Pria Idola, Jangan Pernah Meninggalkan Jejak dengan Menyakiti Hati Seorang Perempuan

Pria Idola, Jangan Pernah Meninggalkan Jejak dengan Menyakiti Hati Seorang Perempuan
Episode 102 Konten You Tube Catatan Mardo-Raka


__ADS_3

Kehidupan Raka yang sejak muda diliputi oleh kesuksesan kegembiraan, bahagia serta memiliki dua sahabat setia yang selalu mendukungnya menjadikan orang bertanya-tanya Bagaimana seorang Raka bisa mempertahankannya. Kehidupan yang mapan serta stabil.


Saat memiliki kekasih Dia tidak membawa kemana-mana, cenderung berahasia. Tetapi semua temannya tau hatinya telah terikat pada seorang wanita.


Semua juga tau pendapatnya tentang cinta, 'Jangan Meninggalkan Jejak Dengan Menyakiti Wanita, Hanya Satu Hati Untuk Satu Hati'


Hati Raka hanya untuk satu hati, yakni hati Mardo. Hem, so sweet banget ya.


Ketika telah menikah pun orang-orang masih melihat Raka yang sama, tetap tampan, berkharisma, sukses dan bertambah bahagia dengan istri yang cantik, berhati lembut dan sangat baik. Dua anak yang luar biasa pintar dan menggemaskan. Sebuah kehidupan sempurna yang di dambakan banyak orang.


Begitu pengantar konten You tube yang dibawakan oleh Eva dan Itto. Suara mereka tentu saja diiringi musik serta sosok Raka dalam berbagai pose serta berbicara di depan audiens, karyawan serta pertemuan dengan rekan bisnis. Hingga akhirnya kedua host konten tersebut berhasil mewawancarai Ceo beberapa perusahaan tersebut.


"Sejak kapan mulai berbisbis Pak Raka?"


Tanya Ito, Raka sendiri duduk di kursi kebesarannya di kantor, mengenakan jas hitam serta dasi.


"Belajar bisnis sejak masih sekolah menengah atas, Uang jajan dijadikan modal untuk membeli kios kecil di depan sekolah."


"Wau! Uang jajannya banyak dong pak Raka?Berapa banyak pak uang jajannya?"


"Nggak banyak amat, dikumpulin, dan nggak pernah jajan karena di rumah udah banyak makanan."


"Kiosnya buat jualan apa?"


"Berbagai macam es, sarang burung, alpuket, strawberry, jeruk, kelapa, buah naga, segala macam buahlah."


"Wah! asyik tuh pak, waktu itu kan pak Raka sekolah lalu siapa yang mengurusnya."


"Ada, seorang bapak yang kebetulan dagangannya bangrut, jadi yaa bagi hasil."


"Selanjutnya gimana pak Raka? kok bisa seperti sekarang?"


"Ternyata dari satu usaha minuman itu, lumayan juga hasilnya, sampai bisa membeli kios di dekatnya dua buah."


"Trus pak."


"Ya, begitu lah semua di kelola oleh pak Jainuddin, hingga kemudian aku bisa membeli sebuah cafe kecil di kotaku, lalu berkembang di Jakarta dan Bandung yaaa jadilah seperti sekarang."


"Luar biasa, artinya pak Raka benar-benar merintis usaha dari nol dan modal sendiri, berapa sekarang cafenya pak Raka?"


"Seluruh Indonesia sekitar seribu cafe, rencananya akan limaribu, termasuk cafe-cafe kecil yang dipinggir jalan. Sejak adanya serumpun cafe yang saya dirikan, perkembangannya di luar dugaan. Mereka sekarang memiliki wadah serta mudah berbagi info dengan sesama pemilik cafe"


"Sungguh takjub mendengar ceritanya, lalu bagaimana kita tahu kalau cafe tersebut sudah bergabung dengan serumpun kopi?"

__ADS_1


"Pada toko tersebut pasti ada gambar Pria Idola serta tulisan Serumpun PI."


"Oh begitu ya pak, sejak kapan berdirinya serumpun kopi itu pak?"


"Empat tahun lalu."


"Manfaat apa yang dirasakan."


"Ada bantuan bagi anggota setiap tahun, sekitar 25 juta. Persedian kopi berkualitas yang selalu ada, gula, susu, creamer dan lain-lain, dengan harga lebih murah, serta penataan gratis bagi anggota yang ingin cafenya lebih nyaman, pokoknya banyak manfaat, sehingga mengantri warung-warung minum yang ingin masuk ke serumpun kopi PI."


"Wahhh luar biasa sekali, ok tentang bisnis sudah tak terbantahkan, lagi. Mau nanya juga pak, bagaimana dulu awal mula pertemuan dengan ibu Mardo?"


