
"Ah, pastinya karyawan ayah yang tidak tau kalau aku sudah punya seseorang di hatiku, hemmm jangan harap!"
Cindy menaro bunga mawar segar tersebut di vas bunga milik Anne. Sekretaris itu pasti menyukainya. Setelah itu Cindy bergegas menyusul ayahnya yang sedang ke ruangan Deni dan Sammy.
Laki-laki muda itu menatap ke belakangnya. Melihat Cindy bersama ayah serta dua laki-laki lain yang berjalan menuju tempat parkir. Ia tiba-tiba mengejar mereka.
"Pak! Pak tunggu!"
Mereka semua berbalik menatap seorang pria tampan yang menghampiri. Matanya melirik pada Cindy.
"Kalian pasti akan makan siang, sekali ini bagaimana kalau aku mengundang kalian semua ke cafeku yang juga cafe kalian, bagaimana?"
Saat tiga pria itu saling berpandangan kembali ia meyakinkan.
"Kami ada hidangan penutup makan siang yang hanya ada di cafeku, seorang temanku menemukan resep yang luar biasa. Kalian silahkan mencobanya, siapa tau temanku beruntung, menambah menu di PI."
"Ok, baiklah."
Mereka setuju pergi ke salah satu cafe PI yang sahamnya telah dimiliki 80 persen oleh laki-laki muda tersebut. Deni dan Sammy penasaran oleh perkataan laki-laki yang mereka kenal bernama Raffa.
"Hei Raffa, kalau makanan penutup itu ok, siap edar di seluruh nusantara dan temanmu langsung jadi konglomerat he he he."
"Harus melalui aku dong Bos, aku sudah memperkenalkannya duluan."
"Tentu anak muda, jangan khawatir. Tapi buktikan dulu kalau itu benar-benar ' berikan yang paling enak!"
Deni dan Sammy mengeraskan suara mereka. Sambil berpisah ke mobil masing-masing. Sementara Cindy dan ayahnya berencana menjemput Mardo, kebetulan satu arah. Mardo bilang ia menunggu di depan kantornya.
Beberapa saat berselang mereka semua sudah berkumpul di Cafe PI Raffaza. Raka mengedarkan pandangannya pada penataan ruangan makan. Raka mengangguk-angguk. Tempat yang menyenangkan.
Tak lama Raffa mendampingi pramusaji menghidangkan makan siang untuk para bos yang telah mau mampir. Raffa menemani dan paling banyak bicara dibanding yang lain.
__ADS_1
Usai menghabiskan makan siang, Raffa bersiap dengan hidangan penutup yang ia janjikan. Rafa beranjak ke belakang dan tak lama kemudian dia dan seorang pramusaji wanita datang dengan talenan yang berisi kue mungil berwarna kuning.
Cindy sedikit tercekat sebab itu seperti kue pie susu kesukaannya. Bentuknya bundar lebih gepeng dan ditengah-tengahnya adalah fla berbahan rasa yang gurih manis.
Mereka mengambil satu dan memasukkannya ke mulut. Raffa memperhatikan tamu-tamunya yang sedang berusaha mencari apa yang istimewa?
"Bagaimana bapak-bapak dan ibu? luar biasa kan enaknya?"
Raffa terlihat sangat yakin dengan kue mirip pie tersebut. Deni memejamkan matanya berusaha mencari tahu apa yang ada didalam kue mungil tersebut. Rasanya manis, seger, sedikit rasa asin yang tipis. Satu tak cukup untuk dinikmati
Rasangat enak, kemasannya juga simple. Bentuknya yang mungil dan tidak mengenyangkan. rasanya sungguh menakjubkan.
"Inii sungguh enak, rasanya manis, asam segar cocok untuk makanan penutup. Bisa menggoyang lidah menghilangkan rasa makanan inti yang kita makan."
"Aku yakin pengunjung akan menyukai makanan penutup ini. Tidak cukup satu melainkan tiga kue. Tak membuat kenyang."
"Kalau menurut om Deni dan om Sammy bagaimana? ayah dan bunda apakah sependapat denganku?"
Semua mangut-mangut, mengambil lagi makanan itu hingga tinggal dua.
