Water Teapot

Water Teapot
Saling mengenal


__ADS_3

Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻


jangan lupa komen juga yah, please...


Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️


•••


Taca mengerlingkan matanya pada Adipati, kemudian mencium bibir Adipati dengan lembut, sesekali tangan Taca menari di bagian bawah tubuh Adipati.


Adipati tersenyum melihat kelakuan Taca, Adipati mengikat rambut Taca tinggi-tinggi, membuat Adipati dengan bebas mengexplore leher Taca yang jengjang. Seperti singa yang kelaparan Adipati habis-habisa menciumi bibir, leher, dan kedua bukit kembar milik Taca, mengelus apapun yang dapat dielus.


Sesekali terdengar rintihan dan desahan dari mulut Taca, membuat Adipati makin mengila. Dengan sekali hentakan Blouse yang dipake Taca sudah tergeletak dilantai, begitu pula denga rok Taca.


Adipati tersenyum melihat Taca yang sudah menggigit bagian bawah bibirnya, tangan Adipati mengusap wajah, leher, dada dan perut Taca dengan lembut sambil sesekali mengecupi setiap jengkal tubuh Taca.


" I love you, Taca..." ujar Adipati sambil menyatukan tubuh mereka, membuat taca terkesiap dan menutup matanya. Menikmati sensasi yang diberikan oleh Adipati.


•••


Taca tertidur dengan pulas di dada Adipati begitupula Adipati, rasa lelah membuat Adipati dan Taca tertidur tanpa tau waktu.


Kringgg... kringg....


Taca mencoba membuka matanya kemudian mulai mencari handphone siapa yang berbunyi. Diambilnya handphone yang berbunyi dinakas.


"Di, kamu ngapain bikin alarm jam 10 malam ?" tanya Taca bingung sambil mengoyangkan tubuh Adipati.


Adipati yang mengetahui saat ini jam 10 malam langsung terbangun kemudian mengambil handphone ditangan Taca.


"Astaga, Amore aku telat. Tunggu disini yah, aku mau zoom meeting dulu. Jangan kemana-mana."


Adipati terlihat kebingungan, dengan cepat dia mengambil kemejanya secara acak dari dalam lemarinya kemudian jas dan dasi, dan hanya mengenakan celana boxer dia berlari menghampiri pintu kamar.


"Di, meeting sama siapa jam segini ? Setan ????" tanya Taca gemas.


"Bukan, Amore. Pierre Omidyar lagi di Silicon Valey. Jadi mau ngak mau, kita meeting beda waktu," Adipati tiba-tiba berjalan kembali kedekat Taca kemudian mencium pucuk kepala Taca dengan lembut.


"Tunggu aku, jangan tidur duluan."


Taca hanya bisa mengangukkan kepalanga melihat Adipati yang berlari pontang panting keluar dari kamar.


Awalnya Taca ingin kembali merebahkan badannya, sampai dia melihat sesuatu yang menarik perhatiannya dibalik baju-baju Adipati. Dengan cepat Taca mendekatinya.


Album


Taca mengambil album tersebut kemudian membuka photo-photo dialbum itu, melihat photo-photo Adipati saat kecil. Tawa Taca keluar dari bibirnya saat melihat photo-photo dialbum tersebut.


Taca melihat photo-photo Adipati bersama kedua orang tuanya, neneknya, kakeknya dan seluruh keluarganya.


Tanpa sadar Taca mengusap photo anak kecil bermata biru yang menatapnya dengan tatapan nakal, lembut dan jenaka. Tatapan khas milik Adipati.


Taca terus membolak balik album-album milik Adipati, sambil sesekali tertawa melihat wajah Adipati yang makin berumur makin tampak tampan.


"Amore, what are you doing ?" tanya Adipati bingung melihat Taca sedang duduk dilantai dan tertawa-tawa.


(Amore, apa yang sedang kamu lakukan ?)


"Ini Di, waktu kecil kamu lucu yah, cute."


