Water Teapot

Water Teapot
Ngak jadi teriak Sah nya


__ADS_3

Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻


jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️


•••


Taca merasakan ada seseorang dibelakangnya, memeluknya dengan erat. Mau tak mau Taca memaksa matanya untuk terbuka, kemudian menolehkan kepala.


"Astaga Di, kapan kamu pulang ?" tanya Taca sambil membenarkan posisi tidurnya.


"Tadi Amore, aku langsung kesini, kenapa ngak tidur di apartemen kita ?" tanya Adipati sambil mengelus punggung Taca.


"Sejak kapan kita punya apartemen, Di ?"


Adipati merapatkan tubuhnya dengan Taca, kemudian membenamkan kepalanya di dada Taca, menghirup sepuasnya wangi tubuh Taca.


"Apartemen aku, yah punya kamu juga. Semua milik aku yang punya kamu juga."


Taca terdiam mendengarkan penjelasan Adipati. "Di, tadi..."


"Kamu ketemu Becca, terus nyeburin dia 2 kali ke kolam renang 'kan," potong Adipati sambil tertawa didada Taca.


"Kok kamu tau ?"


"Tau lah, banyak yang video-in. Untung ngak viral," Adipati tiba-tiba mengambil handphone dari nakas, kemudian menunjukkan videonya ke Taca.


Taca terdiam melihat video di handphone Adipati. "Astaga Di, malu."


"Hahahaha kamu kenapa sampai ngelempar handphone gitu sih, Amore ?"


Taca langsung menatap Adipati dengan geram.


"Kamu tuh, nyebelin," pekik Taca sambil duduk diatas tubuh Adipati, Adipati menahan salivanya melihat Taca duduk diatas tubuhnya, pikirannya mulai tidak fokus.


"Ko..kok aku ?" Adipati berusaha menormalkan intonasi suaranya.


"Yah, kamu lah. Ngapain kamu ke Paris sama si Becca, cium-cium segala. Diphoto pula...!!!!! Dasar bangsul," maki Taca sambil memukul lengan Adipati.


"Aduh, Amore," jerit Adipati sambil memegang lengan tangan kanannya.


"Kapan kamu ke Paris ?"


"Udah lama, Amore," jawab Adipati sambil mengusap pipi Taca.


"Happy banget kayanya kamu di photo itu. Kaya dunia milik berdua, yang lain ngontrak semuanya..!" ujar Taca geram.


Adipati menatap Taca gemas. "Kamu cemburu ?".


"Ih.. amit-amit cemburu ama bebek peking..!!"


"Hahahahhaa..." tawa Adipati pecah mendengar sebutan Taca untuk Becca. Adipati langsung memeluk Taca mengusap punggung Taca sambil sesekali mencium pipi Taca gemas.


"Ih... malah ketawa, awas aja kalau kamu ke Paris lagi sama dia, aku lempar kamu dari Monas," maki Taca, tanpa sadar Taca menggesekkan pingulnga ke pingul Adipati, memberikan sensasi yang membuat celana Adipati sesak.


"Amore.."


"Iya."

__ADS_1


"Awas Amore, aku mau mandi," ujar Adipati sambil mengangkat badan Taca kemudian mendudukkannya kesamping kanan.


"Hah... mandi, jam 2 subuh ?" tanya Taca bingung.


"Aku harus mandi, kalau ngak bakal panjang urusannya," ujar Adipati sambil berjalan kekamar mandi. Adipati melepaskan kemeja dan celananya.


Taca langsung membulatkan matanya, mengigit bagian bawah bibirnya. Pikirannya mulai berlari ke kanan dan kekiri saat melihat badan Adipati. Napasnya makin tercekat saat Adipati berbalik dan menunjukkan perutnya yang six pact.


Adipati langsung masuk kekamar mandi, tanpa menyadari tatapan mesum Taca. Seandainya Adipati sadar, mungkin Taca sudah habis di 'makan' oleh Adipati.


"Astaga Taca, elingggggg...!!!" pekik Taca sambil membenamkan kepalanya ke bantal.


•••


"Muka kamu sepet amat, Ta." ujar Iis sambil berjalan disamping Taca.


"Pusing aku dikantor, Is. Semua orang udah tau hubungan aku sama Adipati, kuping aku panas banget. Mana orang-orang nyangkanya aku pelakor lagi. Hadeuh pusing kepala aku," jawaban Taca membuat Iis langsung mengengam tangan Taca.


"Sabar yah, Ta. Tapi, ini ngapain kita ke apartemen Adipati ?" tanya Iis, Iis bingung tadi sore dia diminta Taca untuk ke apartemen Adipati.


"Ngak tau Adipati tadi tiba-tiba minta kamu datang ke apartemen. Aku sih iya-iya aja bair cepet," jawab Taca jujur.


Taca dan Iis sudah sampai didepan pintu apartemen Adipati, saat Taca sedang membuka kunci apartemen, tiba-tiba Iis merasakan ada yang memeluknya dari belakang.


"Ayang, aku kangen...!!"


"Astaga Juan," pekik Iis sambil memukul tangan Juan yang sedang bertenger manis di perutnya


"Sakit Yang, kamu ngak kangen aku ?" Tanya Juan sambil memutar tubuh Iis, kemudian mencubit kedua pipi Iis.


