
Hari berganti dengan cepat. Ada kesibukkan di rumah keluarga Bramantyo. Raka dan Mardo pamit akan
pergi ke luar negeri untuk bulan madu.
"Hati-hati di jalan ya, senang-senang."
Papi dan Mami mengantar kepergian pengantin baru. Mami mencium pipi Mardo dan Raka.
Keduanya mencium tangan Papi dan Mami.
"Kami pergi ya Pa, Ma."
Keduanya melambai-lambai dengan wajah sumringah.
Richi menatap dari kejauhan, pasangan yang sangat bahagia, entah kenapa hatinya merasa sepi.
Ia belum lagi bicara sepatah kata pun dengan Mardo. Hanya bertemu dan tersenyum sekilas saja.
Richi mencari kisah mereka yang terputus begitu saja. Kenangan bersama yang indah dan mesra.
Memang pernah ia lihat mata yang beda diantara kakaknya Raka dan Mardo. Hanya saja ia
mengejahkan rasa itu. Ia pikir keperdulian Raka terhadapnya.
Tiba-tiba Mardo pamit pulang kembali ke Jakarta, hubungan yang baru terjalin itu pun membias tanpa
arti. Richi membuang muka. Meraih koper yang telah ia siapkan sejak tadi malam. Walau hatiku berkeping-
keping dan terluka. Namun saat ini aku berjanji bahwa kebahagian Kak Raka dan Mardo adalah
kebahagianku juga. Laki-Laki muda tinggi,serta manis dan tampan itu tersenyum. Ia telah memutuskan
akan berangkat bersama Papi dan Mami ke Merauke. Besok mereka ada meeting perdana.
"Richi!, ayo Nak kita segera ke bandara."
Mami melintas di depan kamar dan melonggok ke dalam.
"Aku sudah siap Mi."
Richi keluar sembari membawa koper di tangannya.
Bibirnya melebar dan hatinya berbisik, aku pasti menemukan kebahagianku.
Yah! berikan kebahagian pada orang yang tercinta, nanti kau pun akan diberikan
hal yang sama. Richi tersenyum semakin lebar.
"Hei, jagoan Papi rupanya sudah siap berangkat untuk tugas mulia."
Pak Bramantyo menyambut anak laki-lakinya. Ia pura-pura meninju bahu anaknya.
Membuat Richi tersipu.
"Panggil pak Nanang untuk memasukkan barang-barang ke mobil!"
Ok Pi.
Tak lama Richi beserta Papi dan Mami sudah meluncur menuju bandara.
Mereka langsung menuju ruang keberangkatan. Dan menunggu sesaat.
Papi dan Mami duduk berdua di bangku pesawat. Dan Richi baru saja memikirkan
siapa kira-kira teman sebangkunya. Ketika suara seorang cewe mengejutkannya.
"Excuse me sir!"
Seorang gadis muda mengejutkan Richi. Dia menoleh dan bertemu tatap dengan
mata yang indah dan cemerlang. Gadis itu menunjukkan nomer bangkunya pada
tiket, Richi lantas bergeser memberikan gadis itu keleluasaan untuk masuk.
"Thank you sir,forgive me for intruding."
Bibir gadis itu tergantung senyuman yang cantik dan mempesona. Ia menghenyakkan
__ADS_1
dirinya ke rengkuhan kursi dan mencari posisi yang enak. Sedikit bergoyang dan
mengenai tubuh anak muda di sebelahnya.
"It's ok."
Richi sedikit berdebar-debar. Ia merasakan hal sama ketika dengan Mardo, dan sekarang dengan.
gadis bule ini.
Wajahnya putih lembut dan cantik ceria. Usianya kelihatan masih sangat muda.
"Merauke?"
Gadis bule itu menanyakan tujuan, hanya sekedar untuk mencairkan suasana yang kaku.
"Yes, Merauke."
Jawab Richi ringkas.
Sayang sekali kenapa justru aku ketemu gadis bule cantik?
Richi sama sekali tak mengharapkan seorang gadis bule di kehidupannya.
Makanya ia tak mendapatkan seorang pun gadis saat sekolah di luar negeri.
Tapi gadis bule ini kenapa sangat menawan dan membuatnya berdebar.
Apakah arti semua ini? bertahun-tahun ia tak tertarik sama sekali, dengan gadis-gadis
bule. Tetapi yang satu ini. Kenapa dan Mengapa?
Richi tiba-tiba merasakan hal yang berbeda dengan gadis itu. Rambut gadis di sebelahnya
hitam, tidak seperti bule lain yang tentu saja pirang, kepirangan atau sedikit pirang. Gadis
ini benar-benar memiliki rambut hitam yang legam. Ia mengikatnya dengan ikatan yang kendur
agaknya asal mengikat atau menjepit ala kadarnya. Wajahnya lonjong dengan bibir
memayungi matanya yang cantik. Gadis bule yang cantik.
