
Tiga pria muda yang berwajah tampan, segar dan bersih dengan tampilan trendy duduk bercengkrama sembari menikmati minuman di cafe Pi. Pengunjung bisa memilih minumam yang disukai di sana, ada dua ratus rasa yang berpadu nikmat.
Yang sedang booming di cafe tersebut adalah jus mangga gedong khas kota Cirebon.
Cafe Pi, mendatangkan langsung buah tersebut dari petaninya dan jus mangga gedung tersebut tentu saja telah diracik para ahli yang telah lama bekerja di cafe Pi, siapa lagi kalau bukan Deni dan Sammy, sahabat sahabat Raka.
Rasa dan aroma dari jus buah mangga Gedong menggoda hidung dengan tambahan bahan rahasia membuat rasa Minuman itu benar-benar bersensasi.
Dihadapan ketiga pria tersebut telah tersaji tiga gelas jus mangga Gedong yang menggoda untuk dinikmati. Mereka bersama meraihnya gelasnya dan saling tersenyum, untuk kebahagian merayakan liburan mereka yang menyenangkan. Dan bisa bersama-sama lagi terpisah hampir setahun. Ketiganya pria muda tersebut berpisah untuk meniti mimpi masa depan masing-masing.
Usai perpisahan di smu, ketiganya sibuk mengurus melanjutkan sekolah masing masing.
Rakasiwi melanjutkan ke sebuah perguruan tinggi terkenal di Jawa, sementara Alan tetap di Jakarta, sementara Alfredo berangkat ke Purwokerto.
Selama ini mereka tidak pernah bertemu sibuk dengan aktivitas di kampus masing-masing. Tetapi saat libur semester ini, ketiganya bertemu, dan ingin menghabiskan waktu bersama hingga saat sekolah dibuka kembali.
Dan hari ini adalah ketemuan pertama mereka karena Alfredo baru saja datang dari Purwokerto ada beberapa mata pelajaran yang harus dibereskan sehingga dia baru bisa berlibur.
Namanya juga anak muda yang baru beranjak dewasa, naluri mencari kekasih sangat besar menguasai. Jadi nggak heran sembari menikmati minuman mata mulai mencari yang mempesona. Alan yang kebetulan menghadap ke meja tempat Prita, seketika memperhatikan gerak-gerik gadis itu.
"Wah, cantiknya."
Sampai tak sadar ia bergumam di depan kedua temannya. Dan hal itu tentu saja terdengar cukup jelas ditelinga Rakasiwi dan Alfredo. Keduanya mengangkat kepalanya dan hampir bersamaan bertanya "Siapa yang cantik?"
Alan tersenyum dan wajahnya bersemu merah karena ketahuan sedang memandangi seorang gadis. Secepat kilat Rakasiwi dan Alfredo mengikuti pandangan Alan dan mereka memang melihat seorang gadis yang sangat cantik sedang bercengkrama dengan kedua temannya yang membelakangi mereka. sedangkan gadis itu menghadap ke bangku mereka sehingga ketiganya bisa memandangi wajah cantik gadis itu.
"Prita!"
Rakasiwi menggumamkan nama gadis itu.
"Kamu kenal dengannya Ka"
Alan membesarkan matanya, sementara gadis di sebrang sana mengangkat wajahnya dan bertemu pandang dengan Rakasiwi dan Alan, ia mengerutkan dahinya, mencoba mengingat. Yunna dan Elsa sama menoleh ke belakang, bertatapan dengan Alan, Alfredo juga Rakasiwi.
Kamu?
Bibir gadis itu berdesis. Ia tiba-tiba membuang mukanya. " Cepatan habisin minumnya, kita pulang!"
"Ada apa?"
__ADS_1
Yunna dan Elsa keheranan, Prita kelihatan tegang dan napasnya terburu-buru.
"Buruan ayo!"
Prita meraih tasnya dan mendongakkan wajahnya tinggi-tinggi.
"Ta-tapi Prita!"
"Ayo buruan!"
Rakasiwi dan dua temannya terbengong, tetapi melihat gelagatnya seorang diantara gadis itu sengit sekali melihat pada Rakasiwi. Dan mereka tak bisa apa-apa sebelum Rakasiwi menjelaskan apa yang telah terjadi sehingga salah satu dari ketiga Gadis itu terlihat amat marah pada Rakasiwi.
