Pria Idola, Jangan Pernah Meninggalkan Jejak dengan Menyakiti Hati Seorang Perempuan

Pria Idola, Jangan Pernah Meninggalkan Jejak dengan Menyakiti Hati Seorang Perempuan
Episode 162. Percakapan Hati


__ADS_3

Prita memasuki kamar kostnya, bibirnya tersenyum.  Hari ini bahagia sekali. Gadis itu


menyandarkan kepalanya ke pintu masih dengan bibir yang tersenyum dan mata berbinar.


Ia dan Rakasiwi semakin dekat, dan mereka sudah banyak sekali mengobrol sepanjang


hari. Entah berapa kali saling tatap, dan tadi Rakasiwi menyentuh jemarinya saat menyebrang.


Melindungi dirinya dengan berjalan di sebelah kanannya. Indah sekali hari itu.


Rasanya malam ini keduanya tak akan bisa tidur, mengingat kejadian tadi siang. Memang tidak


ada yang istimewa. Hanya menjemput di stasiun, melakukan perjalanan dengan mobil online,


makan dan menikmati suasana di lingkungan gedung seribu pintu. Lalu pulang ke kost, bertemu


dengan teman-teman kost dan mereka semua di traktir oleh Rakasiwi. Baru sekali ini rasanya


merasakan bahagia serta perasaan berbunga-bunga, hatinya terpaut terus menerus pada


Rakasiwi. Wajah tampan itu, matanya yang bersorot lembut, senyumnya dengan sedikit lekuk


di pipi, diamnya dan sesekali konyolnya. Dia, yah dirinya jatuh cinta pada Rakasiwi. Tak


dipungkiri lagi, jatuh cinta yang pertama. Telah memiliki seseorang di hatinya, yakni Rakasiwi.


Sementara si putra sulung dari Raka Bramantyo  dan Mardo yakni Rakasiwi, juga merasakan


bahagia serta dada yang meletup-letup seperti kembang api. Di dalam mobil online yang


membawanya ke hotel di tengah kota Semarang, bibirnya yang tidak terlalu tebal itu, melainkan


sedang, sesuai dengan wajahnya juga tak lepas dari senyuman. Tak bisa lepas dari saat-saat


ia bersama Prita. Wangi rambut dan tubuhnya masih tercium, suara tawa yang renyah serta


bulu-bulu mata yang lentik meneduhi matanya begitu indah dan bosan menatapnya. Satu hal


ia telah jatuh cinta pada Prita, dan cinta itu semakin hari tak terkendali pertumbuhannya. Hingga


ia berani datang ke kota tempat Prita menetap.


Rakasiwi memang laki-laki yang tak mudah bergaul dengan teman-teman perempuannya. Ia


sulit didekati dan mendekati. Bukannya dia tidak tau kalau beberapa teman perempuannya


di sekolah dan kampus yang sekarang berusaha menarik perhatiannya. Tapi ia mengacuhkan


mereka semua. Tidak ada  rasa yang timbul di hatinya terhadap perempuan-perempuan yang setiap


hari bertemu dan bergaul dengannya. Ia memang tidak bisa menjauh, sebab sama-sama


seruangan dan satu gedung perkuliahan. Ia menganggap mereka semua sekedar teman saja.


Tidak pernah berubah dari sekedar teman.


Berbeda dengan Prita, meski awalnya pertemuan mereka terjadi karena gadis itu sedang


terburu-buru dan menabrak dirinya. Keduanya sama-sama melotot dan masing-masing


melemparkan kata-kata omelan, namun sepersekian detik pertemuan mata telah membuat


keduanya terdiam, telah menimbulkan sebuah rasa yang sukar diungkapkan. Keduanya


sama-sama menolak dan merasa itu tak mungkin, Prita segera berlalu demikian juga

__ADS_1


Rakasiwi. Tetapi dewi cinta tak mau gagal, ia membuat Prita menjatuhkan dompet


mungilnya, tetapi itu pun hampir gagal, karena Prita hanya merespon dengan ucapan


terima kasih.


Dewi cinta hampir tak bisa berbuat apa-apa kepada dua orang yang mengacuhkan


cinta. Dua orang yang sama-sama fokus dan hanya memikirkan study. Merasa keduanya


masih kecil dan belum pantas untuk bercinta dan memiliki kekasih. Rakasiwi berpikir


kalau keuangannya saja masih berasal dari pemberian orang tua. Sementara Prita


memang terobsesi menyelesaikan studynya kemudian bekerja dan bisa membahagiakan


perempuan ibunya.


