Water Teapot

Water Teapot
S2 : Abel Party


__ADS_3

Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻


jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️


•••


Pagi hari Iis terbangun, tangannya mencari-cari sosok Juan disampingnya. Namun nihil Juan sama sekali tidak ada disampingnya. Kosong, sepertinya Juan tidur di ruang kerjanya. Iis langsung mengucek kedua matanya dengan menggunakan kedua punggung tangannya. Mata Iis bengkak, menangis semalaman membuat matanya berubah sebesar bola tenis.


Juan bear-benar meninggalkan Iis semalaman, apakah Iis sesalah ini pada Juan ? Iis nggak akan lagi-lagi membohongi Juan. Iis benar-benar salah sudah melakukan suntik HCG tanpa memberitahu Juan.


Klik...


Pintu kamar terbuka, Juan masuk kedalam kamar sambil melihat Iis yang sedang terpaku menatap dinding kosong didepannya. "Yang."


Iis mengalihkan pandangannya dari menatap dinding kosong, menjadi menatap Juan yang sudah berdiri menjulang disampingnya. Iis langsung menahan tangisnya sambil mengigit bagian bawah bibirnya, terdengar suara Iis yang menahan tangisannya keluar dari mulutnya. melihat itu semua perasaan bersalah Juan langsung menelusup kedalam hatinya.


"Yang, udah jangan nangis," Pinta Juan sambil duduk disamping Iis.


"Maaf, Mas. Maafin Iis, Iis salah. Iis nggak akan kaya kemaren lagi, Iis bakal bilang kalau mau ngelakuin apapun, maaf yah, Mas," Isak Iis sambil menyembunyikan wajahnya dengan kedua tangannya.


Juan langsung memeluk tubuh Iis. "Iya, Mas juga minta maaf karena marah-marah sama kamu, Yang. harusnya aku nggak bentak-bentak kamu. Maaf yah," ujar Juan.


“Maafin Iis Mas, maaf yah. Mulai sekarang Iis nggak akan lagi ngomong apapun tentang anak,” isak Iis.


“Iya, udah yah. Nggak usah dipikirin lagi. Udah karena kamu udah suntik HCG kamu tenang yah, suntik HCG itu bikin mood kamu nggak bener, Yang,” ujar Juan sambil mengusap-usap bahu Iis.


“Mas tau darimana?” tanya Iis.


“Dulu ‘kan Ci...” Juan langsung menghentikkan perkataannya, tidak mungkin dia berkata kalau Cicil pernah suntik HCG juga, bisa habis dia di murkai Iis.


“Ci siapa? Cicil?” tebak Iis.


‘Adeuh mana bener lagi tebakkannya,’ batin Juan sambil mengalihkan pandangannya.


“Ci... Citra temennya Mamih pernah cerita, katanya dia suntik HCG terus moodnya ancur-ancuran ampe mau cerai sama suaminya,” jawab Juan asal.


“Oh...” ujar Iis sambil menelusupkan wajahnya di dada Juan dan berjanji didalam hatinya untuk tidak lagi mengambil keputusan sendiri.


Cukup sudah, Iis tidak mau lagi berkelahi dengan Juan, ini akan menjadi pertengkaran pertama dan terakhir yang akan Iis lakukan dengan Juan. Mungkin?


•••


"Yang, malam ini aku mau ke pestanya Abel, boleh?" tanya Juan sambil meminum kopinya.


"Abel ?" tanya Iis.


"Iya, Abel. Inget nggak temen aku yang aku kenalin waktu kita di Finland?"


"Ah... yang temen kamu sama Adipati?" Iis berusaha untuk mengingat siapa itu Abel.


"Iya, dia mau bikin privat party gitu, dia mau bikin bisnis di Indonesia. Jadi, dia ngundang aku sama Adipati. Boleh ?" Juan meminta izin pada Iis.


Iis yang tidak tahu seperti apa pesta yang akan diadakan oleh Abel hanya bisa menganggukkan kepalanya, tanda memberikan izinnya pada Juan. Juan yang mendapatkan persetujuan dari Iis langsung tersenyum riang, sudah lama dia tidak datang ke pesta teman-temannya.

