
Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻
jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️
•••
Adipati yang sedang asik memakan wafflenya sambil menikmati pemandangan Ubud yang hijau dan meminum jus jeruknya, langsung merasakan tepukkan yang sangat keras di punggungnya.
"Ohok...ohok..."
"Pagi, Bro... masih berani lo nunjukim batang hidung lo disini?"tanya Juan sambil menepuk-nepuk punggung Adipati dengan sangat-sangat keras.
"Hai, uhukk Juan..." jawab Adipati sambil berusaha tersenyum.
"Asik yah ngejailin sahabat sendiri? Asik, hah?"tanya Juan sambil tersenyum geram pada Adipati.
"Hahahahaaa.. asik malam pertamanya? Gimana? Berhasil?"goda Adipati, walau dalam hati dia tau kalau dia berhasil merusak malam pertama sahabatnya itu.
Juan tersenyum sambil menahan amarahnya, rasanya dia ingin membenturkan kepala Adipati ke meja makan, ah.. seandainya Juan tidak ingat kalau Kama dan Kalila masih membutuhkan sososk Ayah, pasti Juan sudah melakukannya.
"Berhasil banget, semaleman gue ampe bolak-balik kekamar mandi..!"
"Muahahhahaaaaa.... sorry, Bro, kayanya obat pencaharnya kebanyakan. Tapi, sekarang udah ngak 'kan? Masalahnya ngak lucu di pesawat lo bolak balik ke WC terus-terusan, hahahaaaa..."tawa Adipati benar-benar meledak, dia benar-benar menikmati keberhasilannya membuat Juan tidak jadi melakukan malam pertamanya.
"Awas aja lo, Di. Tunggu aja pembalesan gue, beneran lo tuh yah, ah udahlah. Kalau bukan sahabat rasa sodara udah gue...!!!"Juan menirukan gerakkan mencekik orang di depan Adipati kesal.
"Hahahhaaaa...."
"Ada apa nih, happy banget kayanya yang baru nikah,"ujar Dimas yang tiba-tiba duduk disamping Juan.
"Wah, saking happynya, Dim. Kamar mandi dijadiin tempat transfusi darah putih,"olok Adipati sambil menahan tawanya.
"Wow, liar yah..." ujar Dimas sambil mengambil gula di meja.
"Iya liar kaya kuda..!"desis Juan kesal sambil menatap Adipati.
"Hahahhaaa...."Adipati tertawa keras, entah kenapa ada rasa puas di hatinya saat mengetahui kelakuannya mampu mengacaukan malam pertama Juan.
Dimas hanya bisa tersenyum simpul melihat kebahagian Juan dan Adipati. Astaga bahagia bener Abang-abangnya ini.
"Kenapa?"tanya Juan saat sadar kalau air muka Dimas keruh.
"Bang, Abang dulu deketin Iis gimana caranya?"tanya Dimas penasaran, karena roll model untuk mendapatkan hati Yaraa adalah Juan.
"Dapetin Iis?" Juan berpikir bagaimana cara mendapatkan Iis. Masalah Juan ngak ada proses pendekatan yang bertele-tele. Dia bilang suka 3 kali. Kasih kejutan-kejutan kecil, selalu ada saat Iis butuh. Tiba-tiba Iis bilang iya. Sesimple itu, malah lebih susah ngajak Iis nikah. Terima kasih Kokom Hollykom kau membuat perjalan cinta Juan dan Iis berwarna.
"Iya gimana caranya, aku lagi deketin Yaraa. Susah banget, astaga susahnya tuh banget...!!" ujar Dimas kesal sambil menatap layar handphonennya.
Adipati tersenyum, "Mau cara aku dapetin Taca?" tanya Adipati pada Dimas yang langsung dijawab anggukan oleh Dimas.
"Bawa ke club, kasih obat perangsang terus..."
"Dia baru 18 tahun, Adipati...!!!!" teriak Dimas frustasi.
"Ups... my bad...!! Jangan pake cara itu, yang ada bukannya nikah, malah masuk bui, hahahaaa..." kekeh Adipati.
"Ya kamu deketin aja, lo kaya kagak pernah pacaran aja,"ledek Juan kesal. Seingatnya si semprul ini punya segudang mantan pacar.
