Water Teapot

Water Teapot
Unggas


__ADS_3

BRAKKK BRANGGG BRENGG BRONGG BELETAKKK....


Suara ribut terdengar di dapur apartemen Adipati, Bi Yuli hanya bisa mengurut dada melihat Taca memasak dengan cara melempar-lempar piring plastik atau memukul-mukul sutil kayu dengan keras.


"Amore, kamu kenapa ?" tanya Adipati bingung, sudah satu jam Taca memasak didapur dengan suara yang keras.


"Udah dari tadi, Den. Bi Yuli mau bantuin malah dimarahin, Den. Neng Taca kenapa sih ?" tanya Bi Yuli bingung.


"Ngak tau, Bi. Semenjak pulang dari kantor Taca udah marah-marah," ujar Adipati kebingungan melihat Taca marah-marah dari tadi.


"Neng Taca lagi datang bulan ngak Den ?"tanya Bi Yuli takut-takut.


Adipati berpikir keras, semenjak dia "puasa" dia benar-benar lupa kapan terakhir kali Taca datang bulan.


"Ngak tau, Bi..."


BRAKKKKK....


Taca membanting kulkas 4 pintu milik Adipati dengan keras sambil membawa ayam utuh, Taca menggenggam leher ayam tersebut dengan keras ditangan kanannya sedangkan ditangan kirinya Taca memegang pisau dapur khusus daging yang besar.


Bi Yuli dan Adipati langsung mundur dua langkah ke belakang, demi apapun saat ini ekspressi muka taca benar-benar seperti tukang jagal.


"Apa ?" tanya Taca galak sambil berjalan kearah talenan didepannya.


"Amore, are you oke ?" tanya Adipati kebingungan.


"I am fine, HONEY...!" teriak Taca sarkas, dia tau panggilan Becca pada Adipati adalah Honey.


Deg


Adipati berpikir cepat, Taca tidak pernah memanggilnga honey, satu-satunya wanita yang memanggilnya honey hanya Becca. Tapi kenapa tiba-tiba Taca memanggilnya Honey ?


"Honey, siapa honey ?" tanya Adipati sambil melihat kanan dan kirinya memastikan ada orang lain atau tidak disana.


"Den, neng Taca cemburu kali, Den. Yang manggil Honey ke Aden kan cuma Nona Becca, Den," ujar Bi Yuli sambil meremas kain lap ditangannya.


"UNGGAS GILA...!?"


BRAKKKK...


Taca berteriak sambil memotong leher ayam didepannya, dengan sekali pukulan leher ayam tersebut putus.


"AMOREEE...STOP..." teriak Adipati sambil mendekati Taca takut-takut.


"Demen banget sih ngelakuin hubungan badan sama unggas, Di...!!" cecar Taca pada Adipati.


"Astagfirullah, Den. Nyebut, Bibi tau Aden punya kehidupan bebas, Bibi mah ngak peduli, Den. Tapi, masa Aden udah punya Neng Taca masih maen sama unggas. Aden teh suka gitu-gituan sama ayam, bebek dan angsa, Den ???" Bi Yuli benar-benar kaget mendengar ucapan Taca.


"HAH...???" Adipati langsung menggeleng-gelengkan kepalanya dengan cepat, Adipati masih normal dia masih suka melihat Taca daripada angsa, "Nggak, Bi..!"


"Lah itu kata Neng Taca, aduh Aden. Neng Taca udah baek gini, Aden masih maen sama angsa. Astaga Aden..." ujar Bi Yuli sambil memukul bahu Tuannya kesal.

__ADS_1


"Ngak, Bi."


Taca menghela napas nya kemudian menyimpan pisau di sebelah ayam yang terkulai lemas tak berdaya. "Kalau sampai kamu ketauan selingkuh sama si Becca, aku potong 'ade' kamu kaya gini, aku kebiri...!".


Taca langsung pergi meninggalkan Adipati dan Bi Yuli yang kebingungan menatap Taca yang masuk ke kamar tidur.


"Lah, Aden ini mainnya sama apa sih ? Sama Nona Becca atau angsa ?" tanya Bi Yuli bingung.


"Haizzz udah Bibi mending beresin itu dapur, jangan mikir yang aneh-aneh, jangan bikin gosip," ujar Adipati sambil berlari mengejar Taca.


•••


Tuk..tuk..tuk...


Adipati mengetuk kamar tidurnya dengan takut-takut. Entah sejak kapan Adipati takut pada Taca yang sedang dalam mode marah, ngambek, cemburu atau ngomel.


Terdengar suara tangis Taca dari dalam kamar, Adipati melihat sekeliling kamar untuk mencari dimana Taca berada, nihil.


Suara tangis masih terdengar sangat jelas, Adipati mencari dimana suara itu.


"Walk in closet," bisik Adipati sambil berjalan kedalam Walk In Closet miliknya, dengan cepat Adipati menemukan Taca sedang duduk dibawah jas-jas miliknya.


"Amore..." panggil Adipati lirih sambil mendekat pada Taca.


