Water Teapot

Water Teapot
Mau mati ?


__ADS_3

Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻


jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️


Taca bangun pagi-pagi sekali karena dia ingin bertemu dengan Adipati, jadi dia berangkat dari apartemennya pagi-pagi buta. Sesampainya di apartemen Adipati, Taca langsung masuk kedalam kamar Adipati yang sedang tertidur memeluk guling, wangi vanilla menyeruak di kamar Adipati.


'Ini ada apa sih ? Parfume aku tumpah atau apaan ?' pikir Taca sambil berjalan kearah meja rias Adipati dan mengambil botol parfume miliknya, ditelitinya isi botol parfume tersebut ternyata isinya hampir habis setengahnya.


'Astaga tumpah ini pasti, kok bisa tumpah sih ?' batin Taca kesal karena baru kemarin dia membeli parfume tersebut. Disimpannya parfume tersebut kemudian menghampiri Adipati yang sedang tidur, wangi vanilla makin menyeruak kehidung Taca.


Taca mulai menajamkan penciumannya, wangi parfumenya menguar dari seluruh sudut kasur Adipati. Taca mengoyangkan badan Adipati lembut.


"Di, Adipati.. bangun Di." panggil Taca lembut sambil menciumi pipi Adipati.


"Hmmm... Amore," ujar Adipati sambil memicingkan matanya kemudian mengusap pipi Taca lembut.


"Iya, bangun yuk." ujar Taca sambil mengoyangkan hidungnya di hidung Adipati.


"Kok bisa ada disini ?" tanya Adipati bingung, sambil bangun dari tidurnya kemudian meregangkan tubuhnya.


"Hehehee kangen, sama sarapan bareng, yuk."


Adipati tersenyum melihat Taca, senyumnya makin mengembang melihat pakaian Taca yang tertutup dari atas kebawah. Celana panjang longgar dan kemeja lengan panjang.


"Bajunya tumben ngak aneh-aneh."


"Iya biar kamu ngak stress, eh ini parfume aku bocor ?" tanya Taca bingung kenapa bisa kamar Adiapti wangi vanilla.


Adipati langsung tersenyum kemudian menarik badan Taca dan memeluknya, "Aku semaleman ngak bisa tidur, jadi aku semprot sekamar-kamar pake parfume kamu baru deh aku bisa tidur. Kangen kamu Amore..." ujar Adipati sambil menciumi ceruk leher Taca.


"Di..."


"Hmmm..."


"Nanti..."


"Awww awww aww... astaga sakit. ARGHHHHHHH, awas Amore aku mau kekamar mandi, permisi awas.. aw..aw...aw... DAMN...!!!" oceh Adipati sambil menahan sakitnya, benar-benar neraka dunia..!!!


"Nanti sakit, Di..." ujar Taca sambil mengulum senyumnya.


•••


"Hmmm wangi, masak apa kamu ?"


"Roti bakar coklat, strawberry sama nanas," jawab Taca sambil memberikan jus jeruk untuk Adipati.


Adipati dengan tenang duduk di kursi meja makan sambil mengambil roti bakas coklat kemudian memakannya.


"Enak..."


"Yupz" ujar Adipati sambil tersenyum pada Taca.


"Hmm, Di.."

__ADS_1


"Iya.."


"Aku mau minta izin," ujar Taca sambil tersenyum pada Adipati.


"Izin apa, Amore ?" tanya Adipati sambil menatap Taca bingung.


"Hmmm... kamu inget Radi yang chat aku buat ningalin kamu ?"


Gerakan Adipati terhenti, mata birunya langsung menatap langsung pada Taca. "Iya.. kenapa ?"


"Radi itu, Radian Hasta..."


"Gimana ceritanya ? Radian Hasta lulusan Nanyang Technological University, Amore. Jangan ngaco, kapan kamu ketemu Radian ?" tanya Adipati bingung, dia mulai penasaran seperti apa circle pertemanan Taca kenapa dia bisa berteman dengan Radian.


"Hah... Radi tadinya kuliah di Universitas yang sama kaya aku, di Bandung tapi ngak tau kenapa dia pindah ke Singapura secara tiba-tiba dan aku ngak pernah denger kabarnya lagi," ujar Taca menjelaskan pada Adipati sambil mengusap paha Adipati.


"Amore... jangan usap-usap pedih ini," rengek Adipati sambil meringgis.


"Maaf, Di kebiasaan hehee.."


"Terus, maksud dan tujuan dia itu apa ? Kenapa dia maksa banget buat bikin kamu ningalin aku ?" tanya Adipati bingung seingatnya dia tidak punya salah dan dosa apapun pada Radi.


"Dia suka sama aku..."


"Testa di cazzo...!!! Coglione...!!" umpat Adipati sambil melempar rotinya kepiring sambil menggebrak meja.


