Water Teapot

Water Teapot
The truth


__ADS_3

Tangan Taca bergetar hebat saat menuruni tangga lobby hotel, matanya berkabut air matanya hampir jatuh. Kata-kata Adipati benar-benar terngiang di kepalanya.


"Yah maaf kalau aku selingkuh, kamu selingkuh duluan masalahnya..."


nyitttt....


Hatinya sakit mengingat kata-kata Adipati tadi. Demi apapun Taca tau Taca salah karena pergi bersama Radi tadi. Taca mohon ampun untuk hal tersebut, tapi Taca tidak menyangka Adipati berangapan kalau Taca berciuman dengan Radi. Ngak mungkin Taca berciuman dengan Radi. Sinting yang ada kalau Taca melakukannya.


Hatinya sakit, napasnya sesak. Dia bingung harus ngapain, kemana. Ditolehkannya kepalanya kebelakang, Adipati tidak mengejarnya sama sekali. Rasa sesak langsung menyergap dirinya, Taca ingin bereriak.


"Taca..."


Taca membalikan badannya kemudian melihat..


"Juan... hai, ngak jadi pulang ?" tanya Taca sambil menyembunyikan air matanya.


"Ini mau pulang, aku naik pesawat jam 10 malem, kamu ngak sama Adipati ?" tanya Juan bingung


"Aku ikut pulang, yah..." pinta Taca sambil menatap kosong Juan.


"Lah, Adipati..."


"Aku nanti yang kasih tau dia, aku ikut pulang, kamu dari jakarta mau kemana ?" tanya Taca lagi dia berharap Juan akan langsung pergi ketempat Iis. Demi apapun dia butuh Iis.


"Langsung dijemput supir buat ke Pangandaran aku..."


"Ikut... please aku butuh Iis. Aku ikut." ujar Taca sambil mengatupkan tangannya.


Juan menatap mata Taca yang basah, feeling Juan merasa ada yang ngak benar. " Ta.. kalau punya masalah mending diselesaiin dulu, ngak baik kalau kamu tinggal gini," ujar Juan tiba-tiba bijak.


"Ngak, ngak ada masalah emang aku mau pulang aja," dusta Taca sambil mengusap matanya. Taca berjuang untuk menahan air matanya.


"Ta... kamu sama Adapati udah suami istri ngak bisa..."


"Ya udah, aku pulang sendiri aja.." jawab Taca sambil berjalan meningalkan Juan.


"Oke... boleh, kamu boleh ikut, ayo..." ujar Juan, Juan berpikir lebih baik Taca bersama dengan dirinya daripada pergi entah kemana.


Taca langsung mengekor Juan, ditatapnya handphonen miliknya, Taca langsung menulikan sesuatu di handphonenya.


-Aku pulang sama Juan, kamu selamat senang-senang sama Becca. Happy for both of you. (Bahagia untuk kalian berdua)


Send


•••


Adipati diam di ruang keluarga kepalanya sakit, dia benar-benar pusing. Adipati benar-benar lelah dengan Becca, akhirnya Adipati mengambil tindakan yang sangat Adipati hindari, menghubungi keluarga dan menggunakan kekuatan nama keluarganya dan keluarga Juan. Adipati yakin Becca menyerah saat ini.


Hatinya saat ini masih panas mengingat gambar Taca dengan Radi. Apa maksud dan tujuan Taca pergi bersama Radi. Kenapa ngak bilang, apa susahnya bilang.


Astaga, Taca....


Zreettt...


Adipati melihat handphonenya kemudian membaca pesan dari Taca, mata Adipati membulat. Demi apapun Taca sudah meng chat dan menelepon dirinya berkali-kali dari siang. Tapi chat dan teleponnya tidak masuk karena handphone Adipati yang kehabisan daya.


Adipati melihat photo-photo yang dikirm Taca padanya semuanya photo Taca bersama-sama. Tidak ada satupun photo Taca berdua dengan Radi. Mereka berempat, Taca tidak berdua. Mereka berempat....!!!


Adipati membaca pesan terakhir Taca, jantungnya berdetak cepat.


-Aku pulang sama Juan, kamu selamat senang-senang sama Becca. Happy for both of you. (Bahagia untuk kalian berdua)

__ADS_1


Astaga, Taca mau pulang, dengan cepat Adipati mengenakan pakaiannya kemudian berlari keluar mengejar Juan dan Taca.


Adipati menelepon Juan, pada dering ketiga Juan mengangkat teleponnya.


"Kenapa ?"


"Bini gue disana ?" tanya Adipati cepat.


"Iya, ini masih di lobby kenapa ?"


"Tunggu disana, tunggu pokoknya jangan kemana-mana gue turun...!!!!" ujar Adipati sambil berlari keluar kamar.


"Ok.."


•••


"Ta... tunggu bentar yah," ujar Juan.


"Kenapa ? Tadi Adipati ?" tanya Taca.


