
Ketiga gadis cantik itu memasuki mansion yang tenang dan damai. Bunyi gemericik dari kolam yang
terlihat dari ruang tamu menggugah hati. Ketiganya saling berpandangan dan bertanya-tanya. Mana
ayah Jae? terutama Yunna dan Elsa yang penasaran tentang pria dewasa yang diceritakan oleh
Prita. Kalau memang tampan kenapa tidak, begitu di dalam hati kedua gadis itu. Sedangkan Prita
berpikir kalau Yunna dan Elsa bisa menjadi teman berbagi cerita di kehidupan Ayah Jae. Ia merasa
kasihan karena laki-laki itu agaknya sangat kesepian.
"Hello gadis-gadis cantik!"
Terdengar suara dan hampir bersamaan gadis-gadis itu berbalik dan melihat laki-laki dengan
senyum lebar muncul dari dalam. Dan laki-laki itu membuat Yunna dan Elsa terpesona, bibir
keduanya terperangah. Pria itu tampan, dan sama sekali tidak terlihat tua. Ia muncul dengan
berpakaian kaos berwarna putih yang menampakkan kekekaran dadanya serta lengannya
yang berotot. Ia seperti laki-laki berusia tiga puluh limaan, atau empat puluh tahunan. Makanan,
perawatan serta olah raga membuat Ayah Jae tetap muda. Beberapa rambut putih yang sebenarnya
sudah bermunculan, telah hilang tanpa bekas. Ia sangat tampan dan berkharisma. Prita juga
melihat perubahan itu, wajah laki-laki itu sumringah dan berseri-seri. Laki-laki yang sedang
jatuh cinta, terlihat menarik. Sama halnya seperti wanita.
"Kenapa kalian hanya berdiam diri di sini? yuk kita duduk-duduk di taman, di sana lebih
segar dan nanti ada yang sedang memetik kelapa dan membawakannya untuk kalian."
Setelah selesai berkenalan dengan Yunna yang lincah dan cantik serta Elsa yang mungil
lembut dan juga cantik, Ayah Jae mengajak gadis-gadis itu duduk-duduk di taman belakang
tak jauh dari kolam renang sehingga bunyi gemericik masih terdengar.
"Wah! rumah Ayah Jae ini cantik sekali, membuat betah ya."
Yunna memandangi sekitar rumah tersebut. Gadis itu terkagum-kagum. Tentu saja sangat jauh berbeda
dengan rumah orang tuanya serta rumah-rumah yang pernah ia kunjungi. Rumah hasil daya
pikir seorang arsitek yang mumpuni. Berapa uang yang dihabiskan untuk membuat rumah seindah
dan semegah ini? Yunna memikirkannya. Betapa banyak uang laki-laki ini. Ia terkagum-kagum.
Sementara Elsa lebih banyak menyembunyikan senyumnya yang memang lebih pendiam
dan pemalu, diantara Prita dan Yunna.
"Kalian suka di sini?"
Ayah Jae memandangi gadis-gadis yang mengelilinginya. Sesekali wajahnya menyambar mata
Prita. Dua gadis yang bernama Yunna dan Elsa memang memiliki kecantikan yang berbeda, tetapi
ia tak bisa melepaskan Prita dari rasa yang ia miliki. Ia bukan saja jatuh cinta pada Prita tetapi juga
memuja gadis itu. Ia akan melakukan apa saja untuk Prita.
Yunna bisa melihat mata yang penuh makna saat memandangi Prita. Senyumnya dan semua
sikapnya terlihat begitu memperhatikan Prita. Tetapi Yunna tau Prita tidak mungkin memiliki
perasaan pada laki-laki itu. Membuatnya kasihan.
__ADS_1
"Ayah Jae, rumah ini kok tidak ada nyonya rumahnya? tiada sempurna ayah Jae!"
Mendadak Yunna mengalihkan pembicaraan, terlihat Ayah Jae mengerutkan keningnya.
"Aku sudah menawarkankan pada Prita."
Wah!!!!!
Yunna, Elsa, dan Prita berbarengan membesarkan matanya.
"Tapi Prita sudah memiliki kekasih Ayah Jae, setelah selesai kuliah keduannya akan
menikah!"
Yunna!
Prita menghentak! ia tak mau urusan dirinya disangkut pautkan dengan laki-laki ini.