(Artinya ah googling aja deh, umpatan bahasa italia ngak jauh-jauh dari alat kelamin 😑)


"Mau mati itu orang, hah ?!" Adipati mencari handphonenya bermaksud menelepon Juan, pokoknya terserah gimana caranya Radian Hasta harus angkat kaki dari perusahaannya.


"Di, tenang dulu. Aku mau minta izin ini," ujar Taca mencoba menenangkan Adipati yang marah.


"Izin apa ? Izin pacaran sama Radi..."


"Yah ngak lah. Gila apa aku, mending aku mati daripada putus sama kamu," potong Taca cepat, kata-kata Taca membuat Adipati sedikit tenang.


"Terus kamu mau minta izin apa ?" tanya Adipati bingung.


"Aku.. ehmm... kemarin... kemarin.."


"Kemarin kenapa ? Ada apaan ?" tanya Adipati gemas.


"Kemarin Radi ke apartemen aku..."


"Ngapain, beneran minta mati ini orang. Ngak ada otak datang keapartemen tunangan orang. Ngak punya etika...!?" cerocos Adipati sambil mencari nomer Juan di handphonenya.


"Tapi kemaren 'kan ada Iis, jadi Iis usir Radi dari apartemen. Tapi aku janjiin sesuatu kedia. Aku bilang bakal ketemu dia hari ini jam makan siang di cafe depan kantor..."


"BUAT APA ?! NGAPAIN ?!" teriak Adipati kesal, tangan Adipati bergerak kekanan dan kekiri, rasa kesal membuat Adipati melakukan gerakan tangan khas Italia.


"Katanya dia mau ngejelasin sesuatu, dia mau ngejelasin kenapa dia ningalin aku, kenapa dia ngak jadi nembak aku. Dia mau jelasin semuanya," ujar Taca jujur mengusap paha Adipati tidak peduli dengan pekikkan menahan sakit Adipati.


"Ngak usah, ngapain juga kamu dengerin dia. Emang kamu mau pacaran sama si Radi sialan itu ?"

__ADS_1


"Ngak, Di..." ujar Taca sambil terus mengelus paha Adipati.


"Hah... kamu penasaran kenapa dia ningalin kamu ?" tanya Adipati pada Taca sambil menatap mata Taca.


Taca terdiam mata Adipati benar-benar menghipnotis dirinya, ah Taca benar-benar takluk dengan tatapan mata Adipati. Lelaki bermata biru kesayangannya, miliknya.


"Aku cuman mau tau, ngak lebih. Aku juga bingung kenapa dia kaya yang benci banget sama kamu, padahal kamu ngak ada salah sama dia. Atau..."


"Atau apa ?" tanya Adipati sambil menyelipkan rambut-rambut Taca ke telinga Taca.


"Kamu pernah pacaran sama Kak Cindy, Kaka Radi ?" tanya Taca.


"Ihh ngak lah... aku tau Cindy Hasta, dia bukan tipe aku. Ngak ada sexy sexynya. Liatnya aja males, ngak biki.."


"Hei.. Kak Cindy cantik tau, baik lagi. Jangan jelek-jelekkin anak orang dong, Di," pinta Taca sambil memcubit pipi Adipati gemas.


"Awww sakit, emang kenyataannya gitu, yang demen tampang Cindy tuh, Juan."


"Ih.. malah ngomongin Juan." ujar Taca gemas.


"Ya udah.. kamu mau ngobrol sama dia ?"


Taca langsung menganggukan kepalanya, dia benar-benar penasaran alasan dibalik perginya Radi.


"Oke, tapi aku ikut. Aku bakal di meja lain liatin kamu..."


"Bareng Iis sama Juan ?" tanya Taca


"Hah... mereka juga ikut..!" ujar Adipati kaget.


"Iya, Iis kemaren telepon Juan, kata Iis pokoknya mereka bakal liatin aku sama Radi. Takut ada apa-apa."


"Astaga, ya udah bareng sama Juan dan Iis. Oke fine, pokoknya kalau dia pegang kamu seujung kuku aja aku lempar dia pulang ke Singapura...!" teriak Adipati kesal.


"Makasih, Di. Makasih udah percaya sama aku," Taca langsung mencium bibir Adipati lembut sambil mengalungkan tangannya keleher Adipati.


"Amore... stop..bener-bener yah, neraka dunia. Sakit banget astaga, ARGHHHH...!!" maki Adipati sambil berlari meningalkan Taca kekamar mandi.


"Hahahaha... maaf Di, aku lupa hahahahaa..."


•••


Apakah yang terjadi pada RADI ? Apakah Taca akan memilih Radi? Apakah Adipati akan sehat? Kapan ada adegan sedih lagi ? Kemanakah abah ? Hmmm selengkapnya hanya di episode selanjutnya *ngomong ala host-host berita kriminal hahaha


Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...


Add ig author yah storyby_gallon


Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️


Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...


Salam sayang Gallon

__ADS_1


__ADS_2