
Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻
jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️
•••
“Ayang maaf, aku nggak sengaja,” ujar Juan panik sambil mendekati Iis dan mengelus pipi yang Juan tampar tadi, kekagetan Juan tidak berhenti disitu saja, Juan kaget saat melihat dahi kanan Iis yang terluka karena terbentur kursi. Bibir Iis pun terlihat luka karena Iis tanpa sadar mengigit bagian bawah bibirnya.
Iis menatap Juan dengan tatapan penuh kebencian, sudah tidak ada lagi Juan yang menyayanginya di matanya, rasa sakit di pipinya benar-benar menyadarkan dirinya tentang Juan. Apakah ini akhir hubungan rumah tangganya?
“Keluar,” bisik Iis pada Juan.
“Ayang maaf, aku nggak akan keluar, Yang. Maaf aku nggak sengaja,” ujar Juan panik sambil terus mengelus pipi Iis. Air muka Juan benar-benar menunjukkan penyesalan, dia benar-benar menyesal telah menampar Istrinya.
Iis menghela napasnya dan menutup matanya. Gelombang rasa lelah benar-benar menerpa dirinya, capek benar-benar mendera tubuh dan jiwa Iis.
“Kalau Mas nggak mau keluar...” Iis menggantungkan kalimatnya sambil berdiri dan mengambil handphonenya di meja.
“Yang...” Juan benar-benar pasrah dengan apa yang akan dilakukan Iis selanjutnya.
“Biar aku yang keluar,Mas,” ujar Iis sambil melangkahkan kakinya keluar dari dalam kamar hotel dan berjalan kearah lift.
Juan terpaku, entah kenapa kakinya seperti di paku ke lantai kamar hotel. Entah karena merasa bersalah atau karena lelah beradu argumentasi dengan Iis membuat dirinya hanya bisa menatap bagian belakang tubuh istrinya yang meninggalkan kamar hotel. Hari ini masih sore tapi akan sangat-sangat panjang bagi Juan dan Iis.
“Tuhan, salah apa aku. Harus seperti apa aku memohon untuk dimaafkan pada Iis?” tanya Juan sambil mengusap wajahnya dengan kedua tangannya. Menikah dengan Iis membuat Juan sadar Iis tipe wanita yang akan pergi meningalkan dirinya bila sedang bertengkar, bukan karena Iis kabur dari masalah tapi karena Iis ingin menenangkan pikirannya dan kembali untuk menyelesaikan masalah dengan kepala dingin.
Tapi, entah kenapa saat ini Juan merasa Iis pergi bukan karena hal itu, Juan merasa Iis pergi karena Iis sudah muak dengan dirinya, ah... benar ‘kan Iis tidak mau bersama dengan dirinya, lagi-lagi dia ditinggalkan oleh orang yang dicintainya hanya karena dirinya mandul.
Tuhan benar-benar menguji dirinya, dia memiliki segala-galanya yang diidamkan seorang lelaki tapi tuhan mengambil satu hal yang membuat dirinya tidak berguna dalam membangun rumah tangga.
•••
Iis diam didalam lift pandangannya datar dan kosong tubuhnya benar-benar lelah padahal tadi dia sudah tidur lama, tapi tetap saja tubuhnya sangat-sangat lelah.
Tak berapa lama pintu lift terbuka, Iis keluar dari lift dan berjalan pelan keluar lift, dia tidak peduli seandainya Juan mengejarnya atau menangkapnya dia benar-benar sudah tidak peduli. Iis keluar lobby dan merasakan hawa dingin menerpa tubuhnya.
‘Mau kemana?’ batin Iis bingung, iya mau kemana dia? Ke Taca? Nggak mungkin bisa habis Taca dijadikan objek kemarahannya. Ke Citeko? Mau kesiapa? Iis benar-benar sendirian dan luntang lantung tak karu-karuan.
Saat Iis berbelok ke kanan tiba-tiba tubuhnya menabrak seseorang, “Maaf,” ujar Iis pelan tanpa melihat siapa yang ditabrak olehnya.
“Neng....”