"Masalahnya aku ngak pernah pacaran sama anak umur 18 tahun..!!!"pekik Dimas frustasi.
"Ya udah tunguin dia 25 tahun baru pacarin,"ujar Adipati santai sambil mengambil rotinya, "Juan Iis kan beda 13 tahun. Iis 26 tahun, terus Juan 39 tahun."
"Tapi aku ngak mau nikah ampe seujur Bang Juan, kasian 'ade' aku bisa karatan...!!!"
__ADS_1
"Hahahaaa.... saking karatannya ampe ngak bisa malem pertama, muahahahaa..."tawa Adipati meloncat keluar membuat Juan langsung menyikut sahabat sialannya ini.
"Hah... Abang ngak jadi malem pertama?" tanya Dimas penasaran.
"Jadi, ngaco aja ini si semprul,"ujar Juan sambil menyikut bahu Adipati untuk menutup mulutnya.
•••
Setelah makan pagi bersama Adipati dan Dimas, Juan bertemu dengan Iis di lift. Iis yang baru dari lobby bertemu Juan didalam lift. Mereka sama-sama mau kembali kekamar.
"Mas,"panggil Iis sambil menatap suaminya yang sudah berdiri didepannya.
"Kamu udah siap-siap?"tanya Juan sambil berdiri disamping Iis. Iis yang baru selesai mandi membuat Juan mencium wangi tubuh istrinya.
"Udah, mau aku keluarin kopernya. Kita mau kemana sih?"tanya Iis bingung.
"Kemana yah, Rahasia..."bisik Juan ditelinga Iis.
Bulu roma Iis meremang, Iis benar-benar harus bersabar untuk menikmati indahnya dunia kehalalan bersama Juan. Iis harus Bersabar sampai sakit perut Juan sembuh. Semalaman dia sampai menahan tawanya melihat Juan bolak balik kekamar mandi. Setiap Juan mau menyentuhnya perutnya melilit parah.
"Kalau aku cium kamu disini, kamu bakal kasih tau?"raya Iis sambil mengalungkan tangannya keleher Juan, bersiap untuk mengecup bibir Juan yang penuh.
"Do it..."tantang Juan sambil mendekatkan bibirnya ke bibir Iis.
"Siapa tak..."
Ting...
"Eh...maaf...maaf..."teriak seorang gadis manis yang mengunakan summer drees merah, tampak kontras dengan kulit putihnya.
Iis langsung melepaskan pelukkannya kemudian tersenyum manis pada gadis cantik didepannya.
"Maaf, maaf..."gadis itu langsung masuk kedalam lift dengan terburu-buru, seperti ada yang mengejarnya kesana.
Tiba-tiba terdengat teriakan dari luar lift.
"Bentar...Yaraa tunggu, Yaraa...!!"
Yaraa dengan cepat memencet tombol tutup pintu lift dengan kecepatan cahaya, berharap pintu tertutup dengan cepat.
"Itu kan Dimas,"bisik Iis dikuping Juan. Juan hanya mengangkat bahunya kemudian menatap gadis belia yang tadi kabur dari Dimas.
Juan menilai kecantikan gadis didepannya, cantik, imut dan menarik. Pinter juga Dimas nyari cewe. Andai hatinya belum kepincut Iis, mungkin dia akan mendekati gadis didepannya ini.
"Kamu kenapa kabur dari..."
"Om...om mesum...!!!"teriak Yaraa kesal sambil mengembungkan pipinya.
"Hah..."teriak Juan dan Iis berbarengan.
"Iyah, Om-Om mesum. Aku kan ke Bali gara-gara ada acara nikah kolega Papih aku, eh ketemu Om-om yang dulu hpnya ketuker sama aku. Baik sih, tapi tadi malem dia tiba-tiba nyosor aku, kan aku takut yah, serem...!!!" cerocos Yaraa sambil meremas tas Marhen J miliknya.
Juan dan Iis saling pandangannya, astaga ternyata Dimas serem juga yah.
"Tapi kamu suka sama cowonya?"Pancing Juan.
"Hah... ganteng sih, humoris, baik juga. Tapi...."
"Tapi apa?" tanya Iis penasaran.
