Water Teapot

Water Teapot
Gold digger


__ADS_3

Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻


jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️


•••


Taca diam melihat pantulan dirinya di kaca kamar mandi, matanya bengkak lengannya kembali lebam akibat cengkraman Radi. Sekali lagi Taca mencuci mukanya berharap bisa menghilangkan bengkak dimatanya.


"Uang, kamu suka Adipati karena Uang ?"


Deg


Kata-kata Radi bergema diotaknya, kenapa Radi sampai berpikir seperti itu. Demi apapun Taca tidak pernah berpikir untuk menjadi gold digger (wanita pengeruk harta lelaki), dia mencintai Adipati tulus setulus dia pernah mencintai Radi dulu.


Air mata Taca terus keluar, Taca benar-benar tidak mampu menghentikan tangisannya. Taca kebingungan sendiri kenapa dia bisa menangis sehisteris ini. Kenapa dia sebenarnya ?


"Hahahhaa..."


Tiba-tiba terdengar suara tawa dari luar kamar mandi, membuat Taca dengan sigap membawa tas make upnya, lalu masuk kesalah satu bilik kamar mandi yang kosong.


"Lo tau tadi di kantin kantor si Taca berantem sama pegawai HRD baru yang ganteng," ujar seorang wanita saat memasuki kamar mandi tanpa mengetahui ada Taca disalah satu bilik kamar mandinya.


"Hah...masa gara-gara paan ? Hot gosip banget Taca ini yah. Padahal cantik juga ngak, biasa aja mukanya, tapi gue akuin sih badannya emang lumayan." ujar wanita yang Taca kenal suaranya.


"Lily," desis Taca sambil menutup mulutnya.


"Iya, tadi gue liat berantem mereka, denger-denger sih katanya si Taca digebukkin Pak Adipati..."


"Hah... yang bener lo." ucap Lily sambil membenarkan make upnya, "Tapi kalau gitu gue sih yakin, Pak Adipati mau sama Taca, gara-gara Taca mau diapain aja. Mau digebukkin boleh, di "pake" berjam-jam bisa, mau diapain aja ngak papa yang penting duit ngalir hahahahhahaaa..." olok Lily sambil tertawa renyah.


Deg


Kuping Taca merah, panas mendengarkan ucapan Lily, serendah itu image Taca di pikiran teman-teman kantornya.


"Hahaha iya gila yah, si Taca semenjak pacaran sama Pak Adipati hampir semua barang yang dia pake harganya ngak murah. Baju, tas, sepatu, perhiasannya. Astaga cincinnya itu mahal banget. Taca suka pake 2 cincin disatuin kan. Gila itu mahal banget." ucap wanita lainnya sambil mencuci tangannya.

__ADS_1


"Gold digger emang beda, dia tuh apa yah. Pelakor sukses ? Hahahaa.. dulu kan Pak Adipati lagi pacaran sama Becca Nata, anaknya keluarga Nata yang punya usaha batu bara. Gila hebat banget si Taca bisa bikin Pak Adipati ningalin Becca." ujar wanita itu lagi.


Taca diam mendengar pembicaraan mereka ditutupnya mulutnya dengan kedua tangannya, air matanya tidak henti-hentinya keluar dari matanya. Taca akui semenjak Taca tinggal dengan Adipati Taca dibelikan banyak barang, Adipati menyuruh Taca menyimpan semua baju dan barang-barangnya di apartemennya dan sudah menyiapkan semua kebutuhan Taca di apartemen miliknya. Taca tidak tau dampaknya seperti ini.


"Apa jangan-jangan dia pake pelet lagi, gue baca filenya dia tuh bukan orang Bandung tapi dari kampungnya lagi. Bisa jadi dia pake dukun, gila gue harus tau banget dukunnya siapa. Gue butuh buat melet Pak Juan hahahaaa..." canda Lily.


"Eh... Pak Juan punya pacar loh, denger-denger sahabatnya Taca. Siapa yah namanya Lizbet..."


"Hah.. bu Lizbet yang bironya suka kita pake buat kerja sama perekrutan pegawai baru ?" potong Lily cepat kaget dengan berita yang baru saja dia dengar, hilang sudah kesempatannya mendapatkan Pak Juan.


"Iya.. gila temen sekampung tuh. Pake dukunnya samaan berarti. Kalah lo, muka lo mau secantik bidadari juga kalah pake dukun mereka berdua."