__ADS_1


"Mas, tapi jangan nakal disana yah, aku bisa semamput kalau kamu bikin perkara disana." Iis mencoba mengingatkan Juan, Juan langsung menganggukkan kepalanya.


"Janji aku ngga bakal bikin perkara," Juan langsung mendekati Iis kemudian mencium kepala samping istrinya. "Aku sudah tobat bikin perkara, Yang."


"Baguslah, aku jadi sedikit tenang. inget Mas, sedikit tenang," ucap Iis sambil tersenyum.


"Hadeuh dibilangin aku udah insyaf, udah tobat aku tuh," ujar Juan sambil mengacak-ngacak rambut Iis dengan geram. Iis langsung berusaha untuk menyelamatkan rambutnya dari kejahilan Juan.


"Mas, aku potong ini rambut kalau kamu uwel-uwel gini," ancam Iis kesal.


"Potong aja, potong kalau berani. Potong sana," ujar Juan sambil menggoyang-goyangkan kepala Iis dengan kedua tangannya sambil menciumi muka Iis dengan gemas.


"Mas, argh.... kamu tuh," ujar Iis sambil menahan tawanya menghadapi bayi besarnya yang extra menyebalkan.


Bi Sur yang melihat Iis dan Juan hanya bisa geleng-geleng kepala, majikannya ini benar-benar beda dari yang lain. Berantem nggak bisa lama-lama, sebesar apapun mereka berkelahi pasti besoknya atau malamnya mereka sudah baikkan lagi.


•••


"Woi... semprul," panggil Adipati saat Juan turun dari mobilnya.


"Hoi... sendirian aja?" tanya Juan pada Adipati yang tampak berjalan sendirian kearahnya.


"Iya, Taca mabok parah, dari pagi dia mual sama muntah. Bi Yuli sampai semaput ngurusnya. Tadinya, Gue nggak bakal datang. Tapi, gue udah janji sama Abel, nggak enak kalau batalin," ujar Adipati sambil berjalan disamping Juan untuk masuk ketempat privat party Abel.


Didepan pintu gerbang mereka sudah disambut oleh beberapa orang wanita cantik yang berpakaian kurang bahan. Wanita-wanita itu seperti orang sawan saat melihat Adipati dan Juan mendekati mereka.


"Ada yang bisa saya bantu ?" tanya wanita berambut panjang sambil mengerling nakal pada Juan.


Juan mendekat pada wanita tersebut sambil menunjukkan barcode undangan privat party di handphonennya. Wanita itu dengan cepat menscan barcode tersebut, dengan cepat tertera nama Juan di layar.


"Iya," jawab Juan dingin.


Disebelah Juan, Adipati menunjukkan barcode di handphonennya pada wanita berambut ungu yang tersenyum penuh nafsu pada Adipati, Adipati hanya membalasnya dengan senyuman kecil dan seadanya.


"Adipati Berutti?"


"Iya itu saya," jawab Adipati santai.


"Juan WIjaya dan Adipati Berutti, tidak membawa pasangannya?" pancing wanita berambut ungu tersebut sambil menatap Adipati dan Juan. wanita itu berharap bisa menemani salah satu lelaki didepannya itu.


Juan yang mengerti arah pembicaraan wanita dihadapannya langsung merangkul bahu Adipati dengan mesra, sampai-sampai Adipati menatap Juan dengan tatapan kaget. "Ini pacar saya, Mbak."


"Gimana?" tanya Adipati kaget dengan pengakuan Juan, si semprul ini benar-benar membuat dirinya darah tinggi. Kalaupun dia g*y bisa dipastikan Adipati tidak akan pernah berhubungan dengan seorang Juan wijaya.


"Diem, mau lo diintilin dua cewe belingsatan? kalau lo kagak mabok bagus, kalau lo mabok terus lo lepas kendali dan berkahir di kamar hotel terdekat, bisa-bisa lo berakhir di tabok Taca," ujar Juan sambil terus berjalan masuk kedalam ruangan yang akan menyajikan pesta kelas atas ala Abel Evans salah satu anak pengusaha kaya dari Amerika.


