Water Teapot

Water Teapot
Rumor..


__ADS_3

Setelah selesai buang air kecil, Taca bergegas keluar dari bilik kamar mandi. Taca kemudian mencuci tangannya di wastafel terdekat.


"Hai.."


Mendengar sapaan tersebut Taca langsung menatap kaca didepannya, Dan...


BRAK...


Taca merasakan sakit luar biasa di kepala dan leher bagian belakangnya, beberapa orang disekitar Taca langsung membekap Taca mengunakan saputangan yang membuat Taca pusing.


Taca berontak tangannya menarik apapun yang bisa ditarik, membuat orang-orang disampingnya berusaha untuk menahan tangan Taca, salah satu orang menarik kalung Taca dengan keras hingga putus.


Kesadaran Taca makin hilang, dalam hitungan detik Taca kehilangan kesadarannya, badannya ambruk kelantai marmer kamar mandi kantornya.


•••


Sudah hampi 4 jam Taca tidak kembali ke mejanya, hal tersebut membuat Kania bingung. Dari jam 11 sampai sekarang jam 3 sore Taca tidak kembali-kembali kemejanya. Kania mengecek meja Taca, tas beserta isinya masih tertata rapi di meja kerja. Hanya ponsel Taca yang tidak ada.


Kania makin cemas saat berkali-kali menelpon Taca tidak diangkat, bahkan pesan WAnya tidak dibalas.


'Astaga kemana Taca. Ya kali, kekamar mandi sampe 4 jam,' batin Kania.


Kania yang was-was langsung berinisiatif untuk mencari Taca kekamar mandi perempuan.


Kania langsung memeriksa bilik-bilik kamar mandi yang ada. Membukanya satu persatu, nihil. Kania tidak menemukan Taca dimanapun. Saat Kania berjalan mendekati pintu kamar mandi kakinya menendang sesuatu.


Pluk...


Kania memungut kalung di lantai kamar mandi, dilihatnya dengan jelas kalung tersebut.


"Astaga, inikan kalung Taca. Kok bisa ada dilantai ?" tanya Kania bingung.


Pikiran Kania makin bingung, sekali lagi Kania mencoba menelpon Taca tapi nihil pangilannya tidak diangkat.


Kania pun keluar dari kamar mandi, berlari menuju lift bermaksud menanyakan tentang Taca kepada satpam atau resepsionis kantor.


Sesampainya diresepsionis Kania langsung menanyakan keberadaan Taca. "Mbak, liat Taca HRD ngak ?"


"Mbak Taca yang digosipin sama Pak Adipati ?" tanya resepsionis tersebut.


"Iya, yang itu."


"Ngak liat mbak, belum keluar kok. Nih aku cek didata absensi kantor, Mbak Taca belum keluar kantor kok, mbak."


Kania langsung menarik-narik rambutnya mendengar jawaban resepsionis didepannya. 'Astaga Taca kamu kemana.'


Kania langsung kembali lagi ke bagian HRD, berharap menemukan Taca di sana.


"Pak Lukito, liat Taca ngak Pak?" tanya Kania saat berpapasan dengan Lukito.


"Lah, malah saya lagi nyari Taca ini, mau nanya berkas perjanjian," ujar Lukito yang ternyata sama-sama mencari Taca.


"Haduh Pak... Taca udah dari jam 11 siang ngak balik-balik dari kamar mandi, Pak."


"Hah ? Kok bisa kamu udah tanya resepsionis ?" tanya Lukito kaget karena tidak biasanya Taca kabur begitu saja.


"Udah, Pak. Tapi didata base absensi Taca masih di kantor Pak."

__ADS_1


"Haduh coba kamu cari lagi, saya handle kerjaan Taca, kamu cari Taca, yah." ujar Lukito sambil pergi meninggalkan Kania yang kebingungan.


Kania yang merasa was-was hanya bisa diam sambil mengigiti kuku tangannya.


"Ka.. kenapa lo ?" tanya Suci, rekan kerja Kania dibagian manajemen.


"Hai Ci, lo liat Taca ngak ?"


"Taca yang digosipin sama Pak Adipati ?" Suci malah balik bertanya.


"Iya."


"Wah ngak liat, ehmm tapi..."


"Tapi apaan ? "


"Tadi pagi aku nguping Jules ngobrol sama seseorang via telepon, katanya hari ini mereka mau jailin Taca." bisik Suci sambil melirik kekiri dan kekanan.


"Hah.. yang bener. Ini bukan zaman SMA lagi, Ci. Udah ngak zaman yang kaya gitu." balas Kania kesal.


"Gue juga ngak tau. Tapi yang gue denger Jules bilang, hari ini Taca ngak bakal selamat." ujar Suci.


"Yang bener Ci, lo jangan ngaco deh. Kalo lo bohong udah masuk pidana."