"Aduh.. Taca kenapa kamu bisa dapet album photo aib ini ?"tanya Adipati sambil berusaha merebut album photo tersebut dari tangan Taca, namun tidak berhasil karena Taca dengan sigap mengamankannya.


"Ihhh ini lucu tau, cute..!" ujar Taca sambil mengecup mulut Adipati.


Adipati menyerah dan mengijinkan Taca membuka semua album photo miliknya, Adipati langsung duduk dibelakang Taca kemudian memeluk Taca dari belakang.

__ADS_1


"Di, buka jas kamu gerah liatnya."


Adipati membuka jas dan kemejanya membuat dirinya hanya mengenakan celana boxernya saja.


"Ini kamu ? Kok tengil banget yah, minta aku makan tau," ujar Taca sambil menunjukkan salah satu photo Adipati yang menurut Taca paling tengil.


"Iya, itu aku pas di Viterbo, kota kelahiran Papa. 2 jam dari Roma, ini Nonno dan ini Nonna," ujar Adipati sambil menunjuk kakek dan neneknya.


"Nonno Nonna ?"


"Kakek, Nenek. Mereka Ayah dan Ibu Papa. Mereka masih ada di Viterbo."


"Oh... kapan terakhir kamu kesana ?" tanya Taca penasaran.


"Hmmm sekitar 10 tahun yang lalu. Kenapa kamu mau kesana ?"


"Emang boleh ?"


"Boleh nanti kita honeymoon kesana yah, gimana ?" tanya Adipati sambil mengecupi bahu Taca.


Taca tersenyum sambil membereskan album photo dihadapannya. "Di makanan kesukaan kamu apa ?"


"Kamu..."


"Hah ??? Emang aku ayam goreng apa, ngaco kamu tuh."


"Kamu ngak digoreng juga aku suka, Amore," ujar Adipati sambil memeluk Taca.


"Di... makanan kesukaan kamu apa ?" tanya Taca lagi, penasaran.


"Nasi goreng tanpa kecap..."


"Eh... kok sama kaya Abah ?" potong Taca sambil menatap wajah Adipati.


"Oh, yah... kamu bisa bikinnya ?"


"Ngapain, kamu suka makan sushi, warna kesukaan kamu jingga, kamu lahir tanggal 14 februari, ukuran baju kamu M, mau sekalian nomer BPJS kamu, Amore ?" tanya Adipati sambil mencium leher Taca.


"Hah.... kok kamu bisa tau ?"


"Aku suruh Juan cari info kamu, kamu sangka kenapa tiap makan malam kita selalu makan di restoran yang punya pemandangan lembayung ?"


"Karena kamu tau aku suka warna jingga, dan lembayung warnanya jingga ?" tanya Taca sambil mengusap paha Adipati.


"Iyah Amore," Adipati menciumi leher Taca sambil sesekali mengigit leher Taca.


"Hahahaa... Di kadang aku ngerasa beruntung banget punya pacar kaya kamu, walau kamu mantan bangsul hahahahaa..."


"Coba tanya warna kesukaan aku apa ?"


"Ngak perlu, kamu suka warna biru dongker, kamu suka nulis puisi, kamu lahir tanggal 26 Januari, tinggi kamu 190cm, dan yang terpenting kamu suka aku..." ujar Taca sambil menunjuk kedua pipinya mengunakan jari telunjuknya.


"Hahahahhahaa... hei tau dari mana kamu aku suka nulis puisi ?" tanya Adipati heran, hanya beberapa orang yang tau kebiasaannya menulis puisi.


"Aku sering liat coretan-coretan puisi di meja kerja kamu, Di. "


Adipati mengusap paha Taca sambil sesekali mengecup bibir Taca mengesap manisnya bibir Taca.


"Di..."


Adipati tersenyum, kemudian mengangkat badan Taca ala Bridal Style, dan membaringkannya di kasur.


"Kamu ngak ngantuk ?" tanya Adipati dan langsung dijawab gelengan oleh Taca.


