
Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻
jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️
•••
Sesampainya di bandara Taca hanya bisa celingukkan, dia bingung harus kemana. Dilihat jam ditangannya, masih ada waktu dengan cepat dia berjalan kekamar mandi.
Taca masuk kesalah satu bilik dikamar mandi, menutup pintu kemudian menguncinya, Taca kemudian duduk di closet tanpa tau harus melakukan apa, Taca ingin menangis tapi entah kenapa air matanya seperti susah untuk keluar, mungkin Taca belum menemukan trigger untuk membuatnya menangis. Taca hanya menatap kosong kedepan pintu.
Zzzzrrrtttty Zzzzrtttt....
Taca melihat handphonenya ditangannya. "Adipati..."
Taca diam menatap handphone ditangannya, diam....
Zreeeettttt....zreeeetttt....
Taca diam menatap layar handphonenya, kepalanya sakit. Entah apa yang membuatnya mengangkat teleponnya.
"Ya..."
"Kamu dimana, Amore..." tanya Adipati dengan intonasi suara kelelahan karen berlari.
"Kamar mandi..."
"Kamar mandi dimana, Amore ? Kamar mandi banyak di bandara," ujar Adipati lagi.
"Kamar mandi..."
"Ya udah, kamu udah pesen tiket ?"
"Udah..." jawab Taca singkat.
"Maskapai apa, jam berapa ?" tanya Adipati menahan rasa gemasnya.
"Garuda, jam 1 pagi," jawab Taca singkat.
"Aku tunggu di tiketing Garuda..." ujar Adipati.
"......."
"Amore..."
"Aku ngak mau liat kamu..."
"Ya udah, ngak usah diliat. Pokoknya aku tunggu di sana."
"....."
"Amore..."
"Aku capek..." tiba-tiba Taca terisak.
"Amore... aku juga capek, aku tunggu di sana," ujar Adipati lagi.
"......"
"Amore, inget kata Abah, kamu harus nurut sama aku. Inget.. kamu istri aku sekarang, turutin kemauan aku. Kita ketemu di sana,"
"...."
"Amore, please..."
"....."
"Astaga, jangan sampai aku bilang petugas bandara buat nyari kamu disetiap kamar mandi bandara," ancam Adipati.
__ADS_1
"Iya..."
"Ya uda..."
Klik....
Taca mematikan sambungan teleponnya kemudian berjalan keluar dari bilik kamar mandi dengan tampang lesu. Taca langsung berjalan kearah tiketing Garuda.
Dari jauh Taca sudah melihat suaminya sedang menatapnya dari jauh sambil berkacak pinggang, Taca malas melihat wajah Adipati, masih teringat kata-kata Adipati di kepalanya.
"Yah maaf kalau aku selingkuh, kamu selingkuh duluan masalahnya..."
Taca hanya melihat sepatunya saat berdiri dihadapan Adipati, sambil memainkan tangannya di tali tasnya.
"Amore, pulang yuk..." ujar Adipati sambil memeluk Taca. Taca hanya diam saat dipeluk Adipati.
"Ini mau pulang naik pesawat," ujar Taca pendek.
"Iyah kita ke hotel dulu, besok kita pulangnya," pinta Adipati.
"Ngak usah,"
"Ya udah, kita pulang ke Jakarta," ujar Adipati gemas dengan kelakuan Taca yang hanya menjawab sepatah kata saja. "Mana, tiketnya,"
Taca langsung memberikan handphonennya menunjukkan tiket onlinenya, "Mana Paspor kamu."
Taca memberika paspornya pada Adipati, Adipati mengeluarkan Paspornya juga dari dompetnya, Adipati bersyukur selalu membawa paspornya kemana-mana.
Adipati langsung menarik tangan Taca untuk kebagian tiketing. Adipati berbicara dengan petugas disana, untuk mengupgrade tiket Taca kemudian membeli tiket untuk dirinya juga dan meminta tempat duduk bersebelahan.
Setelah selesai Adipati langsung menarik Taca untuk masuk kedalam bandara, melewati serangkaian pemeriksaan. Kemudian masuk kedalam lounge khusus untuk kelas bisnis untuk beristirahat.
Adipati menyuruh Taca duduk, kemudian mengambilkan Taca camilan dan air teh hangat. Taca terus diam, tidak ada kata yang keluar dari mulutnya sama sekali.
"Minum, kamu udah makan ?"
"Belum..."
"Ngantuk..." ujar Taca tiba-tiba, badannya remuk kelelahan.
"Tidur sini," ujar Adipati menarik badan Taca untuk tidur didadanya, tapi Taca menolaknya.
"Aku tidur disana aja," ujar Taca sambil berdiri kemudian berjalan kearah tempat duduk yang bisa di jadikan tempat untuk tidur.
Taca duduk kemudian mengatur posisinya, badannya capek, kepalanya sakit hatinya oh jangan ditanya PEDIH....!.
Baru 15 menit Taca menutup matanya rasanya kantung kemihnya penuh, dengan cepat Taca terbangun kemudian berjalan kekamar mandi.
