
Hari ketiga diakhiri dengan dinner di sebuah tempat yang mewah. selanjutnya guide lokal beserta Mba Merry mengajak rombongan kembali ke hotel dan seperti biasa juga mba Merry berpesan kepada semua peserta rombongan agar beristirahat dan besok akan ada morning call pada jam yang sama.
Malam itu Setelah membersihkan diri Raka dan Mardo naik ke tempat tidur. Mereka saling berpandangan dan tersenyum. Sama-sama mengerti bahwa malam ini keduanya sangat lelah oleh petualangan di Lotte World.
Raka bangun sekejap mengecup kening Mardo serta kecupan tipis di sudut bibir istrinya. kemudian matanya terpejam, jatuh ketidur yang lelap.
Mardo juga memejamkan matanya sembari memeluk pinggang suaminya. Mereka tidur sambil berpelukan. Musim dingin membuat udara bertambah dingin sehingga mereka berpelukan erat untuk saling menghangatkan.
Dan terkejut ketika pagi-pagi Mba Merry melakukan morning call.
"Mba Mardo, selamat pagi, hari ini kita akan ke kota Paju, seperti biasa breakfast telah tersedia jam enam, bis tersedia jam 08.00, jangan sampai terlambat ya mba."
"Siap mba Merry, terima kasih ya."
Mardo meletakkan telepon dan kemudian meregangkan tubuhnya. ia melirik pada Raka yang masih tertidur sangat nyenyak. Mardo bangun dan meletakkan kepalanya di dada laki-laki itu. ia memejamkan matanya sesaat merasa sangat tenang dan damai.
Baru saja ia akan bangkit ketika ia merasakan usapan lembut di pundak dan rambutnya, dan pria itu membuka matanya.
"I love you Mi, good morning dan Mardo mengangkat kepalanya.
"I luv you too Pi, good
morning.
"Pipi atau Mimi yang mandi duluan? Mimi aja ya sekalian Mimi siapin air hangat untuk berendam Pi."
Ok mi.
Mardo segera bangun turun dari tempat tidur dan pergi ke kamar mandi sedangkan Raka berguling dan memeluk bantal guling ia memejamkan matanya menikmati dinginnya udara di kota Seoul.
Hari keempat
rombongan akan dibawa ke kota Paju sekitar satu jam perjalanan dari Seoul.
Hampir setiap tempat di Korea pernah menjadi lokasi syuting drama Korea atau acara-acara lainnya maka kota Paju juga juga dikenal menjadi tempat syuting beberapa film Korea. Juga pernah menjadi lokasi syuting ajang pencarian bakat.
Keindahan taman botani soulone, adalah salah satu taman yang ada di kota Paju. Sering kali menjadi latar film atau drakor-drakor yang bertebaran di tivi. Taman sangat indah dan sempurna untuk menyegarkan pikiran. Kemudian ada sebuah taman lagi yang bernama taman Botani Byeokchoji, di sini kita bisa menemukan beragam tanaman dari dalam dan luar negeri, taman ini juga sering muncul di drama korea dan vidio musik. Sebab taman ini sangat meriah dan banyak air mancur serta patung-patung mengitari taman Eropa, taman tradisional Korea serta taman
ratu yang berada di bagian tengah.
__ADS_1
Kota Paju adalah destinasi Korea Selatan yang wajib masuk ke daftar liburan paket hampir semua Travel jelajah dunia. Pemandu lokal menjelaskan bahwa Paju menjadi tempat syuting banyak film dan drakor. Yang terkenal Korea yang berjudul What's wrong with secretary Kim.
Bagi mereka yang pernah menontonnya hitung-hitung buat mengobati rasa rindu dengan karakter Kim Mi Soo dan Lee Young Joon.
Rombongan juga diajak berjalan kaki menyusuri jalanan desa yang dibuat serasa sedang berada di Perancis. Arsitektur dan tatanannya dibuat mirip layaknya negeri Menara Eifel tersebut.
Di kampung ini warganya menjual makanan khas yang namanya disebut Roti bawang berbentuk cincin
mereka menyebutnya cincin berciuman. Itu adalah makanan yang populer di desa Provence.
Di kota ini juga ada perkebunan anggur dan setiap wisatawan bisa mencicipi anggur yang segar. Kesempatan berkeliling ke terowongan bawah tanah yang penuh dengan tong berisi anggur yang matang.
