
Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻
jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️
•••
Sudah sebulan Iis tinggal di apartemen milik Papih, Juan sama sekali tidak menghubunginya sama sekali. Mamih sudah memberitahukan pada Iis kalau Juan Mamih larang untuk menghubungi Iis. Mamih ingin Iis benar-benar tenang sebelum memutuskan untuk kembali dan menyelesaikan masalah yang ada.
Mamih dan Papih benar-benar menyerahkan penyelesaian masalahnya pada Iis. Walaupun Mamih dan Papih benar-benar berharap agar Iis kembali ke apartemen Juan dan menyelesaikan masalahnya dengan Juan.
Iis benar-benar masih merasa sakit hati dan sepertinya dia gamang. Apa yang harusnya dia lakukan, dia bingung mau dibawa kemana pernikahannya ini. Pernikahan tanpa anak apakah akan bertahan? Iis belum mampu untuk menjawab mulut-mulut pedas orang-orang yang nanti akan nyinyir pada dirinya bila dirinya dan Juan tidak memiliki anak dan Iis benar-benar tidak bisa memberitahukan alasannya pada mereka semuanya.
Iis benar-benar bingung, hari-harinya benar-benar dilalu tanpa ada yang berarti. Semua pekerjaannya tidak ada yang benar sama sekali. Pikirannya meminta dirinya untuk terus memikirkan masalah ini dengan rasional tapi hatinya benar-benar memaksanya untuk berlari kembali kepelukkan Juan sesegera mungkin.
Iis pun saat ini seperti orang kehilangan akal, saking pusing dan stressnya Iis terus-menerus memutari taman apartemen yang berbentuk lingkaran. Hampir 20 menit Iis memutari taman tersebut. Iis terus menatap kosong kakinya yang melangkah dengan pelan.
Hatinya benar-benar sakit dengan semua kata-kata Juan. Juan benar-benar sudah membuat dirinya sakit hati. Apalagi dengan perbuatannya yang membuat dirinya lebih sakit hati lagi. Iis benar-benar butuh seseorang untuk berbagi pengalaman, tapi siapa? Taca? Astaga bahkan sampai detik ini Iis belum menghubungi lagi Taca. Berkali-kali Taca meneleponnya dan mengirimkan chat tapi Iis tidak pernah membalasnya.
Iis tahu Taca tidak salah, akan tetapi rasa sakit dan sesak didadanya benar-benar membuat Iis belum bisa untuk memaafkan Taca. Egois? Iya sangat egois, tapi ijinkan Iis egois sekali saja pada sahabat baiknya itu.
Tuhan masalah Iis ini benar-benar masalah yang membuat kepalanya sakit. Rasanya masalah ini itu saking sulitnya sama saja dengan memindahkan gunung dari satu tempat ketempat yang lain. Iis nggak mampu dan nggak sanggup. Ah, andai Ibunya masih ada mungkin Iis akan bercerita segalanya dengan Ibunya. Tuhan apa yang harus Iis lakuin? Apa?
Tiba-tiba Iis menghentikan langkahnya kemudian memeluk tubuhnya yang tiba-tiba mengigil. Astaga sesak sekali dada ini. Saking sesaknya Iis benar-benar sulit bernapas, ah sial dia mulai terserang rasa panik.
Iis dengan cepat mencari tempat untuk duduk, mencari tempat untuk mengistirahatkan tubuhnya bukan jiwanya yang sudah babak belur.
Setelah menemukan tempat duduk Iis hanya bisa menahan napasnya kemudian melihat sekelilingnya. Masih siang, sebenarnya ini masih jam kerjanya Iis, tapi Iis beralasan untuk menemui kliennya.
Iis benar-benar kelelahan, berjalan mengintari taman benar-benar menguras tenaganya. Iis menghela napasnya.
“Yang, aku boleh duduk?”
Suara ini, satu-satunya manusia dimuka bumi ini yang memanggilnya Yang, hanya suaminya. Iis langsung menolehkan kepalanya ke sumber suara dan menemukan Juan sedang berdiri tegak disampingnya. Gagah namun lelah.
“Mas.”
“Iya, ini Mas, Mas boleh duduk?” tanpa menunggu jawaban dari Iis, Juan langsung duduk disamping Iis merapatkan tubuhnya dengan Iis, berusaha untuk menghilangkan setiap inci celah diantara mereka.
“Kamu ngapain muter-muter tadi disana?” tanya Juan.
“Ah... lagi ingin muter aja,” ujar Iis sambil menyilangkan tangannya di depan dadanya.
“Yang....”
“Iya....”
“Mau sampai kapan kita gini? Aku capek, Yang,” ujar Juan sambil mengambil tangan Iis kemudian menggenggamnya erat.
Iis hanya bisa mematung, kebingungan. Sejujurnya diapun tidak mengerti mau sampai kapan dia seperti ini dengan Juan. Ini pertengkaran terlama dirinya dengan Juan. Dulu, semarah-marahnya Iis dengan Juan atau semarah-marahnya Juan dengan Iis, masalah benar-benar diselesaikan sebelum mereka tidur. Iis dan Juan paling tidak suka menyimpan masalah sampai berlarut-larut.
__ADS_1
“Nggak tau,” jawab Iis pelan.
“Yang, aku minta maaf....”
“Buat?” Iis benar-benar ingin tau apakah Juan tau dimana kesalahannya, supaya Juan tidak mengulangnya lagi.
