Pria Idola, Jangan Pernah Meninggalkan Jejak dengan Menyakiti Hati Seorang Perempuan

Pria Idola, Jangan Pernah Meninggalkan Jejak dengan Menyakiti Hati Seorang Perempuan
Episode 190. Sang Pemilik


__ADS_3

Rakasiwi mengurus tiketnya kemudian memutuskan mampir ke cafe Pria Idola terbaru. Kali ini ia menyuruh


manager mengundang karyawannya yang bertugas sebagai ujung tombak. Mereka adalah yang langsung


berhadapan dengan pelanggan. Ia ingin bicara dan mengucapkan terima kasih atas kerja optimal ujung tombak usaha cafenya.


"Ok, segera saya siapkan mereka pak."


Adi Wiguna sang manager cafe Pria Idola, mulai keluar dari ruangan kantornya dan menuju ke bagian


pelayanan. Ia menunjuk itu, itu dan telunjuknya juga tertuju pada Elsa.


"Yang saya tunjuk ikut saya ke ruang meeting."


Elsa yang memang sedang duduk-duduk dan menunggu sedikit heran. Ada apa ya ia dan beberapa temannya disuruh ke ruangan meeting. Apakah ada yang salah? Tetapi gadis itu turut berdiri dan beranjak ke lantai atas bersama teman-teman yang telah di tunjuk.


"Yang lain tunggu giliran ya."


"Ada apa sih Pak Adi?"


Tanya para karyawan yang disahuti dengan senyum


"Owner datang!"


Begitu saja katanya dan bergegas naik ke lantai atas mempersiapkan sambutan untuk pemilik Cafe Idola.


"Oh, owner datang."


pegawai yang kebanyakkan masih gadis ting-ting itu berdebar-debar. Elsa juga, ia belum pernah sekali pun


bertemu dan tidak tau pemilik tempat dia bekerja. Ada yang bilang dia seorang pria muda yang tampan dan


smart. Gadis itu mengigit bibirnya. Kenapa ia gelisah ya.


Elsa gadis berkulit sawo matang itu membuka tasnya dan mengeluarkan benda bulat dan membukanya. Ternyata


bedak padat, ia bercermin mengintip riasan wajahnya. Masih sempurna seperti saat dia menggunakannya tadi pagi.


Belum lagi luntur oleh keringat dan kelelahan. Ia menggigit bibir bawahnya. Kenapa ia berharap menjadi seseorang


yang menarik perhatian owner?


Gadis itu mendengar bahwa pemilik cafe itu seorang lajang. Ia tak pernah terlihat bersama seorang gadis. Elsa tersenyum simpul. Ia telah lama menunggu seseorang yang menawan hatinya. Bukan tak ada pria yang menyukainya. Bahkan banyak, tetapi sejauh ini ia belum menemukan yang cocok. Ia punya impian seperti  putri Cinderella yang ditemukan oleh pangeran.


Pintu terbuka dan semua menatap kesana. Pak  Adi yang membukakan pintu ruangan tersebut untuk pria muda


yang memasuki ruangan tersebut. Elsa seperti terkucur  air es. Pria itu menurutnya sangat tampan, berkharisma dan juga lembut. Ia mengembangkan senyum dan  mengucapkan salam kepada semuanya. Semua terkesima


melihat sosok laki-laki muda itu. Pakaiannya rapi, dan pembawaannya tenang dan cool.


"Selama pagi semua, apa kabar?"

__ADS_1


Ia duduk di ujung meja di dampingi pak manager.


"Sudah tau kenapa saya ajak meeting pagi ini?"


Semua pramusaji tersipu-sipu, ditanya dan ditatap oleh laki-laki muda yang tampan dan smart. Mereka


saling pandang, ada juga yang nyelutuk pelan, "Naik gaji kali ya pak he he he."


Rakasiwi yang mendengarnya tersenyum.


"Aamiin, benar sekali, naik gaji hemm."


Adi guna ikut tersenyum menatap pada gadis-gadis karyawan yang duduk saling berhadapan di meja besar.


"Horeee!!!"


Gadis-gadis itu saling berjabatan tangan merasa tenang.


"Tetapi sebelumnya saya ingin mengucapkan sepatah dua patah kata. Ya, Saya senang sekali melihat


perkembangan yang terjadi.  Cafe pria idola menjadi salah satu tujuan untuk bersantai sambil menikmati


kopi serta makanan yang lezat. Tetapi saya tau salah satu dari keinginan mereka untuk kembali dan memilih cafe Pria Idola adalah karena pelayanan pramusajinya yang ramah, perhatian serta sopan. Jadi saya sangat berterima


kasih kepada kalian yang telah menjadi ujung tombak cafe Pria Idola."


