Pria Idola, Jangan Pernah Meninggalkan Jejak dengan Menyakiti Hati Seorang Perempuan

Pria Idola, Jangan Pernah Meninggalkan Jejak dengan Menyakiti Hati Seorang Perempuan
Episode. 86 Semakin Dekat


__ADS_3

Malam itu Richie menemani keluarga Uncle Ben bercengkrama di restoran. Onty Yola atau Karina menanyakan apakah besok Richi pergi bekerja? kalau tidak onty dan Uncle serta anak-anak ingin pergi bersama Richie untuk mengenal alam Merauke yang lainnya.


Richie bilang Ia ada pekerjaan sedikit di kampus, tapi selanjutnya bisa ijin. Besok dia akan kembali ke hotel secepatnya dan pergi bersama dengan keluarga uncle Ben. Richi teringat taman nasional Wasur. Ia lantas menanyakan apakah keluarga Uncle Ben sudah ke taman Wasur. Richi menawarkan pergi ke taman wasur.


Tentu saja dijawab oleh Onty bahwa mereka hanya ke pantai belum ke taman wasir tersebut. Ada apa di sana tanyanya?.


Richi menjelaskan bahwa banyak sekali keunikan di taman nasional wasur tersebut. Ada binatang yang mirip sekali dengan kangguru. Kemudian ada burung kasuari, burung Merak, Cendrawasih, Rusa juga ada sarang semut yang yang mirip bangunan seperti menara, tersebar banyak sekali di tanah lapangan dan masih banyak lagi yang lainnya.


Ia janji besok akan secepatnya nya pulang ke hotel dan akan bersama-sama pergi ke taman nasional Wasur. Richie terpikir untuk mengajak Papi dan Maminya. Dia lantas menelepon mami dan bertanya apakah besok bisa mau turut serta ke taman wasur bersama keluarga uncle Ben?


Sejenak mami menyuruh menunggu, terdengar Mami bertanya kepada Papi Apakah besok berkenan ikut jalan-jalan dengan keluarga uncle Ben ke ke taman nasional wasur.


Kebetulan besok Papi kosong karena tugasnya sudah digantikan oleh Richie. Lagi pula kampus baru saja mengadakan wisuda dan semua kegiatan sejenak diliburkan .Jadi Papi bisa pergi jalan-jalan bersama Richie dan keluarga uncle Ben.


Richie memberitahu keluarga uncle Ben bahwa Papi dan Mami juga akan ikut serta jalan-jalan ke taman nasional wasur.


"Oh itu bagus sekali jadi saja memiliki teman mengobrol yang seusia wauuu!"


"Dad juga dong, akan jalan bareng dengan Papi Richie yaitu Bramantyo."


Pasangan itu senang sekali dan tertawa. Kemudian onty Yola atau onty Kirana pamit mengajak anak-anaknya naik ke atas dan masuk ke kamar. Mereka akan menghabiskan malam itu dengan menonton acara-acara televisi Indonesia.


Richi menyilahkan mereka untuk beristirahat karena dia juga akan masuk ke kamarnya. "Sampai jumpa besok ya Laura, Gerry Onty dan uncle."


Mereka semua saling melambai dan mengucapkan sampai ketemu lagi besok hari.


Richi lantas bergegas ke kamarnya. Iya merasa puas dan bahagia sekali dengan makan malam tadi. Richie merasa lebih akrab dengan Laura.

__ADS_1


Uncle Ben dan Onty Yola Kirana tampak menyukainya juga. Mata mereka mengatakan hal itu.


Gerry juga telah bercakap-cakap dan saling melempar lelucon. Mereka dua pria muda yang bisa saling berdiskusi tentang berbagai hal.


Richie berharap semua akan berjalan baik-baik saja. Hingga dia bisa menjadikan Laura sebagai kekasih hatinya. Richie berpikir semalaman itu mungkin pada kesempatan itu papi dan mami bisa mengarahkan pembicaraan mereka tentang ketertarikannya kepada Laura. Tapi tidak ach! Richie memutuskan akan berjuang sendiri untuk mendapatkan kata cinta dari Laura. Ia tidak mau melibatkan dan membuat Papi dan Mami susah. Biarlah besok Mereka senang-senang dan berbahagia menikmati alam pemandangan serta binatang-binatang yang lucu dan unik. Richi tidak akan membebani Papi dan Mami dengan keinginannya memiliki Laura.


