang laki-laki membawa makanan dan minuman untuknya. Prita buru-buru bangun.
Laki-laki itu memandangnya tajam.
"A-aku bukan orang jahat, aku tak pantas diperlakukan seperti ini, jika ini menimpa adik atau kakak mas bagaimana?"
Laki-laki itu mengacuhkannya, lalu beranjak meninggalkannya.
"Mas, aku juga punya uang banyak. Bantu aku keluar dari sini bersama temanku!"
Laki-laki itu tak bergeming. Ia pergi ke pintu dan menghilang. Prita menjerit sekuat-kuatnya. Kesal dan putus asa. Tapi dia juga lelah dan kelaparan. Prita memakan hidangan yang disediakan untuknya. Tak lama ia merasa mengantuk dan ia berjalan ke kamar. Prita tertidur.
Mama Risa terbangun dan menyadari Prita belum pulang. Ia mencemaskan anaknya. Dan bunyi telepon mengejutkannya. Ia takut jika telpon itu dari rumah sakit atau kantor polisi. Mama Risa melihat nomer tak dikenal.
__ADS_1
"Hello!"
"Assalamualaikum Ma, apa kabar? ini Rakasiwi Ma."
Mama Risa lega sekali, ia tengah kebingungan memikirkan putrinya dan kebetulan Rakasiwi menelpon.
"Waalaikusalam, Nak apakah Prita bersamamu? semalaman ini dia tak pulang, Mama mencemaskannya."
Rakasiwi yang berada di sebrang terkejut. Ia justru menelpon Mama Risa untuk menanyakan keberadaan Priti. Sebab sejak kemarin handphonenya tak aktif. Mama Risa menceritakan kalau pagi-pagi sekali Prita dan Elsa pergi untuk membantu Jaelany mengambil baby Yunna dari penculik. Sejak itu Prita tak kembali. Rakasiwi akhirnya bilang bahwa ia akan mencari Prita.
Mama Risa lantas pergi ke rumah Elsa, ternyata Elsa juga belum kembali dan tidak ada kabar berita. Hati seorang ibu menjadi sangat cemas. Tak lama Rakasiwi datang ke rumah Priti dan mencari tahu kronologinya. Anak muda itu membawa mama Risa ke kantor polisi untuk membuat laporan kehilangan. Rakasiwi terpaksa mengunakan nama kakek dan juga ayahnya untuk menggerakkan polisi. Tentu saja nama Bramantyo sangat disegani di sana. Perintah pencarian langsung turun.
Rakasiwi ikut bersama polisi ke rumah Jaelany. Penjaganya mengatakan bahwa Ayah Jae tidak ada di rumah sejak kemarin. Tetapi memang terbukti Priti dan Elsa datang ke tempat itu. Motor besarnya masih terparkir di sana. Penjaga mengatakan bahwa Ayah Jae bersama Priti dan Elsa pergi atas permintaan penculik ke sebuah tempat.
Penculik meminta uang 2,5 milyar sebagai tebusan. Priti dan Elsa yang akan membawa uang itu dan mengambil baby Yunna. Tetapi tidak tau apa yang terjadi, mereka belum kembali sejak itu.
Penjaga tidak tau tentang info lain. Sehingga Polisi bekerja keras. Mereka membuka data tentang Jaelany. Laki-laki pengusaha rumah-rumah hiburan yang tersebar di Jakarta. Beberapa kali ada laporan tentang kejahatannya tapi tidak terbukti sama sekali. Polisi saling berinteraksi memecahkan kasus Jaelany.
__ADS_1
Bersambung