Senyuman Adipati langsung berkembang di wajah Adipati.

__ADS_1


Mereka pun menikmati malam, merengkuh kenikmatan duniawi sekali lagi.


•••


Taca menguap berkali-kali, tadi malam dia kurang tidur, Adipati menggempurnya habis-habisan, membuat Taca hanya bisa tidur selama 2 jam sebelum alarmnya berbunyi.


Adipati sudah bilang untuk tidak usah kekantor, setelah melihat Taca yang kelelahan. Tapi, Taca menolak dia sadar kalau pekerjaannya sangat banyak.


"Ta... lo kenapa kaya yang capek banget." tanya Kania sambil memberikan teh hangat pada Taca.


"Iyah, gue ngak bisa tidur tadi malam, Ka." dusta Taca, ngak mungkin juga dia jawab gue digempur abis-abisan sama Adipati.


"Hahahahaa... emang ngak dikelonin Pak Adipati ?" canda Kania.


'Karena dikelonin sama Bapak Adipati Berutti Yang Terhormat makanya gue kagak bisa tidur,' batin Taca.


"Ngaco kamu.."


"Ta, tau ngak ? Itu Jules sama kawan-kawannya bakal bikin sesuatu deh. Karena gosip makin heboh ngak jelas."


"Heboh gimana ?" tanya Taca penasaran.


"Aduh, makin parah lah. Ada yang bilang kamu pake susuk, ada yang bilang kamu melet Adipati. Bahkan ada yang bilang kamu tuh ngejebak Adipati."


"Hihhh..." Taca meringis mendengarkan perkataan Kania. Parah bener gosipnya, dibiarin kok malah makin aneh-aneh deh.


"Pokoknya hati-hati aja deh, masalahnya si Jules itu orangnya nekat. Parah pokoknya."


"Keuntungannya apa sih, kalau misalnya gue putus dari Adipati. Keuntungan buat Jules apaan ?"


Kania melihat kekanan dan kekiri, memastikan tidak ada yang menguping pembicaraan mereka berdua. "Jules bikin perjanjian sama Becca."


"Perjanjian apaan ?"


"Kalau lo putus dari Pak Adipati, Becca dapat Pak Adipati. Terus, Jules bakal dapet Pak Juan," bisik Kania sambil meremas tissue dimeja.


"HAH..." jerit Taca keras membuat beberapa orang melihat kearah mereka berdua.


"Husss diem dulu, ini info belum terlalu akurat, masih aku cari kebenarannya." Kania yang dikenal sebagai biang gosip di perusahaan tersebut, belum terlalu yakin dengan info yang didapatkannya.


"Kok bisa, Becca punya kuasa apa atas diri Juan, kok bisa-bisanya dia bikin Juan pacaran sama Jules. Ngak mungkin dong, Juan tiba-tiba mau aja gitu disuruh pacaran sama Jules."


"Bisa, Becca punya kartu AS Pak Juan. Becca tau rahasia Pak Juan, Ta. Jadi dulu tunangan Pak Juan itu sahabat Becca, jadi Becca tau ampir semua rahasia Pak Juan," ujar Kania.


"Yakin lo ??"


"Yakin Ta, 100%" jawab Kania mantap.


Taca langsung memijat kepalanya, astaga serumit ini kisah cinta dirinya dan Iis. Kenapa mereka berdua harus jatuh cinta dengan mantan bangsul.


"Udah ah, aku kekamar mandi dulu, deh" ujar Taca sambil beranjak dari kursi kemudian pergi meninggalkan Kania.


Tanpa Taca sadari ada sepasang mata yang memperhatikan Taca dari jauh. Siapa lagi kalau bukan Jules.


•••


Iyah tau... kesel yah ngak ketemu-ketemu Abah. Ya maaf heheheeee... kaka gallon lagi suka bikin pusing satu kampung masalahnya hahahahaa....


Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...


Add ig author yah storyby_gallon


Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️


Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...

__ADS_1


Salam sayang Gallon


__ADS_2