Pria Idola, Jangan Pernah Meninggalkan Jejak dengan Menyakiti Hati Seorang Perempuan

Pria Idola, Jangan Pernah Meninggalkan Jejak dengan Menyakiti Hati Seorang Perempuan
Episode 171. Yunna Membisu


__ADS_3

Assalamualaikum, hello teman-teman semua


maaf ya, belum feedback nih, othor sedang sibuk sekali, sampai tidak up date kemarin.


semoga saling dukung dan bacanya terus berjalan ya.  Terima kasih banget sudah selalu


mampir, vote dan like. Othor sangat berterima kasih.


Sementara Prita dan Rakasiwi sedang menata masa depan mereka berdua nun jauh


di sana, ok kita ikuti dulu ya kisah Yunna, sahabat dekat  Prita.


Yuk Cikidot!!!


Pagi-pagi sekali Yunna  sudah membereskan barang-barangnya. Ia tak ingin berlama-lama


berdua dengan laki-laki suaminya. Sikap Jae yang dingin serta tak mengabulkan permintaan


dirinya kemarin siang membuat sikap gadis itu menjadi menutup dirinya. Jae tak perduli


ia melakukan aktifitas  seolah-olah tidak ada Yunna  di dekatnya.


Yunna ingin menulis pesan pada Prita dan Elsa, ia ingin menceritakan bahwa bayangannya


tentang pernikahan sangat berbeda. Ayah Jae yang menjelang pernikahan sangat baik dan


perhatian padanya sekarang telah berubah. Hanya ingin pernikahannya saja!.


Semula saat Ayah Jae datang menemui  orang tuanya. Sempat ada gerumit-gerumit kecil


di belakang. Ibunya tak menyukai ayah Jae.


"Yunna, apa tidak ada laki-laki lain? I-ibu kurang suka!"


"Ibu, memangnya kenapa? yang penting pria ini bertanggung jawab dan mencintai Yunna. Laki-laki


yang berdatangan dan mengajak Yunna berhubungan serius tidak ada yang cocok Bu."


Ibunya terdiam, tetap saja ia kurang suka. Tak lama ayahnya menyusul mereka ke belakang


dan ayahnya juga tak menyetujui jika Yunna menikahi pria yang seusia dengannya.


"Yunna, ayah dan ibu hanya ingin kau bahagia, bukan karena harta Nak! pertimbangkan lagi!."


Gadis itu meyakinkan ayah dan ibunya bahwa saat ini hanya pria ini yang bisa mmbuatnya


bahagia. Ia ingin membantu kedua orang tuanya. Tak ingin ayah selamanya menjadi


kuli bangunan. Dan ibu sampai mencuci dan menyetrika miliki orang lain, untuk tambahan


keuangan mereka.


Agak lama mereka meninggalkan Ayah Jae di ruang tamu sendirian. Ayah keberatan


menemui dan menemani laki-laki itu. Ia beralasan ada janji dengan seseorang.


Yunna sampai mencekal tangan ayahnya agar jangan seperti itu. Setengah menarik


ayahnya agar berbincang-bincang dengan Jaelani atau ayah Jae di ruang tamu.


Laki-laki ayahnya terpaksa bersungut-sungut serta memaksakan senyum. Penolakkan


orang tua Yunna membuat Ayah Jae berusaha keras mengambil hati.


Saat pulang, ia memberikan ibu Yunna amplop berisi uang untuk membelikan anak-anaknya


handphone, sebab ayah Jae mendengar adik-adik Yunna berebutan handphone. Uang lima


juta tersebut, sedikit mencairkan hati ibu Yunna.  Saat kedatangan berikutnya Ayah Jae


membopong sendiri sebuah sepeda untuk adik Yunna. Sepeda yang membuat adik-adik


Yunna terpesona dan terkesan. Mereka sangat senang.


"Om, ini sepeda buat saya?"


"Oh iya tentu saja untukmu, tetapi  saudara-saudaramu sesekali boleh juga meminjamnya


ok?"

__ADS_1


"Terima kasih ya Om."


Laki-laki itu hanya melebarkan bibirnya dan mengangguk-angguk.


Selama sebulan Ayah Jae, menarik perhatian ayah, ibu dan adik-adik


Yunna dengan hadiah serta oleh-oleh. Sebuah hal yang membuat


sikap ayah, serta ibu mulai berubah. Keduanya mulai tersenyum dan


senang setiap kali  ayah Jae datang. Oleh-oleh martabak manis, kadang


pisang goreng serta roti bakar membuat ayah senang berlama-lama


menemani laki-laki itu.


Hingga berikutnya saat ia sudah masuk kedalam keluarga itu, Jae mengutarakan


maksudnya yaitu melamar Yunna. Meski ayah dan ibu sudah mengetahui sejak awal


kedatangan laki-laki itu. Toh saat Ayah Jae melamar anak mereka, keduanya


seperti tersambar petir, panik dan saling pandang memandang.


"Maaf, ka-kami harus menanyakan pada Yunna dulu ya."


Ayah dan ibunya bergegas masuk ke dalam sambil memanggil Yunna.


