Pria Idola, Jangan Pernah Meninggalkan Jejak dengan Menyakiti Hati Seorang Perempuan

Pria Idola, Jangan Pernah Meninggalkan Jejak dengan Menyakiti Hati Seorang Perempuan
Episode 166. Pesta Yunna


__ADS_3

Prita sampai di rumahnya menjelang malam. Ia sudah berencana usai membersihkan dirinya, akan istirahat sebentar baru berangkat ke rumah Yunna. Gadis itu sudah beberapa kali menelponnya. Dan Prita menenangkan Yunna bahwa ia akan tiba Jam sembilan malam dan akan


menginap di hotel bersama Yunna.


Pesta pernikahan Yunna diselenggarakan di sebuah hotel yang tidak jauh dari rumah. Kebetulan hotel tersebut baru saja selesai di pugar dan memberikan potongan harga. Ada jatah menginap bagi keluarga dan teman, serta pengantin, juga sekaligus ruangan untuk merias.


Tak jauh dari hotel tersebut ada bangunan masjid. Yunna dan Ayah Jai akan melangsungkan akad nikah di masjid tersebut. Kemudian pada jam sebelas baru resepsi pernikahan di hotel. Yunna dan keluarganya sudah berada di hotel sejak sore. Sedangkan mempelai pria yakni Ayah Joy menurutnya akan menyusul agak malam.


Semuanya sudah ada yang mengatur dan mengorganisir. Ayah Jae tentu saja sudah mengerahkan orang-orangnya untuk mensukseskan acara pesta pernikahan itu.


Sementara Prita belum akan memperkenalkan Rakasiwi kepada teman-temannya. Kepulangan Rakasiwi bersamanya bukan untuk ikut ke undangan pernikahan Yunna. Tapi Rakasiwi ada keperluan lain. Namun keduanya sudah janjian akan sama ke stasiun saat nanti pulang.


"Mommy, Ita pulang!"


Kebiasaan Prita yang kadang sok gaya, memanggil mamanya dengan


Mommy kumat. Jarang-jarang dia


memanggil ibunya dengan mommy.


Perempuan yang sedang asyik menonton sinetron tivi ikatan cinta, menoleh. Seperti ada suara yang memanggilnya. Ia memasang kuping dan berteriak.


"Prita! apa kamu pulang Nak?"


Iya Mommy! aku pulang! cepetan buka pintunya. Lagian aku kan sudah bilang sampainya jam segini, bukannya siap-siap menyambut anaknya, malah nonton sinetron melulu. Mana kebelet pipis nih, mom!


Dan pintu terbuka. dihadapannya berdiri Mama Risa terbengong menatapnya. Prita buru-buru masuk ke kamarnya. Dia langsung memerosotkan celana panjangnya dan terbirit-birit ke kamar mandi.


Lega sekali rasanya setelah membuang hayatnya, dan menutupi


pinggangnya dan bokongnya dengan handuk.


"Mom, kok belum siap-siap sih? kan malam ini kita nginap di hotel. Besok pagi-pagi aku dan mommy mesti di rias untuk jadi pendamping Yunna, sedangkan Mommy mengurusi catering."

__ADS_1


"Iya Mama juga tahu, tanggung nih, seru banget, dikit lagi ketauan! habis ini mama segera siap-siap, Mama sudah siapin kok yang akan kita bawa, tenang aja!"


"Apaan sih Mom yang dikit lagi ketahuan? demen banget nonton sinetron begitu. Ya udah deh, Prita mau istirahat sebentar. Nanti kalau sinetronnya sudah selesai, kita segera berangkat! bangunin barangkali Prita ketiduran."


"Iya, Iya! Mami bangunin. Sudah sana! Mama lagi asik nonton sinetron ikatan cinta!"


Kemudian Prita kembali ke kamarnya dan merebahkan tubuhnya yang sangat kelelahan oleh perjalanan jauh. Prita hanya mengenakan baju tuniknya. Sementara bagian kakinya tidak mengenakan apa-apa, terlihat bentuk kaki yang halus mulus serta berbentuk indah. Prita merasakan kulit kakinya yang menerpa kelembutan tempat tidur. Nyaman rasanya, dan bebas dari celana jeansnya. Matanya terpejam dan ia jatuh ketidur yang lelap.


Hingga mama Risa membangunkannya, dan mereka bergegas ke jalan raya di ujung gang. Mobil online yang Prita pesan sudah menunggu.


Beberapa menit berselang mereka sampai di tujuan. Prita menelepon Yunna dan gadis itu menyuruhnya ke lantai lima. Mereka bertemu di sana dan berpelukan. Yunna tampak cantik dan berseri. Elsa juga sudah ada di sana dan berpelukkan dengan Prita.