•••


Selama pesta berlangsung berbotol-botol minuman keras hilir mudik dikeluarkan oleh bartender, open bottle di setiap meja yang ada diruangan itu benar-benar meriah. Abel tidak membatasi siapapun untuk memesan minuman apapun yang ada disana. Jangan menyangka minuman yang dihidangkan adalah minuman sejenis minuman wedang jahe, jamu masuk angin atau ronde. Yang dihidangkan mulai dari wine kualitas atas hingga minuman keras dengan kadar alkohol tinggi


Dj di stage memainkan lagu yang sangat memekakkan telinga, semua orang berteriak dan menari seperti orang yang gila. THE PARTY IS TOTALLY LIT....?!


(pesta berjalan dengan sangat meriah).

__ADS_1


Semua orang menikmati minuman yang ada, termasuk Juan. Badannya bergerak ke kanan dan ke kiri. hampir semua teman-temannya datang kesana. bergelas-gelas vodka sudah Juan tegak.


"Ju, lo udah mabok parah, balik lo" pinta Adipati sambil menatap Juan yang sudah setengah sadar, berbeda dengan Adipati yang masih merasa tipsy.


"Cupu lo, ini baru jam 12 malem," ujar Juan sambil menegak gelas vodka terakhirnya, Adipati hanya bisa meggelengkan kepalanya.


"Adipati, Juan,"


Adipati langsung melihat siapa yang memanggil mereka berdua.


"Cil, lo diundang juga?" tanya Adipati pada Cicil.


"Iya, gue diundang juga," jawab Cicil sambil melihat Juan yang sudah mulai mabuk, "Ah...Juan mulai mabok yah? pasti nggak mau pulang," ujar Cicil yang tau kebisaan mantan tunangannya itu.


"Iya, parah. Terpaksa jadi satpam si Juan lagi, tau sendirikan kalau Juan mabok bisa tiba-tiba telanjang di depan orang-orang," Adipati mengingatkan Cicil kelakuan absurd Juan bila sedang mabok.


"Hahaha.... sabar deh, gue ke sana dulu, yah," Cicil pamit pada Adipati berjalan ke arah teman-temannya.


Sepeninggalnya Cicil, Adipati merasakan getaran di saku celanannya, ternyata Taca meneleponnya. Adipati langsung pergi mencari tempat yang sunyi untuk mengangkat telepon dari istrinya itu, meninggalkan Juan yang masih menggerak-gerakkan badannya mengikuti irama musik dari Dj yang memekakkan telinga.


"Juan," teriak Abel sambil memeluk Juan.


"Abel, long time no see," ujar Juan sambil membalas pelukkan Juan.


"Seneng gue liat lo disini, mana istri lo?" tanya Abel sambil mengedarkan pandangannya ke kiri dan ke kanan.


"Iis lagi dirumah, gue sendirian. Nostalgia masa lalu, Bel," ujar Juan sambil tertawa keras.


Abel menggelengkan kepalanya sambil tersenyum, tangannya mengeluarkan sesuatu dari kantungnya, dengan cekatan Abel memasukkan barang tersebut kedalam saku celana Juan, "Like old time, Bro...?!" (Seperti zaman dahulu)


Juan yang tidak sadar akan benda yang dimasukkan kedalam saku celananya hanya bisa tersenyum dan menegak vodkanya kembali, lagu Pump it Up benar-benar mampu memanaskan suasana club malam, orang-orang berteriak dan menggerakkan badannya, lampu-lampu bergerak menyoroti orang-orang disana yang terlarut dengan suasana yang ditimbulkan dari minuman alkohol dan lagu yang memekakkan telinga.


Juan benar-benar terhanyut dan terus menerus menegak vodka yang entah kenapa selalu ada di gelasnya, tanpa tau apa yang akan terjadi esok.


•••


Siap-siap besok yah...


🤐🤐🤐🤐


Hai kakak kakak semua aku berharap kalian kasih vote buat aku yah...


aku ingin sekali aja rasanya nangkring di posisi 10 gitu *ngarep hahaha...


Makasih...


Ciaooo


Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...


Add ig author yah storyby_gallon


Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️

__ADS_1


Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...


Salam sayang Gallon


__ADS_2