"Tepuk tangan dong!"


Rakasiwi menyampaikan sekiranya apa yang menyenangkan bagi pelanggan. Mempercepat pesanan. Jika pesanan sedang dalam pembuatan. Pramusaji wajib meletakkan beberapa makanan kecil untuk bisa dinikmati


sebelum makanan yang di pesan datang. Minuman juga menjadi sebuah hal yang perlu didahulukan, sebab pengunjung biasanya datang setelah melakukan perjalanan, atau berbelanja. Sapaan ramah serta hidangan minuman gratis perlu di berikan.


Dan masih banyak lagi yang ia katakan kepada gadis-gadis pramusaji.  Penuturannya lugas namun terasa enak sekali di dengar, tidak membuat bosan malah membuat gadis-gadis betah dan menanggapi perkataan sang pemilik.


"Hanya itu saja sih yang perlu saya sampaikan, baiklah saya akan mentraktir kalian makan siang dan minumannya, selama ini kalian telah lelah melayani pelanggan, jadi saya dan manager yang akan melayani kalian ok! tapi jangan rewel ya!"


Semua tertawa oleh sang pemilik yang menyelingi kata-katanya dengan bercanda,


Tak lama pintu terbuka dan hidangan datang. Rakasiwi dan Adi lalu dipasangkan celemek. Selanjutnya dua orang itu mulai melayani para pramusaji. Keduanya membagikan piring. Menata masakkkan lauk-pauk  diatas meja.


Menuangkan minuman.  Lalu mengucapkan selamat menikmati.


Elsa sangat terkesan dengan sang pemilik. Beberapa kali ia mencuri pandang dan memperhatikan sikap ramah sekaligus coolnya. Ia tak tenang saat menikmati makanan yang dihidangkan. Sementara teman-temannya


bergembira dan bersyukur oleh perhatian sang pemilik.


Diakhir meeting tak lupa Rakasiwi mengabarkan bahwa mereka akan naik gajian mulai bulan depan, disambut


riuh dan ucapan terima kasih.


"Makasih pak, rencana beli motor akhirnya tercapai juga."

__ADS_1


Gadis-gadis itu yang kesenangan juga meminta foto bersama dengan sang pemilik yang baik hati dan


tampan, enak sekali dilihatnya dan tak membosankan. Elsa pun tak membuang kesempatan, ia minta


temannya agar membuat fotonya berdua dengan sang pemilik. Setelah itu Elsa menyalami Rakasiwi. Ia menatapi laki-laki muda itu dengan sorot mata penuh arti.


"Pak, saya Elsa. Terima kasih atas perhatiannya ya pak."


"Hemmm, saya juga mengucapkan terima kasih pada kerjasama yang baik ini, ok."


Rasanya Elsa betah berlama-lama bersama di ruang meeting tersebut. Tetapi acara telah berakhir. Rakasiwi juga


masih harus bicara dengan yang lain.  Saat menunggu sesi berikutnya Rakasiwi memeriksa handphonenya


dan terlihat Prita membalas pesannya.


"Iya calmanku, aku menunggu dengan tak sabar."


Rakasiwi tersenyum, "Besok aku berangkat pagi-pagi sekali, tunggu aku di stasiun ya puspitaku."


Dan langsung di balas, "Siap calmanku, hati-hati di jalan ya, jangan melirik gadis-gadis he he he."


"Buat apa, aku sudah punya puspitaku kok."


"Terima kasih calman, sampai ketemu besok ya."


Sesaat keduanya saling membalas pesan, hingga  Adi datang bersama pramusaji  yang lain. Rakasiwi meletakkan


handphonenya dan mulai memberikan sepatah dua patah kata. Dan berakhir dengan makan siang bersama.


Setelah selesai Rakasiwi pamit. Adi Wiguna mengantarnya hingga kenderaan Rakasiwi  menghilang.


 


Elsa beranjak ke luar. Ia menatap kepergian Rakasiwi dengan sebuah sedan mewah. Oh! dia begitu


mengesankan. Hatiku berdebar. Bisakah kita bertemu lagi? Elsa bahkan turun ke bawah dan mengikuti


bayangan kenderaan yang dinaiki Rakasiwi. Ia berdiri di pinggir jalan. Menatap dengan pandangan sedih.


Sekaligus harapan akan pertemuan berikutnya.


 


 


 


 


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2