"Astaga, padahal Bu Lizbet bukan tipe Pak Juan banget, tipe Pak Juan kan yang bule-bule gitu. Inget mantannya dulu astaga cantiknya kaya bidadari. Down grade banget deh kalau sama Bu Lizbet...."


BRAKKK...


"Lily, elo ngak ada otak yah...! Lo boleh hina gue bebas tapi ngak hina sahabat gue...!!" bentak Taca yang kesal Iis dihina oleh Lily.


Lily dan Sisca yang kaget mengetahui Taca ada dikamar mandi tersebut hanya bisa terdiam. 'Tamat sudah' batin Lily dan Sisca.


"Gue ngak peduli elo mau bilang gue maen dukun, gue gold digger atau gue ****** sekalipun. Tapi awas aja yah, gue ngak terima elo jelek-jelekkin Lizbet, pake bilang down grade segala. Perlu lo tau yah, yang ngejar-ngejar Lizbet itu Juan. Jaga yah kalau punya mulut..." cerocos Taca kesal sambil keluar dari kamar mandi meningalkan Lily dan Sisca yang masih kaget dengan kehadiran Taca.


"Bu Taca..." pangil Pak Lukito saat Taca mau berbelok untuk masuk kedalam ruangan HRD.


"Iya.."


"Tolong siapkan berkas-berkas kita akan rapat dengan Pak Juan diruangannya. Pak Juan ingin tau tentang undang-undang ketenaga kerjaan yang baru. Nanti kamu kesana bareng Pak Radi yah. Makasih Bu Taca," ujar Pak Lukito sambil meninggalkan Taca.


Taca terdiam mengambil napas dalam-dalam lengkap sudah penderitaannya hari ini, sekalian saja nanti pas rapat ada Adipati biar sekalian Radi sama Adipati ketemu, pikir Taca kesal. Biar makin ambyar harinya.


"Princess..."


Taca diam mendengar panggilan Radi pada dirinya, "Taca nama gue Taca...!"bentak Taca kesal sambil mengambil berkas-berkas di mejanya.


"Jadi aku udah ngak boleh aku manggil kamu Princess lagi ?" tanya Radi sambil menari blouse Taca kemudian Radi kaget karena melihat pergelangan tangan Taca yang biru.

__ADS_1


"Ini kena..."


"Lupa tadi kamu genggam tangan aku keras ? Badan aku ini sensitive Rad, di cengkram aja bakal ningalin bekas biru. Kebayang kalau aku dipukulin Adipati separah apa lebamnya ? Tapi ngak kan, karena emang Adipati ngak mukul aku," cerocos Taca memberi penjelasan pada Radi sambil menatap tajam Radi dengan manik mata coklatnya.


"Sorry.. Princess."


"Taca pangil gue Taca, Ta, Aca, Ca, atau...."


Radi terdiam menunggu kata-kata Taca.


"Mrs. Berutti if you whan..!" ucap Taca sambil menunjuk dada Radi kesal, rasa kesal atas kata-kata Radi yang mengatakan kalau Taca adalah gold digger masih Taca rasakan dihatinya, membuat Taca berani mengatakan hal menyakitkan tersebut.


BOOOOMM...


Rasa sakit langsung menyelimuti hati Radi, hanya satu kata tapi mampu membuat Radi terdiam. Mrs Berutti, jangan harap dia memanggil Taca dengan panggilan itu. Jangan panggil dia Radian Hasta kalau dia tidak bisa membuktikan kebrengsekkan Adipati Berutti pada Taca.


Hatinya sudah sakit mendengar rumor yang beredar di kantor ini tentang Taca padahal dia baru satu hari bekerja disini. Tapi, rumor tentang Taca benar-benar menyakitkan hatinya. Rumor tersebut mempengaruhi Radi sampai mengatakan kata-kata yang membuat Radi menyakiti hati Taca.


"Princess, aku minta maaf. Aku ngak ada maksud nyakitin hati kamu. Maaf..."


"Ngak usah minta maaf, sekarang aku tau sepicik apa kamu, Rad," ucap Taca sambil berjalan meninggalkan Radi. "Aku tunggu diruang Pak Juan...".


•••


Mulutmu harimau mu...


Jaga lisan jangan suka ngomong seenak-enak jidat, inget orang yang kamu ajak ngobrol juga punya hati punya perasaan.


Luv youuu ❤️❤️❤️❤️


Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...


Add ig author yah storyby_gallon


Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️

__ADS_1


Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...


Salam sayang Gallon


__ADS_2