"Tapi dia kan Om-Om, masa aku pacaran sama Om-Om. Trus kalau misalnya aku nikah sama dia. Misal aku nikah sama dia yah, ehm... umur aku 25 tahun kan dia 37 tahun nih. Gimana pas malam pertama malah berantakan..."
"Berantakan?"tanya Iis penasaran, karena saat ini dia mempunyai suami berumur 39tahun dan malam pertamanya berantakan karena Juan sakit perut.
__ADS_1
"Iya, misal pas mau malam pertama dia Diare gimana? Terus ternyata dia loyo gimana? Kan dia udah uzur, udah tua. UDAH JOMPO...!!"pekik Yaraa sambil mengacak-ngacak rambutnya panik.
"Diare? Jompo yah..."ujar Iis sambil menantap Juan dan menahan tawanya. Juan yang mengerti tatapan istrinya hanya bisa melihat ketempat lain, sambil memukul-mukul dinding lift.
"Iya, terus nanti kalau dia umur 70 tahun berarti umur aku 57 tahun, terus nanti kalau punya anak, terus jalan-jalan kemall, nanti disangka gendong cucu bukan gendong anak gimana?"Yaraa tiba-tiba panik. Anak baru gede ini tidak sadar kalau kata-katanya membuat Juan geram.
"Hahahaa..."Iis menutup mulutnya mendengar perkataan Yaraa, astaga selama menjalin hubungan dengan Juan, Iis benar-benar tidak memikirkan hal-hal tersebut.
"Diem deh, Yang. Diem..."ujar Juan sambil merangkul Iis gemas.
"Tapi, gimana kalau dicoba dulu, om-omnya mungkin baik,"saran Iis pada gadis muda didepannya.
"Tapi dia Om-Om...!!!"pekik Yaraa frustasi, mau di taro dimana mukanya bila sahabat-sahabatnya tau dia berpacaran dengan om-om.
"Ini juga om-om,"ujar Iis sambil menunjuk Juan yang sedang berusaha untuk tersenyum manis pada Yaraa.
"Hah... masa ?"Yaraa kaget dan tidak percaya dengan perkataan Iis.
"Iya, umur aku 26 tahun, umur dia 39 tahun, om-om 'kan,"ujar Iis sambil mengedipkan sebelah matanya pada Yaraa.
"Ah..."
Ting...
Pintu lift terbuka Juan langsung menarik Iis untuk keluar lift. Tapi, Iis menahan diri kemudian mendekat ke arah Yaraa.
"Ehm... tapi kalau pacaran sama om-om enak,loh.."
"Enak gimana?"tanya Yaraa bingung.
"Pengalamannya banyak, jadi kamu ngak usah mikir, biar mereka yang mikir. Kamu mah pasrah aja,"ujar Iis sambil mengedipkan sebelah matanya.
Yaraa hanya bisa bengong menatap Iis yang sudah berjalan meningalkan dirinya. Pengalamannya banyak? Ngak usah mikir? Apa dicoba aja yah?
"Yaraaa..."
"Om Dimas?"
"Aku mau..."
"Aku mau jadi pacar Om Dimas, aku mau..."jawab Yaraa tiba-tiba.
Dimas kaget mendengar perkataan Yaraa yang tiba-tiba. "Kamu..."
"Iya aku mau,tapi aku mau sekolah dulu, mau kuliah mau kerja, mau..."
"Apapun, terserah. Aku bakal ikutin, Yaraa. Kamu mau sama aku?"tanya Dimas bahagia.
Yaraa menatap Dimas, teringat kata-kata wanita tadi dan perkataannya kalau umurnya 26 tahun dan suaminya 39 tahun. Sepertinya hubungan beda usia tidak terlalu buruk. Dan sebenarnya Yaraa ada sedikit ketertarikan pada Dimas. Baiklah Yaraa coba, kalau ngak cocok bisa putus 'kan.
"Iya, Yaraa mau Om..."
•••
Yeahh Dimas ngak jomblo, klise yah pacarannya. Gampang banget gitu. Tapi biarlah, lah wong Yaraa Dimas mah cuman peran lewat-lewat doang hahahhaaaa....
Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...
Add ig author yah storyby_gallon
Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️
Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...
__ADS_1
Salam sayang Gallon