"Cing pernikahan hanya sekali saja seumur hidup, apakah kau sudah memutuskan dan mempertimbangkan hal ini dengan matang? kau tidak akan menyesal


nantinya?"


Prita menanyakan keseriusan sahabatnya.


Ketiganya saling pandang, Yunna lantas berjalan membelakangi kedua temannya.


"Pada mulanya aku memang berpikir menikah hanya untuk uang dan harta. Banyak hal yang ingin aku capai. Membahagiakan dan merubah kehidupanku dan keluarga.


Terutama jika aku kelak memiliki anak-anak, kehidupan mereka jauh lebih baik dibandingkan ibunya.


Mengubah dan memperbaiki keturunan he he, itu alasanku menikah dengannya."


"Lalu bagaimana selanjutnya? Kau berubah pikiran?" Prita tak sabar menunggu jawaban Yunna, juga Elsa.


"Tidak! itu tetap ada ditujuanku, tapi yang kurasakan selanjutnya aku benar-benar jatuh cinta pada Ayah Jae, aku berdebar saat berdekatan


dengannya, tak berani menatap matanya, merasa rindu saat jauh, dan bahagia ketika dekat. A-aku baru sekali ini merasakan hal ini. tidak pernah mengalaminya, aku kasmaran, aku rasa ini adalah cinta pertamaku."


Yunna mengatakan hal tersebut dengan bersungguh-sungguh. Matanya mengerjap-ngerjap oleh air mata bahagia. Seolah ingin mengatakan bahwa dia bukan gadis yang hanya memikirkan uang dan harta saja. Tetapi dia juga menikah karena perasaan yang tumbuh dengan tiba-tiba di dalam dirinya. Perasaan ada cinta serta kasih sayang kepada pria yang bernama Jaelani atau Ayah Jae.

__ADS_1


Betapa beruntungnya laki-laki yang bernama Jaelani tersebut. Ia mendapatkan cinta pertama seorang gadis cantik yang bernama Yunna Aurora Suyitno.


Prita membentangkan tangannya mengajak Yunna berpelukan. Mereka bertiga berpelukan dan saling menepuk di pundak.


"Selamat ya Yunna semoga kau bahagia."


Yunna menghapus air matanya dan mengucapkan terima kasih karena telah datang dan mendoakannya.


"Terima kasih sahabatku Prita dan Elsa, aku juga mendoakan kalian berdua semoga menemukan kebahagiaan kalian."


Aamiin.


Prita dan Elsa sama mengaminkan


doa tulus Yunna. Malam itu Yunna ingin tidur bersama sahabatnya. Setelah menikah mungkin keadaannya sudah berubah. Dia sudah menjadi seorang istri yang harus meminta ijin suaminya jika ingin pergi atau berjalan-jalan dengan sahabatnya.


Tidak lagi bisa sebebas masa gadis. Yunna harus menyadari hal tersebut. Ditambah lagi bahwa usia suaminya atau Ayah Jae berselisih jauh.


Yunna harus bisa menyesuaikan dan beradaptasi dengan laki-laki itu. Tidak melukai hatinya dengan membanding-bandingkan bahwa ia tua sedangkan Yunna muda.


Malam itu merupakan terakhir kalinya mereka bisa bebas berbincang. Terasa sangat panjang bagi ketiganya. Berbincang-bincang dan bercengkerama tentang hari yang telah mereka lalui bersama.


Hingga Prita mengingatkan bahwa Yunna harus beristirahat karena besok adalah hari yang bahagia namun sangat melelahkan. Elsa juga membenarkan hal tersebut sebaiknya Yunna tidur dan beristirahat.


seorang wanita setengah baya mengetuk pintu untuk memberikan perawatan tubuh yang terakhir kalinya menjelang pernikahan. Perempuan itu datang untuk membuat Yunna merasa rilek. Dia memijiti tubuh Yunna dan memberinya lulur wangi.


Dengan pijatan-pijatan yang lembut serta aroma wangi dari lulur yang diusapkan lembut ketubuhnya oleh perempuan itu membuat Yunna tertidur.


Prita oleh perjalanan yang jauh juga merasa sangat mengantuk, ada dua tempat tidur besar di kamar tersebut. Prita dan Elsa di tempat tidur yang sama, sedangkan Yunna sendirian. Mama Risa sendiri tidur dengan ibu dan adik Elsa, di sebuah kamar yang tak jauh.


Bersambung


Taraaaaa! Terima kasih sudah mampir ke pria idola. Jangan lupa beri Vote, bintang dan like serta komen/jejak ya. Author sangat berterima kasih.

__ADS_1


__ADS_2