"Amore.. kamu kenapa ?" tanya Adipati lagi sambil mengelus kepala Taca.


Bruk..


"Kenapa kamu, Amore," tanya Adipati sambil mengusap rambut Taca dan mencium pucuk rambut Taca.


"Aku tuh, aku tuh manusia, Di." bisik Taca sambil menangis.


"Aku punya rasa, punya hati, punya pikiran." ujar Taca lagi.


"Iya, Amore" jawab Adipati masih dalam mode meraba-raba sebenarnya mau dibawa kemana arah pembicaraan Taca.


"Aku udah nerima kamu, ikhlas aku, kamu dulu cassanova, pacarnya banyak, suka celap celup, pokoknya aku terima," ujar Taca sambil mengeratkan pelukkannya.


"Iya.."


Adipati hanya bisa mengucapkan kata iya saja, Adipati mencari aman, lebih baik mengalah daripada kena semprot Taca.


"Tapi..tapi aku ngak sanggup kalau dikasih liat video kamu sama si unggas sialan itu lagi ngelakuin hubungan badan, apalagi si unggas itu teriak-teriak nama kamu, boro-boro sexy malah kaya yang lagi kerasukan setan...!?" maki Taca kesal sambil mencubit perut Adipati kesal.


"Aw..sakit Amore," ujar Adipati sambil mengelus perutnya yang dicubit Taca.


"Kamu kenapa sih demen banget bikin video mesum sama si unggas sialan itu ?"


"Hah... kapan aku bikin video mesum sama Becca, Amore. Aku masih waras, mana mungkin aku bikin video kecua...."


'Sial, jangan bilang Taca liat video mesum dia sama Becca waktu di paris, arghhh bukannya video itu udah Becca hapus,' batin Adipati.

__ADS_1


"Kecuali apaan ??? Hah ? Apaan... demen banget bikin video ama unggas yah. Emang cantik banget si unggas ampe mau aja bikin-bikin video mesum. Dasar mesum, aku bilangin Abah kamu yah biar disambit pake koran..!" teriak Taca sambil memukuli badan Adipati kesal.


"Udah lama Amore, udah lama banget. Aku aja udah lupa. Tapi... kamu dapet dari mana video itu ?" tanya Adipati bingung.


"Arghh jadi beneran kamu bikin video mesum sama unggas ?" tanya Taca gemas sambil menarik-narik rambut Adipati. Walau sebenarnya Taca tau memang itu Adipati, tapi rasa kesalnya makin muncul kepermukaan saat mendengar kenyataannya dari mulut Adipati.


"Sakit.. Amore, demen banget sih KDRT sama aku,"


"Kamu nyebelin masalahnya," Taca mengerucutkan bibirnya sambil menyilangkan tangannya.


"Aku jujur loh, aku emang pernah bikin video mesum sama Becca, tapi udah lama ada kali setahun yang lalu." ujar Adipati sambil memeluk Taca.


"Iya... kamu pasti jujur sih, tapi kesel ih.... kenapa sih si Becca itu demen banget bikin perkara, dia bilang ke Radi kalau itu video baru, katanya kalian bikin video itu 4 hari yang lalu...!"


"Hah... emang Becca kenal Radi ?"


"Kaka Radi yang kenal Becca, entah gimana caranya Becca bisa kenal Radi, terus Becca bilang kamu masih pacaran sama dia katanya open relationship, loe sangka hubungan tuh Mall apa pake acara open open segala...!!" omel Taca.


"Jangan percaya, gila apa aku masih pacaran sama Becca, cantikkan kamu kemana-mana, Amore. Tapi kok kamu masih percaya sama aku ?"


"Maksudnya ?"


"Yah, kalau perempuan lain kan, pasti udah nyalahin pacarnya, minta putus, ngamuk sampe kabur gitu. Kok kamu cuman marah-marah ngak jelas doang. Tapi tetep percaya sama aku ?" tanya Adipati bingung.


"Yah abis, si unggas bilang kalian ngelakuinnya 4 hari yang lalu, ya kali kamu ngelakuin dengan keadaan "ade" kamu diperban ?!" ujar Taca sambil menunjuk 'ade' milik Adipati.


"Eh... ada untungnya yah, aku disunat hahahaa..." tawa Adipati pecah saat mendengar alasan Taca.


"Pokoknya awas aja kalau kamu ketauan main gila sama si unggas udah, aku kebiri...!!!!!"


Adipati langsung meringgis ngeri, disunat aja Adipati tersiksa lahir batin, apalagi dikebiri, bisa hilang akal sepertinya.


"Udah jangan percaya Becca, mending kamu mandi, bau acem...!"


"Bodo, bau-bau aja demen 'kan?" ujar Taca sambil berdiri.


"Bukan demen lagi, Amore. Tapi, candu...!" ujar Adipati sambil memukul pinggul belakang Taca.


•••


Yang ringan dulu yah, pemanasan nih...


Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...


Add ig author yah storyby_gallon


Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️


Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...


Salam sayang Gallon

__ADS_1


__ADS_2