"Bukan, orang lain," jawab Juan meyakinkan Taca, tapi Taca tau dengan pasti itu pasti Adipati.


"Oh.. aku kekamar mandi kalau gitu," ujar Taca sambil pergil meninggalkan Juan.


"Oke.."


Taca berjalan cepat kearah kamar mandi, kemudian saat Taca rasa Juan tidak melihatnya lagi, Taca berjalan kepintu samping hotel kemudian masuk kedalam taxi.


"Mau kemana ?"


"Bandara, sekarang...!" ujar Taca, Taca kemudian memesan tiket pesawat tercepat yang bisa Taca dapatkan, mengunakan aplikasi online. Taca menutup matanya, Taca tau ini salah tapi demi apapun dia muak dengan Adipati.


•••


"Loh Tian, kamu ada disini ? Papih disini juga ?" tanya Juan bingung melihat sekertaris pribadi Papih ada disana.


"Ngak, Pak. Saya dapat jatah libur. Jadi saya bisa liburan, Pak. Ini pacar saya Siska." ujar Tian sambil mengenalkan Siska.


"Siska, ini anak Pak Kevin Wijaya." ujar Tian pada Siska.


"Juan"


"Siska..."


"Pak Juan ngapain kesini ?" tanya Tian penasaran.


"Oh say...."


"Juan mana Taca ? Mana istri gue..!!" ujar Adipati sambil menatap Juan.


"Kekamar mandi, lo ada masalah apa sih ?" tanya Juan bingung.


"Panjang ceritanya, ini gara-gara si Radi sialan sama Becca. Dia dikamar mandi mana ?" tanya Adipati kebingungan.


"Kamu suaminya Taca ?" tanya Siska tiba-tiba dia masih ingat Taca dan Radi.


"Hah... kamu kenal istri saya ?" tanya Adipati bingung.


"Iya, tadi kami sama Taca dan Radi jalan-jalan di Merlion sama Singapura Flyer. Selama perjalanan Taca bersikeras kalau Radi bukan suaminya, dan Suaminya sedang rapat..." Siska menjelaskan sambil terkesima dengan sorot mata Adipati, demi apapun mata biru Adipati benar-benar mampu menghipnotis dirinya, pantas Taca lebih pilih suaminya daripada Radi.


"Kamu liat Taca cium Radi ngak di taman ?" tanya Adipati tiba-tiba.

__ADS_1


"Hah... mana ada yang ada Radi abis ditendang Taca, " ujar Siska bingung.


Tian terdiam dia ingat dia mengambil gambar yang entah bagaimana caranya bila diliat sekilas Taca seperti mencium Radi. Tian langsung mengambil handphonennya, kemudian menunjukkan photo pada Adipati.


"Maksud anda photo ini ?"


"Iya..." jawab Adipati sambil mengambil handphone Tian. "Bentar tapi tadi yang aku liat ngak ada Perempuan ini.." ujar Adipati sambil menunjuk photo Siska disamping Taca.


"Bisa diedit, Pak..." ujar Tian sambil menunjukkan caranya dan hasilnya kepada Adipati.


"Astaga.... kamar mandi dimana ?" tanya Adipati panik.


"Kesana.." jawab Juan.


Adipati dengan segera berjalan kearah kamar mandi untuk mencari Taca. Dibukanya satu persatu bilik kamar mandi tapi nihil kosong. Adipati langsung berjalan ke arah pintu keluar samping hotel kemudian bertanya pada sekuriti disana.


"Pak liat wanita ini ?" tanya Adipati sambil menunjukkan photo Taca dihandphonennya.


"Oh.. tadi dia naik Taxi ke bandara, Pak...!" ujar sekuriti tersebut.


Adipati langsung mengusap rambutnya keras-keras. Diteleponnya Taca menggunakan handphonenya. Pada dering ke 9 Taca mengangkat teleponnya.


"Apa..?"


"Dimana kamu ?"


"Taxi.."


"Mau kemana ?" tanya Adipati gemas karena Taca hanya menjawab sepatah kata saja.


"Pulang..."


"Balik hotel sekarang...!" perintah Adipati.


"Ngak..."


"Astaga, Amore. balik hotel please..." Adipati melunak.


"........"


"Amore...."


"......"


"Amore, pulang aku mohon..."


"Ngak..."


Klik.....


"DAMNNNN AMORE....!!!" teriak Adipati sambil menendang angin didepannya.


"Pak, Taxi sekarang, bandara...!!"


"Baik.." ujar security tersebut sambil menelepon jasa Taxi.


•••


Ngos ngosan kaka gallon bikin ini, pingin cepet ke part Taca hamil rasanya hahahahhaaa... tapi demi Radi sadar akan kaka gallon lakukan...


Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo... Add ig author yah storyby_gallon Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️ Comment yang banyak, author suka keributan hehehe... Salam sayang Gallon

__ADS_1


__ADS_2