Water Teapot

Water Teapot
S2: Pembalasan Juan...


__ADS_3

Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻


jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️


•••


Setelah makan malam bersama Taca dan Adipati, Iis berjalan beriringan dengan Juan untuk kembali ke Igloo milik mereka berdua.


“Adipati kenapa tadi buru-buru banget sih makannya?” tanya Juan pada Iis yang sedang berjalan disampinnya.


“Mungkin...”Iis menghentikan perkataannya saat merasakan udara dingin menerpa tubuhnya.


“Mungkin apa, Yang?”tanya Juan penasaran.


“Mungkin mereka mau ngelakuin tranfusi darah putih, karena kemarin hari terakhir masa nifas Taca,”ucap Iis sambil memeluk Juan seerat mungkin menghalau rasa dingin yang benar-benar menusuk tubuhnya.


“Jadi hari ini Adipati baru bisa ngelakuin tranfusi darah putih?”tanya Juan penuh dengan senyuman.


“Iya, kenapa?”tanya Iis bingung.


Juan tersenyum, sebuah ide nyeleneh terlintas diotaknya. Dia harus balas dendam..!! Juan ingat sifat ‘liar’ Adipati, saat Adipati benar-benar akan menyalukan semuanya, Adipati tidak akan ingat tempat. Juan ingat saat ini Adipati tingal di Igloo dengan bentuk yang sama dengan Igloo Juan, dimana sekelilingnya adalah kaca.


“Yang, nanti aku izin mau keluar, yah. Aku mau ngelakuin sesuatu. Kamu dikamar aja, tunggu aku. Aku mau ngelakuin sesuatu,”ujar Juan sambil mencium pucuk rambut Iis.


“Kamu mau ngapain?”tanya Iis penasaran.


“Ngak ngapa-ngapain,Yang tenang. Aku ngak bakal bawa kamu ke gunung Himalaya, tenang,”canda Juan saat melihat tatapan Iis yang penuh dengan rasa cemas.


Iis hanya bisa berdoa sekencang-kencangnya, dia berharap suaminya ngak berpikir untuk mengajaknya berenang di tengah salju..!


“Tolong Mas, aku mending kelonan sama kamu deh daripada harus ngelakuin sesuatu yang memacu adrenalin..!!”mohon Iis sambil mengembikkan mulutnya.


“Ngak Yang, aku emang ada urusan sedikit.. udah kamu santai aja di Igloo aku ngak bakal lama, kok,”ujar Juan.


Iis hanya bisa pasrah kemudian masuk kedalam Igloo mereka, merasa tenang saat udara hangat menerpa tubuhnya.


•••


Taca saat ini ada didalam kamar mandi, kepalanya pusing bukan main. Apalagi saat mendengar suara siulan suaminya diluar kamar mandi.


Dari tadi Taca berusaha membawa Kama dan Kalila yang sedang bersama Abah dan pengasuhnya. Taca berharap dengan membawa Kama dan Kalila ke kamar mereka akan membuat Adipati melupakan keinginannya. Tapi, sialnya Kama dan Kalila sedang tertidur pulas saat mereka kesana tadi.


Taca yang tidak tega membangunkan Kama dan Kalila akhirnya harus pasrah kembali ke kamar hanya berdua dengan Adipati. Arghh...kenapa dia sampai lupa membawa pil KB miliknya.


Taca harus melakukan sesuatu, apa dia harus pura-pura pingsan atau pura-pura kerasukan siluman ular putih?


Taca hanya bisa membentur-benturkan kepalanya ke telapak tangan kanannya. Astaga WHAT SHOULD I DO..!!!!! (Apa yang harus aku lakukan)

__ADS_1


Mengingat betapa mesumnya suaminya, Taca yakin 100 persen saat dia melangkahkan kakinya keluar dari kamar mandi Adipati sudah menanti dirinya dengan tatapan yang akan membuat Taca pasrah pada keinginan Adipapti.


Ah sudahlah, Taca harus benar-benar pasrah. Kalau hamil, hamilah Taca sudah siap hamil lagi..!! Dengan mantap Taca berdiri dari duduknya dan berjalan keluar kamar mandi.


•••


Taca yang baru keluar kamar mandi hanya bisa menahan napasnya saat melihat sosok Adipati yang sedang duduk dikursi dan menatapnya dengan tatapan paling sexy yang pernah Taca lihat. Astaga pesona suaminya ini selalu membuat Taca meleleh.


Adipati hanya menatap Taca sambil tersenyum, dengan cepat Adipati beranjak dari kursinya membuat Taca tersentak saat melihat perut Adipati yang membuat Taca membayangkan sesuatu yang hanya boleh dibayangkan oleh wanita yang sudah menikah.


Six pack di bagian perut Adipati membuat Taca mengigit bagian bawah bibirnya. Argh... kenapa suaminya ini memiliki pesona yang selalu membuat dirinya bertekuk lutut, entah harus merasa bersyukur atau merasa nelangsa karena sangat sulit untuk menolak pesona suaminya ini.


