
Malam setelah pertunangan itu Cindy menggunakan cincin pertunangannya. Sehingga hari itu semua manajer mengetahui bahwa gadis cantik itu sudah dilamar seorang pria yang beruntung.
Tinggal lagi menunggu hari pernikahannya. Manager bertanya dan kemudian mengucapkan selamat untuk kebahagiaan Cindy dan calon suaminya. Mereka semua menunggu undangannya.
Cindy tersenyum dan dia mengucapkan terima kasih atas perhatian para manajer. Dia berjanji akan menyampaikan undangan pernikahannya pada mereka semua. Meeting hari senin itu dimulai dengan kegembiraan.
Raffaza yang juga berada di sana terkejut. Tapi ia bisa menyembunyikan raut wajahnya menjadi biasa saja. Ia pandai menyembunyikan perasaannya. Ia ikutan mengucapkan selamat berbahagia. Hatinya hancur berkeping-keping.
'Aku tak boleh menundanya lag.'
Di antara meeting hari itu. Raffaza menyempatkan mengirim pesan perintah kepada seseorang.
'Mulai sekarang awasi gadis itu, setiap ada kesempatan bagus culik Cindy Larasati. Seperti biasanya. Nanti aku kasih tau alamat untuk kelinci putih itu.'
Tak lama terdengar bunyi balasan handphone ke nomernya.
'Oke siap laksanakan Bos.'
Barulah Raffaza tenang mengikuti meeting hari ini. Dia banyak bertanya dan memberikan saran pada Cindy dan perusahaan. Gadis itu senang sebab mendapatkan dukungan hampir dari semua manager. Meeting berjalan lancar dan berakhir dengan kesepakatan bersama.
Raffaza menatap gadis itu sebelum ia meninggalkan tempat meeting.
__ADS_1
"Jadi kapan hari istimewa itu bu Cindy?
Gadis itu mengangkat wajahnya.
"Nanti juga dikabari dengan undangan pak Raffaza."
"Oh, ok bu Cindy."
Raffaza segera meninggalkan tempat itu. Bibirnya tersenyum lebar. Ia tinggal menunggu kabar baik dari anak buahnya.
laki-laki itu beranjak meninggalkan perusahaan. Ia memperlihatkan wajah yang ceria. Semua beres dan akan indah pada waktunya.
Cindy bilang minggu depan ia pulang. Mereka akan bertemu dan mengurus bareng. Teman-temanya bilang menunggu Cindy pulang menyatakan bahwa mereka akan segera wisuda Kapan Cindy berangkat ke Bandung .
lama sekali ia dan teman-temanya tak bertemu. Ingin berkumpul di rumah Cindy yang luas. Mereka merasa enak di tempat Cindy.
Mereka akan merayakan sebuah momen yang tak terlupakan. Bersama mendapatkan kesarjanaan untuk sipersembahkan kepada orang tua.
"Ok, minggu depan aku pulang, kita ketemuan di rumahku."
Teman-temannya terdengar kesenangan
__ADS_1
"Kami tak sabar bertemu denganmu."
malam harinya Cindi bilang pada mardo dan Raka bahwa waktu wisuda sudah semakin dekat Mungkin dia akan lebih dulu ke Bandung untuk mempersiapkan semuanya di sana dan dia juga harus bertemu dengan teman-temannya.
Raka dan Mardo serta keluarga yang lain bisa datang menjelang acara. Agar tak menunggu terlalu lama.
"Oke, Ayah akan kembali lagi ke kantor ya untuk menggantikan mu sementara."
"Nggak apa-apa ya Yah."
Raka mengganguk, ia meyakinkan Cindy semua akan baik-baik saja. Mereka saling tersenyum. Cindy bisa dengan tenang berangkat ke Bandung untuk mempersiapkan wisudanya.
Alfredo bilang dia juga bisa cuti untuk mengantar Cindy ke Bandung. Gadia itu senang. Lumayan ia tak perlu menyetir sendiri.
"Baiklah, kita berangkat hari Sabtu malam, mulai sekarang bersiaplah dan jaga kesehatan."
"Ok, doa yang sama untukmu juga."
Keduanya tersenyum.
bersambung
__ADS_1