Entah kenapa Richi ingin terus memperhatikan gadis itu. Kenapa dia berbeda?
Apakah kebahagiannya telah datang? gadis di sebelahnya mempesona dirinya, seperti
yang ia rasakan pada Mardo namun ini lebih besar.
Laura Benny Taylor, Kekasih Richi Bramantyo
Richi lantas tak bisa mengendalikan dirinya, ia mengulurkan tangannya untuk berkenalan, " Excuse me Miss
"Iam so sorry, iam impressed with you. let me know your name?"
Gadis bule cantik itu menoleh, ia menatap laki-laki di sebelahnya. Sangat manis dan tampan.
"Oh, Iam Laura Taylor! call Laura, thank you."
Gadis itu menyambut uluran tangan Richi. Putih dan lembut sekali jemarinya. Richi menggenggam
erat jemari itu.
"Kamu bisa bahasa Indonesia?"
Richi menoleh dan menyambar wajah yang tak bosan di pandang.
"Sedikit."
"Iam, jarang ke Indonesia,"
Dia pelan-pelan jika menggunakan bahasa Indonesia.
Laura bilang, ibunya orang Indonesia. Sedangkan Ayahnya warga Amerika. Mereka
selama ini tinggal di California.
__ADS_1
Oh, pantas kulitnya putih cantik, tidak ada totol-totol kemerahannya. Terjawab sudah
kenapa rambutnya hitam legam.
Setiap tiga atau empat tahun, keluarganya pulang ke Indonesia. Dan menghabiskan waktu
dengan jalan-jalan ke berbagai kota. Kali ini Laura bilang ia dan keluarganya ke Merauke.
Katanya ia dengar Merauke itu banyak pulau serta pantai yang fantastik. Ia ingin menikmati sunrise dan
juga sunset.
Richi membenarkannya, dia menawarkan diri untuk memandu mereka jika mau. Juga mengajak
menginap di hotel milik keluarga mereka. Tetapi Richi tak bilang itu adalah hotel miliknya. Ia hanya
memberi tahu nama dan alamatnya saja. Gadis cantik itu terlihat senang.
"Aku akan memberi tahu mom and Dad."
Gadis itu menyimpan nama hotel dan alamatnya. Richi bilang, hotel itu sedang memberikan
diskon lima puluh persen selama bulan berjalan itu.
"Wau! benarkah?"
Richi tersenyum, karena itu dia juga akan menginap di hotel itu. Kalau mau Laura dan keluarganya
boleh ikut dengan mobil jemputan yang telah ia pesan.
Lagi gadis cantik itu tersenyum lebar, Ia nanti akan memberitahu info itu pada orang tuanya.
Richi menjadi bersemangat, menceritakan tentang kota Merauke. Dan gadis itu mendengarkan
sembari tersenyum.
Papi mencolek lengan Mami, "Mi, lihat Richi sedang bercakap-cakap dengan gadis cantik."
Mami menolehi anaknya yang berada di sebrang. Richi tampak semangat sekali berbincang
dengan gadis di sebelahnya. Mami juga melihat gadis muda tinggi langsing dan cantik yang
penuh perhatian mendengarkan apa yang dikatakan Richi. Bibir Mami tersenyum. Ia langsung
menyukai gadis cantik dan terlihat polos itu. "Siapa ya gadis itu, cantik sekali !"
"Mereka terlihat serasi sekali, gadis itu cantik dan ramah ya Pi."
Jadilah pak Bramantyo dan istrinya sebentar-bentar melihat ke arah Richi dan gadis itu.
Sekali Richi saling pandang dengan Papi, dan pak Bramantyo tersenyum serta mengedipkan
matanya. Richi ikutan mengedipkan mata. Ternyata Laura melihat mata Richi yang tengah
memandang pada Papi, gadis itu mengikuti pandangan Richi, dan bertemu tatap dengan
Papi dan Mami Richi. Gadis itu serta merta tersenyum, sangat cantik dan manis.
"Oh, mereka orang tuaku."
Kata Richi tersipu. Richi semakin tampan dengan wajahnya yang cute.
"Hello Uncle and aunti!"
Laura menyalami kedua orang tua Richi.
"Senang bertemu denganmu, hello."
Selebihnya, terdengar pemberitahuan untuk bersiap dan memasang sabuk karena bandara
Mopah Merauke telah sampai. Laura menoleh ke belakang melihat pada orang tuanya dan
saudara laki-lakinya. Mereka saling tersenyum.
Terima kasih sudah membaca dan memberi dukungan pada Pria Idola
Bersambung
__ADS_1