Raffa terdiam tetapi akhirnya ia memanggil asistennya dan menyuruh agar memanggil si pemilik resep. Sedikit ragu tapi karena tujuannya adalah mendekati keluarga Cindy maka akhirnya dia pun setuju untuk memanggil pemilik resep kue penutup tersebut.
Sayangnya orang tersebut tidak masuk. Hari ini dia sedang bergiliran cuti. Raffa memegang kepalanya sebab bisa lupa. Raffa akhirnya berjanji akan mempertemukan mereka semua nanti dengan pemilik resep kue makanan penutup
"Saya bisa mempertemukannya dengan bapak-bapak dan ibu semua. Tentukan saja hari dan waktunya. Saya akan membawanya bahkan tak keberatan dia mempraktekkan cara membuat kue penutup tersebut."
"Temanmu itu agaknya seseorang yang berbakat. Ini enak!"
Raka menggigit pinggir kue yang renyah tersebut. Kemudian berlanjut ke tengah hingga akhirnya habis.
Setelah menghabiskan kue penutup serta minuman teh panas yang rasanya tawar tetapi meninggalkan bekas sedikit pahit yang tipis di lidah.
__ADS_1
Jamuan Raffa sangat berkesan bagi mereka semua. Sebelum meninggalkan tempat itu Deni menanyakan teh apa yang disajikan pada mereka.
Raffa senyum-senyum dan mengucek rambutnya.
"Hanya untuk menetralisasi lidah setelah bersantap berbagai makanan. Itu teh yang sangat mahal sebab bahan bakunya berasal dari pucuk daun teh yang hanya tumbuh di Sri Lanka, India dan juga Cina."
"Semuanya asli, langsung berasal dari kebun dengan ketinggian di atas 1200 mdpl. Sangat unggul sebab terjaga keasliannya. Tanaman teh yang sudah berumur ratusan tahun dan mengandung benalu teh. Cara penyajiannya juga tidak sembarangan Pak.
Minuman ini di seduh dalam teko khusus. Airnya harus mendidih yang dituangkan ke dalam teko. Setelah itu dimasukkan lah teh ke dalam air panas tersebut selama kurang lebih 5 sampai 7 menit kemudian rendam selama 5 sampai 7 menit. Selanjutnya disaring dan pisahkan ampasnya.
Teh siap disajikan dengan air panas dan juga bisa dengan dingin. Ini namanya teh hijau aroma jasmine.
Laki-laki itu menjelaskan secara panjang lebar tentang yang ia ketahui mengenai teh hijau aroma Jasmine tersebut. Bahkan dia juga mengambilkan beberapa botol-botol yang berukuran tidak terlalu besar berisi teh aroma Jasmine tersebut.
Katanya lagi bahwa teh tersebut bisa menyehatkan. Menjaga dari kolesterol, hipertensi dan obesitas. Juga berbagai perlindungan dari penyakit-penyakit lain.
Cara minumnya setiap pagi dan sore. Raffa memberikan teh tersebut kepada mereka sebagai oleh-oleh. Cara yang sangat menawan, murah hati dan bicara tiada henti.
Cindi mengucapkan terima kasih atas makan siang, kue pie penutup dan teh yang sedap. Ia secara pribadi terkesan.
Ayah Raka, Bunda Mardo Om Deni serta Om Sammy setuju dengan perkataan Cindy, Deni hanya menambahkan semoga usaha Raffa berjalan lancar, mengalami kemajuan serta pertumbuhan, perkembangan yang membanggakan. Sukses selamanya.
Laki-laki muda itu mengangguk-anggukan kepalanya. Bibirnya tersenyum mengucapkan terima kasih juga rasa sangat karena orang orang-orang hebat di perusahaan mau datang ke cafe yang ia pimpin.
"Terima kasih banyak atas kesediaan bapak dan ibu semua udah mencicipi makanan, kue penutup dan minuman teh hijau aroma jasmine dari kami. Semoga bapak dan ibu senang dan kapan-kapan bisa mampir ke sini lagi."
Raffa mengantar tamu-tamunya pulang.
"Hei Cindy, sering-seringlah mampir, saya sangat senang jika bisa sering minum teh bersama."
Cindy menoleh lalu tersenyum, terima kasih Raffa, baiklah. Kata gadis itu lalu masuk kedalam mobil.
__ADS_1
Ia melambai pada laki- laki itu.
Bersambung