Pria Idola, Jangan Pernah Meninggalkan Jejak dengan Menyakiti Hati Seorang Perempuan

Pria Idola, Jangan Pernah Meninggalkan Jejak dengan Menyakiti Hati Seorang Perempuan
Episode. 80 Malam Pertama Raka Dan Mardo Bag.Dua


__ADS_3

"Hei, aku mencintaimu."


Raka mengangkat wajahnya dan menatap mata Mardo yang sayu. Dengan sangat perlahan jari-jari Raka kembali ke permukaan dada yang membusung. Tangannya membelai gundukkan itu. Membuat masing-masing puncaknya mengeras dan kulitnya yang putih kenyal itu merinding. Telapak tangan Raka menangkupkan benda yang indah itu, membuat Mardo mengelinjang penuh rasa ingin tahu.


Mata Mardo bisa melihat rambut Raka yang merunduk. Bibir Raka berada begitu dekat dengan kulit tubuhnya. Merasakan napas Raka di dadanya lantas remasan jemari berulang pada dadanya. Satu tangan membelai dan merunduk untuk melingkari bukit yang satunya dengan lidah yang basah dan hangat. Memulai pada bagian yang lembut hingga puncaknya yang keras.


Ahhh...Kedua pasangan pengantin mendesah oleh pengalaman mereka. Raka menuntun gadisnya sedikit demi sedikit ke puncak yang sangat mereka inginkan.


Raka menggigit gemas beberapa kali, membelai, menarik menghangatkan kulit hingga beberapa tempat meninggalkan bekas kemerahan, tapi itu sama sekali tak sakit. Sebelum berlanjut terus lebih ke bawah. Raka mengangkat wajahnya, menatap wajah Mardo, "Kau sudah siap honey?"


"Hemmm,"


Mardo mengangguk, waktunya tepat dan pas, mereka sudah menginginkan ini sejak lama.


"Aku menanyakannya karena aku takut menyakitimu, tapi ini hanya sebentar saja kok."


Yang pertama, tiba-tiba Mardo tersentak secara insting melindungi dirinya oleh rasa sakit.


"Tidak apa-apa honey, sakit sedikit saja."


Kembali Raka menyulut kegairahan Mardo dengan ciuman dan membisikkan kata-kata yang mesra. Saat Mardo serasa terbang melayang Raka mengulangi lagi, terdengar seruan tertahan. Kuku-kuku Mardo serasa menancap di pundaknya. Jauh malam barulah Raka berhasil melaksanakan tugas pertamanya sebagai suami.


Keduanya jatuh ke tidur yang sangat lelap, senyum kebahagiaan terukir di bibir keduanya. Raka memeluk erat tubuh Mardo yang berada di bawah tubuhnya, seolah tak ingin melepasnya. Mardo juga berlindung di dada yang telanjang. Karena sangat kelelahan


keduanya tak kuasa lagi pergi membersihkan diri.


Pagi harinya Raka terbangun dan menyadari ada tubuh yang tergolek di dekatnya. Ia takjub oleh pemandangan pertama kali di kehidupannya. Bibirnya tersenyum tipis melihat bukit kembar Mardo dengan ****** kemerahan yang setengah tertutup oleh punggung tangannya. Mardo tidur bergelung memperlihatkan lekuk pinggang yang indah. Betisnya berbentuk bagus, Mardo tidak pernah terlihat seterbuka itu, belahan dadanya sangat menggoda.


Raka tak bisa mencegah dirinya yang tiba-tiba bergelora dan hidup. Saat melihat sebagian tubuh Mardo yang telanjang. Raka menunduk untuk memberikan ciuman yang lebih bergairah di seputar pinggang. Jantung Raka berdetak lebih cepat. Dunia tidak tahu betapa wanita itu telah membuatnya sangat bergairah. Raka menghela napas merunduk cukup rendah di atas tempat tidur untuk menyentuh Mardo yang masih terlelap. Tapi Raka sudah sangat terangsang seolah tubuhnya akan meledak.


Mardo terbangun oleh perlakuan Raka terhadapnya. Ia terdiam dan tak bisa mengelak dari keinginan Raka. Dengan perlahan ia mengerakkan tangannya memeluk leher suaminya. "Kau membangunkan aku, nakal sekali."


Raka tersenyum, bergerak untuk mengecup bibir yang ranum itu.


"Iya, aku membangunkanmu untuk


meminta ijin."


Hemmm.


Pagi itu lagi dan lagi. Raka penuh gairah serta cinta mencumbu gadis cantik cinta pertamanya. Mardo tidak lagi merasakan sakit, sebab agaknya semalam Raka telah berhasil menerobos kesuciannya, Mardo bahagia sekali ia bisa mempersembahkan pada suaminya. Terlintas kejadian sebelum ia menerima lamaran Raka. Kebahagian itu membuat Mardo menciumi suaminya penuh cinta. Ia telah berjuang untuk kebahagiannya.


I love you suami tersayang dan tercintaku. Bisik Perempuan muda itu.


Agak siang baru lah Raka dan Mardo mulai merasa lapar, Mardo memeriksa apakah ada yang bisa di makan. Ia membuatka minuman yang pertama kalinya untuk suaminya.


