Pria Idola, Jangan Pernah Meninggalkan Jejak dengan Menyakiti Hati Seorang Perempuan

Pria Idola, Jangan Pernah Meninggalkan Jejak dengan Menyakiti Hati Seorang Perempuan
Episode 308. Pernikahan Cindy dan Alfredo


__ADS_3

Raffaza bertemu ibunya dan keduanya meminta maaf pada Raka Bramantyo. Raka, Mardo dan Cindy memaafkan mereka. Tetapi tetap saja hukuman berlaku.


Atas upaya tidak menyenangkan serta rencana penculikkan yang telah dilakukan oleh Raffaza. Dia harus mempertanggung jawabkan perbuatannya. Demikian juga dua orang mantan anak buah Raffaza. Polisi menemukan kedua laki-laki itu dan menjebloskannya ke dalam penjara agar mereka tidak lagi melakukan penculikan yang merugikan seseorang.


"Cindy tolong maafkan saya, jangan penjarakan, saya janji tidak akan melakukan hal ini lagi."


Tapi Cindy membuang mukanya.


"Maaf ya Raffaza kamu harus mempertanggung jawabkan perbuatanmu. Saya tidak menyangka kamu melakukan penculikkan pada ibu dan juga saya. Padahal saya mempercayai kamu yang telah membawa Diana ke perusahaan.


"Nanti renungi semua apa yang telah kamu lakukan di penjara."


Raffaza dikeluarkan dan dipecat dari perusahaan Cafe Pria idola dan dia juga dinyatakan bersalah karena telah melakukan tindakan tidak menyenangkan serta penculikkan dan rencana menculik Cindy.


Ia mendekam dipenjara bersama dengan anak buahnya. Selain itu Raffaza harus mengembalikan kerugian yang dialami oleh cafe Pria Idola. Membayar biaya pengadilan dan banyak lagi yang membuatnya miskin seketika. Cafe yang selama ini di percayakan padanya di berikan pada Alan, yang telah menjadi pahlawan bagi Cindy.

__ADS_1


Sementara orang-orang yang berbisnis di pelelangan perempuan menghilang seperti tertelan bumi. Tetapi bisa dipastikan mereka akan muncul di tempat lain lagi dengan sosok yang berbeda.


Mereka tak akan pernah musnah. Kejahatan seperri itu merupakan warisan dari jaman dahulu kala.


Sedangkan ibu Raffaza sangat sedih dengan nasib putranya. dia tidak menyangka bahwa putranya yang sudah berjuang dari nol sampai ia mendapatkan kesuksesan mesti berakhir di penjara. Hatinya hancur dan ia kembali ke perkebunan membawa luka hatinya.


Tiada terasa hari-hari pun berlalu dengan cepat. Seperti berlari dan berkejaran. Cindy dan Alfredo akhirnya menyelenggarakan pesta pernikahan mereka. Kedua belah keluarga berbaur menjadi satu di kebahagian itu. Teman-teman Cindy dan juga Alfredo, karyawan mereka, tetangga serta kenalan datang mengucapkan selamat bahagia kepada kedua mempelai.


Saat-saat berkumpul seperti itu sangat menyenangkan. Raka dan Mardo mengenang perjalanan cinta mereka yang juga tidak mulus. Banyak kejadian yang menerpa mereka. Tetapi kekuatan cintalah yang membuat mereka bertahan hingga sekarang.


Kandungan Prita sudah mendekati waktunya. Amat riskan melakukan perjalanan jauh. Sementara meninggalkan Prita sendirian di negeri orang Rakasiwi tak tega. Berbagai kemungkinan bisa terjadi. Mereka harus bersabar sekitar satu tahun lagi barulah bisa kembali ke tanah air.


Meski sedih Cindy dan Alfredo toh memahami juga kesulitan mereka untuk kembali. Cindy berharap kakaknya menyelesaikan studinya dengan baik dan kemudian baru pulang ke Indonesia.


Cindy dan Alfredo sangat mengerti hal tersebut. Yang paling penting kakaknya mendoakan adik serta sahabatnya bahagia.

__ADS_1


"Iya, doa terbaik untuk kalian semoga menjadi keluarga ya samara, bahagia saling asah, asih dan asuh, cepat punya momongan."


"Aamiin, terima kasih Kak."


Tak lupa Rakasiwi mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada sahabatnya Alan yang telah menolong adik kesayangannya.


Setelah lama tak tahu kabar berita Alan ternyata diam-diam dia sekarang sudah menjadi seorang pengusaha muda yang sedang naik daun.


Alan hanya tersenyum dan berkata bahwa dia selama beberapa tahun ini menghilang untuk bekerja keras, membanting tulang, untuk kemajuan usahanya. Dan dia melakukan itu karena termotivasi oleh Om Raka Bramantyo ayah Rakasiwi. Dia sangat mengagumi laki-laki itu.


"Cepat balik Bro, kangen jalan-jalan bertiga."


Mereka sempat sesaat bernostalgia semasa sekolah. Meski hanya sesaat betapa indahnya masa-masa itu bersama sahabat yang baik, memperhatikan dan juga suka menggangu.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2