Water Teapot

Water Teapot
S2 : Aaaaaaaaaaaaa.....


__ADS_3

Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻


jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️


•••


Juan mengajak Iis berkendara melewati jalan-jalan kota Dubai, Juan yang sudah memiliki Internasional Driving Permit, menyupiri sendiri mobil yang Juan pinjam dari hotel tempat mereka tinggal.


"Mau kemana, Mas ?" Iis lagi-lagi bertanya mau kemana mereka.


"Mau kehatimuuu..."


Bukkk...


"Gombalnya ngak nahan astaga," keluh Iis sambil memukul paha Juan dan membuat Juan mengaduh kesakitan.


"Hahahaa... udah ikut aja, ngak bakalan aku lempar dari jembatan juga," ujar Juan sambil tertawa genit.


Iis benar-benar pasrah dengan kelakuan kekasihnya ini, mau dibawa kemana pun terserah, sifat spontan Juan benar-benar membuat Iis kewalahan. Iis masih ingat sebelum Iis menerima Juan dia dikagetkan dengan ruangan prakteknya yang dipenuhi bunga yang sangat banyak, membuat Iis dan Pak Edo juga beberapa cleaning servise kewalahan untuk membersihkannya.


Tiba-tiba Juan membelokkan mobilnya kesebuah tempat yang tampak seperti landasan pacu untuk pesawat kecil, Iis melihat beberapa orang yang berlalu lalang membawa tas berisikan parasut, perasaan Iis sudah tidak enak. Iis kembali mengingat pertanyaan Juan kemarin saat Iis di bathup.


-kamu takut ketinggian ?-


Iis menelan salivanya, Iis tidak takut ketinggian tapi melihat ada pesawat kecil, parasut dan tulisan skydiving Dubai dihadapannya membuat Iis bisa menyimpulkan bahwa Juan akan mengajaknya melakukan skydiving. Kepala Iis langsung sakit membayangkan dia harus meloncat dari pesawat..!


Dia masih ingin hidup, dia belum mau meloncat kepangkuan yang maha kuasa, hutangnya masih banyak tuhan..!


"Mas, jangan bilang kamu mau skydiving ?" cicit Iis takut-takut sesaat Juan memarkirkan mobilnya.


Juan tersenyum pada Iis sambil mengacungkan jempolnya pada Iis, "Wow, kamu emang pinternya ngak ketulungan, tau aja aku mau ngajak kamu skydiving."


Iis langsung menahan napasnya sambil membuka safety belt-nya perlahan, "Mas, kamu bercanda ‘kan ?"


"No... come on, this is fun," ujar Juan sesaat setelah membukakan pintu mobil untuk Iis.


"Ini aman ?" cicit Iis lagi.


Juan terkekeh mendengat perkataan Iis, "Aman, Yang. Ayo... aku kenalin sama Khalid temen aku yang kerja disini."


Iis hanya bisa mengekor Juan, Juan dengan tenang berjalan kedalam gedung yang ada didepannya. Juan langsung berbincang dengan beberapa orang disana. Saat berbincang beberapa kali teman Juan menatap Iis sambil tersenyum. Iis hanya bisa membalasnya dengan melambaikan tangannya.

__ADS_1


"Khalid, sini. Ini Iis pacar aku," ujar Juan sambil mengenalkan Iis pada Khalid.


"Oh, hallo Khalid" ujar Khalid sambil tersenyum hangat.


"Iis," jawab Iis singkat demi apapun perutnya saat ini berputar-putar.


"Kita bakal lakuin skydiving, tapi biar aku yang jadi skydriver Iis," ujar Juan sambil tersenyum pada Khalid.


"Wow... are you sure ?"


"Yeah, aku ngak mau ada yang megang dia kecuali aku," jawab Juan seperti melindungi hak miliknya.


Khalid langsung tertawa mendengar jawaban Juan yang benar-benar seperti orang yang takut kehilangan Iis, dilihat-lihat wanita bernama Iis ini juga manis, tidak cantik tapi manis.


"Oke, skydiving C license kamu juga masih berlaku, mending kalian siap-siap," ujar Khalid sambil tersenyum pada Iis.


"Mas, gimana ini teh, aku harus loncat dari pesawat ? Ngak ada kerjaan atau gimana ini teh harus loncat-loncat dari pesawat ?" tanya Iis kesal, kenapa dia harus loncat dari pesawat dengan jarak yang sangat tinggi.


