
Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻
jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️
•••
“Gimana?”tanya Iis bingung, rasanya baru tadi ketumbar dihadapannya ini meminta maaf sambil berlutut di kakinya, tapi sekarang dia malah minta uang 5 juta? Buat apa?
Juan menatap Bunda dengan tatapan kaget, astaga mertuanya ini benar-benar membuat dirinya muak sampai ke ubun-ubun. Entah ngak punya malu atau kemal*annya sudah hilang ditelan bumi..!
“Iya Bunda butuh 5 juta, minta yah... kamu ‘kan ada uang segitu, Bunda butuh 5 juta,”pinta Bunda sambil menatap Iis.
Ayah hanya bisa menepuk dadanya, kelakuan istrinya ini sudah membuat jantungnya berdetak 20 kali lebih cepat. Baru tadi Ayah mengembangkan senyumnya saat mendengar permintaan maaf Bunda dan beberapa detik kemudian Bunda mampu membuat Ayah hanya bisa mengelus dadanya.
“Astaga, maaf kamu cuman seharga 5 juta doang?”tanya Juan sambil menarik Iis dengan keras, mau tidak mau Iis langsung berdiri dan membuat Bunda yang menjadikan paha Iis tumpuan terjungkal kebelakang, mendaratkan pantatnya dengan mulus di lantai.
“Tapi, saya butuh uang itu, ayolah 5 juta tidak seberapa ‘kan buat kalian berdua,”Bunda mulai panik, sebentar lagi dia kembali ke sel tadi dan bertemu dengan wanita bertubuh tambun itu, dia tidak mau menjadi jongos untuk wanita tadi. Memikirkannya saja sudah membuat bulu kuduk Bunda bergidik apalagi saat melakukannya, bisa stress dia.
“Buat apa duit 5 juta? Kamu didalem penjara, butuh duit buat apaan? Udahlah Yang, ayo..!! Bisa gila lama-lama ngurusin curut itu satu,”ujar Juan sambil menarik Iis keluar dari ruangan tersebut meninggalkan Bunda, polisi dan Ayah disana.
Bunda langsung menatap Ayah dengan tatapan minta dikasihani. Ayah hanya bisa mendengus dan berdiri, berjalan kearah pintu keluar.
“Yah, Bunda mohon. Bunda butuh uang itu,”pinta Bunda sambil berlari kearah Ayah.
Ayah tidak mempedulikan Bunda, tatapan Ayah dingin. Rasa capek mengurusi kelakuan Istrinya ini benar-benar mengerus masa mudanya, membut dirinya 20 tahun lebih tua dari umur aslinya. Ah... andai bukan karena Bernard, sudah sejak lama Ayah menceraikan Bunda.
“Maaf, Kom... saya tidak punya uang, mau kasih kamu uang juga pake apa? Kan kamu tau sendiri saya ngak kerja, saya cuman lelaki uzur. Kamu loh yang ngomong. Sekarang kamu baik-baik disini, biar Bernard, Juan yang urus,”ujar Ayah sambil pergi meningalak Bunda.
Bunda hanya bisa mengigit bagian bawah bibirnya sambil meremas kemejanya. Tamat sudah riwayatnya, dia bakal dijadikan jongos oleh wanita tambun di sel penjara miliknya. Dia tidak mau..!!
Masih segar diingatannya saat wanita itu menekan dadanya dan hampir membuat dirinya tidak bisa bernapas sama sekali. Tidak..! Kokom tidak mau..!!
“Bu, maaf sudah saatnya Ibu masuk ke sel,”ujar polisi tersebut tegas.
“Nggak... saya nggak mau..!!!”jerit Bunda sambil berlari kepojokan ruangan.
“Bu.. maaf ibu harus kembali ke sel..!”teriak Polisi itu tegas.
“Nggak mau...!!!!”jerit Bunda sambil mendorong polisi tersebut.