"Mau kemana, Amore ?" tanya Adipati ketakutan.
"Pipis."
"Tadi bukannya udah..." tanya Adipati bingung.
"Aku mau pipis.."
"Ya udah aku anter..."
"Ngak usah," ujar Taca lelah.
"Aku anter..."
"Ya udah terserah," ujar Taca pasrah, sakarep suaminya aja.
Taca dan Adipati pun berjalan kekamar mandi, Adipati menunggu di pintu masuk kamar mandi perempuan, sedangkan Taca masuk kedalam kamar mandi. Dikamar mandi Taca menuntaskan keinginannya cepat.
Taca berjalan ke wastafel kemudian mencuci mukanya, sedikit kesegaran Taca dapatkan saat Taca mencuci mukanya.
__ADS_1
"Taca..."
Taca melirik kesamping dan menemukan seseorang yang sudah lama tidak pernah Taca temui, seorang mentor, teman, kaka sahabat. Dosen walinya.
"Kak Tisa..." Taca langsung memeluk Ka Tisa dengan erat. "Kok bisa disini ?"
"Aku ada seminar hypnotherapi se asia, ini baru pulang," ujar Kak Tisa.
"Taca apa kabar ? Gimana kabar kamu ? Udah nikah sama Radi ?" tanya Kak Tisa lagi sambil mengusap punggung mantan mahasiswanya ini.
Taca tertawa rasanya dia ingin membunuh Radi detik ini juga, "Baik kak, kabar aku baik, aku udah nikah tapi bukan sama Radi,"ujar Taca.
"Aduh syukur atuh," ujar Kak Tisa dengan senyuman khasnya. Kak Tisa masih cantik seperti biasanya.
"Iya..."
"Kamu kenapa ?"
"Oh cuman lagi berantem dikit sama suami, cuman gara-gara aku pergi beli minuman dingin tadi tapi ngak bilang dia dulu terus aku ketemu laki-laki. Suami aku cemburu, ngambek deh..." jawab Taca asal tidak mungkin dia menceritakan semuanya.
"Oh.. wajar lah, dia cemburu. Kamu tau 30% perasaan cemburu itu dipengaruhi oleh faktor bawaan gen kita. Jadi mungkin aja suami kamu tuh gen cemburunya gede," ujar Kak Tisa sambil tersenyum.
"Mungkin..."
"Apa lagi ?"
"Hmm kalau ada istri ketemu suami selingkuh gimana ?"
"Wah berat yah, tapi coba kamu tanya kenapa dia selingkuh. Bener atau ngak, tanyain baik-baik. Terus kembali lagi kepada istri yang diselingkuhi itu lagi, mau maafin dia atau ngak. Inget dengan memaafkan kita bisa terhindar dari depresi dan ganguan kecemasan, Ta," ujar Kak Tisa sambil tersenyum.
"Tanya..."
"Komunikasi, Taca. Inget komunikasi itu penting. Suami kamu bukan dukun yang bisa ngerti apa yang kamu pikirin, begitu juga sebaliknya. Kamu juga bukan dukun kan, kamu ngak bisa tau pikirian suami kamu," ujar Kak Tisa sambil tersenyum.
"Iya..."
"Ya udah, Kaka duluan. Jangan lupa mampir-mampir kekampus lah liat-liat kampus gitu. Hehehee..." ujar Kak Tisa sambil pergi meningalkan Taca sendirian di kamar mandi.
Taca diam beberapa saat, apa yang dikatakan Kak Tisa berputar-putar dikepalanya, yang dikatakan Kak Tisa semuanya benar. Mungkin saatnya dia ngobrol dengan Adipati. Tapi badannya lelah. Dia butuh tidur.
Taca keluar dari kamar mandi dilihatnya Adipati tertidur di kursi didekat kamar mandi. Hati Taca sakit melihat suaminya tertidur disana, dengan lembut digoyangkan badan Adipati.
"Di... bangun, mau tidur disini atau balik ke lounge ?" tanya Taca pelan.
"Hmm... udah ?" tanya Adipati.
"Udah..." jawab Taca pelan.
Adipati langsung berdiri kemudian menarik lembut tangan Taca, menuntunnya kembali ke lounge. Taca diam kembali pikiran diotaknya masih dipenuhi kata-kata Kak Tisa.
Adipati duduk kemudian menarik badan Taca kepelukkannya, "Tidur disini aja, tadi aku udah minta tolong petugas maskapai bangunin kalau udah mau check in,"
"Aku tidur disa..."
"Disini udah, diem. Tidur dan maaf. Nanti kita ngobrol tapi demi kewarasan otak aku, kita tidur sebentar," ujar Adipati sambil memeluk Taca.
•••
Komunikasi pada pasangan itu penting...!! Inget pasangan kita bukan dukun ibu-ibu hahahahaa...
luv kaka gallon hehehe...
Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...
Add ig author yah storyby_gallon
Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️
__ADS_1
Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...
Salam sayang Gallon