Papi Mami tahu arti tatapan serta kebahagiaan di mata dan senyum Putra mereka.


Laki-laki itu semalaman berpikir. Bahwa Richi sudah memiliki pekerjaan yang baik, sudah pantas memiliki


pendamping. Dan ia melihat mata Richi yang penuh arti saat menatap gadis cantik yang bernama Laura. Apakah besok ia bisa menyelipkan sedikit pembicaraan mengenai hubungan Richie dan Laura.


Bramantyo mengangguk-angguk, ia akan melakukan misi itu. Richi dan Laura pasangan yang sangat serasi. Ia akan menanyakan tentang Laura. Karena Richi telah jatuh cinta pada gadis campuran


itu.


"Papi sedang apa sih dari tadi mondar-mandir. Sudah seperti setrikaan saja! sudah malam ini loh ini Pi, ayo tidur. Mami mau istirahat. Tapi tidak bisa istirahat kalau papi mondar-mandir di situ."


"Aduh! Papi begitu saja kok repot . Yakin saja Pih sama anaknya. Kalau dia memang menyukai Laura maka dia akan mendapatkannya. seperti halnya Raka, dia Bisa memiliki dan menikah dengan wanita yang dicintainya yakni Mardo.


Papi tenang saja, kalau jodoh tidak akan ke mana. Ayolah tidur Pi sudah malam."


Akhirnya Papi menghentikan mondar-mandirnya dan merebahkan tubuhnya di sebelah mami. Memang benar sih apa yang dikatakan oleh mami. Namun tidak salah juga berusaha menjemput jodoh nya. Tidak diam saja dan menunggu.


Tapi papi tetap tidak bisa tidur ia berbalik menghadap ke istrinya dan tangan lelaki itu membelai tubuh istrinya yang tetap awet muda dan montok. "Papi nggak bisa tidur Mi,"


Mami hanya bergerak sedikit, mengijinkan Papi berolah raga sedikit. Biar nanti tidurnya dan suaminya nyenyak. Papi semakin mendekatkan dirinya ke tubuh Mami, lalu menaiki tubuh Mami dan mulai berolah raga. Usai papi olahraga, giliran mami selanjutnya, hingga akhirnya keduanya puas dan terlelap.

__ADS_1


Mentari pagi menyinari segenap bumi, Richi bergegas berangkat ke kantor. Ia ingin cepat-cepat membereskan pekerjaannya dan kembali ke hotel untuk selanjutnya pergi menghabiskan hari di taman nasional wasur. Richi ke kampus, karena ada beberapa surat yang memerlukan tanda tangannya. Ia juga sempat memimpin rapat denga beberapa karyawan dan dosen. Sejauh ini berjalan dengan baik.


Setelah selesai urusan di kampus Richie segera kembali ke hotel. Ia mengganti bajunya dengan kemeja casual, serta celana jeans dan sepatu kets. Lantas menelpun Papi, menanyakan apakah sudah siap?


Papi bilang dia dan Mami akan segera turun ke lobby, Papi balik bertanya apakah keluarga Ben sudah siap?


Richi, baru akan menghubungi Pi, jawabnya.


Richi keluar dari kamarnya dan kemudian pergi ke tempat keluarga uncle Ben menginap. Richi mengetuk pintu sembari mengucapkan salam. Gerry membuka pintu dan tersenyum lebar. Melihat Siapa yang ada di depan pintu.


"Oh, my brother kesini masuklah, kami sedang bersiap."


Gerry menggenggam jemari Richi menyuruhnya masuk.


uncle dan onty sedang berjemur di depan kamar.


"Dad, Mom! ada kak Richi!"


Ternyata Laura bersama orang tuanya duduk-duduk di teras. Ia menoleh ke dalam kamar saat Richi masuk.


"Oh yeah, kita akan pergi jalan-jalan bersama si handsome, sungguh menyenangkan."


"Kita sudah menunggu dan siap berangkat jalan-jalan."


Richi tersenyum, betapa hangat keluarga uncle Benny dan onty Yola Kirana.


Mereka pun segera berangkat.

__ADS_1


Terima kasih sudah membaca Pria Idola dan mendukungnya, dengan memberi like, komen, serta vote. Author sangat berterima kasih.


bersambung


__ADS_2