“Amore, sini,”pangil Adipati dengan suara yang membuat semua bulu ditubuh Taca meremang. Taca dengan patuh mendekati Adipati.


“Di...”


Setelah Taca didalam jangkauannya Adipati langsung menarik pinggul Taca ke dalam pelukannya dengan tangan kanannya, sedangkan tangan kirinya mengelus bibir bagian bawah Taca dengan buku ibu jarinya.


Entah karena sudah lama tidak disentuh seintens ini lutut Taca bergetar hebat, jantung Taca bertalu-talu menanti apa yang akan dilakukan suaminya ini pada dirinya.


“Di...hold me, please,” pinta Taca karena sadar kakinya tidak akan mampu menopang tubuhnya lagi. Tatapan mata Adipati benar-benar memerangkap Taca. Ah manik mata biru kesayangan miliknya.


Adipati langsung mencium bibir Taca denganlembut, mengelitik dan bermain-main di bibir Taca berusaha untuk masuk kedalam. Taca benar-benar sudah terlena, bibir Taca memberikan akses pada suaminya untuk menjelajah.


Tubuh Taca bergetar hebat saat salah satu tangan Adipati mendarat di salah satu bukit kembarnya dan memperlakukannya dengan lembut dan menggoda.


“Di...”


Tangan Taca langsung mengalung dileher Adipati menekan kepala Adipati untuk memberikan kenikmatan yang lebih lagi.


Adipati mendorong Taca ke kasur dibelakang. Tubuh Taca langsung terhempas dengan lembut di kasur. Adipati menarik celana Taca, bersiap untuk menerobos tubuh Taca, menerobos candunya.


“Di, please...”bisik Taca disela-sela kecupan Adipati.


“With my pleasure, Amore...”


Adipatipun memposisikan dirinya untuk menerobos Taca....


TOK TOK TOK TOK...


Taca dan Adipati terdiam dengan posisi yang sama-sama tak tertutup sehelai benangpun. Ciuman yang sedang mereka lakukan langsung terlepas.


“Siapa?”tanya Taca bingung.


“Ngak tau,”ujar Adipati frustasi.


TOK TOK TOK...

__ADS_1


“ASTAGA BULEEEEE....! Eta malah ngak pake baju..!! Woiii ngapain woi...!!!”


Taca dan Adipati langsung menolehkan kepala mereka ke sumber suara.


“ABAH...!!!!” teriak Taca dan Adipati kalut.


Abah yang berada diluar kamar Taca sedang menempelkan dirinya ke kaca yang ada dihadapan Taca dan Adipati. Adipati yang lupa menutup tirai kaca, membuat Abah melihat apa yang sedang mereka lakukan saat ini.


Taca langsung berguling kedalam selimut, sedangkan Adipati langsung mengambil celana panjangnya dan berlari kedalam kamar mandi dengan cepat.


“WOIIII BULEEEE NGAPAIN..!?”teriak Abah lagi sambil menekan wajahnya ke kaca.


“Astaga Abah..!! Ngapain kesini?”tanya Taca sambil bersembunyi dibalik selimut.


“Kata Juan, Adipati mau ngajarin Abah bikin es serut pake sirop makjan, sama ngajak Abah main ski..!”teriak Abah sambil menunjukkan botol sirup makjan rasa coco pandan.


Adipati yang sudah menggunakan pakaian lengkap dan merasakan sesak dibalik celanannya. “Juan bilang aku bakal ajarin Abah main ski?”tanya Adipati bingung, walau dia bisa bermain ski tapi seingatnya dia tidak pernah menyuruh Juan menyampaikan pesan kalau dia akan mengajarkan Abah bermain ski.


“Iyaaaa... bareng si Edy juga. Tuh, si Edy udah nunggu ditempat ski,”ujar Abah.


“Di, mending kamu ajarin Abah dulu deh, nanti kita lanjut lagi. Abah ngak bakal gentar buat dapetin keinginannya.”


“Tapi, aku ngak pernah nyuruh Juan buat nyampein pesan itu,Amore,”ujar Adipati bingung.


“Yah itu Abah bakal terus diem disana sampai kamu anterin dia main ski sama bikin es serut pake sirop makjan.”


“Argh... kepala aku sakit ini gara-gara mau nerebos kamu malah ngak jadi,”ujar Adipati kesal sambil menggunakan long jhon miliknya, bersiap untuk menemui Abah.


Ting...


Adipati langsung melihat chat dari Juan.


-Gimana rasanya saat mau ‘makan’ istri dipergokin mertua, Bro ?! Hahahahahaa....


“Juan wijaya..!”bisik Adipati sambil membuka pintu Igloo miliknya untuk menemui Abah.


Hancur sudah momen dirinya merayakan berakhirnya masa nifasnya Terima kasih Juan Wijaya..!!!


•••


Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...


Add ig author yah storyby_gallon


Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️


Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...

__ADS_1


Salam sayang Gallon


__ADS_2