Sementara Ayah Jae tak kalah terkejutnya. Sebab pencarian tentang Prita tidak ada
informasi tentang Prita yang memiliki kekasih. Sedang Yunna hanya asal bicara saja
agar Ayah Jae bisa melupakan impiannya menjadikan Prita pasangannya. Yunna
mengerling pada Prita, bukankah lebih baik katakan terus terang.
Laki-laki itu menarik senyumnya dan ia terlihat tegang.
"Be-benarkah? Prita sudah memiliki kekasih? ayah tidak tau!"
Ia menatap Prita dengan mata yang terluka. Senyumnya seketika menghilang.
"Aku masih fokus mengurus studyku kok."
Prita gugup. Kegagalan terasa menghantam perasaannya. Ia membenci itu.
Hingga kelapa-kelapa muda yang sudah siap diminum, datang dan di susun
di atas meja. Pelayan juga membawakan berbagai macam makanan.
"Aku, sangat senang berkenalan dengan Ayah Jae, kamu juga kan ya Elsa?
seumur umur baru sekali ini bisa bertemu dan berbincang dengan pengusaha
seperti ayah Jae, semoga bisa ketularan menjadi pengusaha seperti ayah
Jae."
Aamiin!!!
"Hemmm, minum dulu yok kelapa manisnya, dari kebun sendiri, di halaman
belakang sana ada puluhan pohon kelapa yang sedang berbuah."
Ayah Jae, mengajak gadis-gadis menikmati minuman dan makanan yang
tersaji. Sembari gadis-gadis mencari tau bagaimana cara hingga bisa
memiliki bisnis yang besar dan berkembang. Pasti tidak mudah dan banyak
perjuangannya.
Laki-laki itu mengercitkan keningnya, 'Seandainya mereka tau dari mana ini
semua bermula, akankah kekaguman itu masih ada? ' Ayah Jae termenung
sesaat. Tetapi kedua orang itu memang jahat. Perempuan yang merampas
kepolosannya sebagai seorang laki-laki muda dari desa. Dan laki-laki
__ADS_1
yang gila bekerja, sehingga mengabaikan istri serta keluarganya. Dan Dirinya
hanya mengurangi dosa-dosa agar tidak menjadi lebih bertumpuk.
"Yah, Ayah berjuang dari usia muda seperti kalian, datang dari desa, bekerja
sambil kuliah. Selanjutnya merintis usaha kecil-kecilan. Setelah puluhan
tahun barulah ayah menjadi seperti yang sekarang, tidak seperti membalikkan
telapak tangan, tetapi dengan berdarah-darah serta air mata."
Yunna mengangguk-angguk, "Pastilah, tidak akan mudah menjalaninya
dan sendirian."
"Hemmm, Elsa tak tanya, sangat pendiam kelihatannya."
Tiba-tiba ayah Jae memandang pada Elsa yang mungil dan cantik. Pandangan
keduanya bertemu, ayah Jae memberikan senyumnya. "Kalau Elsa apakah
sudah memiliki kekasih?"
Elsa tersentak, ia gelagapan memandang pada Yunna dan Prita, sementara
Ayah Jae menunggu jawabannya.
"Eng, eng, be..."
"Sudah juga Ayah Jae, malah sudah bertunangan, tahun depan ia dan kekasihnya
bakal menikah!"
Ayah Jae, sekarang menatap pada Yunna. "Bagaimana dengan Yunna?"
Gadis itu langsung tersenyum-senyum, pipinya memerah. "Kalau saya masih
belum ada, Ayah Jae he he he."
Prita membuang muka, Apakah Yunna siap menjadi kekasih Ayah Jae, dia begitu
terobsesi pada ayah Jae. Ya ampun, apakah saat ini sedang melakukan sebuah
kesalahan? ia yang membuat ini terjadi.
"Kamu siap menjadi nyonya rumah ini?"
Tak basa-basi ayah Jae langsung menembak Yunna yang memperlihatkan rasa
ketertarikkannya pada laki-laki itu. Ketiganya sama mendengarkan hal tersebut.
lantas memandang pada Yunna.
"A-apa Ayah Jae bisa melupakan perasaan suka itu dari Prita kepada saya?"
"Tentu saja sangat sukar, tapi saya seorang yang realistis. Bukan lagi masanya
bagi saya untuk memaksakan cinta saya, usia ini telah mengingatkan saya akan
penerus."
"Oh, saya mengerti. Beri saya waktu untuk mempertimbangkannya."
Akhinrya Yunna memberikan keputusannya. Prita dan Elsa hanya mendengarkan
obrolan tersebut.
__ADS_1
Bersambung