Pria Idola, Jangan Pernah Meninggalkan Jejak dengan Menyakiti Hati Seorang Perempuan

Pria Idola, Jangan Pernah Meninggalkan Jejak dengan Menyakiti Hati Seorang Perempuan
Episode 165.Jangan Meninggalkan Jejak Dengan Menyakiti Perempuan


__ADS_3

Kalau cinta satu malam berkisah tentang pertemuan dan bercinta satu malam. Tentu saja menurut


Rakasiwi cerita cinta dua malam, sangat berbeda jauh. Tidak ada hubungannya dengan bercinta, sebab cinta mereka belum sah di hadapan Rabb mereka, hukum dan keluarga.


Yang Rakasiwi maksud dengan cinta dua malam adalah tentang pengalamannya bersama Prita di sebuah kota yang hangat dan ceria.


Cinta dua malam adalah kisah yang mendekatkan hatinya dan Prita. Cinta dua malam, ketika Rakasiwi selama dua malam berada di kota yang sama dengan pujaan hatinya.


Merasakan kedekatan serta debar jantung yang bergemuruh. Betapa dirinya sangat mencintai Prita, begitu juga sebaliknya. Prita sangat mencintai Rakasiwi. Mereka berdua saling jatuh cinta dan sama-sama percaya bahwa itu adalah Cinta pertama dan terakhir.


Rakasiwi berjanji di dalam hatinya bahwa hanya ada satu wanita yang akan mengisi hatinya. Dia akan selalu menjaga cintanya hingga akhir hayat.


Rakasiwi melihat di dalam keluarganya betapa pasangan-pasangan sebelum dia memiliki cinta yang abadi. Ia melihat Opa dan Oma Bramantyo hingga saat ini ketika usia mereka telah lanjut keduanya tetap saling mencintai, merawat, mengasuh dan menyayangi.


Begitu juga cinta ayah Raka dan Bunda Mardo tidak ada yang pernah bisa mengganggu hubungan cinta mereka. Sebab ayahnya Raka Bramantyo selalu berprinsip tidak akan pernah meninggalkan jejak menyakiti hati seorang perempuan.


Karena tidak mau menyakiti itu, maka hanya ada satu-satunya cinta di dalam hati ayah dan bunda Mardo.


Uncle dan Auntynya Richi, Laura juga


saling mencintai dan hidup bahagia dengan satu cinta. Anak-anak mereka pun tenang serta tak pernah memiliki masalah. Cinta pertama sekaligus cinta terakhir, itu berada di dalam hati mereka masing-masing.


Saling menganggap pasangannya adalah belahan jiwa.


Yang terjadi pada keluarga bunda Mardo juga sama. Rakasiwi melihat dengan mata kepalanya sendiri betapa Oma dan Opa Wijaya hidup bahagia karena saling mencintai.


Wajah serta mata keduanya saling memandang penuh kecintaan serta sayang, panggilan honey untuk oma sering terucap di depan cucu-cucunya.


Kehidupan Om Mangara dan istrinya


juga satu cinta, tidak pernah terdengar keributan serta masalah, yang ada adalah berita, Om Mangara dan keluarga sedang pergi umroh, lagi liburan keluarga di Bali dan sebagainya.


Rakasiwi melihat semua itu, keluarganya bahagia dengan hanya mencintai dan menjadikannya yang terakhir.


Kehidupan ayahnya selalu dirubungi wanita-wanita cantik. Berbagai godaan yang berasal dari rekan-rekan mitra serta bisnisnya.Tak bisa menggoyahkan hatinya. Dia tidak akan meninggalkan jejak dengan menyakiti hati satu perempuan pun.

__ADS_1


Rakasiwi mendengar dengan kupingnya sendiri kisah cinta Opa, oma Bramantyo juga Opa,Oma


Wijaya. Setelah bertemu, maka cinta pertama terjalin dan menjadi cinta terakhir. Sekarang mereka sudah menjadi kakek dan nenek, hidup bahagia dengan selalu saling mengatakan, 'Kau cinta pertama dan terakhirku'


Betapa indahnya cinta sejati.


Rasulullah bersabda barangsiapa yang jatuh cinta tetap menjaga kesucian dirinya menyembunyikan rasa cintanya dan bersabar hingga mati maka dia mati syahid.


(Diriwayatkan oleh Hakim, Khatib, Ibnu Asakir Dailami dan lainnya)


Cinta sungguh sebuah rasa yang indah dan manis. Anugerah Allah Swt, kepada manusia sebagai rasa Fitrah yang menuntun manusia tumbuh dengan adanya rasa belas kasih dan menumbuhkan rasa berkasih antar sesama manusia.


Maha besar Allah dengan rasa itu pula muncul ketertarikan antara laki-laki dan perempuan. Dua makhluk yang ditakdirkanNya berpasangan dengan aliran cinta dan kerinduan sebagai pendorongnya.


