Water Teapot

Water Teapot
Pecat


__ADS_3

Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻


jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️


•••


"STRONZO...!!!" maki Adipati sambil menarik kerah baju belakang Radi dengan keras sampai badan Radi terjengkang kebelakang.


Radi yang masih diliputi perasaan bahagia karena berhasil mencium Taca terlihat kelabakkan.


Adipati yang murka karena melihat tunangannya dicium oleh Radi langsung menghajar Radi. Pukulan bertubi-tubi mengenai wajah, dada dan perut Radi.


"PAK ADIPATI, STOPPP PAK..."


"PAK ADIPATI..."


Orang-orang langsung berteriak melihat tindakan Adipati. Kebingungan antara mau memisahkan Pak Adipati atau menolong Taca terlebih dahulu.


"Are you f*ck*ng kidding me...!! Why you kiss my fiance, you bastard...!?" Teriak Adipati kemarahannya benar-benar tidak bisa dibendung Adipati sudah gelap mata, Adipati mengunci tubuh Radi dengan kedua kakinya, tangannya dengan leluasa memukuli Radi habis-habisan.


"STOP..." teriak Radi, dia kewalahan karena di pukuli secara bertubi-tubi oleh Adipati.


Semua orang disana kaget dengan tindakan Adipati yang spontan, Adipati benar-benar menerjang Radi sesaat pintu lift terbuka.


"PAK ADIPATI SABAR..."


"ASTAGA PAK ADIPATI SABARRR..."


"PANGGIL PAK JUAN, SIAPAPUN PANGGIL PAK JUAN...!"


"OKSIGEN..OKSIGEN BU TACA BUTUH OKSIGEN...!"


"BAWA BU TACA KELUAR, CEPAT..!!"


"PISAHKAN PAK ADIPATI, SIAPAPUN TOLONG..."


Beberapa orang berusaha untuk memisahkan Adipati, 3 orang menarik Adipati agar berdiri, tapi Adipati tidak bergeming entah kenapa badan Adipati mengeras, seperti terpatri di lantai.


Beberapa orang berusaha langsung membopong Taca yang masih pingsan, membawanya keluar untuk memberikan oksigen.


Keadaan benar-benar chaos, teriakan orang-orang memenuhi lift, pukulan Adipati makin bringas dan buas, kata-kata kasar keluar terus menerus dari mulut Adipati mulai dari bahasa indonesia, Inggris, dan Italia, Adipati benar-benar kehilangan akal.


"DAMN...!! DI LO MAU BUNUH ANAK ORANG...!!" teriak Juan yang baru datang kemudian melihat Adipati sedang memukuli Radi dengan beringas.


Juan dengan sekali tarik mampu menarik Adipati berdiri, dibantu beberapa orang Adipati ditarik kebelakang. Adipati yang masih murka langsung menendang tubuh Radi berkali-kali, demi apapun dia tidak peduli walaupun Radi mati sekalipun, laki-laki yang sudah menyentuh wanitanya harus mati...!!!


"Ayang liat Radi, bawa Radi ke rumah sakit. Kalian bawa Taca ke rumah sakit. Dan kamu ikut aku kekantor..!!" perintah Juan sambil menunjuk Adipati.


Dengan cepat Iis mendekati Radi, Iis hanya menutup mulutnya kaget melihat wajah Radi yang babak belur, Adipati benar-benar murka.


"Rad... Radi..." panggil Iis pada Radi.


"Hmm" jawab Radi sambil berusaha duduk tapi demi apapun badannya sakit bukan main. Iis dengan sigap membantu Radi duduk, dibantu beberapa orang Iis memapah Radi berjalan ke arah mobil milik Iis.


Dengan cepat Iis membawa Radi ke rumah sakit berdoa semoga luka Radi tidak parah.


Dilain pihak, Taca yang masih pingsan kekurangan oksigen langsung di angkut oleh Ambulance.

__ADS_1


•••


"Loe gila ? Itu anak orang ADIPATI...!" maki Juan sambil menggebrak meja.


Adipati yang baru keluar dari kamar mandi setelan mencuci mukanya dan mencuci tangannya.


"Dia berani nyium Taca, keparat itu nyium TACA....!!!!" bentak Adipati sambil melemparkan handuk berisikan es batu ke lantai.


Juan diam mendengarkan penjelasan Adipati, jujur dia akan melakukan tindakan yang sama dengan Adipati bila melihat Iis dicium lelaki lain, mungkin lelaki itu akan tinggal nama.


"Mungkin dia ngasih napas buatan," Juan mencoba berpikir positif.


"Ngasih napas buatan semprulmu, si keparat itu gigit bibir bawah Taca, tangannya nangkring di dada Taca. Harusnya kamu biarin aku, Juan....!?" bentak Adipati sambil menedang meja didepannya hingga bergeser nyaris terbalik.


Juan kaget mendengar penjelasan Adipati, sekarang dia mengerti mengapa Adipati benar-benar ngamuk.


"PECAT RADIAN HASTA...!" perintah Adipati sambil menatap Juan.


"Tapi..."


"Aku ngak peduli berapapun kerugian perusahaan, aku bakal beli saham 10 persennya....!"


"Oke fine.."


"Bisa hilang akal gue, Ju kalau tetap liat muka Radi diperusahaan ini lagi....!! DAMN...!" jerit Adipati sambil mengambil handphonenya.


Saat melihat layar handphonenya Adipati terdiam melihat photo Taca yang mengenakan baju kuning, seperti terkena petir Adipati baru ingat Taca yang pingsan.


