
"Pria itu! wau siapa dia?"
Gadis-gadis seolah terhipnotis pada kemunculan laki-laki muda itu.
Meski tak dipungkiri terlihat muda belia. Tetapi orang-orang bisa melihat dan merasakan Kharisma yang memancar. Ia jarang bicara tetapi sekalinya dia bicara, maka dia akan berbicara dengan nada kuat serta tegas yang segera meyakinkan pendengarnya bahwa ia tahu persis apa yang dilakukan.
Matanya yang hitam tajam seolah mengejar mangsanya ke seluruh penjuru, Ia memiliki cara tersendiri untuk menyimak beberapa percakapan sekaligus, sambil tetap kelihatan memperhatikan lawan bicaranya. Terlihat sekali kalau dia calon pria dewasa yang menghipnotis semua orang. Magnet penarik seolah terpasang di seluruh dirinya.
Ia menebarkan pengaruh pada setiap orang yang melihat mata hitamnya yang bersorot tajam sekaligus membelai memanjakan.
Ketika ia memasuki gedung bergandengan tangan dengan Prita, semua gadis-gadis di sana merasakan bahwa laki-laki muda itu seorang yang sangat penting, atau putra atau pewaris sebuah kerajaan bisnis. Sayangnya ia terlihat mencintai gadis di sebelahnya.
Prita mengajak Rakasiwi berbaur dengan tamu-tamu lain. Mereka mendekati Elsa yang saat itu belum hilang rasa kekagumannya kepada Rakasiwi.
"Hello Elsa, kenalkan ini Rakasiwi."
"He-hello, aku Elsa."
Gadis itu gugup dan berdebar, wajahnya berubah pias, begitu hebatnya aura pesona Rakasiwi membuat Elsa merasa limbung, hampir saja ia pingsan.
Rakasiwi tersenyum pada gadis bertubuh mungil tersebut, saat itu terdengar panggilan dari depan untuk sesi foto bersama pengantin. Giliran teman dekat yakni Prita dan Elsa.
"Yuk Elsa, giliran kita, yuk ikut aja denganku."
Prita menarik lengan Rakasiwi, berjalan mendahului Elsa yang akhirnya mengikuti di belakang.
Yunna tak percaya saat melihat Prita berjalan berpegangan tangan dengan laki-laki muda yang membuatnya tak berkedip. Prita datang bersama seorang pria yang belum pernah ia lihat sekalipun. Sosok itu, seperti juga gadis-gadis lain yang dibuat terpesona. Kali ini pun Yunna terperangah dan dibuat terpaku.
__ADS_1
Benarkah apa yang ia lihat? Prita bersama seorang pria yang sangat tampan dan mempesona. Jaelani juga melihat pemandangan yang cukup menggoncang jiwanya.
Gadis yang ia incar yakni Prita, bersama seorang laki-laki muda. Hal yang membuat darahnya mendidih. Siapa laki-laki muda itu? Kekasih Prita? pantas saja Prita sedikitpun tidak tertarik kepadanya. Jelas juga terasa ia laki-laki penting setidaknya putra dari laki-laki sukses dari sebuah kerajaan bisnis.
Prita menyalami Yunna, memeluk dan menciuminya, "Selamat menempuh hidup baru ya sahabatku, oia kenalkan Rakasiwi, ia menjemputku kesini, maaf ya Yunna, aku tak sampai selesai di pestamu, nanti sore aku dan Rakasiwi kembali ke kota tempat menuntut ilmu."
Sekalian Prita pamit, ia juga menyalami Ayah Jae memberi selamat dan mendoakan keduanya selalu bahagia, menitipkan sahabatnya Yunna.
Setelah menyalami kedua mempelai dan juga ayah dan ibu Yunna, wali dari ayah Jae, barulah mereka membuat sesi foto yang menggambarkan kebahagian, kegembiraan juga betapa akrabnya mereka.
Setelah selesai, sekali lagi Prita menyalami dan menciumi Yunna. Entah kenapa mendadak Yunna menitikkan air matanya. Entah ia terharu melihat kebahagian Prita, atau menangisi nasibnya yang menikahi seorang pria yang sudah berusia lanjut. Yunna langsung bisa melihat perbedaan yang besar antara Rakasiwi dan Jaelani. Pria disisinya terlihat semakin tua.