Yang membedakan adalah apakah aliran itu mengalir ke atas Ridhonya atau tidak. Memendam kerinduan kepada seseorang yang dicintai, dengan kesabaran, percaya pada takdir dariNya, berusaha menjaganya agar tidak menjerumuskan pada lembah dosa adalah sebuah kerinduan yang indah.


Terasa menyakitkan memang ketika kerinduan pada sang kekasih hati yang mencengkram kuat di hati tak mampu tersampaikan lewat kata-kata, tak mampu bersua, tak mampu saling apapun.


Dengan doa yang bisa dipanjatkan memohon perlindungan, pertolongan Allah Swt, semoga kerinduan itu bertemu di muara


Sebuah cerita manis tentang cinta sejati Adam dan Hawa. Ratusan tahun berpisah dengan sang belahan jiwa. Allah Swt mempertemukannya dengan Hawa yang dicintainya. Dalam sebuah riwayat dikisahkan bahwa ketika Allah menurunkan Adam dan Hawa ke bumi mereka, turun di tempat yang berbeda.


Adam diturunkan ke sebuah negeri yang dikenal sebagai negeri Syam sedangkan Hawa diturunkan di Arab Saudi.


Selama beratus-ratus tahun lamanya mereka mencari dan di bumi ini manusia hanya mereka berdua. Mereka saling merindukan, berkeliling mengelana di bumi yang sangat luas namun tak juga kunjung bertemu.


Adam dan Hawa yang dulu tinggal di surga telah melanggar pantangan Allah, kemudian keduanya bertobat dengan tobat setaubatnya agar Allah mengampuni dan membuat mereka bertemu kembali mengobati kerinduan yang telah sangat menyesakkan dada.


Dengan kesabaran dan ketawakalan, mereka Kemudian bertemu di Jabal Rahma, yakni bukit di cinta yang ada di Arab Saudi juga, bukit yang mengabadikan pertemuan cinta sejati.


Rakasiwi juga mengagumi cinta sejati antara Fatimah dan Ali. Kesabaran dalam cinta dan ketakutan kepada Rabbnya. mengukir kisah manis Fatimah dengan Ali. Saling mencintai dan merindukan membuat setan bahkan tak tahu, karena begitu kuatnya mereka menjaga cinta dan kerinduan itu agar tidak mengotori hati mereka.


Allah akan selalu menolong hambaNya yang berserah dan menundukkan kepadaNya demi mengharap ridhoNya.


Kemudian setelah menolak pinangan seorang Abu Bakar Ash- Siddiq dan Umar Bin Khattab, justru Rasulullah menerima pinangan Ali bin Abi Tholib untuk putri cantiknya Fatimah az-zahra.

__ADS_1


Ali ikhlas kepada Allah jika Fatimah berjodoh dengannya maka Allah akan menjodohkan dan jika tidak maka Allah tidak memberinya takdir yang jauh lebih baik.


Begitupun dengan Fatimah. Maka tak ada keraguan sedikit pun, hingga Allah menjawab keikhlasan mereka dalam sebuah takdir indah yaitu pernikahan suci di atas jalan kebenaran serta dakwah.


Dan tentu saja cinta sejati sepanjang kehidupan manusia adalah cinta sejati Nabi Muhammad dan Khadijah yang lima belas tahun lebih muda darinya.


Namanya Muhammad, selain tampan ia juga sopan dan jujur. Kemudian karena menjaga harga dirinya sebagai seorang wanita, dia meminta Muhammad menikahinya lewat perantara. Oleh kesantunan dan keanggunan Khadijah, hati Muhammad tersentuh ridho


menikahi janda solehah tersebut.


Selanjutnya kita tahu bahwa dari rahim wanita shalihah bernama Khadijah lahirlah putri-putri tangguh Muhammad Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.


Sungguh, ketika kita mencintai seseorang, lupakah kita pada Allah?


Apakah kita sibuk mencari celah agar bisa mendapatkan orang tersebut sampai lupa bahwa semua Kuasa ada padaNya? Percayalah Kerinduan dan cinta yang mengalir lembut dalam hati kita atas RidhoNya.


Kesabaran kita menjaganya agar tak membuatNya murka dengan terus berserah dan tunduk padaNya, berkhusnudzon, memohon pertolongan hanya kepadaNya maka Allah akan memberikan satu jalan terbaik untuk kita. Percayalah, Allah Maha menepati janjiNya dan maha


mengabulkan doa hambaNya.


Rakasiwi percaya, jika ia berdoa kepada RabbNya meminta jodohnya


adalah Prita, menjaga cinta sejatinya maka Rabbnya akan mengabulkan doanya.


Bersambung


Taraaaaa!!! terima kasih telah datang dan membaca Pria Idola. Jangan pernah meninggalkan jejak dengan menyakiti hati perempuan.


Beri Vote dong


like, komen dan bintang, juga


masukkan di Favorid ya.


Author sangat berterima kasih.

__ADS_1


__ADS_2