Dengan cepat beberapa orang polisi mendatangi Bunda, Bunda berontak dia menggerakkan seluruh anggota badannya.
“Nggak mau, saya nggak salah...!!!”teriak Bunda keras sambil terus menggerakkan badannya.
Empat orang polisi berjuang untuk menyeret Bunda keluar ruangan dan membawanya kedalam sel tahanannya.
Saat Bunda ada dibagian luar, ekor matanya melihat Juan dan Iis yang sedang berdiri menunggu Ayah yang sedang kekamar mandi.
“IISSSS...!!! Tolong Bunda..!! Jangan jadi anak durhaka kamu,”teriak Bunda keras sambil menggerakkan seluruh badannya. Mulut Bunda komat-kamit, rambutnya berantakan tak tentu arah. Bunda sudah seperti orang kehilangan akal.
“Astaga, Mas...”ujar Iis saat melihat keadaan Bunda yang hancur tidak karu-karuan. Bunda seperti orang yang diangkat paksa. Dua orang polisi memegang tangan kanan dan kirinya sedang dua orang lainnya memegang kaki kiri dan kanannya.
Juan yang melihat Bunda pun tak bisa menahan ucapannya, “Itu orang kenapa? Kerasukan?”tanya Juan kaget.
“Bunda kaya maaf orang kurang waras,”ujar Iis sambil mengeratkan pelukkannya ditangan kanan suaminya.
__ADS_1
“Juan Iis, Bunda butuh 5 juta sekarang...!!!!”teriak Bunda dengan mata mebelotot sempurna. Mulutnya komat kamit, kepalanya digerakkan kekanan dan kekiri dengan kasar.
“Mas...”
“Durhaka kamu Iis...!!!! IISSSSSS.....!!!”teriak Bunda seperti orang kurang waras.
Dengan usaha yang sangat keras empat orang polisi tersebut berhasil memasukkan Bunda kedalam sel penjara.
Saat sudah sampai didalam pintu sel penjara, Bunda menjerit histeris, tangannya langsung mencengkram salah satu jeruji besi.
“Nggak mau...!! Saya nggak salah..! Nggak mau..!!!!”teriak Bunda lebih keras lagi. Polisi benar-benar kewalahan menghadapi Bunda.
Didorongnya Bunda sampai kedalam sel dengan paksa. Setelah berhasil ke empat polisi tersebut langsung meninggalkan Bunda setelah mengunci pintu.
“Keluarin saya, saya nggak salah...!!! Iiss...!! Iiss ini Bunda..!! Ibu kamu, Iis tolong Bunda...!!”jerit Bunda sambil menghentak-hentakkan kakinya ke lantai sambil menarik-narik rambutnya dengan kedua tangannya.
Saat Bunda sedang histeris meratapi nasibnya, kedua wanita didalam sel tersebut hanya menatap Bunda.
PLAK....!!!
Bunda merasakan kepalanya dipukul dengan keras. Rasa pusing langsung Bunda rasakan, saking kerasnya pukulan dikepalanya.
“He... mana duit gue?”tanya wanita bertubuh tambun itu.
‘Tamat riwayat aku,’ batin Bunda sambil menatap wanita tambun didepannya.
BUG...
Lagi, Bunda merasakan pukulan yang sangat sakit mengenai rahangnya, tanpa sengaja Bunda mengigit bagian atas bibirnya. Rasa darah langsung Bunda rasakan di mulutnya.
Bunda dengan cepat bersimpuh dikaki wanita tambun tersebut sambil mengatupkan kedua tangannya dan mengosok-gosokkan kedua tangannya.
“Ampuni saya, saya ngak punya uang. Anak saya ngak mau ngasih uang. Dia anak durhaka..! Maafkan saya,”iba Bunda sambil mengosok-gosokkan kedua tangannya.
“Alah, katanya orang kaya. Udah jongos lo..!!”teriak wanita satunya lagi sambil mendorong kepala Bunda keras hingga membuat kepala Bunda terjengkang kebelakang.
