Water Teapot

Water Teapot
Kesepian..


__ADS_3

Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻


jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️


•••


Cicil diam ditempat dia sembunyikan wajahnya di kedua kakinya, tidak ada tangisan yang keluat dari matanya. Cicil tidak pernah menangis, orang tuanya menempanya menjadi pribadi yang tidak boleh menangis. Menempanya menjadi gadis tangguh.


Tiba-tiba Cicil merasakan rasa dingin di pipi kanannya, dengan cepat Iis melihat pria didepannya. Pria itu menempelkan kaleng minuman dingin di pipinya. Cicil diam menatap manik mata hitam milik lelaki didepannya, senyuman pria tersebut begitu sejuk dan teduh.


Pria itu berjongkok didepan Cicil kemudian tersenyum, "Kamu, ngak apa-apa ?".


•kamu ngak papa•


Satu kalimat yang tidak pernah Cicil dengar seumur hidupnya, satu kalimat yang membuat Cicil sedikit menitikkan air mata.


"Ah..." Cicil kaget dengan air mata yang turun dipipinya dengan cepat Cicil mengelus pipinya kemudian'' menatap air mata ditangannya.


"Hai.. kamu ngak papa ?" tanya pria tersebut.


"Aku...aku..." Cicil diam sesaat kemudian dia berdiri dari duduknya kemudian tersenyum. Cicil mengambil kunci kamarnya kemudian 'membuka pintu kamar yang sudah dipesannya.


"Kamu ngak papa ?" ulang pria tersebut sambil berjalan mendekati Cicil mengikis jarak diantara mereka berdua.


"Kamu peduli sama aku ?" tanya Cicil tiba-tiba sambil menatap pria didepannya.


Pria tersebut salah tingkah, pria tersebut tidak tampan tapi bisa disebut lumayan untuk lelaki Indonesia kulitnya kuning langsat, senyumannya manis. Benar-benar wajah khas Indonesia.


"Hmm iya, kamu ngak papa, kamu mau makan ?" tanya pria tersebut kikuk.


Cicil tersenyum kemudian mengalungkan tangannya ke leher pria tersebut kemudian menariknya kedalam kamar. Saat sudah didalam kamar Cicil menutup pintu kamar dengan cepat kemudian mencium bibir pria asing tersebut dengan liar.


Cicil tidak peduli mau dianggap wanita gampangan atau apapun, dia butuh seseorang, dia ngak mau sendirian. Dia butuh seseorang memeluknya malam ini, siapaun dengan cara apapun.


Pria tersebut tersentak kaget, tangannya kelabakan, dengan cepat tangannya langsung berusaha untuk mendorong Cicil, tapi usahanya sia-sia Cicil menekan keras kepalanya pada pria tersebut memaksa pria itu membalas ciumannya pada Cicil.


"Awwww..."


Cicil menjerit saat pria itu mengigit bibir bagian bawah Cicil.


"Astaga, maaf tapi kamu ngak bisa dilepas, sakit ?" tanya pria itu sambil berjongkok didepan Cicil.


"Sakit..."


"Maaf, sini liat.." pria tersebut mengusap bibir bawah Cicil dengan lembut, "Maaf yah, kamu susah dilepas masalahnya."


"..."

__ADS_1


"Ya udah, beneran kamu ngak papa ? Kalau ngak papa saya keluar yah. Baik-baik disini.." ujar pria tersebut sambil mengusap rambut Cicil lalu berjalan ke arah pintu.


Cicil menyentuh kepalanya tepat dimana pria tersebut mengusap kepalanya, 'hangat..' batin Cicil.


"Tunggu..."


Pria tersebut berbalik menatap Cicil. "Kenapa ?".


Cicil menarik resleting dress miliknya kemudian menjatuhkan dress tersebut dilantai dengan sekali sentakan. Cicil hanya menggunakan pakaian dalam berwarna hitam. Demi apapun Cicil terlihat seperti model Victoria Secret.


Pria tersebut membulatkan matanya tampak napas Pria tersebut naik turun, celana pria tersebut sudah sesak meminta untuk dikeluarkan. Pria tersebut berjuang menelan salivanya.


"Lakukan apapun yang kamu mau, aku ngak peduli, lakukan apapun yang kamu mau sama tubuh aku. Tapi, diam disini temenin aku, aku ngak mau sendirian, aku mohon.." pinta Cicil sambil menatap pria tersebut dengan tatapan memohon.


Pria tersebut mengedipkan matanya beberapa kali, ditatapnya bola mata coklat Cicil dilihatnya ada rasa kesepian yang sangat dalam. Pria tersebut hanya bisa tersenyum kemudian mengambil bathrope disampingnya.


"Oke, aku bakal disini nemenin kamu. Tapi..." Pria tersebut mendekati Cicil kemudian memasangkan bathrope berwarna putih tersebut di badan Cicil, kemudian mengikatnya dengan baik menutupi semua badan Cicil.


