Water Teapot

Water Teapot
S2: Aamiin...


__ADS_3

Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻


jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️


•••


Tok tok tok tok...


Iis yang sedang tidur terbangun karena suara ketukkan. Kepala Iis terbentur dada lapang Juan.


“Aduh,”pekik Iis sambil mengusap dahinya.


Tok tok tok...


Iis dengan cepat beranjak dari kasur ukuran mini itu, saking mininya badan Iis dijadikan guling oleh Juan. Kaki Juan benar-benar membelit badan Iis. Iis berusaha untuk membebaskan tubuhnya dari belitan Juan.


Setelah berhasil Iis langsung mengambil kimono yang sudah disediakan maskapai penerbangan dan membuka pintunya sepelan mungkin karena takut membangunkan Juan.


“Hai, maaf menganggu tapi saat ini kita sudah sampai Doha, dari sini kita akan ke Helsinki. Tapi, karena masih mengunakan pesawat yang sama anda bisa tetap di pesawat.”ujar Pramugari cantik bermata biru dihadapannya.


“Ah, iya.”ujar Iis sambil tersenyum.


“Ada yang mau saya ambilkan? Cemilan atau minum?”tanya Pramugari itu.


“Hmm... mungkin camilan dan minum, makasih yah,”ujar Iis, dengan cepat pramugari itu pergi meningalkan Iis.


“Iis..”


“Taca...tidur juga?”tanya Iis sambil mengintip tempat Taca.


“Iya, Adipati lagi bobo sama Kama dan Kalila. Aku mau ketempat Abah sama Edy. Kata pramugarinya disana kursinya kosong. Jadi, kalau mau kita bisa duduk disana,”ujar Taca sambil mengayunkan tangannya mengajak Iis mengikutinya.


Iis pun mengekor Taca, tak berapa lama Iis dan Taca pun sampai di tempt Abah dan Edy. Terlihat Abah dan Edy sedang mengobrol tentang dampak buruk iklim di Indonesia dengan pergerakan bebek dan angsa di Citeko.


“Abah, Edy, lagi apa?”tanya Taca sembari duduk disebelah Abah.


Iis langsung duduk disebelah Taca, kemudian menatap Edy yang sedang mengusap jengotnya yang mirip ikan lele.


“Biasa, lagi ngomongin tentang pergerakan bebek dan angsa,”ujar Abah santai sambil menyeruput kopinya.


Terserah lah ini aki-aki mau ngomongin apa Iis dan Taca ngak pernah ngerti sama pola pikir Abah. Saat sedang berbincang tiba-tiba ada pemberitahuan bahwa pesawat akan lepas landas. Mereka akan segera meningalkan Doha untuk terbang kembali ke bandara Helsinki.


“Sebenarnya ini teh kita mau kemana sih?”tanya Abah bingung.


“Taca juga ngak tau Bah, Adipati ngak mau ngasih tau,”ujar Taca pasrah.


Abah mengalihkan pandangannya pada Iis, “Ngak tau juga, Bah.”jawab Iis yang sama-sama bingung. Ah kenapa ngak tanya pramugarinya saja.


“Nanti, aku tanya pramugarinya yah,”ujar Iis tiba-tiba mendapatkan ide.


Tiba-tiba terdengar suara pramugari dari speaker pesawat. Pramugari itu akhirnya mengucapkan penguman lengkap saat pesawat akan take off. Karena maskapai pesawat menggunakan pesawat Etih*t akhirnya pengumuman pramugari pun menggunakan bahasa Arab.


“Sidati wasadati , mrhbana bikum ealaa matn alrihla Etih*t airbus A380 mae alkhidmat min Doha 'iilaa Helsinki”


(Hadirin sekalian, selamat datang di pesawat Etih*t airbus A380 dengan layanan dari Doha ke Helsinki)


Abah dan Edy yang mendengarkan kata-kata menggunakan bahasa arab langsung mengangkat tangannya seperti sedang berdoa kemudian mengucapkan.


“AAMIIN...” ujar Abah dan Edy berbarangan membuat Iis dan Taca bertatapan.


“Nahn halyana fi almarkaz alththalith fi al'iiqlae wamin almtwqe 'an nakun fi aljawi fi ghdwn eshr daqayiq tqrybana.”


( kami saat ini berada di tempat ketiga dalam lepas landas dan kami diharapkan bisa mengudara dalam waktu sekitar sepuluh menit.)


“Aamiin...”ujar Abah dan Edy lagi.

__ADS_1


Saat Edy dan Abah mengucapkan Aamiin, datang Juan yang kebingungan mencari Iis.


“Yang kamu disini?” tanya Juan.


“Iya, Mas sini duduk pake seatbeltnya, kita mau take off,”ujar Iis sambil menepuk kursi disebelahnya yang kosong. Dengan patuh Juan duduk disebelah Iis.


“Natlub mink min fadlik rabt 'ahzimat almaqaeid alkhasat bik fi hadha alwaqt , watamin jmye al'amtaeat taht maqeadik 'aw fi almaqsurat aleilawiati. natlub aydana 'an takun almaqaeid walsawaniu alqabilat liltay fi wade rasiin lil'iiqlaei.”


( Kami meminta Anda untuk mengencangkan sabuk pengaman Anda saat ini, dan mengamankan semua bagasi di bawah kursi Anda atau di kompartemen di atas kepala. Kami juga mewajibkan kursi dan baki lipat berada dalam posisi vertikal untuk lepas landas.)


“Aamiin...” ujar Abah dan Edy lagi, suara Edy dan Abah yang kencang membuat Juan menatap mereka berdua dengan kebingungan.


