Pria Idola, Jangan Pernah Meninggalkan Jejak dengan Menyakiti Hati Seorang Perempuan

Pria Idola, Jangan Pernah Meninggalkan Jejak dengan Menyakiti Hati Seorang Perempuan
Episode. 81 Perjumpaan


__ADS_3

Hari berganti dengan cepat. Ada kesibukkan di rumah keluarga Bramantyo.  Raka dan Mardo pamit akan


pergi ke luar negeri untuk bulan madu.


"Hati-hati di jalan ya, senang-senang."


Papi dan Mami  mengantar kepergian pengantin baru. Mami mencium pipi Mardo dan Raka.


Keduanya  mencium tangan Papi dan Mami.


"Kami pergi ya Pa, Ma."


Keduanya melambai-lambai dengan wajah sumringah.


Richi menatap dari kejauhan, pasangan yang sangat bahagia, entah kenapa hatinya merasa sepi.


Ia belum lagi bicara sepatah kata pun dengan Mardo. Hanya bertemu dan tersenyum sekilas saja.


Richi mencari kisah mereka yang terputus begitu saja. Kenangan bersama yang indah dan mesra.


Memang pernah ia lihat mata yang beda diantara kakaknya Raka dan Mardo. Hanya saja ia


mengejahkan rasa itu. Ia pikir keperdulian Raka terhadapnya.


Tiba-tiba Mardo pamit pulang kembali ke Jakarta, hubungan yang baru terjalin itu pun membias tanpa


arti. Richi membuang muka. Meraih koper yang telah ia siapkan sejak tadi malam. Walau hatiku berkeping-


keping dan terluka. Namun saat ini aku berjanji bahwa kebahagian Kak Raka dan Mardo adalah


kebahagianku juga. Laki-Laki muda tinggi,serta manis dan tampan itu tersenyum. Ia telah memutuskan


akan berangkat bersama Papi dan Mami ke Merauke. Besok mereka ada meeting perdana.


"Richi!, ayo Nak kita segera ke bandara."


Mami melintas di depan kamar  dan melonggok ke dalam.


"Aku sudah siap Mi."


Richi keluar sembari membawa koper di tangannya.


Bibirnya melebar dan hatinya berbisik, aku pasti menemukan kebahagianku.


Yah! berikan kebahagian pada orang yang tercinta, nanti kau pun akan diberikan


hal yang sama. Richi tersenyum semakin lebar.


"Hei, jagoan Papi rupanya sudah siap berangkat untuk tugas mulia."


Pak Bramantyo menyambut anak laki-lakinya. Ia pura-pura meninju bahu anaknya.


Membuat Richi tersipu.


"Panggil pak Nanang untuk memasukkan barang-barang ke mobil!"


Ok Pi.


Tak lama Richi beserta Papi dan Mami sudah meluncur menuju bandara.


Mereka langsung menuju ruang keberangkatan. Dan menunggu sesaat.


Papi dan Mami duduk berdua di bangku pesawat. Dan Richi baru saja memikirkan


siapa kira-kira  teman sebangkunya. Ketika suara seorang cewe mengejutkannya.


"Excuse me sir!"


Seorang gadis muda mengejutkan Richi. Dia menoleh dan bertemu tatap dengan


mata yang indah dan cemerlang. Gadis itu menunjukkan nomer bangkunya pada


tiket, Richi lantas bergeser memberikan gadis itu keleluasaan untuk masuk.


"Thank you sir,forgive me for intruding."


Bibir gadis itu tergantung senyuman yang cantik dan mempesona. Ia menghenyakkan

__ADS_1


dirinya ke rengkuhan kursi dan mencari posisi yang enak. Sedikit bergoyang dan


mengenai tubuh anak muda di sebelahnya.


"It's ok."


Richi sedikit berdebar-debar. Ia merasakan hal sama ketika dengan Mardo, dan sekarang dengan.


gadis bule ini.


Wajahnya putih lembut dan cantik ceria. Usianya kelihatan masih sangat muda.


"Merauke?"


Gadis bule itu menanyakan tujuan, hanya sekedar untuk mencairkan suasana yang kaku.


"Yes, Merauke."


Jawab Richi ringkas.


Sayang sekali kenapa justru aku ketemu gadis bule cantik?


Richi sama sekali tak mengharapkan seorang gadis bule di kehidupannya.


Makanya ia tak mendapatkan seorang pun gadis saat sekolah di luar negeri.


Tapi gadis bule ini kenapa sangat menawan dan membuatnya berdebar.


Apakah arti semua ini? bertahun-tahun ia tak tertarik sama sekali, dengan gadis-gadis


bule. Tetapi yang satu ini. Kenapa dan Mengapa?