"Hei, kenapa dia seperti itu? apa kalian sudah saling kenal dan pernah bertemu sebelumnya? tapi agaknya gadis itu marah sekali padamu Ka? hubungan kalian kelihatannya tak menyenangkan? Ach padahal aku ingin sekali mengenanya.
Alan menyayangkan yang terjadi. Sementara Alfredo masih menatap pada Elsa dan menyunggingkan senyumnya sembari tangannya melambai. Elsa yang kebetulan menolehi mereka balas menyunggingkan senyumnya dan melambai.
Alan dan Rakasiwi melihat Alfredo yang saling tersenyum dengan gadis yang paling belakang.
"Aku memang kenal dengan gadis berambut sebahu, namanya Prita. Kami bertabrakan di stasiun saat aku dan dia sama-sama ingin ke pintu keluar. Dia sangat
marah saat itu dan menuduhku yang tidak tidak, tentu saja aku tidak terima dan aku juga menuduhnya memiliki modus terhadapku!"
"Aku menuduhnya akan mengambil barang-barangku dan hal itu agaknya membuatnya sangat tersinggung."
"Ya ampun kau ini! masa gadis secantik dia kau tuduh ingin mencopetmu tentu saja dia sangat marah dan tersinggung. Hah! kau ini benar-benar membuat masalah."
" Terjadi begitu saja bagaimana lagi."
Kata Rakasiwi," melemparkan tangannya.
"Padahal aku ingin berkenalan dengannya dan dengan kedua gadis temannya tapi setelah kejadian itu apa mungkin aku bisa?"
Rakasiwi tak menjawab, ia juga heran kenapa Prita tak melupakan kejadian itu? Selanjutnya mereka kembali mengobrol yang sempat terputus.
Prita, Yunna dan Elsa juga berdebat sepanjang jalan. Yunna heran kenapa mereka buru-buru
meninggalkan cafe, padahal belum menikmati suasananya yang menyenangkan.
"Aku lelah dan sebentar lagi magrib!"
__ADS_1
Sahut Prita acuh.
"Pasti ada sesuatu, kau pernah bertemu dengannya dan kalian terlibat satu masalah, iya kan?"
"Memang aku bertemu dengannya di stasiun dan dia sengaja menabrakku, hingga aku sangat kesakitan."
"Kalian bertengkar?"
"Iya."
"Oh sayang sekali! Dia sangat tampan."
Yunna menyetujui apa yang dikatakan oleh Elsa tetapi nasi sudah menjadi bubur. Agaknya mereka tak akan bertemu lagi.
Tetapi berbeda dengan Yunna, Elsa justru berharap ia dan pria yang tersenyum kepadanya tadi akan bertemu kembali. ia yakin akan hal itu.
Setelah kejadian itu ketiganya membisu di sepanjang perjalanan pulang. Lagi pula mereka tidak bisa berbincang-bincang karena masing-masing mengendarai motornya.
Ketiganya baru berhenti saat sampai di depan rumah Yunna dan masing-masing mengucapkan salam perpisahan, serta ucapan terima kasih atas hari yang menyenangkan dan traktiran yang diberikan oleh Elsa.
"Ok sampai jumpa lagi!"
Prita melanjutkan perjalanannya yang tidak terlalu jauh, demikian juga dengan Elsa.
Ketika di rumah ketiganya sudah melupakan pertemuan tersebut, karena setelah mandi dan berganti baju ketiganya asyik mencoba barang belanjaan, mematut-matut di cermin. Bahagia sekali hari itu, bersenang-senang, berbelanja dan bertemu pria muda yang tampan.
Hal yang membuat senyuman lebar di bibir mereka.
Yunna tertidur pulas sebab kelelahan, demikian juga Prita. Sementara Elsa masih sempat melamunkan senyum yang tersungging di bibir pria muda di cafe tadi. "Siapakah pemuda itu, namanya dan tempat tinggalnya?"
"Kita pasti bertemu kembali, aku yakin, kamu yang memiliki senyum paling menawan serta sorot mata sayu."
Setelah melamun, ia jatuh tertidur.
Rakasiwi juga sudah kembali ke rumah. Ia berada di kamarnya dan melamun dengan meletak tangannya di bawah kepala. Matanya tak jua terpejam. Ia teringat sosok gadis yang bernama Prita. Sepertinya ia sudah mengenal gadis itu sejak lama, tapi di mana?
Rakasiwi berusaha mengingatnya tapi tak bisa, ia malah tertidur dengan nyenyak.
Bersambung.
__ADS_1