“Ampun Boss ampun, maaf maaf,”iba Bunda sambil membungkuk-bungkukkan tubuhnya. Dia harus hidup, dia harus bertahan disel ini.
“Hmm... oke karena kamu jongos, kamu bersihin itu toilet..!”perintah Wanita tambun itu sambil melemparkan ember kearah Bunda.
Bunda dengan pasrah mengambil ember tersebut kemudian berjalan ke toilet yang bersatu dengan sel tempat mereka tidur. Saat melihat kondisi toilet tersebut mata Bunda membulat, Bunda menahan napasnya.
Kotor, bau dan menjijikan. Tiga kata itu yang bisa menggambarkan keadaan toilet tersebut. Dan sialnya dia harus membersihkannya.
Kondisi Bunda saat ini sedang berada dititik terendah hidupnya. Titik dimana dia harus membersihkan kotoran manusia untuk bertahan hidup. Tragis? Itu sudah karmanya.
•••
Diluar sel Iis dan Juan sedang duduk diruang informasi kepolisian, Ayah sudah pulang diantar Saka kembali ke hotelnya. Sedangkan Iis dan Juan harus mengurus beberapa hal terlebih dahulu.
“Yang, aku kesana dulu yah,” ujar Juan dan langsung dijawab anggukan oleh Iis.
Iis yang duduk sendirian tiba-tiba merasakan ada orang lain duduk di sebelahnya. Seorang wanita yang sedang hamil menangis terisak-isak.
“Mbak kenapa?”
__ADS_1
“Suami saya meninggal.”
“Hah... disini?”tanya Iis bingung, seumur hidup baru dia denger ada orang nangis gara-gara suaminya meninggal di kantor polisi.
“Iya, namanya Alam..”isak wanita itu lagi.
“Sabar yah, Mbak..”
“Gita, nama saya Gita...”
“Yang sabar yah, Mbak...”ujar Iis bingung harus menghadapi orang yang suaminya meningal seperti apa, karena suaminya masih hidup.
“Iya, harusnya saya santai aja. Ini kematian suami saya yang kedua,dulu pas jadi pacar dia mati atau ngilang gitu, terus balik lagi ganti nama sama muka, sekarang udah nikah gini lagi Mbak..”
“Oh oke, sabar yah Mbak Gita,”ujar Iis kebingungan, ternyata masih ada orang yang hidupnya lebih absurd dari dirinya.
“Iya...ah saya permisi dulu, saya mau ketemu temen saya disana,”ujar Gita sambil pergi berlalu dari Iis.
“Ah iya, ati-ati Mbak Gita,”ujar Iis.
Juan tiba-tiba datang, “Siapa Yang?”
“Ngak tau, katanya suaminya meninggal, terus dulu suaminya pas jadi pacarnya pernah ngilang juga. Eh suaminya dateng lagi ganti muka ganti nama,” ujar Iis.
“Alah, kok jadi mirip novelnya Melisa Ekprisa, yang judulnya Aku, Kamu dan Dia,”ujar Juan.
“Mas kamu suka baca novel online?”tanya Iis bingung.
“Iya, suka apalagi karya Gallon yang baru judulnya Mr and Mrs Trina,” ujar Juan.
“Halah... si Gallon lagi, penulis yang demen ngegantungin pembacanya dan bikin kesel. Aku nunggu tamat aja ceritanya, panjang bener dah babnya..!”cerocos Iis sambil berjalan di samping Juan.
•••
Iya maaf-maaf Kaka gallon promo hohohohohoo...
Kalau mau tau kisah cinta
Riki Trina - Cicil Bouw
Edy Edros-Laura Subagja
Rozak Trina- Purnama Iswati
Langsung ke novel Kaka Gallon judulnya Mr and Mrs Trina.
Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...
Add ig author yah storyby_gallon
Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️
Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...
__ADS_1
Salam sayang Gallon