Pria Idola, Jangan Pernah Meninggalkan Jejak dengan Menyakiti Hati Seorang Perempuan

Pria Idola, Jangan Pernah Meninggalkan Jejak dengan Menyakiti Hati Seorang Perempuan
Episode 254. Pernikahan Prita Dan Rakasiwi2


__ADS_3

Suasana gedung tempat resepsi pernikahan Prita dan Rakasiwi mulai bergeliat. Petuga-petugas telah berdiri di tempatnya. Kelihatan Boy mondar-mandir memeriksa keseluruhan tempat tersebut. Ia melihat Melani dan kepala katering sedang memeriksa makanan yang sudah tertata dengan rapi. Sebentar lagi semua makanan dan minuman itu akan di buka dan semua tamu undangan bisa menikmati.


Layar lebar  bergerak-gerak menampilkan  profile mempelai perempuan dan juga laki-laki. Diiringi musik yang lembut para tamu bisa melihat sebuah film tentang perkasihan kedua mempelai. Mereka semua terpukau oleh cerita cinta keduanya. Berteman sejak di taman kanak-kanak. Dikisahkan bahwa Prita gadis kecil yang tak mau diam, sibuk kesana-kemari dan penuh perhatian kepada teman-temannya. Tidak terduga keduanya bertemu bertabrakan di stasiun kereta. (Baca kisah pertemuan keduanya di bab-bab sebelumnya ya gaes)


Semua tersenyum dan mengatakan betapa lucu dan manisnya Prita kecil. Kelembutan sekaligus keras kemauan serta pemberani itulah yang terdapat pada Prita.


Ditinggalkan oleh ayahnya saat masih kecil. Ibu yang depresi membuatnya berjuang sendirian mempertahan diri dari kejahatan orang-orang sekitarnya. Hingga perlahan ia bisa bahagia bersama mama Risa, ibu yang sangat ia cintai dan satu-satunya yang ia miliki di dunia.





Mama Risa menangis semalaman ketika besok Prita menikah. Ia mengenang kesedihan masa lalu bersama Prita. Putri kecilnya itu sangat menderita. Ia hidup prihatin dan kekurangan. Namun Prita tak pernah mengeluh dan menangis. Ia selalu ceria dan bersamangat. Pantang menyerah dalam segala hal.  Impiannya ketika ia masih sekolah dasar, ingin membelikan mama mobil sekaligus supirnya.  Ia sempat bertanya pada Prita kenapa dengan supirnya segala. Menurut Prita, agar mama Risa menjadi nyonya besar. Nyonya besar mana menyupir sendiri.


Ia tertawa jika mengingat impian Prita. Impian itu sudah terealisasi. Prita sudah punya mobil dan ia siap mengantar mama Risa kemana saja.  Saat Mama Risa bertanya mana supir yang dijanjikan, Prita membesarkan matanya dan menyahut sambil tertawa kecil, takut mama Risa jatuh cinta sama supir. Keduanya tertawa dan menggeleng-gelengkan ketawa. Selalu saja bisa mengelak.


Putri kecilku yang cantik, semoga kau selalu bahagia. Doa mama Risa mencium kening Prita saat gadi itu terlelap tadi malam. Tuhan begitu baik kepadamu, menjagamu saat ayahmu telah tiada. Melindungi dirimu saat mama tidak bisa apa-apa. Terima kasih Rabb, Engkau telah membuat putriku sampai pada nasibnya yang sekarang. Selalu beri putriku keberuntungan, kebahagian juga keberlimpahan, aamiin. Hingga jauh malam mama Risa meneteskan air mata kebahagiaannya.


Mama Risa tak menyangka keberuntungan berpihak kepada Prita gadis kecilnya. Bertemu dan jatuh cinta untuk pertama dan berakhir dengan lamaran pernikahan. Menantunya seorang pria yang sangat baik. Berasal dari keluarga yang hebat serta terpandang. Namun mereka semua sangat bersahaja. Ilmu padi agaknya mereka tanamkan di dalam keluarga.



__ADS_1




Tepuk tangan bergemuruh oleh foto-foto yang membuat tamu undangan terkesan. Prita cantik sekali bersama seorang laki-laki yang tampan dan berkharisma. Happy wedding Prita. Ratusan ucapan berhamparan di dinding. Tamu-tamu mulai berdatangan terutama dari keluarga inti kedua mempelai. Boy memberi aba-aba untuk menyiapkan para gadis-gadis remaja membawakan tarian ceria untuk penyambutan. Alunan musik yang membuat suasana dipenuhi kegembiraan dan kebahagian.