"Astaga, Juan sakit. Udah ah, malu tau sama Taca," hardik Iis kesal sambil menepis tangan Juan dari pipinya.


"Hahahahhaa... ngapain kamu kesini, Pak Juan ?" tanya Taca sambil tersenyum pada Juan.


"Pangil Juan aja lah, Ta."


"Oke.."


"Tapi, asal jangan pangil sayang aja yah Ta, yang boleh mangil aku sayang, cuman bidadari aku aja," ujar Juan sambil memeluk Iis lagi.


"Astaga Ju, malu ih..." ujar Iis sambil berusaha melepaskan pelukkan Juan, tapi percuma Juan benar-benar memeluk Iis dengan erat.


Taca hanya bisa mengeleng-gelengkan kepalanya melihat pasangan aneh binti ajaib didepannya.


Klik...


Taca membuka pintu apartemen Adipati langsung berdiri mematung.


"Ta, ada apa kok banyak banget orang ?" Tanya Iis bingung.


Juan yang melihat Pak Karto yang duduk disebelah Adipati langsung menepuk dahinya. 'Nekat amat si Adipati,' batin Juan.


"Di, ini kok banyak orang, ada apaan ?" tanya Taca bingung.


Adipati langsung tersenyum melihat kehadiran Taca yang sudah Adipati tunggu dari tadi. " Ini Pak, namanya Taca dia mempelai wanitanya. Jadi udah siap kan. Bapak bisa nikahin saya sekarang kan, Pak ?"


"Oh bisa, Pak Adipati. Walinya mana yah, Pak ?" tanya Karto sambil tersenyum menyalami Taca.

__ADS_1


"Wali ??? Siapa yang mau nikah ?" tanya Taca bingung.


"Kita lah, Amore," jawab Adipati cepat sambil merangkul pinggang Taca.


"Hah....Di, kepala kamu ketabrak setum ???" Tanya Taca sambil memelototkan matanya. Taca kemudian menarik Adipati ke pojok dapur, agar pembicaraannga tidak terdengar penghulu dan orang lain.


"Kamu, kenapa ? Sakit tuh ?" tanya Taca lagi saat sudah berada dipojokan dapur.


"Ngak lah, Amore. Ini satu-satunya cara biar penghulunya teriak Sah, terus aku ngak puasa lagi, Please Amore aku udah ngak sangup puasa. Aku bisa gila kalau setiap malam harus mandi air dingin," rengek Adipati.


"Astagaaaa, sayangkuuu cintakuuuu. Jadi kamu ngelakuin ini semua biar bisa buka puasa ?"


"Ngak lah, aku juga mau nikah sama kamu, biar kamu tingal disini, ngak jadi bahan omongan lagi diperusahaan," ujar Adipati sambil menyilangkan kedua tangannya.


"Yah tapi ngak kaya gini, Di. kamu tau syarat nikah ngak, sih ?" tanya Taca sambil memijat kepalanya.


"Yah.. abisnya kamu nyuruh aku puasa mulu sampe penghulu teriak SAH. Tuh aku udah bawa penghulunya tingal dia teriak sah kan. Please Amore, bisa kena kangker prostat aku tuh, kamu ngak sayang sama aku ?" rengek Adipati sambil memeluk Taca.


'Astagaaaaa... kenapa aku bisa jatuh cinta sama laki-laki absurd kaya gini, tuhan...!!! Apa salah dan dosakuuuuu' batin Taca sambil mengusap punggung Adipati.


"Ada apa ini ?" Tiba-tiba terdengar suara Gio dari ruang Tv.


"Ini om, Adipati sama Taca mau nikah," jawab Juan enteng.


"Hah ? Emang keluarganya Taca ada disini ?" tanya Gio penasaran.


"Nah, itu masalahnya, om. Kayanya otak Adipati kesetrum, maen nikah-nikah aja. Emang Taca kucing apa nikah ngak ada walinya," cerocos Iis kesal dengan kelakuan Adipati yang seenaknya.


"Astaga... ADIPATIIIII....keluar kamu sini..!!!" bentak Gio kesal.


"Papa, kok bisa ada disini ?" Tanya Adipati pura-pura polos dia tau Gio benar-benar murka dengan kelakuannya.


"Pak Adipati jadi nikahnya ? " tanya Karto yang bingung dengan situasi tersebut.


"Ngak, ngak jadi Pak. Mending bapak pulang aja. Bi Yuli antar Pak Karto keluar cepat, sama kasih dia amplop terserah Bibi mau isi berapa," ujar Gio cepat, kepala Gio sakit melihat kelakuan anak laki-lakinya.


"Oh ngak jadi ini saya teriak SAHnya ?" tanya Karto polos.


"Yang kita aja, yuk. Mumpung ada penghulunya ini," ujar Juan sambil menatap Iis.


Iis langsung memukul lengan Juan, "Ngaco kamu, Ju."


"Bi Yuli cepet anter penghulunya keluar, jangan sampai kepala saya migren gara-gara liat itu penghulu," ujar Gio sambil memijat keningnya.


"Iya, Tuan. Pak Karto mari kesini, Pak," ujar Bi Yuli langsung membawa Karto keluar dari sana.


•••


Saking inginnya buka puasa ampe nyari penghulu 🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️


Ah sudahlah Adipati emang beda hahahaha


Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...


Add ig author yah storyby_gallon


Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️

__ADS_1


Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...


Salam sayang Gallon


__ADS_2