Richi tiba-tiba merasakan hal yang berbeda dengan gadis itu. Rambut gadis di sebelahnya


hitam, tidak seperti bule lain yang tentu saja pirang, kepirangan atau sedikit pirang. Gadis


ini benar-benar memiliki rambut hitam yang legam. Ia mengikatnya dengan ikatan yang kendur


agaknya asal mengikat atau  menjepit ala kadarnya. Wajahnya lonjong dengan bibir


memayungi matanya yang cantik. Gadis bule yang cantik.


Entah kenapa Richi ingin terus memperhatikan gadis itu. Kenapa dia berbeda?


Apakah kebahagiannya telah datang? gadis di sebelahnya mempesona dirinya, seperti


yang ia rasakan pada Mardo namun ini lebih besar.


Laura Benny Taylor, Kekasih Richi Bramantyo



Richi lantas tak bisa mengendalikan dirinya, ia mengulurkan tangannya untuk berkenalan, " Excuse me Miss


"Iam so sorry, iam impressed with you. let me know your name?"


Gadis bule cantik itu menoleh, ia menatap laki-laki di sebelahnya. Sangat manis dan tampan.


"Oh, Iam Laura Taylor! call Laura, thank you."


Gadis itu menyambut uluran tangan Richi.  Putih dan lembut sekali jemarinya. Richi menggenggam


erat jemari itu.


"Kamu bisa bahasa Indonesia?"


Richi menoleh dan menyambar wajah yang tak bosan di pandang.


"Sedikit."


"Iam, jarang ke Indonesia,"


Dia pelan-pelan jika menggunakan bahasa Indonesia.


Laura bilang, ibunya orang Indonesia. Sedangkan Ayahnya warga Amerika. Mereka


selama ini tinggal di California.

__ADS_1


Oh, pantas kulitnya putih cantik, tidak ada totol-totol kemerahannya. Terjawab sudah


kenapa rambutnya hitam legam.


Setiap tiga atau empat tahun, keluarganya pulang ke Indonesia. Dan menghabiskan waktu


dengan jalan-jalan ke berbagai kota. Kali ini Laura bilang ia dan keluarganya ke Merauke.


Katanya ia dengar  Merauke itu banyak pulau serta pantai yang fantastik. Ia ingin menikmati sunrise dan


juga sunset.


Richi membenarkannya, dia menawarkan diri untuk memandu mereka jika mau. Juga mengajak


menginap di hotel milik keluarga mereka. Tetapi Richi tak bilang itu adalah hotel miliknya. Ia hanya


memberi tahu nama dan alamatnya saja. Gadis cantik itu terlihat senang.


"Aku akan memberi tahu mom and Dad."


Gadis itu menyimpan nama hotel dan alamatnya. Richi bilang, hotel itu sedang memberikan


diskon lima puluh persen selama bulan berjalan itu.


"Wau! benarkah?"


Richi tersenyum, karena itu dia juga akan menginap di hotel itu. Kalau mau Laura dan keluarganya


boleh ikut dengan mobil jemputan yang telah ia pesan.


Lagi gadis cantik itu tersenyum lebar, Ia nanti akan memberitahu info itu pada orang tuanya.


Richi menjadi bersemangat, menceritakan tentang kota Merauke. Dan gadis itu mendengarkan


sembari tersenyum.


Papi mencolek lengan Mami, "Mi, lihat Richi sedang bercakap-cakap dengan gadis cantik."


Mami menolehi anaknya yang berada di sebrang. Richi tampak semangat sekali berbincang


dengan gadis di sebelahnya. Mami juga melihat gadis muda tinggi langsing dan cantik yang


penuh perhatian mendengarkan apa yang dikatakan Richi. Bibir Mami tersenyum. Ia langsung


menyukai gadis cantik dan terlihat polos itu. "Siapa ya gadis itu, cantik sekali !"


"Mereka terlihat serasi sekali, gadis itu cantik dan ramah ya Pi."


Jadilah pak Bramantyo dan istrinya sebentar-bentar melihat ke arah Richi dan gadis itu.


Sekali Richi saling pandang dengan Papi, dan pak Bramantyo tersenyum serta mengedipkan


matanya. Richi ikutan mengedipkan mata. Ternyata Laura melihat mata Richi yang tengah


memandang pada Papi, gadis itu mengikuti pandangan Richi, dan bertemu tatap dengan


Papi dan Mami Richi. Gadis itu serta merta tersenyum, sangat cantik dan manis.


"Oh, mereka orang tuaku."


Kata Richi tersipu. Richi semakin tampan dengan wajahnya yang cute.


"Hello Uncle and aunti!"


Laura menyalami kedua orang tua Richi.


"Senang bertemu denganmu, hello."


Selebihnya, terdengar pemberitahuan untuk bersiap dan memasang sabuk karena  bandara


Mopah Merauke telah sampai. Laura menoleh ke belakang melihat pada orang tuanya dan


saudara laki-lakinya. Mereka saling tersenyum.


Terima kasih sudah membaca dan memberi dukungan pada Pria Idola


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2