“Buat semuanya, aku juga bingung. Tapi, aku minta maaf buat semuanya,” ujar Juan.
“Kalau kamu nggak tau apa kesalahan kamu, nggak usah minta maaf, Mas. Percuma, kamu bakal ulang-ulang terus,” ujar Iis sambil menarik tangannya pelan dari genggaman Juan.
Juan menggelengkan kepalanya pelan sambil menghela napas keras, berusaha untuk melepaskan beban di dadanya yang sudah sangat sesak.
“Aku minta maaf buat mukul kamu,” jawab Juan, Juan benar-benar menekan egonya serendah-rendahnya. Dia hanya ingin Iis pulang, dia hanya ingin istrinya pulang.
“....”
“Aku minta maaf karena udah bilang kamu juga salah karena tetep ingin hamil padahal aku dan kelurga aku nggak minta kamu untuk hamil,” ujar Juan.
Juan menambahkan lagi, “Sama aku minta maaf karena udah nggak jujur sama kamu, aku minta maaf karena aku bohong ke kamu soal ke mandulan aku.”
Mata Iis terpejam selama Juan melakukan pengakuannya, sebenarnya semua yang Juan katakan benar-benar sudah Iis maafkan, hanya satu yang benar-benar membuat Iis mengganjal.
“Terus apa lagi?” tanya Iis pada Juan sambil menatal manik mata Juan.
Pikiran Juan langsung berusaha berpikir apalagi kesalahannya, sepertinya hanya itu yang Juan ingat. Kesalahan apa lagi? Juan hanya ingat itu saja?
“Mas....”
“Mas, kamu tuh udah bikin aku kaya orang paling bodoh didunia ini, kamu bikin aku nggak tau apa-apa tapi satu negara tahu kalau kamu mandul,” ujar Iis.
“Yang, aku ‘kan udah bilang aku masih nyari waktu yang tepat buat ngasih tau kamu, astaga Yang, jangan mulai,” ujar Juan, kenapa semua masalahnya hanya berputar disana-sana lagi, kenapa masalahnya benar-benar seperti bianglala yang terus berputar disana.
“Tapi, kamu tega Mas,” isak Iis sambil menatap Juan. Entah mengapa Iis benar-benar ingin menangis, padahal tadinya Iis yakin air matanya sudah habis.
“Yang, dengerin aku,” pinta Juan sambil mencengkram bahu Iis dengan kesal.
“Apa?” isak Iis.
“Jika kata maaf tidak mampu membuat kamu berpaling kepadaku, ingatlah seberapa besar cinta aku pada kamu.” ujar Juan sambil menahan air mata yang sudah mengedor di matanya, sumpah demi apapun Juan ingin menangis, Juan putus asa. Iya Juan benar-benar putus asa untuk mendapatkan kembali hati Iis. Sebulan itu sudah terlalu lama bagi dirinya dalam menyelesaikan masalah.
“Mas...” isak Iis sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Iis benar-benar menahan tangisnya. Iis benar-benar ingin mengutuk sang pencipta, hai... sang pencipta kenapa kehidupan rumah tangganya ini benar-benar sial....!? Kenapa!?
“Yang, sekarang gini aja deh, kamu ada pikiran untuk menyelesaikan pernikahan ini?” rasanya Juan benar-benar kesulitan saat mengatakan kata menyelesaikan. Juan bisa ambruk kalau Iis meninggalkannya, Juan bisa hancur.
Iis menatap Juan dan berdiri dengan cepat.
“Mungkin,” jawab Iis sambil pergi berjalan meninggalkan Juan yang terpaku mendengarkan jawaban Iis.
“Yang....”
__ADS_1
•••
Hai semuanya Kaka Gallon mau bikin Giveaway nih.... siap-siap yah.
Giveaway 1
Giveawaynya dapet tas rajut super cantik untuk 10 orang pemenang. Caranya?
Ayo kasih Point yang banyak buat Kaka Gallon. Biar Novel Kaka Gallon bisa nangkring cantik manis di Rangking Point. 10 orang yang ngasih Rangking Point terbanyak bakal Kaka Gallon kasih 10 Tas rajutan super cantik...
Untuk pemberi point rangking 11 sd 15 bakal mendapatkan pulsa masing-masing sebesar 25k...!?
(Batas pemberian Point sampai Tanggal 15 Maret 2021, pengumuman pemenang Tanggal 20 Maret 2021)
Giveaway 2
MASIH ADA LAGI? Masih lah, Kaka Gallon kalau kasih Giveaway nggak nanggung. Hihihihihii.... Ayo, komen yang banyak di Bab Kaka Gallon mulai dari tanggal 1 Maret 2021 sd 15 Maret 2021. Nanti Kaka Gallon bakal nyari 3 Komen paling Kocak (Tapi, harus sesuai cerita dan tidak ada hujatan pada Kaka Gallon).
Nanti bakal Kaka Gallon kasih hadiah.
pemenang 1, pulsa 50K
pemenang 2, pulsa 25k
pemenang 3, pulsa 10k
Jadi, semangat yah hehehe...
Peringatan :
Untuk yang mengikuti Giveaway Point dan Vote, tolong pastikan aplikasi Manggatoon dan Noveltoon di android kalian sudah di upgrade ke Versi ManggaToon 2.0.0, NovelToon 1.2.6. (HANYA UNTUK PENGGUNA ANDROID BUKAN IPHONE)
Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...
Add ig author yah storyby_gallon
Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️
__ADS_1
Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...
Salam sayang Gallon