"Tutup tubuhmu, harga dirimu adalah tubuhmu. Setersiksanya dan sekesepian hati dan pikiran kamu, jangan pernah gadaikan tubuhmu," Pria tersebut tersenyum pada Cicil sambil mengelus rambut Cicil.


BRAKKK


Seperti ada sesuatu dihati Cicil yang runtuh mendengar kata-kata pria asing didepannya tiba-tiba ada rasa sesak didada melesak memaksa untuk keluar. Tanpa sadar air mata Cicil keluar tanpa bisa Cicil bendung.


"Ahh...ah... ini apa ? Kenapa aku nangis.." pekik Cicil bingung sampai terduduk kebingungan.


Cicil dengan cepat memeluk pria tersebut erat sambil menangis didada pria tersebut tersedu-sedu. Tangisan Cicil pecah.


"Huhuhuhuuu aku kesepian, aku sendirian... tolong...tolongg..." cicit Cicil sambil memeluk pria didepannya.


"Malam ini ada saya, kamu ngak kesepian lagi. Nangis aja ngak papa nangis..." ujar pria tersebut sambil mengelus-elus belakang rambut Cicil lembut.


Cicil menangis kencang sekencang kencangnya. Tidak peduli dengan apapun beban hidupnya terlalu berat, menjadi seorang Bouw sangat berat lelah, dia butuh sandaran, disaat dia menemukan sandaran yang tepat, orang tuanya menolak sandaran tersebut hanya karena Juan mandul. Tolong....


"Tolong..."


"Iya, saya tolongin kamu. Saya disini..."


Cicil terisak, sepi... kesepian benar-benar mengubahnya. Kesepian mengubahnya dari seorang gadis yang ceria dan memandang positive dunia didepannya. Menjadi gadis penuh tipu muslihat, gadis yang akan melakukan apapun untuk mendapatkan yang dia inginkan. Bahkan mengratiskan tubuhnya untuk siapapun asalkan dia tidak melewati semalam pun sendirian.


Cicil takut sendiri, dia kesepian....


•••


Cicil menghirup wangi papermint, dengan cepat Cicil mendekatkan kembali wajahnya ke dada bidang pria misterius yang menemaninya sepanjang malam. Sepanjang malam Cicil menangis histeris didada pria tersebut.


"Udah bangun, masih sedih ?"tanya Pria tersebut sambil tersenyum manis.

__ADS_1


"Ngak, aku tidur nyenyak... ini tidur ternyenyak aku selama 3 tahun terakhir. Makasih yah," ujar Cicil sambil memeluk pria didepannya dan menghisap wangi papermint ditubuh pria tersebut.


"Baguslah, ngak sia-sia tangan aku encok ini dijadiin bantal sama kamu," canda pria itu sambil mengerakkan tangannya.


"Eh... sakit yah, kok ngak bilang kan aku bisa pindah," ujar Cicil sambil duduk.


"Biarin, ngak papa yang penting kamu udah ngak sedih lagi."


"Makasih yah, makasih udah nemenin aku," ujar Cicil sambil mencium pipi lelaki didepannya.


"Haduh, Mbak jangan nyosor terus kalau mbak nyosor terus saya yang pusing, Mbak." ujar Pria tersebut sambil menggaruk kepalanya.


"Hahahahaa.. kamu aneh, kalau cowo lain pas aku sodorin badan aku pasti langsung mau, lah kamu malah nutupin aku pake bathrope, eh aku cium pipi malah malu-malu. Lucu ih..." Cicil tertawa lepas melihat kelakuan pria didepannya.


"Kata siapa Mbak, celana saya sampai sesak kemaren malem liat Mbak cuman pake daleman doang, kepala saya sampai pusing, Mbak..."


"Hahahahaa... maaf yah, maaf. Makasih udah mau nemenin saya semalaman."


"Sama-sama, saya boleh pulang ini ? Saya kalau lama-lama disini bisa ngak kuat iman." canda Pria tersebut sambil berdiri disamping kasur.


"Tunggu, nama kamu siapa ?"


"Cium dulu baru saya kasih tau," canda pria tersebut sambil tersenyum.


Cicil tersenyum mendengar permintaan pria tersebut, "Iya boleh.."


Cicil menutup matanya.


Pria tersebut kaget mendengar jawaban Cicil. Dengan ragu pria tersebut mencium pipi Cicil kemudian berbisik ditelinga Cicil.


"Riki.. Riki Trina..."


Cicil kaget tidak menyangka Aa Riki mencium pipinya bukan bibirnya.


"Ah.. Cicil, Cicil Bouw..."


•••


Pada ridho ngak nih kakanya Taca sama Cicil hahahahaa...


Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...


Add ig author yah storyby_gallon


Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️


Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...

__ADS_1


Salam sayang Gallon


__ADS_2