Pria Idola, Jangan Pernah Meninggalkan Jejak dengan Menyakiti Hati Seorang Perempuan

Pria Idola, Jangan Pernah Meninggalkan Jejak dengan Menyakiti Hati Seorang Perempuan
Episode 161.Rakaksiwi Dan Prita II


__ADS_3

Rakasiwi sekarang tahu tempat kost Prita, di jalan Cempaka. Memang tak jauh dari kampus


tinggal berjalan kaki  ke sebrang sana. Setiap pagi dan sore banyak mahasiswa-mahasiswi


yang menyusuri jalanan ke gedung perkuliahan. Tak terasa sebab sepanjang tepi jalan


di kiri dan kanan ditumbuhi pohon-pohon peneduh jalan. Juga banyak bunga-bunga yang


bermekaran indah. Sambil bercengkrama dengan teman tau-tau saja sudah sampai.


"Minum dulu ya, mau kelapa muda?"


Rakasiwi menghenyakkan tubuhnya ke kursi tamu yang berada  di ruangan depan. Ia


mangut-mangut menatapi tempat kost putri yang rapi, asri serta nyaman. Maklumlah


gedung kost itu masih termasuk baru. Kebetulan pula gadis-gadis yang kost di sana


rajin membersihkan tempat itu.


Tak lama terdengar suara beberapa gadis yang memasuki tempat kost, dan mereka


melihat seorang laki-laki muda cakep, sedang duduk menunggu seseorang, kedua


gadis yang baru saja datang mengangguk-anggukan kepalanya serta senyum pada


Rakasiwi. Mereka maklum pasti laki-laki muda itu sedang menunggu seseorang. Tapi


siapa ya? wuih, beruntung banget gadis yang sedang ditunggu oleh laki-laki itu.


Pintu-pintu membuka dan para gadis melonggokkan kepala, menatap ketampanan


serta sikap coolnya.


"Dia menunggu siapa?"


Hati gadis-gadis yang sempat melihat sosok Rakasiwi bertanya-tanya. Hingga Prita


muncul bersama tukang kelapa muda yang segera menaro dua kelapa di meja.


"Di sini banyak kelapa muda, kebetulan aku suka."


Prita menaro sedotan di kelapa muda punya Rakasiwi dan punyanya.


Mereka menikmati air kelama muda yang segar dan manis alami.


"Memang air kelapa muda bagus kok buat kesehatan, aku juga suka."

__ADS_1


"Hemmm."


Gadis-gadis teman satu kost berdehem dan bermunculan dari kamar mereka.


"Siang-siang gini asyik banget  minum kelapa muda berduaan pula yuhuuuu!"


Prita mendongakkan kepalanya dan ia melihat teman-temannya di lantai atas


dan juga kamar-kamar yang di bawah tengah menatap pada mereka.


"Hei kalian! sudah pulang ya? mau kelapa muda? sini! yang diatas turun saja


gabung, nanti aku pesanin ada berapa orang?"


"Aku mau Prita, asyik."


Seperti anak kecil gadis-gadis itu mendekat dan mengisi kursi yang kosong.


Prita mengenalkan Rakasiwi pada teman-temannya yang menjadi sumringah


pengen dapat kekasih yang tampan seperti Rakasiwi.


"Aku pesanan kelapa muda semua kan? mau baso juga?"


"Mau dong! benaran mau traktir Prita? soalnya pulang kuliah belum sempat


makan nih."


Pertemuan tak terduga dengan teman-teman satu kost membuat suasana


ramai dan meriah.


"Mas, nggak apa-apa sering-sering saja ke sini."


"Biar sering traktir begitu? ha ha ha."


"Nggak apa-apa, senang sekali kalau boleh sering-sering bertandang ke sini."


Sembari Rakasiwi menatap pada Prita.


"Nggak boleh! nanti pada naksir dan jatuh cinta."


Prita melarang dengang keras, membuat teman-temannya mencibir.


"Hemmm dia mah nggak mau berbagi ya."


Teman-temannya masih menggoda, ramai sekali sore itu, hingga gelap mulai

__ADS_1


melingkupi tempat itu. Magrib juga sudah berkumandang. Prita menyiapkan


sejadah serta sarung. Ada mushollah kecil bagi yang mau sholat berjamaah.


Prita menemani Rakasiwi sholat magrib. Mereka sholat berjamaah. Semua


mendengar dan mencuri dengar saat Rakasiwi membaca dengan pasih surah


yang panjang. Mereka so sweet sekali. membuat jealous.


Setelah selesai sholat magrib, Rakasiwi segera pamit. Mobil online yang ia


pesan sudahn datang dan akan mengantarnya ke hotel. Prita mengantar


dan melambaikan tangannya. "Hati-hati ya, sampai jumpa besok."


"Bye Puspita, selamat istirahat."


 


 


 


Bersambung


 


Hello Readers, makasih banyak ya dukungannya, berkat kalian yang tadinya sudah tak semangat


kembali bangun dan menulis lagi. Senang sekali jika reader membaca dari awal, sebab kisah yang


sekarang bukan lagi mengenai Mardo dan Raka tetapi tentang anak mereka yakni Rakasiwi dan


Prita. Kalau Mardo dan Raka bertemu dengan perbedaan usia, ketika itu Mardo masih smp. Sedangkan


Rakasiwi baru saja tamat sekolah menengah atas.


Senang banget jika readers membaca dari awal kemudian memberi like, komen serta vote


apa lagi memberi sekaligus 10 like pasti di feedback 10 juga. Ada perasaan bagaimana begitu


ya, Kita-kita yang tidak saling mengenal tetapi dikarenakan persyaratan performance dilihat dari berapa


banyak yang like, jadilah kita-kita seperti ini. Dunia yang penuh warna.


Alhamdulillah, di Mangatoon/ Noveltoon ketemu teman-teman penulis yang luar biasa.

__ADS_1


Tak kenal wajah tetapi seperti sangat akrab dan tak asing. Hari-hari terlalui bersama kalian


di Mangatoon. Semoga kita semua sukses bersama ya, aamiin yra.


__ADS_2