
Ketiga gadis muda tersebut, Prita, Yunna dan Elsa berhenti di pintu gerbang tersebut. Sejenak mereka
teringat beberapa tahun yang lalu saat mereka bersekolah tak jauh dari tempat itu. Puswati teman
sekelas mereka mengajak ke sana.
"Hai teman-teman, main ke rumahku yuk, ibu aku menyuruhku membawa teman-temanku, dia sudah
memasak untuk makan siang, se-sebenarnya aku ulang tahun hari ini. Dan ibuku ingin merayakannya
untukku dan teman-teman dekatku."
Saat itu Puswati malu-malu, sebab baru sekali itu ia bisa merayakan ulang tahunnya. Dan ia hanya
mengajak teman-teman dekatnya saja, yaknio Prita, Yunna dan Elsa. Hanya mereka bertiga yang
selama ini bersikap baik dan membuatnya nyaman. Sedangkan yang lain, Puswati tak merasakan
apa pun, hanya teman biasa saja. Tidak bisa membuatnya mencurahkan perasaan, atau nyaman
saat bercengkrama. ketiga gadis yang bersahabat itu selalu baik dan tak pernah membuatnya kecewa.
Berbeda dengan temannya yang lain. Meski tak jahat tetapi mereka semuanya menjaga jarak
dengannya. Seperlunya saja.
"Hanya kami bertiga yang diundang kerumahmu Pus!"
Tanya Yunna, meski berkali-kali sudah diingatkan jangan memanggil dengan Pus, tetapi Yunna
tetap saja memanggilnya Pus, sehingga ia lantas menyambung, watiiii. Repot memang, tetapi
dari pada terdengar seperti memanggil si meong, repot sedikit biarlah, Puswati terpaksa membiarkan
hal itu.
"Iya, ibuku hanya memasak sedikit katanya, nggak apa kan? bukan pesta ulang tahun seperti
Henny, Ribka atau teman-teman yang lain."
"Baiklah, kami ikut bersama denganmu, tapi kami tak bawa kado, bagaimana kalau menyusul?"
Yunna memandangi Prita dan Elsa, ia menegaskan pada kedua temannya harus membelikan
Puswati kado ulang tahun dengan patungan. Prita dan Elsa mengangguk, mereka tak keberatan.
Mereka berdua percaya Yunna bisa mengatasi terlebih dahulu. Prita dan Elsa sering kali
harus berjuang untuk mendapatkan uang di luar kebutuhan sekolah.
Dan ketiganya melonggo saat Puswati membawa mereka ke sebuah rumah yang besar dan megah
hingga ketiganya menyadari itu bukan rumah melainkan sebuah Villa.
"I-ini rumah kamu Pus?"
Yunna tak percaya, sebab selama ini mereka mengenal Puswati sebagai anak yang sederhana.
"Wati!, hemmm ayo masuk, ibuku sudah menunggu."
Ketiganya memasuki gerbang Villa tersebut dan taman bunga yang luas menyambut mereka.
Puswati membawa mereka ke arah belakang. Ketiga gadis itu kian tercengang oleh pemandangan
kebun berhektar tak kelihatan batasnya.
"Ayo sini masuk!"
Puswati mengajak mereka ke sebuah ruangan yang besar, ruangan makan dengan meja
yang sangat elegan. Juga ada bentangan karpet tebal yang membuat ruangan itu menjadi
hangat.
Ketiga gadis itu belum pernah sekali pun masuk ke sebuah ruangan yang megah seperti itu
jadi mereka sempat gamang dan salah tingkah.
"Eh, teman-temannya Puswati sudah datang, sini Nak! ibu sudah buatkan kalian minuman
dan makanan, hari ini Puswati ulang tahun yang ke enam belas tahun."
Seorang perempuan berpakaian sederhana seperti halnya ibu Yunna, Elsa dan juga Prita
menyambut mereka. Sempat terpikir, kenapa orang kaya kok pakaiannya sederhana sekali
__ADS_1
sama seperti baju-baju yang digunakan oleh ibu mereka. Dan langsung terjawab.
"Nak, jangan salah paham yo, ibu di sini hanya bekerja mengurus Villa ini, bersama sepuluh
karyawan lainnya, ibu sudah minta ijin sama majikan agar anak ibu boleh membawa
temannya ke tempat ini hanya untuk merayakan ulang tahunnya."
Barulah Prita, Yunna dan Elsa mengerti. Ternyata ibu Puswati hanya bekerja di tempat
tersebut. Lantas acara ulang tahun Puswati berlangsung. Yunna memimpin teman-temannya
berdoa untuk kebahagiaan dan kesuksesan Puswati, lalu menyanyikan lagu ulang tahun
dan meniup lilin.
Enak sekali es dawet serta nasi kuning beserta lauk-pauk lengkap buatan ibu Puswati.
Semua karyawan juga mendapatkan bagian dan mereka membawa makanan itu dan
menikmatinya di bawah pohon sembari memandang lepas ke pada rumput menghijau serta
ratusan pohon rambutan di sana. Mereka menghabiskan makanan sembari menggelar
tikar dan berbahagia hingga senja.
Puswati bersama ketiga gadis temannya mengajak berkeliling kebun luas itu dan mereka
berlarian di bawah pohon dan diatas rerumputan hijau yang terjaga dan terawat.