"Ih... suer gue denger sendiri tadi, terus jules keburu sadar aku ikut nguping jadi dia buru-buru matiin teleponnya," Suci memberikan tanda V menggunakan jari telunjuk dan tengahnya.


Kania terdiam, dia menimbang-nimbang langkah selanjutnya. Kalau yang suci bicarakan tadi benar berarti, Taca dalam bahaya, Jules terkenal nekat.


"Ci, ikut gue ke kantor Pak Adipati. Kita lapor kalau Taca hilang. Gawat ini urusannya."


Kania hanya menganggukan kepalanya kemudian menunjukkan kalung ditangannya "Ini kalung punya Taca, ini gue yakin yang ngasihnya Pak Adipati."


Suci langsung membulatkan matanya, dia tau dengan pasti merk kalung tersebut bukan barang murah, gajinya 1 tahun dikumpulkan pun belum tentu dapat membeli kalung tersebut.


"Oke, gue ikut Ka, gue takut Taca ada apa-apa."


•••


"Haduh, sport jantung gue, Di," ucap Juan sambil menepuk-nepuk pahanya.


Adipati hanya tersenyum senang melihat kelakuan sahabatnya itu. "Akhirnya goal juga proyek kita sama Pierre Omidyar. Akhirnya kita kerja sama dengan E-Bay, Man..!!!"


"Gue ngak nyangka, Bro...!"


Tok..tok..


Suara ketukan dipintu kantor Adipati menghentikan pembicaraan Adipati dan Juan.


"Iya, masuk."


Tak berapa lama Sherrly masuk kedalam ruangan Adipati bersama Kania dan Suci.


"Ada apa ?" tanya Adipati pada Sherlly, bingung untuk apa ada 2 wanita masuk bersamanya.


"Ini Pak, sepertinya ada informasi penting," jawab Sherrly gusar, karena dia tau setelah Adipati mengetahui informasi ini, jadwal Adipati bakal porak poranda.


"Kenapa ?" tanya Juan yang ikut penasaran juga.

__ADS_1


"Maaf, Pak Adipati. Anda kenal kalung ini ?" tanya Kania sambil menyerahkan kalung Taca kepada Adipati.


Adipati melihat kalung tersebut langsung tersenyum, "Iyah ini kalung Taca, saya yang kasih dia kalung ini. Kok bisa ada di kamu ?"


Kania langsung bertatapan dengan Suci dan Sherlly, memberikan tatapan 'Gawat'.


"Saya temuin itu dikamar mandi perempuan dilantai ruangan HRD, Pak"


"Hah.. apa jatuh ? Tapi ngak mungkin merk ini ringkih," ujar Adipati bingung.


"Hmm masalahnya Taca hilang, Pak."


"APAAAA ?!" Bentak Adipati sambil beranjak dari duduknya.


"Taca tadi pamit untuk ke kamar mandi, dari jam 11 siang sampai sekarang jam 15.45 dia belum balik-balik, Pak. Saya udah cari dia kemana-mana, bahkan kata resepsionis Taca belum meningalkan gedung, Pak."


"Hah... kamu udah cari bener-bener ?" tanya Adipati gusar.


"Udah Pak... hmmm masalahnya ada rumor ngak enak..."


"Emang rumor itu bener ?" tanya Sherlly dan Suci berbarengan dan langsung dijawab anggukkan oleh Kania.


"Kalau liat kenyataannya sekarang sih, kayanya, bener deh."


Sherlly langsung memijat keningnya, Suci langsung menatap Adipati.


"Rumor apa ? Tolong yang jelas...!!!" bentak Adipati kesal.


"Rumor kalau Jules sama Becca kerja sama buat misahin Bapak sama Taca," jawab Kania kaget mendengar bentakkan Adipati.


"Maksud kamu ?"


Suci pun menceritakan apa yang dia dengar dari pembicaraan Jules dengan seseorang ditelepon. Lalu Kania menceritakan rumor yang beredar, semuanya hal yang Kania dan Suci tau mereka berdua ceritakan, tidak ada yang ditutup-tutupi.


"Astaga, Juan lacak sinyal ponsel Taca dimana ?!" perintah Adipati pada Juan.


"Sherlly, tanya semua orang digedung ini apakah mereka liat Taca atau tidak. Kasih ciri-ciri Taca kesemua orang."


"Baik, Pak." jawab Sherlly pasrah, buyar sudah semua jadwal yang sudah dia susun hari ini.


"Dan, kamu... ikut saya cari Taca," ujar Adipati sambil menunjuk Kania.


"Baik, Pak,"


Adipati dan Kania langsung berjalan menuju parkiran mobil.


•••


Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...


Add ig author yah storyby_gallon


Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️


Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...


Salam sayang Gallon

__ADS_1


__ADS_2