
Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻
jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️
•••
Sesampainya di apartemen Iis kaget melihat Juan sedang memasak di dapur.
"Mas, kamu lagi ngapain ?" tanya Iis bingung.
"Ayang, udah pulang ?" Juan malah balik tanya pada Iis.
"Iyah, Mas aku udah pulang, kamu lagi apa ?"
"Aku lagi masak buat kamu," ujar Juan sambil mengedipkan matanya.
"Hah... udah Mas jangan masak steak lagi, aku udah pusing liat steak selama 4 hari berturut-turut," mohon Iis demi apapun dia butuh makan nasi dengan ayam plus sambel. Iis orang sunda asli dia lebih suka makan daun salada dan sambel daripada makan steak terus-terusan.
Steak adalah masalan andalan Juan, hampir semua mantan pacarnya blesteran bahkan ada yang bule. Jadi mereka pasti sangat menikmati makan Steak. Sedangkan, Iis dia bisa semaput kalau terus menerus dikasih makan Steak, demi apapun dia butuh Nasi. NASI ADALAH SEGALANYA.
"Aku masak ayam goreng serundeng, trus itu ada salada air buat kamu dan aku bikin sambel hijau." ujar Juan sambil tersenyum pada Iis.
"Wah, masa. Yang masak siapa ? Kamu atau Bi sur ?" tanya Iis penasaran.
"Akulah, Bi Sur kan udah pulang tadi." ujar Juan sambil menyimpan piring dimeja makan kemudian memeluk Iis dan mencium bibirnya lembut.
Iis kemudian melihat ayam goreng serundeng yang menggugah selera, dan salada air. Tapi.. sebentar kenapa ada yang aneh dengan sambelnya.
"Mas, ini sambel hijau ?" tanya Iis bingung sambil melihat sambal tersebut.
"Iya, sambel hijau warnanya harus hijau 'kan ?" tanya Juan polos.
"Iya, kan bikinnya pake cabe hijau sama tomat hijau juga," ujar Iis dengan dahi berkerut melihat warna sambal hijaunya yang sangat-sangat aneh.
"Iya, emang pakai itu cabe hijau dan tomat hijau," ujar Juan mantap.
"Tapi, Mas kenapa ini warnanya hijau toska," tanya Iis bingung. Sambel macam apa yang warnanya hijau toska ?!
"Oh, tadi karena kurang hijau jadi sama aku dikasih pewarna makanan, Yang," jawab Juan polos.
"WHATTTTT.....!?" teriak Iis kaget, astaga dapat ilmu dari mana kekasihnya ini bikin sambel pakai pewarna makanan...!!!!
"Kan tadi kurang hijau warnannya tuh, ya udah biar makin cantik aku kasih aja pewarna makanan hijau.. bagus kan ?" tanya Juan sambil mengambil sambelnya.
Iis hanya bisa menggelengkan kepalanya dan menepuk dahinya kebingungan. Tuhan apa salahkuuuu ...!?
"Mas, kalau bikin sambel ngak usah pake pewarna, Mas. Sambel ngak ada yang warnanya hijau toska gini, Mas."
"Tapi, kan lucu Yang, lebih imut gitu," ujar Juan tidak mau kalah.
__ADS_1
Iis hanya bisa menghela napas, untung saja Juan masih waras dan memasukkan pewarna makanan bukan pewarna textile untuk mewarnai baju.
"Mas, nanti kamu masak steak aja yah, enak loh steak Mas," ujar Iis.
"Katanya kamu..."
Iis langsung mencium bibir Juan dengan lembut. Selama mencium Juan, Iis mendorong Juan kearah pencucian piring, dengan cepat Iis menyalakan air dari kran air dan menyimpan tempat sambal di bawah air yang keluar dari air pancuran, tanpa melepaskan bibirnya dari Juan.
Demi apapun, Iis ngak mau memakan sambel dicampur pewarna makanan...!?
•••
"Yang, tadi kok bisa sih sambelnya jatoh ke tempat pencucian piring ?" tanya Juan bingung.
Juan dan Iis saat ini sedang berada diruang keluarga, mereka sudah menghabiskan makannya, tanpa menggunakan sambel hijau campur pewarna makanan buatan Juan.
"Oh, tadi aku fokus sama penukaran saliva kita, jadi aku ngak sadar kalau tangan aku slip jadi aja piringnya jatuh," dusta Iis, padahal Iis tidak mau memakan sambal campur pewarna buatan Juan.
"Ya udah, besok aku bikin lagi deh sambel hijaunya," ujar Juan sambil tersenyum pada Iis.
"Ngak usah pake pewarna yah, Mas," ujar Iis cepat. Kebayang ngak sih makan sambel dicampur pewarna makanan, nasi sama tangan bisa berubah hijau, disangka makan bayi Hulk yang ada...!
"Tapi 'kan biar cantik warnanya, Yang." ujar Juan yang merasa tidak bersalah atas kelakuannya.
"Ngak usah, Mas. Please..." ujar Iis sambil menempelkan kedua tangannya didadanya.
Juan hanya tersenyum, Juan mengambil handphonenya dan membaca chat Iis kemudian mengerutkan keningnya.
"Yang, sini..."