"Iyah nanti kita loncat bareng-bareng, nanti aku yang jadi skydriver kamu kok, Yang. Tenang aman, ada aku...!" Juan menenangkan Iis yang masih semamput dengan keinginan Juan untuk melakukan skydiving.


"Skydriver ? Maksudnya kamu nyetir langit ?!" Iis sudah mulai meracau karena rasa takut mulai menjalar.


Iis dan Juan berjalan kesuatu ruangan kemudian diberikan perlengkapan, Iis mendengarkan pengarahan terlebih dahulu mengenai apa yang bisa dan apa yang tidak bisa dilakukan oleh Iis nanti, sedangkan Juan sedang berbincang-bincang dengan Khalid.


Setelah Iis memasang semua perlengkapan skydiving ditubuhnya, begitupula dengan Juan yang sudah siap dengan peralatannya. Mereka diminta untuk naik kedalam pesawat.


Selama perjalanan untuk sampai pada ketinggian 4000 meter, Iis hanya bisa menahan napasnya. Jantungnya berdetak dengan cepat wajahnya berubah pias. Iis berjuang untuk tidak memuntahkan sarapan paginya.


"Yang, tenang ini asik kok, kamu tinggal loncat aja," ujar Juan santai sambil tersenyum.


"Mas, ieu teh loncat kumaha (gimana) ? Mas, ini 4000 meter Mas !?" pekik Iis kesal.


"Ngak papa, tenang aku yang jadi skydriver kamu kok. Udah tenang," jawab Juan sambil mengelus kedua pipi Iis berkali-kali.


Iis hanya bisa pasrah, mau gimana lagi ? Dia sudah di didalam pesawat.


Iis bisa melihat tulisan dilandasan pacu yang berwarna kuning, bertuliskan Dubai. Kemudian pulau yang membentuk pohon kelapa.


"Are you ready, Juan ?" tanya khalid tiba-tiba sambil menepuk bahu Juan dan Iis.


Juan mengacungkan kedua jempolnya sambil berdiri dan mengecek perlengkapannya, Khalid pun mengecek perlengkapannya dan mengaktifkan go pro yang menempel dihelmnya.

__ADS_1


Iis menenangkan jiwa dan pikirannya, dia benar-benar menggantungkan hidupnya pada Juan. Tiba-tiba Juan menarik tubuh Iis mendekat pada tubuhnya.


"Bentar Yang, aku pasang dulu perlengkapannya." ujar Juan sambil mengaitkan beberapa ornamen yang menempel dibadannya ke ornamen yang melekat dibadan Iis.


Iis antara penasaran bagaimana rasanya bisa terbang dan perasaan gugup luar biasa hanya bisa pasrah. Adrenalinnya benar-benar berpacu dengan cepat.


"Oke, all set ?" tanya Khalid sambil mengecek semua perlengkapan.


"Nanti, kalau lampu ini sudah menjadi warna hijau baru kalian loncat," ujar Khalid sambil menunjuk pada 3 buah lampu yang ada dipinggir pintu keluar pesawat yang terbuka.


Iis hanya bisa menganggukkan kepalanya, badannya saat ini sudah menempel pada badan Juan, Posisi Iis saat ini seperti digendong oleh Juan, dimana punggung Iis menempel di dada Juan.


"Yang ready ? This will be fun, I promise..!" ujar Juan lagi menenangkan Iis sambil menepuk perut Iis pelan.


Iis menelan salivanya kemudian mencoba menikmati situasi yang ada, Iis yakin dia akan selamat, "I am ready..!!!" jerit Iis, sudah tanggung..!.


"Oke, let’s Jump..!" teriak Khalid.


Juan melangkahkan kakinya kedekat pintu pesawat, dan dengan cepat langsung meloncat dari pesawat berbarengan dengan Khalid.


Iis yang pasrah hanya bisa merasakan angin yang menerpa wajah dan tubuhnya dan Iis hanya bisa berteriak...


"Aaaaaaaaaaaaaa............"


•••


Hai...semuanya kaka gallon disini, met teriak semuanya...


Dadahhh... ehhehe...


Ps : Khalid-Iis-Juan sebenernya ngobrol pakai bahasa inggris tapi kaka gallon ngak sanggup nulis double hehee...


Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...


Add ig author yah storyby_gallon


Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️


Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...


'Salam sayang Gallon

__ADS_1


__ADS_2