
Hari ini bulan September yang ceria dan indah Raka dan Mardo memilih pesta
pernikahan mereka. Momen yang dinantikan pasangan itu. Kekuatan cinta Raka
dan Mardo akhirnya dibuktikan dengan pesta pernikahan hari itu. Teman-teman
Raka dan juga Mardo bahu membahu mengatur serta menciptakan suasana
pesta yang tak akan terlupakan.
Denny membuktikan dirinya bahwa dia mampu mengatur teman-temannya
bekerja secara terorganisir. Seminggu sebelum hari tersebut. Denny melaporkan
bahwa ia sudah menyiapkan semuanya dengan baik. Ia Berharap Raka tenang-tenang
saja, menjaga kesehatannya dan kebugaran tubuhnya. Pokoknya semua beres.
Hal yang sama juga dilakukan oleh teman-teman Mardo. Gadis itu dijaga dan
diberi perawatan setiap hari. Tidak perlu memikirkan pesta itu karena mereka
yang mengurusnya bersama teman-teman Raka. Gadis-gadis cantik sahabat Mardo telah mengatur semuanya
untuk pasangan itu. Yang mereka berikan adalah yang terbaik.
Raka dan Mardo memiliki team sukses pernikahan yang luar biasa.
Seringnya panitia mengadakan pertemuan membuat ada yang saling jatuh cinta.
Sammy dan Putri tiba-tiba merasakan sesuatu yang berbeda diantara mereka berdua.
Lantas saling berbagi nomer handphone.
Tak leluasa saat meeting, mereka lantas saling mengirim pesan dan bertanya-tanya
seputar diri ketika menjelang tidur.
'Benar nih nggak ada yang marah klo misal ngajak dinner?'
Sammy langsung mendekat, Putri menurutnya gadis yang manis dan
menawan, dan dirinya berdebar setiap kali bertemu pandang.
'Nggak ada yang marah, memangnya siapa yang marah?'
'Barangkali cowonya he he he.'
Putri membisu, namun cepat ia jawab.
'Cowoku? ich nggak punya kok."
Sammy kesenangan dan dadanya semakin berdebar.
'Serius? masa secantik itu nggak ada cowonya.'
'Iya, memang belum punya cowo.'
'Wauuu! berarti aku bisa dong masuk.'
'Masuk? kemana? Putri berpura-pura bodoh.
'Kehatimu lah, he he he."
Aw aw aw...
Sementara Sashi mulai memikirkan Denny Saputra. Laki-laki itu kok serius
sekali ya bekerjanya. Teliti dan cerewet. Setiap kali meeting untuk melihat
sejauh mana pekerjaan teman-temannya, Denny dengan detail menanyakannya.
Ia juga berdiskusi mengapa begini dan kenapa dan untuk apa dibuat seperti itu.
Semua jawaban harus memuaskannya. Ia penuh tanggung jawab.
Hanya saja ia acuh sekali pada perempuan.
Rasa penasaran itu lantas membuatnya mendekati Sammy, dan mencari tahu
tentang pribadi Denny.
Sammy sempat merasa terkejut juga sebab ada gadis cantik yang terpesona
pada sahabat dekatnya Denny. Tentu saja Sammy memberitahu yang
__ADS_1
sebenarnya bahwa Denny pria yang baik dan belum pernah memiliki teman
wanita khusus. Sejauh ini, sepengetahuannya Denny belum lagi menjalin
hubungan dengan seseorang.
"Kamu naksir temanku itu ya? aku siap membantu,"
Sammy tersenyum dan berbisik-bisik.
Sashi tersenyum dan berterus terang, "Ok, bantu aku menjinakkannya."
Aw aw aw..
Memangnya Denny binatang liar. Pria itu membesarkan mata dan melongo
mendengar istilah dari Sashi.
"Tentu saja, karena ia belum pernah mengenal perempuan, makanya kita sebut
dia masih liar, liat saja dari pagi hingga sore seperti ini tak lelah mengomentari
pekerjaan tukang, hemmm."
"Iya dia memang seperti itu, penuh tanggung jawab."
"Hello!!! teman-teman panitia pernikahan Raka dan Mardo, sini kita
kumpul sebentar!"
Tiba-tiba suara besar Denny menarik perhartian mereka semua, yang lantas
berdatangan mendekat. Mereka duduk melingkar, menunggu apa lagi sih
yang mau disampaikan oleh pria ini.
"Ok, pekerjaan kita sejauh ini cukup memuaskan. Mulai dari gedung serta fasilitasnya. Saya coba
pastikan lagi, Sammy apa benar seperti ini yang kita dapatkan?
Bermalam dua malam bagi mempelai?
Sepuluh kamar tambahan bagi orang tua kedua mempelai?