Senang sekali hari itu hingga lupa pulang.
"Hei sedang apa kalian?"
Lamunan ketiganya buyar ketika seorang penjaga menghampiri mereka. Yunna segera
turun dari motornya.
"Pak, maaf beberapa tahun yang lalu kami pernah bermain ke sini. A-apakah bapak
mengenal Puswati? mereka teman kami."
Yunna mengutarakan maksudnya.
"Puswati? saya tak pernah mendengar nama itu. Saya orang baru di sini."
"Sebentar! saya harus tanya dulu ya!"
"Pak, tolong panggilkan ibu Sur, dia adalah ibu Puswati, ibu Sur bekerja di sini
bersama sepuluh yang lain."
"Iya sebentar!"
Pak satpam itu yang cukup bijaksana berjalan ke belakang, untuk melaporkan
tentang tiga orang gadis tersebut.
Kebetulan ibu Sur melihat pak satpam yang baru itu sedang celinguk mencari kepala
keamanan, ia menegurnya.
"Oh kebetulan bu Sur, ada tiga orang gadis yang sedang mencarimu, mereka ada
di depan."
Satpam baru tersebut merasa lega karena tugasnya menjadi ringan, ia telah menemukan
orang yang dikenal oleh Prita, Yunna dan juga Elsa. Sementara ibu Sur yang tak lain adalah
ibu Puswati sedang berjalan ke pintu gerbang.
Perempuan itu memandangi dan menghampiri mereka. Ia sudah lupa pada ketiga gadis
yang sekarang memiliki tubuh tinggi dan cantik.
"Hai Naik, kalian mencari siapa?"
"Hai ibu! ini kami bertiga teman Puswati! apa ibu sudah melupakan kami?"
"Nak Yunna! Prita dan Elsa?"
"Iya bu tak salah lagi."
"Hoalahhh kalian toh? sini masuk! kenapa tak pernah main lagi setelah hari ulang tahun
__ADS_1
itu?"
Mereka segera masuk dan villa itu masih cantik dan asri seperti dulu, hampir tidak ada yang
berubah.
"Bagaimana kabar Puswati Bu?"
Yunna menanyakan kabar Puswati, sejak lulus smp dan melanjutkan ke smu, mereka tak
lagi pernah bertemu.
"Puswati sudah menikah Nak, begitu tamat smu ada pria yang melamarnya, dan ibu
merelakannya pergi bersama laki-laki yang menikahinya itu, mereka tinggal di Bandung."
O, ketiga gadis itu hanya membentuk hurup O, berarti itu dua tahun yang lalu. Ibu Sur
tetap bersikap ramah dan gembira, ia banyak bercerita tentang Puswati putri satu-satunya.
Menurutnya Puswati mendapatkan pria yang baik dan bertanggung jawab. Hal yang
membuatnya bahagia dan tidak lagi risau memikirkan masa depan anaknya.
"Hemmm, Puswati sudah bahagia bu bersama keluarga kecilnya, sementara kami masih
berjuang Bu."
Yunna curhat. Selanjutnya mereka minta ijin untuk berkeliling kebun, mereka rindu
tempat seperti itu, setelah bergelut dengan buku, laptop, serta kebisingan.
"Silahkan nak, setelah kalian puas, temani ibu nanti makan durian ya, di bawah pohon
sana, ibu punya lima durian jatuhan, dari kemarin bingung mau menikmati bersama
siapa? karena yang lain juga sudah kebagian."
"Wah kami sungguh beruntung sekali Bu."
***
Sementara di sebuah rumah juga sedang berpesta durian. Seseorang mengantarkannya
sehari yang lalu. Dan sekarang wanginya merebak.
"Ayah, kita panen durian lagi?"
"Cindy menanyai ayahnya yang sedang fokus membuka durian."
"Kenapa kita tak menikmati durian itu di tempatnya Yah? pasti lebih asyik iya kan?"
Cindy yang cerewet membayangkan sebuah kebun lain yang jauh.
"Oh iya, kau benar juga, kapan-kapan kita kesana bersama-sama mumpung
Kakak Rakasiwi libur.
"Yah, sesekali aku juga mau menginap bersama teman-temannku di villa baru kita
itu ya Yah, dari pada menginap di hotel, kan lebih berhemat."
Raka yang membantu membuka buah-buah durian, memiliki rencana mengajak
teman-temannya ke sana. Pasti sangat menyenangkan menghabiskan waktu
di tempat tersebut.
"Om Richi, mau pulang minggu ini dan mau menghabiskan cutinya bersama
istri dan anak-anaknya juga, apa tak mengganggu mereka ya?"
"Oh, Om dan tante Laura akan ke Jakarta Yah? asyiiik aku mau bermain sepuasnya
dengan Ibra dan Anggel horeee!"
Cindy, Tria dan Dode saling berpandangan. Mereka sangat senang bertemu dengan om
serta tante mereka yang sangat baik dan ramah. Anak-anak mereka juga lucu, cantik
dan menggemaskan.
Bersambung
Jangan lupa berikan dukungan like, bintang lima dan vote serta hadiah
__ADS_1
author sangat berterima kasih dan balik balas