Kemudian diperlihatkan tayangan demi tayangan kemesraan Raka-Mardo bersama anak-anak mereka.


Raka tersenyum, wajahnya sedikit memerah oleh pertanyaan yang mengingatkannya kejadian di bandara.


"He he he, bertemu di bandara, dia meleng waktu jalan sehingga


bertabrakan, dia marah-marah tapi saya jatuh cinta."


"Kwa kwa kwa, kami mungkin bisa memperagakannya ya pak?"


Dan mereka telah menyediakan sebuah vidio lucu, tentang pertemuan Raka dan Mardo. Diperlihatkan seorang pria ganteng yang tampan berjalan di koridor, lalu dari arah yang berlawanan seorang wanita muda yang ceroboh, berjalan sambil merogoh-rogoh tas, dan Buk! terjadilah


Kwa kwa kwa, semua yang menonton tertawa karena vidionya dibuat lucu, dan di perankan Sammy dan Deni.


Raka sendiri tak bisa menahan ketawanya. Dia geli sekali melihat dan mengingat kejadian lalu di video tersebut. Jemarinya menunjuk-nunjuk dan menahan tawa, "Ha ha ha lucu-lucu sekali mereka! Deni! Sammy! Awas saja kalian!


"Asyik lucu ya pak, untuk menghibur."


Selanjutnya selesai untuk konten perdana mereka, dan luar biasa begitu di publish dan tayang di you tube, viewersnya dengan cepat menanjak mulai dari seratus hingga mencapai enam ratus dengan subciber tigaratus, tentu saja pembuat akun Catatan Raka-Mardo, semakin bersemangat. Kreatifitas mereka semakin mengebu-ngebu, apalagi Raka dan Mardo memberi mereka beberapa juta untuk usaha tersebut.


Seluruh keluarga besar serumpun kopi PI disela waktu semuanya menonton tayangan you tube Catatatan Raka-Mardo, mereka sangat terkesan dengan kehidupan pria muda tersebut yang ternyata memulai usahanya sendiri


dengan modal uang jajan.  Warung jajan Minuman sarang burung yang bahannya terdiri dari selasih, jeruk serta


gula serta kemudian diberi es menjadi cikal bakal merebaknya serumpun cafe di seluruh Indonesia. Tak banyak


yang mengetahui hal tersebut. Raka dan pak Jainuddin bekerja sama. Raka yang memberi modal sedangkan pak


Jainuddin yang menjalankan usahanya. Sekarang warung jajan minuman itu telah berubah menjadi besar dengan


kursi-kursi dan meja yang tersusun rapi.

__ADS_1


Pemiliknya telah berganti kepada anak laki-lakinya, dan sekarang mereka sudah punya tiga toko minuman


yang semuanya laris manis.


Tidak ada yang menyangka minuman sederhana dengan harga lima ribu rupiah  segelas telah mengubah


kehidupan Raka dan Pak Jainuddin.


Dan setiap orang berpikir bahwa Raka hidup enak dengan harta berlimpah berkat orang tuanya yang pengusaha


kapal. Sebenarnyalah Raka memang menghambur-hamburkan uang semasa sekolahnya. Ia memilih sekolah bisnis di luar negeri serta tinggal di apartemen mewah di sana, dengan biaya orang tuanya sementara rekeningnya khusus  menampung uang bagi hasil bersama pak Jainuddin terus mengalir.


Sebuah konten yang sangat memotivasi untuk para anak muda memanfaatkan usia mereka.


Semakin cepat memulai maka hasilnya akan cepat dinikmati.


Raka dan dua sahabatnya saat ini sudah memiliki sebuah gedung perkantoran di tengah-tengah kota


Jakarta. Deni dan Sammy akhirnya memutuskan keluar dari pekerjaan mereka sebagai PNS dan fokus


mengembangkan bisnis di perusahaan Serumpun Kopi.  Sebab perusahaan itu pula yang membuat


Deni dan Sammy menunda pernikahan mereka sehingga kekasih mereka marah dan memilih putus.


Agaknya kata-kata adalah doa, sebab Deni baru akan menikah saat usianya empat puluh. Dengan


demikian segala kerepotan, masalah, pertengkaran rumah tangga bisa ia minimilisir. Dan itu terkabul


hingga sekarang ia belum menemukan jodohnya.


Sedang Sammy, telah patah hati sebab ditinggalkan begitu saja oleh Putri. Sammy yang sangat


perduli pada Deni juga menunda pernikahannya. Sebuah persahatan yang mengharukan


Bersambung


Hello, semoga kisah Pria Idola menjadi bacaan yang menarik dan bermanfaat ya.


dan lanjut terus.


jangan lupa like, komen dan vote


terima kasih dukungannya.

__ADS_1


__ADS_2