Para tamu undangan membentuk barisan di kiri dan kanan hamparan karpet yang dipenuhi mawar merah. Bersamaan pengantin tiba di pintu gerbang di apit oleh orang tua serta dibelakang berbaris mengikuti adik-adik Rakasiwi serta keluarga yang di giring ke tempatnya. Saat itulah para penari menyongsong dan melengak-lenggokkan tubuh melemparkan bunga-bunga  ke atas karpet. Ucapan selamat datang kepada pengantin dan keluarga serta pengiring dari mc yang akan memandu acara resepsi pernikahan tersebut.


Hingga akhirnya jadilah hari itu Prita dan Rakasiwi menjadi raja dan ratu sehari. Keduanya di dampingi oleh Bunda Mardo dan ayah Raka Bramantyo. Sedangkan disebelahnya mama Risa dan kakak lelakinya yang pertama. Mardo sangat perhatian bukan saja pada putranya Rakasiwi, tapi juga Prita, dan mama Risa. Beberapa kali Mardo merapikan jas dan dasi  Rakasiwi, juga memperhatikan Prita. Sesekali ia juga mendatangi mama Risa dan kakaknya untuk duduk dan bersantai. Jangan sampai kelelahan dan sakit. Mama Risa justru menghapus air matanya terharu oleh perhatian keluarga barunya.


Makanan dan minuman telah dipersilahkan untuk dinikmati diiringi dengan musik lembut. Mc masih mengucapkan selamat atas kebahagian kedua keluarga. Membacakan acara demi acara, dimulai dengan foto-foto bersama secara bergantian.


Memang tidak banyak lagi yang dilakukan selain ucapan selamat kepada mempelai, foto bareng penngantin dan menikmati hidangan. Semua yang resmi, hikmat serta doa dan nasehat pernikahan dari pak penghulu, perwakilan mempelai pria dan juga dari pihak Prita sudah lengkap dilaksanakan saat akad nikah. Saat resepsi semua tinggal menikmati, berbahagia dan gembira.


Di pertengahan pesta teman-teman Prita dan Rakasiwi berdatangan. Termasuk Boy dan Melani. Rakasiwi memeluk Boy dan menepuk pundaknya hangat.


"Sama-sama, yang penting kita impas. Aku merepotkan kalian saat aku dan Melani menikah, sekarang gantian. Ngomong-ngomong he he he, sekarang kita dulu-duluan  siapa yang punya dede kecil ya."


Boy melirik istrinya yang hanya tersenyum kecut.


"Jelas kalianlah yang lebih duluan, beda dua setengah bulan loh nikahnya, jangan-jangan udah isi ya, makanya sok nantangin, Mel Lu udah ngisi?"


Melani membesarkan matanya, dan protes.


"Belum, kita masih senang-senang dulu, ya kan Pap?"

__ADS_1


"Iya, makanya mari kita bertaruh."


"Nggak, nggak boleh! itu pak Boy,  hak Allah  itu sih. Terserah siapa yang dikasih kepercayaan lebih dulu."


Prita mendorong Boy dan Melani agar segera pergi dari hadapan mereka, sebab teman-teman Rakasiwi sudah menaiki pangggung untuk mengucapkan selamat. Boy dan Melani sekali lagi mencium pipi kedua mempelai  bergegas turun.  Mereka berdua sudah menyelesaikan tugas dan pamit pulang. Keduanya sudah menyerahkan sisa pekerjaan pada Elsa.


Cindy dan Alfredo bergandengan tangan, mereka berdua ingin foto  bersama Rakasiwi dan Prita.


"Semoga pernikahan kita juga semeriah dan  seindah ini ya  Beb."


Cindy dengan centil memeluk Prita, Ia dan Prita bergaya lucu serta berbagai gaya.


"Belajar dulu yang baik, lulus jadi sarjana baru mikirin nikah!"


"Iya lah, paling dua tahunan lagi nggak sampai ya Beb."


"Hem, iya kita bikin pesta special  yang lebih megah."


Tria, juga naik ke panggung bersama teman-temannya, jadilah panggung tersebut ramai dengan adik Rakasiwi.


Mereka berpose hingga puas. Hingga MC naik ke panggung membawa gitar. Mereka semua tahu Rakasiwi jago main gitar. Mc meminta Rakasiwi  bermain gitar dan bernyanyi. Ia menolehi Prita dan gadis itu tersenyum mengangguk. Rakasiwi mengambil gitarnya dan mulai memetik. Semua tercekat mendengar petikkan gitar yang mendayu-dayu.


 


 

__ADS_1


 


Bersambung


__ADS_2