Mereka mengajak Yunna ke ruang tamu dan kemudian menanyai


gadis itu di depan ayah Jae, apakah mau menerima lamaran ayah Jae?


dan Yunna menjawab bahwa ia mau.


Ayah Jae, tersenyum. Ia melihat mobil mewah miliknya dan memberikannya


pada ayah Yunna sebagai rasa gembiranya. Laki-laki itu dan istrinya kembali


saling memandang. Rasanya seperti mimpi, mereka tiba-tiba memiliki mobil


mewah. Laki-laki itu juga melihat-lihat rumah kumuh mereka dan menaksir


"Bapak, apakah seratus juta cukup untuk mempercantik rumah ini?"


Kembali laki-laki ayah Yunna berpandangan dengan istrinya, "Oh sa-saya


pikir cukup."


Ayah Jae membuka tas berwarna hitamnya dan meletakkan amplop tebal


yang berisi uang seratus juta.


"Terima kasih, terima kasih."


Saat pernikahan rumah orang tua Yunna telah berubah menjadi cantik dan


terlihat bersih. Ayah Yunna dan Ayah Jae seperti menjadi sahabat. Keduanya


mengobrol berlama-lama, minum kopi dan bermain catur.


Laki-laki itu tersenyum sinis, apa yang tidak bisa dibeli dengan uang ha ha ha!


ia mentertawai keluarga Yunna. Mereka sekarang sudah seperti kerbau dicucuk


hidung. Apa saja yang ia inginkan dari keluarga itu dengan mudah ia dapat. Hanya


dengan memberi sedikit hadiah-hadiah.


Bahkan saat ia meminta Yunna untuk menjadi istrinya. Kedua orang tua Yunna


langsung menganggukkan kepala. Mereka akan menyiapkan anak gadis mereka


untuk dinikahi pria itu.


Ha ha ha! Jaelani terbahak-bahak oleh apa yang ia lakukan. Ia puas! Ia merasa


sangat senang. Laki-laki itu tertawa terbahak-bahak. Yunna engkau sekarang


akan berada dalam kekuasaanku, budakku ha ha ha!

__ADS_1


"Dengan kau berada bersamaku, teman cantikmu itu akan sering datang


berkunjung, satu waktu aku akan mendapatkan juga si cantik Prita ha ha ha!"


Bahkan Jin takut mendengar suara tawa itu. Serta pikiran jahat yang ada


di kepala laki-laki itu.


Ia menjadikan Yunna istrinya hanya kedok belaka untuk mendapatkan Prita.


Tidak ada  cara lain selain menjadikan salah satu diantara persahabatan itu


miliknya. Dengan Yunna berada bersamanya, harapan laki-laki itu ia bisa


memiliki kesempatan bertemu dengan Prita.


Cinta Ayah Jae pada Prita tak mudah ia singkirkan begitu saja. Cinta pertamanya


bahkan cinta sejatinya. Ada rasa geram saat melihat gadis itu bersama seorang


laki-laki muda yang ganteng dan berkharisma. Siapa laki-laki itu? menjadi pikiran


di kepalanya.


Prita adalah miliknya, ia tak akan membiarkan perempuan yang ia cintai diambil


oleh laki-laki lain seperti yang terjadi beberapa belas tahun yang lalu. Ia tak


akan biarkan hatinya terluka lagi.


***


Yunna melangkah keluar menyeret kopernya, tetapi sebelum ia sempat keluar


sebuah suara keras mengejutkannya.


"Kau mau kemana?"


Laki-laki itu menatapnya tajam, dan suaranya keras.


"Pulang!"


Sentak Yunna.


"Pulang kemana? aku belum menyuruhmu untuk pulang! taro kembali koper itu,  kita


akan berada di hotel ini selama seminggu, di sini kita menghabiskan bulan madu kita."


Laki-laki itu menarik kopernya dan membuangnya ke dinding hingga terdengar suara


berdebum. Selanjutnya dengan kasar ia menarik Yunna ke pelukkannya, menarik


resluiting baju gadis itu hingga baju itu meluncur ke bawah, membuka pengait dalaman


hingga Yunna terkejut dan menutup dadanya dengan tangannya.


"Kau harus secepatnya memberikan aku seorang putra!"


Bisiknya mengerikan di telinga Yunna. Laki-laki itu menciumi pundak yang terbuka


dengan cepat dan berpindah-pindah. Jemarinya yang penuh otot meraup keras


milik Yunna yang indah. Jaelani tak memperdulikan suara Yunna yang kesakitan. Justru


semakin membuatnya terbangkit. Ia tarik tubuh polos itu ke atas tempat tidur dan


menindihnya dengan buas.


Yunna pada akhirnya pasrah. Ada sedikit kenikmatan, tubuhnya menjadi candu bagi


Jae, atau sebab obsesi mendapatkan seorang putra. Ketika Jae melemas di sisinya


Yunna buru-buru menjauh dan beranjak ke kamar mandi. Ia mencuci seluruh


tubuhnya dari sentuhan Jaelani tua itu.


 


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2