Iis mengangkat kepalanya dan mendapati Rozak menatap dirinya dengan tatapan teduh, tatapan yang selalu Iis lihat bila berhadapan dengan Rozak.
“Kang, ngapain kesini?” tanya Iis sambil melangkah mundur beberapa langkah untuk memberikan jarak.
“Akang tadi disuruh jemput Taca sama Adipati, katanya Taca minta jemput, eh pas kesini Tacanya udah nggak ada, katanya Taca udah bisa nyupir sendiri lagi,” ujar Rozak sambil menatap bingung wajah Iis.
“Oh...” Iis ingat tadi dirinya meningalkan Taca sendirian di restoran, mungkin Taca merasa bersalah pada dirinya. Ah sudahlah dia tidak mau ambil pusing, kepalanya hampir meledak mengurusi masalah hidupnya yang tidak jelas ini.
“Neng, muka Neng kenapa?” tanya Rozak yang kaget melihat bagian bibir dan dahi Iis yang terluka.
“Ah, Nggak papa cuman kepleset doang,” jawab Iis sambil berusaha untuk tersenyum.
“Bohong ini kenapa? Kamu dipukul? Siapa yang pukul kamu Neng?” tanya Rozak sambil menyentuh dagu Iis untuk melihat luka Iis dengan lebih jelas.
“Nggak bukan apa-apa Kang, nggak usah panik. Oh... Akang kesini bawa apa?” tanya Iis, entah kenapa dia benar-benar ingin meningalkan hotel itu pergi jauh sejauh-jauhnya.
“Akang bawa mobil Abah,” ujar Rozak sambil menunjukkan mobil Avanza milik Abah yang ada disampingnya.
“Ah, mau kemana sekarang?” tanya Iis.
“Nggak kemana-mana paling pulang ke tempat Riki, emang mah kemana?” tanya Rozak.
__ADS_1
“Anterin Neng mau nggak?” tanya Iis sambil menatap Rozak.
“Kemana?” tanya Rozak.
“Kemana aja terserah, Neng nggak mau disini. Neng mau pergi aja dari sini, yang jauh,” ujar Iis sambil membuka pintu mobil avanza Abah kemudian masuk kedalam mobil.
“Tapi, Juan....”
“Ayo, nggak usah mikirin Juan, ayo cepet,” pinta Iis sambil menutup pintu mobilnya.
Rozak yang kebingungan langsung masuk kedalam mobilnya, saat akan masuk ke mobilnya Rozak melihat Juan yang berlari keluar dari lobby.
“Iis itu ada suami kamu,” ujar Rozak sambil menunjuk Juan.
Iis melihat Juan keluar dari lobby seperti kebingungan, rasanya Iis ingin berlari menjatuhkan dirinya kedada bidang yang selalu merengkuhnya setiap saat. Tapi, tapi hati Iis sakit, pedih dan yang terpenting Iis tidak mau mengeluarkan satu kalimat pun yang bisa menyulut emosi Juan lagi. Iis kapok.
“Biarin aja Kang, Iis nggak mau liat dulu. Udah ayo anterin Iis,” ujar Iis sambil menutup pintu mobil avanza.
Rozak benar-benar bingung, masalahnya Iis detik ini sudah jadi istri Juan, nggak mungkin dia bawa Iis kemana-mana, Rozak bukan pebinor.
Rozak memutar otaknya, Rozak tau yang memukul Iis pasti Juan, Iis bukan wanita yang gampang di aniyaya, dia pasti akan dengan cepat membalas orang yang menganiyaya dirinya.
“Iis tapi, Juan suami kamu,” bujuk Rozak lagi.
“Kang, Iis bener-bener butuh waktu sendiri. Iis nggak mau ketemu Juan. Kalau Akang nggak mau nganter udah mending Iis pergi naek bis aja,” ujar Iis sambil berusaha turun dari mobil.
Rozak langsung terdiam mendengar perkataan Iis. Mana mungkin Rozak menginzinkan Iis jalan-jalan naik bis menggunakan pakaian seperti itu, kaos dan celana pendek ditambah jaket seadanya dan tanpa alas kaki, bisa di culik preman pasar Iis.