"Hmm..." jawab Iis kemudian berjalan kearah Juan yang sedang duduk di sofa, Juan langsung menarik tangan Iis membuat Iis hilang kehilangan keseimbangan dan terduduk dipaha Juan.
Juan dengan cepat mengendus badan Iis, hampir semua jengkal badan Iis, Juan endus. Rambut Iis diangkat tinggi-tinggi membuat Juan dapat melihat leher Iis dengan leluasa.
"Mas, kenapa ?" tanya Iis bingung kenapa pula pacarnya ini tiba-tiba mengendusi setiap jengkal tubuh bagian atasnya, sekarang Juan sedang melihat leher Iis dan mengelusnya pelan.
"Mas..." ujar Iis lagi kesal karena Juan terus mengendusi badan Iis, apalagi Juan berlama-lama dibagian dada Iis. "MAS....!!!!"
"Apa ?" tanya Juan pendek sambil menatap Iis yang kesal dengan kelakuannya.
"Ih, ngapai ai kamu ?" ujar Iis kesal.
"Wangi badan kamu masih wangi moringa, rambut kamu masih wangi shampoo kamu yang biasa, jadi aman," jawab Juan sambil tersenyum tengil dan mengacungkan jempol tangan kananya kemudian mencium pipi Iis gemas.
"Hah ??"
"Kamu kan bilang pulang sama cowo, nah kalau cowo itu sama kamu macem-macem wangi cowo itu nempel dibadan kamu, kalau kamu tutup sama parfume kamu lagi, parfume kamu bakal nyengat banget wanginya karena baru dipake. Nah, ini wangi kamu masih lembut, ngak ada wangi cowo apapun dibadan kamu, jadi aman..." ujar Juan sambil menggesekkan wajahnya kebagian dada Iis membuat Iis menahan napasnya.
"Mas.... udah Ih, nanti kelepasan," ujar Iis sambil mendorong lembut kepala Juan.
__ADS_1
"Nikah aja, Yuk...biar kalau kelepasan kamu ngak rewel," ujar Juan sambil tetap menggesekkan wajahnya ke dada Iis.
"Kan Mas yang bilang kalau aku harus ketemu sama keluarga Mas dulu," ujar Iis sambil mengusap kepala Juan lembut.
"Hmm..."
"Aku mah diajak nikah kapan aja bisa, Mas. Ayah udah masrahin aku ke kamu,"ujar Iis sambil mencium pucuk kepala Juan.
"Aku bakal tanya Papih lagi, deh." ujar Juan sambil mengeratkan pelukkanya.
Zreettt zreeettt...
Iis langsung melihat layar handphonenya kemudian mengangkatnya sambil pergi menjauh dari Juan.
"Iya, Yah..."
"Iis, Gimana kabar kamu ?" tanya Ayah berbasa basi pada Iis.
"Baik, Yah..." Iis langsung menatap Juan dan membisikkan kata Ayah pada Juan sambil menunjuk handphonenya.
Juan langsung menganggukkan kepalanya kemudian berjalan ketempat lain untuk memberikan sedikit privasi untuk Iis dan Ayahnya.
"Syukurlah kalau begitu, Iis. Iis, Ayah besok bakal kerumah keluarga Bunda di Bandung. Ayah cuman mau ngasih tau aja," ujar Ayah dengan suara lemah.
Iis langsung menghela napasnya, Iis tau kalau Ayahnya pergi kerumah keluarga Bunda pasti pulang dari sana akan ada masalah. Ada saja kelakuan keluarga Bunda yang membuat kepala dan emosi Iis meledak.
"Yah, ngak usahlah kesana, Ayah juga udah ngak kuat perjalanan jauh. Yah, Ayah udah tinggal sama Iis aja di Jakarta, ngak usahlah tinggal sama Bunda, buat apa ngak guna juga itu j*lang tinggal bareng Ayah, ngurus juga ngak," ujar Iis kesal.
Demi apapun Bunda bukan istri yang baik, Bunda tidak mengurus Ayah dengan baik, berapa kali Iis memergoki Ayah terjatuh dari ranjangnya, muntah dimana-mana, kamar yang bau tidak bersihkan berhari-hari. Kadang Iis ingin berhenti dari pekerjaannya dan pulang kerumah dan mengurus Ayahnya, tapi Iis harus bekerja, pengobatan Ayah dan hutang Ayahnya melilit Iis.
"Sudahlah, Iis. Ayah juga ngak bakal lama dirumah keluarga Bunda," ujar Ayah menenangkan Iis. Ayahnya tau betapa bencinya Iis pada Bunda. Ayah sebenarnya ingin meningalkan Bunda, tapi ada Bernard anaknya dengan Bunda yang mengikat Ayah, Ayah tidak mau Bernard mengalami hal yang sama dengan Iis.
"Ya udah, terserah Ayah, kabarin aja kalau ada apa-apa," ujar Iis menyerah dengan kekeras kepalaan Ayahnya.
"Ya udah, baik-baik kamu disana, salam buat Juan dari Ayah," ujar Ayah.
"Iya, Yah..."
•••
Buat para ibu-ibu sekalian, jangan ngide bikin sambel dikasih pewarna makanan apalagi pewarna textile wkkwkw
Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...
Add ig author yah storyby_gallon
Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️
Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...
__ADS_1
Salam sayang Gallon