Sekilas rombongan menyaksikan membuat lukisan kayu boneka kertas tokoh Pinokio, serta tak lama memandangi taman Botani sebuah tempat yang juga pernah dipakai untuk lokasi shooting drama Korea The Girl Who see smile yang tayang pada tahun 2015 taman yang hijau penuh dengan pohon-pohon yang berbaris rindang serta rumput yang menghijau seperti hamparan karpet.
Di desa paju ini ada pula tempat berkumpul seniman bernama Heyri. Mereka adalah seniman asal Korea Selatan dari berbagai spesies spesialisasi seperti penulis, pelukis, arsitek dan musisi.
Berbeda dengan Korea Selatan, Korea Utara lebih menutup diri dari wisatawan.
Yang membuat peserta rombongan merasakan
ngeri-ngeri sedap adalah ketika traveller mereka memasuki daerah perbatasan Korea Selatan dan Korea Utara. Kedua negara tersebut pernah terlibat perang, kemudian usai perang kedua negara tersebut menempatkan pasukkannya masing-masing. Tak heran sepanjang pintu gerbang banyak tentara
Diantara gulungan kawat berduri yang menanti garis perbatasan militer terdapat Peace Zona, zona damai.
Wisatawan biasanya ketempat ini untu melihat pegunungan yang terhampar, lembah, sungai, di mana beraneka
ragam flora dan fauna berkembang biak dan hidup dengan damai.
Kunjungan ke perbatasan Korsel dan Korut di sebut Demiliterized Zona (DMZ), wilayah ini memisahkan sebuah
bangsa yang dulunya bersatu sebagai sebuah kerajaan besar.
Untuk masuk ke area bersejarah tersebut wisatawan harus mematuhi sejumlah aturan ketat yang diterapkan otoritas setempat. Bis akan berhenti di sebuah pos
checkpoint.
Di titik ini seorang tentara Korsel akan naik ke atas bus dan memeriksa paspor masing-masing wisatawan dia juga akan menghitung Berapa jumlah wisatawan di dalam bus.
Jumlahnya harus sama ketika masuk dan keluar.
__ADS_1
Kalau tidak sama!
maka anda tidak akan dibiarkan meninggalkan
daerah itu.
Juga tidak diizinkan memotret tentara. Apa lagi sampai mempostingnya ke sosmed.
Demi alasan keamanan.
Suasana saat itu mirip mata-mata salah satu negara. Beberapa saat Mardo dan Raka merasakan ketegangan yang luar biasa. Keduanya saling bergenggaman tangan sangat erat, mereka memang diumpakan pemulangan tawanan perang ke negaranya
masing-masing.
Tempat terakhir sebelum mereka kembali adalah dorasan stasiun yakni stasiun kereta Rintisan yang dibangun secara modern.
Kelak jika kedua negara bersatu maka jalur kereta api tersebut akan menghubungkan Korea Selatan dan Korea Utara bersatu seperti dahulu kala. Menjadi sebuah negara yang besar dan kuat.
Siang hari rombongan
lunch dan kemudian kembali ke Seoul. Acara selanjutnya ke sebuah mall besar untuk menikmati pusat perbelanjaan terbesar dan termegah.
Raka dan Mardo dengan antusias memasuki mall yang sangat besar tersebut. Mereka menyelusuri satu toko ke toko lainnya dan membeli oleh-oleh untuk teman-teman serta keluarga. Hingga jauh malam mereka semua dibebaskan di mall tersebut hingga puas.
Dinner, dan kembali ke hotel. Mereka semua senang meski kelelahan. Bukan hanya Mardo, pasangan
lain juga memborong baju-baju, tas serta sepatu. Sayang dilewatkan karena selain murah, mode dan bahannya
terbuat dari bahan bagus. Kalau tak ingat batas berat yang mesti dipenuhi rasanya ingin belanja sebanyak-
banyaknya. Sementara Raka lebih tertarik dengan ramuan kopi ginseng serta makanan yang juga tersebar
di tempat itu. Ia membiarkan Mardo dan beberapa perempuan pasangan honeymoon berbelanja sementara yang
laki-lakinya menikmati makanan dan minuman sambil bercengkrama.
Terima kasih ya sudah menjadi pembaca Pria Idola
Jangan lupa like, vote dan komentar, tinggalkan jejak.
__ADS_1