"Astaga, Juan. Taca 'kan pingsan, kemana dia udah ada yang nolongin ?" tanya Adipati panik karena dari tadi dia lupa dengan keadaan Taca.


Juan hanya bisa menepuk dahinya, sahabatnya ini benar-benar membuat kepalanya pusing. "Dari tadi ngak inget sama tunangan sendiri ? Astaga Adipati...!"


"Hadeuhhhh.... Taca udah dibawa ambulance ke rumah sakit, mau kesana ? Kalau mau ayo bareng, sekalian aku mau liat Iis yang nganterin Radi kerumah sakit," ujar Juan sambil mengambil kunci mobilnya.


•••


"Bu Iis maaf ini Pak Radi kenapa yah,, dari tampang dan cara berpakaiannya keliatannya bukan copet, bukan maling, dan ngak mungkin juga dia tukang nyuri kotak infaq mesjid 'kan," ujar Dokter Tria kebingungan melihat kondisi Radi.


"Hah... bukan, Dok. Emang kenapa ?" tanya Iis bingung.


"Masalahnya luka-luka Pak Radi seperti orang yang digebukin massa, apa Pak Radi tadi abis ngejambret trus ketauan ?" tanya Dokter Tria lagi.


"Ngaco.. ngak Pak, emang tadi Radi berantem sama seseorang. Jadi yah babak belur gini, tapi ngak papa 'kan, Dok ?" tanya Iis.


"Memar-memar ditubuhnya lumayan parah dan ada sedikit pergeseran di tangannya, tapi semuanya bisa diatasi," ujar Dokter Tria sambil menulis sesuatu di kertas.


"Baiklah, Dok. Apa harus di rawat ?" tanya Iis.


"Iya, Bu. Langsung dirawat saja. Tapi... beneran Bapak Radi ini ngak digebukin gara-gara nyuri kotak amal mesjid kan ?" Dokter Tria benar-benar penasaran kenapa Radi bisa babak belur.


"Astaga Dokter...!! Ngak, Radi bukan maling, Dok...!" ujar Iis geram sambil mencengkram Tas fossil miliknya.


"Oh oke..."


•••


"Ayang..."

__ADS_1


Iis yang baru keluar dari bagian administrasi langsung tersenyum menatap Juan, ntah dengan cara apa Juan selalu menemukan dirinya kapanpun dan dimanapun.


"Juan.. mana Adipati ?"


"Adipati, lagi di kamar Taca, Taca diminta untuk dirawat sehari oleh dokter, gimana Radi." tanya Juan sambil mencium pucuk kepala Iis.


"Radi harus dirawat, beberapa tulang ditangannya bergeser. Tapi parahnya dokter nyangkanya dia di gebukin warga gara-gara nyuri kotak amal, Ju.." jawab Iis polos sambil mengandeng tangan Juan.


"Hahahahhaa...."


"Kata dokternya luka-luka Radi mirip sama orang yang habis digebukin warga, Ju."


Juan tertawa makin keras membuat beberapa orang melihat kearah mereka sekilas lalu pergi meninggalkan mereka berdua.


"Juan malu... astaga kamu tuh," ujar Iis sambil menutup mulut Juan dengan kedua tangannya.


Juan dengan cepat memegang tangan Iis kemudian menciumi tangan Iis, lalu menggenggam tangan kanan Iis sambil memasukkan tangannya kedalam saku jasnya.


"Yuk, kita liat Taca, katanya udah sadar."


Muka Iis memerah, ini yang membuat Iis mencintai Juan, romantisnya Juan benar-benar manis, sampai-sampai rasanya Iis rela menempel terus-terusan pada Juan, menempel selengket permen karet.


"Ju..."


"Hmmm..."


"Love you..." cicit Iis malu-malu.


Juan menghentikan langkahnya kemudian melirik Iis yang sedang melihat sepatunya sambil tersenyum malu-malu.


'ARGHHHHH IIS KENAPA KAMU IMUT GINI ...!' batin Juan gemas.


Juan melirik kanan dan kiri entah mengapa semesta seperti berpihak pada mereka berdua, tidak ada satupun manusia dilorong tersebut kosong sepi. Juan langsung mengangkat dagu Iis membuat Juan bisa menatap manik mata Iis.


"Love you more, sayang..." ujar Juan sambil mencium bibir Iis lembut.


•••


Di bab 100 ini kaka gallon ingin mengucapkan banyak terima kasih pada pembaca baru atau lama, terima kasih sebanyak-banyaknya mau membaca karya pertama kaka Gallon. Awal bikin ngak nyangka ada yang mau baca...


Awal nulis cuman ingin mengurangi stress aja, eh tapi keterusan, dan ketemu banyak banget temen-temen penulis dan pembaca yang astafirullah baiknya ngak bisa kaka gallon ungkapkan dengan kata-kata.


Makasih banyak udah mau baca sampai bab 100 maaf kalau tulisan kaka gallon masih acak-acakkan apalagi penempatan tanda baca yang ancur-ancuran. Tapi kaka gallon belajar dikit-dikit.


Doakan novel ini bisa sampai bab 200 tanpa membuat para pembaca bosan, makin bikin penasaran. Kalau ada yang tanya bakal ada tokoh baru atau ngak ? Jawabannya ngak...


nah buat merayakannya kaka Gallon mau buat Q AND A silahkan tulis pertanyaannya di komen nanti kaka gallon jawab di bab khusus.


Tanya apapun juga, tapi jangan tanya siapa Kaka gallon yah. Kaka gallon mah cuman remah remah marie regal 🤣🤣


Luv you....


Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...


Add ig author yah storyby_gallon


Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️

__ADS_1


Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...


Salam sayang Gallon


__ADS_2