Wedding buffet dengan pilihan menu Internasional
Jamuan makan malam untuk seratus anggota keluarga kedua mempelai
Seratus boks makanan untuk staff dan organizer pernikahan
Buffet food tasting untuk dua puluh orang.
Meeting eksklusif dengan jamuan untuk dua puluh orang.
Sembilan puluh menit spa romantis ekslusif
Lima meja VIP dengan dekorasi bunga
Ice Craving bowl
Dua kamar untuk persiapan pernikahan
Sepuluh buku tamu eksklusif
Wedding Gift
And 1000 pax
Ini ok ya Sammy, dekorasi, rias busana, musik entertainment, photoghraphy serta vidiography.
Jangan lupa kenyamanan bagi semua undangan.
"Sejauh ini siap dan belum ada kendala?"
Raka dan Mardo memilih nuansa ungu untuk keseluruhan dekor, dengan hamburan
bunga mawar putih dan merah di pelaminan, sehari sebelum hari h, semua akan ditinjau
lagi Den."
"Ok, kita akan laksanakan meeting eksklusif di hotel tersebut menjelang acara."
Semua mengangguk-angguk.
"Untuk, busana pendamping pria dan wanita? tetap dengan warna putih dan hijab hijau muda?
di akad nikah? serta putih keunguan saat resepsi? "
Denny menatap pada Sashi yang mengurusi busana para panitia yang disesuaikan dengan
__ADS_1
mempelai.
"Sejauh ini siap, tiada kendala."
Bagaimana hantaran?
"Juga siap!"
"Jadi, bagus dan ok semua ya. Sekali lagi, meski Raka dan Mardo tidak menggunakan
konsultan pernikahan, melainkan kita semua telah menjadi konsultannya, kita sahabat dan
saudaranya adalah orang yang paling mengerti mereka, kita bisa tau cepat keingianan
dan impian mereka, kita bekerja membuat sahabat yang bagai saudara sendiri puas dan bahagia,
kita lakukan penuh cinta, penuh rasa persahabatan dan persaudaraan."
Berakhir dengan mata basah, dan tepuk tangan. Selanjutnya Denny mengajak mereka
minum dan makan di cafe pria idola.
Hingga, tiada terasa hari yang penuh kebahagian itu tiba. Mardo dan Raka mengikat janji suci
didepan keluarga dan tamu undangan. Banyak mata yang basah oleh khikmat dan indahnya
puisi cinta yang dibacakan oleh Sammy, kisah perkenalan serta perjalanan cinta manis
kedua mempelai. Cinta pertama dan cinta terakhir bagi keduanya.
Perjalanan melelahkan penuh suka dan duka pada akhirnya menyatu dalam sebuah pernikahan
suci nan abadi. Pelukkan serta cium di kening pertanda telah sahnya mereka menjadi
sepasang suami dan istri.
Horeeeeeeeeeeeeeeee!!!
Semua kelelahan panitia yang mengurus hingga terciptanya acara, usai sudah. Mereka
sangat bahagia tak terlukis dengan kata-kata. Pekik kegembiraan meledak saat Raka dan
Mardo usai mengucap ijab kabul pernikahan.
Semua teman-teman mengucapkan selamat dan mencium penuh kebahagian, "Selamat ya Do, kamu
pengantin paling cantik yang kulihat sepanjang hidupku, tak terlupakan."
Sashi, Putri dan Emely, sahabat masa smpnya di Jakarta memeluk erat seolah tak terlepaskan
membuat Raka tak kebagian. Hanya senyum yang selalu lembut dan pengertian yang ia hujamkan
pada kekasih hatinya.
Raka juga didampingi dan dukungan tiada henti oleh teman serta sahabat sejak lama, yakni
Denny dan Sammy. Raka puas dengan hasil kerja sahabatnya, ia berbisik bahwa ia akan
memberikan mereka berdua tiket berlibur ke Bali selama seminggu. "Asyikkk!"
Kedua bujangan itu melompat gembira.
Khairani juga diliputi rasa haru dan suka cita, ia mengirim banyak sekali foto dan vidio
Mardo ke kampung halaman. Kakak-kakak sepupu di sana mengusap air mata mereka
dan tersenyum bahagia. Akhirnya adik kita yang baik, cantik dan lucu itu mengakhiri
kesendiriannya, kita pun akan menyusul dengan segera, bagaimana kalau kita menikah
bareng-bareng? aw aw aw. Kelima gadis itu tertawa jahil.
"Selamat Mardo, kau memang milik Raka."
Donny menggigit bibir bawahnya dan tersenyum pahit. Akan sulit baginya
melupakan kesan mendalam diri gadis bernama Mardo Paristiowati itu.
Terima kasih, telah mendukung cerita Pria Idola
Bersambung
__ADS_1