Pria Idola, Jangan Pernah Meninggalkan Jejak dengan Menyakiti Hati Seorang Perempuan

Pria Idola, Jangan Pernah Meninggalkan Jejak dengan Menyakiti Hati Seorang Perempuan
Episode 207. Prita Wisuda


__ADS_3

Hari itu merupakan kebahagian yang tak bisa diungkapkan dengan kata. Prita dan teman-temannya merayakan kelulusan. Yah, akhirnya hari yang dinantikan itu pun tiba. Air mata, rasa lelah, dan kadang pasrah sebab rasanya begitu sulit melalui tahap-tahap itu.


Teringat betapa salah satu dosen pembimbingnya, sangat sulit ditemui. Ia sudah membuat janji bertemu dengan sang pembimbing. Tetapi sang dosen dengan mudahnya bilang ia mendadak ada keperluan penting dan menunda. Rasanya ia ingin berteriak.


Belum lagi rasa berdebar saat menyiapkan persidangannya. Teman-temannya mentertawakannya yang seperti hari akan kiamat saja. Bagaimana tidak berdebar dan cemas. Ia merasa hasil penelitiannya tidak maksimal sebab dosen pembimbingnya yang seperti tidak perduli kepadanya. Mungkin hanya perasaannya saja. Menjelang akhir-akhir studynya ia sangat sensitif.


Mungin disebabkan oleh kelelahan oleh penelitian serta program kkn di sebuah desa yang terpencil. Hingga akhirnya semua usai. Ia dinyatakan lulus dengan pujian. Prita tak percaya, air matanya begitu saja mengenangi kelopak matanya.


Saat-saat yang manis ketika ia dan mama Risa menyewa sebuah kamar di hotel untuk mereka berdua. Perayaan kelulusan itu diadakan di dua tempat. Kampus dan di sebuah gedung di tengah kota Semarang. Wisuda akbar  dari beberapa fakultas. Sesi pertama mereka semua mengadakan acara wisuda di aula kampus. Mengumumkan tentang pencapaian mahasiswa serta hal-hal lainnya.


Jauh-jauh hari Prita telah mengirim pesan pada mama Risa agar datang ke Semarang. Ia akan menunggu mamanya itu di stasiun kereta dan langsung ke hotel. Ia mengabari Rakasiwi juga. Tetapi setelah acaranya selesai. Ia ingin mereguk kebahagiannya hanya dengan mama Risa berdua.


Rakasiwi agak kecewa, sebab ia tak diundang di hari yang sangat bahagia itu. Prita bilang ia tak ingin merepotkan Rakasiwi. Sebab laki-laki itu juga sedang mempersiapkan sidangnya. Mereka saling berpandangan di vidiocall, tersenyum dan mengakhirinya dengan ciuman.

__ADS_1


Usai shubuh hari itu, Prita dan teman-temannya telah berdandan. Mereka bersama-sama menyewa tukang rias. sekaligus kebaya. Mama Risa juga ikut didandani oleh asisten tukang rias yang datang ke hotel.


Setengah tujuh mereka semua berangkat ke kampus. Di aula sekitar seribu mahasiswa dan mahasiswi telah menempati tempat duduk yang telah disediakan. Sementara keluarga berada di sisi yang lain.


Acara demi acara berjalan dengan lancar dan sesuai dengan agenda yang tertulis. Hingga menjelang tengah hari acara itu berakhir dan masing-masing fakultas mengadakan acara penyerahan dokumen di tempat yang berbeda.


Priti dan teman-temannya ceria sekali. Mereka membuat foto-foto yang cantik. Berteriak serta berpose macam-macam membuat mama Risa tersenyum. Ia bangga sekali pada Prita. Gadis kecilnya itu telah berjuang sedemikian rupa. Hidup prihatin dan berhemat. Air mata mama Risa mengalir deras. Ia teringat suaminya yang tidak bisa melihat putri kesayangannya telah berhasil menyelesaikan studynya.


Prita memeluk mama Risa dan meminta teman-temannya membuatkan foto ia dan mama Risa. Prita memeluk mama Risa, mencium pipinya. Banyak sekali foto-foto yang dibuatkan. Hingga Nama Prita dipanggil untuk bersiap maju ke depan.


"Mama, Prita ke depan sebentar lagi, tunggu ya Ma."


Mama Risa hanya tersenyum dan mengangguk-anggukkan kepalanya. Pergilah putri kesayangan yang cantik. Kata Mama Risa dalam hati. Ia memperhatikan putrinya itu yang terus maju ke depan sesuai urutan. Hingga akhirnya ia tiba di depan. menghadap rektor untuk menerima dokumen. Selanjutnya bersalaman dan turun bergantian dengan teman-temannya.

__ADS_1


Satu hari itu Prita menikmati kebahagiannya bersama teman-teman dan mama Risa. Berfoto di berbagai tempat dan menikmati hidangan yang di sediakan oleh panitia. Setelah selesai Prita dan mama Risa meninggalkan gedung tersebut. Hari sudah beranjak sore.


Mereka berdua langsung pulang ke hotel untuk istirahat. Prita berencana besok ia akan mengajak mama Risa jalan-jalan menghabiskan waktu di kota Semarang itu. Merasakan kulinernya juga.


Saat-saat menunggu wisuda, ia bekerja di sebuah EO pernikahan. Cukup banyak job yang mereka dapatkan. Sehingga Prita lumayan mendapatkan penghasilan. Ia bisa membayar tukang rias serta sewa kebaya. Menyewa hotel dan juga mobil. Masih cukup untuk mengajak mama Risa jalan-jalan.


Malam itu mereka beristirahat, menonton tivi, menikmati makanan yang mereka beli dan bercerita hingga tengah malam. Keduanya juga membicarakan tentang kepulangan Prita ke Jakarta. Ia akan mencari pekerjaan dan membahagiakan  mama Risa. Besok Prita juga akan pergi ke tempat kost dan membereskan barang-barangnya. Ia akan mencari sebuah travel untuk membawai barang-barangnya sekalian mereka pulang ke rumah. Ini yang Priti tunggu. Menyelesaikan studynya dan bekerja.


 


 


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2