"Saat aku kembali ke kota ini, semoga sudah mendapatkan berita kalau aku dan Elsa bakal mendapatkan ponakan ya."
Prita tersenyum, Aamiin yra.
"Ya Rabb, di mana Prita bertemu pria tampan itu, betapa beruntungnya gadis itu."
Yunna bergumam, dan terdengar oleh Jae.
"Kenapa kau terus memandangi laki-laki itu!"
Suara yang ketus dan agaknya cemburu berhembus di telinga Yunna. Gadis itu tersadar, agaknya
Jaelani melihat yang ia lakukan.
"Bukan apa-apa, hanya sedikit heran dan terkejut. Prita tiba-tiba muncul dengan seorang laki-laki muda. Dan kelihatan mereka dekat. Jadi aku merasa sedikit heran serta
__ADS_1
penasaran. Selama ini aku tak pernah melihat Prita memiliki hubungan dekat dengan laki-laki karena dia hanya memikirkan studinya saja. Tidak ingin pacaran, takut menganggu studynya tapi tiba-tiba ia muncul dengan seorang laki-laki muda. Dan kedekatan keduanya terlihat jelas."
Yunna menjelaskan dengan cepat di telinga Jaelane. Dia takut Jae berpikir yang tidak-tidak tentang sikapnya. laki-laki itu tidak menanggapinya dan hanya diam. Lagi pula para tamu terus bermunculan untuk menyalami dan memberikan selamat kepada mereka.
Sementara Elsa masih berada di tengah-tengah pesta. Ia merenungi kehidupannya. Yunna sudah menikah dan mendapatkan pria yang kaya raya, begitu juga Prita sudah mendapatkan pria impiannya. Sedangkan dia sendiri belum juga ada seorang yang datang kepadanya. Belum jua ada yang ia cintai.
Rakasiwi, laki-laki muda itu. Elsa terus teringat kepadanya. Sosoknya yang kuat tapi juga lembut.
"Ah, dia tampan sekali. Beruntung sekali Prita."
Gadis cantik bertubuh mungil itu lantas meninggalkan pesta tersebut. Ia juga tadi telah pamit pada Yunna. Sebentar lagi pesta berakhir, Yunna dan Jaelani akan menghabiskan hari-hari dan malam pengantin mereka. Prita pulang ke Semarang diantar oleh Rakasiwi. Elsa menggigit bibirnya. Hanya ia sendiri yang belum memiliki pelabuhan hati.
Elsa merasa hatinya sangat sakit. Apa yang kurang dari dia. Wajahnya ayu dan cantik. Tubuhnya pun indah. Terlebih ia gadis yang berhati baik, pemurah dan tidak pernah iri dan dengki pada orang lain.
Kenyataannya tidak ada pria yang datang menawarkan cinta serta uang yang banyak kepadanya. Ia merasa kecewa, marah serta terluka. Dirinya selama ini bersikap menunggu dan pasrah. Dia tidak pernah bermimpi untuk memiliki seseorang yang seperti dinikahi oleh Yunna, apalagi laki-laki seperti Rakasiwi. Elsa menunggu dan pasrah. Ia menunggu seseorang yang dikirimkan RabbNya untuk dia.
Namun agaknya hal itu tidak cukup. Harus berusaha untuk jodohnya. Kenyataannya tidak ada cinta yang datang begitu saja. Elsa sedih mengingat hanya dirinya yang belum memiliki seseorang di sisinya. Ia harus berusaha dari besok. Elsa berpikir untuk mengubah penampilannya, ia akan ke salon besok lalu membeli beberapa baju baru
yang memiliki model yang bagus. Ia juga agaknya harus mencoba high heel agar terlihat lebih seksi dan menarik.
Ia juga ingin membeli perlengkapan make up, eye liner mascara dan lain-lain. Elsa harus mengubah dirinya
menjadi berbeda dari biasanya.
Bersambung
Tara!!!, jangan lupa memberi vote yaa, like dan jejaknya. Bintang lima jangan bintang tujuh, untuk pusing itu mah, he he he. Othor sangat berterima kasih
__ADS_1