Takdir cinta pada akhirnya menang, mereka telah terpanah dengan tepat ketika


bertemu lagi di rumah Bramantyo. Siapa yang menduga Prita menjadi guru les


bagi Tria dan Dode, adik-adik Rakasiwi. Pertemuan-demi pertemuan, serta keakraban


adik-adiknya, bunda dengan Prita semua hal tersebut ikut menumbuh subur dan


kembangkan benih-benih cinta antara keduanya.


Hingga ke hari ini, Rakasiwi merasakan rasa suka dan cintanya tumbuh subur. Prita


ada di matanya, ada di langit-langit kamarnya, di tempat tidurnya saat ia merebahkan


tubuhnya seusai membersihkan dirinya di kamar mandi hotel.


"Puspita, camammu udah sampai hotel, dah dari tadi sih, sekarang udah mau bobo."


Prita juga belum bisa tidur, ia tengah menonton film korea yang direkomendasiin oleh


teman-temannya. Biasa memang Prita sebelum tidur terlebih dahulu menonton


drama-drama Korea yang bersambung hingga ratusan episode. Tetapi anehya tak


jenuh menonton dan mengikutinya. Entah telah berapa ratus drama korea yang usai


ia tonton, dan kesemuanya tak membuatnya kecewa. Kisah-kisahnya bagus dan


tragis namun berakhir happy ending, menyenangkan.


"Oh, alhamdulillah kalau udah sampai, mat bobo aja ya hape nice dream."


Prita membalas dan memberikan emotion selamat tidur, Ia lihat Rakasiwi sedang


mengetik, "Makasih, kamu juga mat bobo ya semoga mimpi indah tentang kau dan


aku,"


Rakasiwi tersenyum, kok bisa ya dia lancar sekali mengirim pesan pada seorang


perempuan. Dan perasaan malunya sudah tak terlalu banyak.


"Makasih camamku, istirahatlah."


"Muah."


Prita membesarkan matanya, Rakasiwi menulis apa itu? wahhh, darah menjalar cepat

__ADS_1


kesemua tubuhnya, pipinya pasti telah merah, apa jawabnya ya. Aduh, masa muah


juga ichhhh nggak ah.


Gadis itu risau, ia akhirnya hanya menulis, "He he he."


"Kok ketawa?"


"Bobo sana!"


"Yuk bobo sekarang, ngantuk banget."


Lalu Rakasiwi tertidur amat lelap, begitu juga Prita. Gadis itu memiringkan tubuhnya


setelah menaro hpnya di meja tak jauh dari tempat tidur. Ia memeluk bantal guling


yang wangi karena baru saja diganti, lantas tersenyum dan memejamkan matanya.


Malam adalah waktunya berhenti dari keseluruhan aktifitas. Tubuh dan otak juga


perlu istirahat setelah bekerja keras sepanjang hari. Tanpa istirahat, tubuh bisa


mengalami ketidak seimbangan, dan menyebabkan mudahnya terserang penyakit.


Diciptakan malam untuk berhenti, dan jika pencipta kita menghendaki kita bisa bangun


lagi dan mengisi hari dengan bekerja yang berkah dan bermanfaat.


 


'Apa camamku sudah bobo ya?'


hati Prita masih saja memikirkan laki-laki yang sekarang ada di satu kota dengannya.


'Apakah dia memikirkan aku, seperti aku memikirkannya? mengingatku? karena


aku juga mengingatnya. Kata teman, jika kita mengingat seseorang berarti orang


yang sedang kita ingat itu juga ingat pada kita.'


'Kuharap aku yang selalu di hatinya, ingatannya.'


Barulah Prita terlelap, terdengar halus napasnya yang teratur.


Betapa banyak hatinya bicara hari ini, mungkin karena ketakutan-ketakutan kecil


yang sebenarnya lumrah bagi yang pertama merasakan yang pertama. Takut ia


terlihat jelek, tak pantas, salah juga terlihat bodoh.


Tetapi hati juga menghibur, bahwa dia di sana  juga mengingatmu, merindukanmu


hingga ia rela melakukan perjalanan hanya untuk bertemu denganmu. Apa itu


bukan pertanda kalau dirimu sangat berarti baginya. Kau special!"


 


 


Cikidot, sampai jumpa lagi. dukung Pria idola ya teman-teman.


 


 

__ADS_1


 


Bersambung


__ADS_2