"Hemmm, nikmat sekali, susu buatanmu, honey."


Raka menghirup tandas, Mardo menghapus bekas susu di bibir


Raka, lantas berjinjit mencium bibir ketipisan suaminya. Mereka kembali berpelukkan sangat erat, sembari


berbisik, i love you, i love you.

__ADS_1


"Akhirnya, aku menepati janjiku."


Kata Mardo, menatap mata Raka.


"Janji apa?"


Gadis itu tersipu, masih bermanja manja di pelukkan Raka.


"Pria yang mencium bibirku pertama


kalinya adalah suamiku."


Raka terkekeh, ia teringat kejadian


di kapal Watam Pone. Mardo marah padanya akibat ciuman itu. Padahal menurutny, Mardo gadis yang sangat beruntung telah mendapatkan ciuman pertamanya. Puluhan gadis-gadis memimpikan ciuman pria idola.


Tak lama hantaran breakfast datang.


Mardo membukakan pintu dan menerima meja dorong berisi menu


sarapan. Raka menyempatkan diri ke kamar mandi. Ia mandi membasuh


seluruh tubuhnya.


"Honey, pergilah mandi. Barangkali kau mau ikut. Ada yang ingin aku bicarakan dengan Denny."


"Ok, aku mandi du


Di Cafe mereka bertemu dengan Deni dan Sammy. Teman-teman Mardo juga ada di tempat itu. Agaknya mereka juga baru datang ke tempat itu. Tentu saja mereka semua tersenyum senyum dan mata jahil memandang pada Raka dan Mardo.


Raka berusaha tak memperdulikan teman-temannya itu karena kalau sedikit saja ia tersenyum berarti ia memberikan lampu hijau untuk Deni dan Sammy menggodanya lebih baik bersikap dingin, jutek Dan itu akan membuat laki-laki temsnnya tersebut tidak berani jahil kepadanya.


Oh pengantin sudah bangun nih Bagaimana? tetap saja kedua laki-laki itu tidak bisa kalau tidak mengganggunya.


"Apanya yang bagaimana kata Raka.


"Malam pengantin sudah sukses tapi terus terang Aku sangat menyesal."


Semua melihat pada Raka,


"Iya, menyesal mengapa baru sekarang aku menikah ah hahaha."


Semua tertawa, "Karena itu Deni dan Sam, dan para jomblowati segeralah menikah semakin cepat semakin baik buat kalian,"


"Wah itu seperti iklan partai politik saja," Iya karena menikah itu nikmat sekali membuat Deni dan Sammy saling berpandangan.


Sammy memandang kepada Putri, "Aku akan menyusul sebentar lagi, iya kan Put?"


Putri terkejut dan merah pipinya oleh keterus terangan itu.


Mardo bergabung dengan teman-temannya yakni Putri, Sashi dan Emily. Menanyakan apakah mereka tidur dengan nyenyak dan apakah masih lelah.


Teman-temannya justru memikirkan apa yang terjadi dengan malam pengantin itu? Tetapi melihat wajah Mardo yang begitu cantik, merona dan sumringah mereka yakin malam pengantin itu itu sangat indah sekali.

__ADS_1


Begitu juga ketika mereka melihat kepada Raka, pria Idola itu pun terlihat merona wajahnya dan senyumnya sumringah.


Sesekali Raka memandang dengan penuh cinta kepada Mardo. Mereka duduk berseberangan Raka bersama temannya, begitu juga Mardo.


Denny dan Sammy bilang bahwa mereka akan ke Bali minggu depan Karena permohonan cuti sudah di setujui.


"Kami di Bali selama seminggu, gadis- gadis apa kalian mau ikut?"


Sembari Deni memberikan amplop kepada semua panitia tim sukses pernikahan Raka da Mardo.


"Dari Raka dan Mardo, terima kasih yang sebanyak-banyaknya."


"Wahhh, terima Raka dan Mardo,"


Semua melihat lembaran merah seratusan sebanyak lima belas.


"Buat tiket ke Bali saja?"


Denny masih menggoda gadis-gadis.


Kapan kalian ke Balinya?


Minggu depan kalian bisa mengajukan cuti terlebih dahulu kalau oke Ayo! biar sekalian saya urus tiketnya.


"Ok, beri kami waktu, lusa kami kabari."


"Dan kalian pengantin Apakah tidak ingin bulan madu ke Bali?" Tanya Denny, " Biar sekalian aku uruskan tiketnya."


Raka memandang pada Mardo, " Terserah istriku, bagaimana honey?


kau ingin ke Bali atau ke luar negeri?"


"Masalahnya baru minggu kemarin aku dari Bali," Kata Mardo.


"Aku belum pernah ke Korea."


Mardo tersenyum dan mengedipkan matanya pada Raka.


"Raka! jangan, karena dia hanya ingin ketemu Lee minho , dia tergila-gila dengan pria itu.


"Honey, siapa itu Leminho?"


Raka menatap Mardo cemburu.


Gadis-gadis tertawa, pria idolanya !


Raka semakin cemburu. Wajahnya menegang.


"Bukan siapa-siapa aktor drama korea honey."


Raka pun tersenyum kecut.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2