“Ya udah,” Rozak pasrah, Rozak langsung menutup pintu mobil dan naik kedalam mobilnya dengan cepat, berharap Juan tidak menyadari dirinya ada disana.
“Mau kemana?” tanya Rozak sambil menyalakan mobilnya.
Iis diam sambil menatap spion samping mobil, Iis melihat Juan yang sedang mengedarkan pandangannya kekanan dan kekiri seperti sedang mencari keberadaan Iis dimana. Tiba-tiba air mata jatuh dari matanya. Sakit ....
“Ah, jalan dulu aja Kang, gimana entar mau kemana-kemanannya mah,” ujar Iis sambil mengusap air matanya dengan punggung tangan kanannya.
Rozak pun menurut dengan cepat Rozak menjalankan mobilnya untuk menembus keramaian kota Jakarta.
•••
Hai semuanya Kaka Gallon mau bikin Giveaway nih.... siap-siap yah.
Giveawaynya sebagai berikut.
Giveaway 1:
• Tanggal 1 Maret 2021 Kaka Gallon mau crazy update dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut.
Kalau Like Bab 318 dan 319 mencapai 800like tiap babnya, Kaka Gallon bakal update 2 chapter tambahan pada tanggal 1 Maret 2021.
Kaka Gallon ingin gitu sekali-sekali ngerasain masuk ke 15 besar Rangking Vote. Jadi kirim Vote kalian yang 1 vocher itu buat novel Water Teapot. balasannya adalah Kaka Gallon bakal Update lagi 2 Chapter tambahan lagi pada tanggal 1 Maret 2021.
__ADS_1
(Iya Vote yang itu, yang tiap senin dikasih. Kasih Kaka Gallon dulu dong buat minggu ini, Please 😘)
Coba-coba Kaka Gallon ingin juga liat comment di Bab 318 dan 319 tuh rame gitu. Kalau commentnya mencapai 80 comment, cust kaka gallon kasih lagi 1 episode tambahan.
Total kalau kalian bisa lakuin 3 hal tersebut. Kaka Gallon bakal Update 7 bab langsung dihari senin 1 Maret 2021...!? (Kapan coba kaka Gallon Update sebanyak itu?)
• Giveaway 2.
Kaka Gallon punya Giveaway lagi hehee...
Giveawaynya dapet tas rajut super cantik untuk 10 orang pemenang. Caranya?
Ayo kasih Point yang banyak buat Kaka Gallon. Biar Novel Kaka Gallon bisa nangkring cantik manis di Rangking Point.
10 orang yang ngasih Rangking Point terbanyak bakal Kaka Gallon kasih 10 Tas rajutan super cantik...
Untuk pemberi point rangking 11 sd 15 bakal mendapatkan pulsa masing-masing sebesar 25k...!?
(Batas pemberian Point sampai Tanggal 15 Maret 2021, pengumuman pemenang Tanggal 20 Maret 2021)
• Giveaway 3
MASIH ADA LAGI? Masih lah, Kaka Gallon kalau kasih Giveaway nggak nanggung. Hihihihihii....
Ayo, komen yang banyak di Bab Kaka Gallon mulai dari tanggal 1 Maret 2021 sd 15 Maret 2021. Nanti Kaka Gallon bakal nyari 3 Komen paling Kocak (Tapi, harus sesuai cerita dan tidak ada hujatan pada Kaka Gallon). Nanti bakal Kaka Gallon kasih hadiah.
- pemenang 1, pulsa 50K
- pemenang 2, pulsa 25k
- pemenang 3, pulsa 10k
Jadi, semangat yah hehehe...
Warning : Untuk yang mengikuti Giveaway Point dan Vote, tolong pastikan aplikasi Manggatoon dan Noveltoon di android kalian sudah di upgrade ke Versi ManggaToon 2.0.0, NovelToon 1.2.6. (HANYA UNTUK PENGGUNA ANDROID BUKAN IPHONE)
Contoh tampilan yang udah di update...
__ADS_1