“Yang, Abah sama Edy kenapa?” tanya Juan.


“Ngak tau udah biarin aja, aku aja bingung kenapa mereka bilang Aamiin mulu,”ujar Iis yang sama-sama kebingungan.


“Yrja 'iiqaf tashghil jmye al'ajhizat al'iiliktruniat alty tuhadiruha , bima fi dhalik alhawatif almahmulat wa'ajhizat alkimbiutir almahmulati. yamnae altadkhin tawal mdt alrihlat ealaa kamil alttayirat , bima fi dhalik dawrat almayahi. shukraan liaikhtiarik Etih*t. astamtae birhlatik.”


(Harap matikan semua perangkat elektronik yang Anda bawa, termasuk ponsel dan laptop. Merokok dilarang di sepanjang penerbangan, termasuk toilet. Terima kasih telah memilih Etih*t. Nikmati perjalananmu.)


“Aamiin...”ujar Abah dan Edy sambil mengusap wajahnya dengan khusuk.


“Wah keren, yah Juan. Pesawatnya berdoa dulu sebelum berangkat,”ujar Abah polos sambil mengacungkan kedua jempolnya.


“Iya, jadi adem...”tambah Edy sambil mengusap dadanya.


Iis, Juan dan Taca hanya bisa saling tatap, seketika itu juga tawa mereka bertiga pecah.


“Hahahahaaaaa....”


“Abah, itu mah pengumuman tentang pesawat yang mau take off. Bukan berdoa, Abah..!!!”ujar Taca gemas.


“Haah....”ujar Abah dan Edy berbarengan.


“Jadi tadi teh bukan berdoa?” tanya Abah tengsin.


“Ini gara-gara Edy sih, kamu sih suruh Abah ngomong Aamiin tadi..!”teriak Abah sambil memukuli Edy denga koran keramat miliknya.


“Aduh..Abah...aduh... ‘kan Edy juga ngak tau. Edy kerja juga pake bahasa Inggris bukan bahasa Arab,”dalih Edy sambil melindungi dirinya dari pukulan Abah yang sudah sangat-sangat tersohor se Citeko raya.


Juan, Iis dan Taca hanya bisa menahan tawanya melihat kelakuan Abah dan Edy Edros.


•••


Perjalananpun berlangsung dengan tenang, Abah sudah lebih tenang lagi. Saat ini mereka sedang menikmati makan. Iis dan Juan makan di tempat mereka begitu pula dengan Taca dan Adipati.


Saat sedang makan tiba-tiba terdengar keriuhan dari luar, membuat Iis menengok keluar bersamaan dengan Taca.


Iis langsung melihat Abah yang sedang berbicara dengan pramugari dengan bahasa yang hanya tuhan yang tau.


“Ta.. Abah tuh,”ujar Iis sambil menyuruh Taca mendekati Abah.


Taca dengan pasrah mendekati Abah, astaga apa lagi yang dilakukan Abah kali ini. Saat mendekat Taca mendengar pembicaraan Abah dengan pramugari yang berjuang untuk mengerti apa yang dibicarakan oleh Abah.


“Neng... I eat eat rice.. oke, rice one, rice eat eat oke..!!”ujar Abah sambil mengerakkan tangannya ke arah mulut seperti orang yang sedang menyupi makanan.


Pramugari didepan Abah yang Taca yakinin tidak bisa berbahasa Indonesia karena memiliki mata hijau dan berambut pirang hanya bisa terbengong-bengong melihat kelakuan Abah.


“Eh.. Miss, I rice rice no bread bread. Not kenyang kalau bread. Rice oke rice with chiken chiken, one..!”ujar Abah makin ngaco.


Taca hanya bisa menahan tawanya, astaga bapaknya ini benar-benar membuat kepalanya pecah.


“I am sorry, Sir. I don’t understand,”ujar pramugari tersebut kebingungan. Apa coba yang diinginkan oleh kakek-kakek dihadapannya.


“Ih.. rice i need rice, sanguan sanguan..!!”ujar Abah frustasi.

__ADS_1


“Amore, Abah kenapa?”tanya Adipati yang tiba-tiba sudah ada dibelakang Taca.


“Ngak tau, Di. Abah ngomong bahasa planet,”ujar Taca sambil menahan tawa.


“Abah kenapa?”tanya Adipati pada mertua ajaibnya ini.


“Ini, Abah ‘kan lapar. Masa dari tadi Abah dikasih roti mulu, Abah tuh butuh nasi, lapar ini, bule,”ujar Abah kesal.


“Ah..”Adipati pun ingin menjelaskan menggunakan bahasa Inggris pada pramugari bermata biru dan berambut pirang didepannya, tapi Abah langsung memotong perkataan Adipati.


“Rice you now rice, put put put rice cooker, cooking cooking and am am,”potong Abah sambil mengerakkan tangannya menirukan gaya orang makan.


“I am sorry...”


“Halah lieur, dasar bule borokokok. Abah teh lapar hoyong emam sangu jeung hayam ieu teh,”cerocos Abah kesal.


(Haduh pusing, dasar bule nyebelin. Abah itu lapar ingin makan nasi sama ayam ini tuh)


“Oh, Abah teh bade emam sangu sareng hayam? Atuh naha teu nyarios ti tatadi.”


(Oh, Abah tuh mau makan nasi sama ayam? Kenapa ngak bilang dari tadi?)


“Hah...”


Taca, Adipati dan Abah kaget mendengar perkataan pramugari berambut pirang dan bermata hijau tersebut yang tiba-tiba bisa berbahasa sunda.


“Muhun, lamun bade sangu mah teu aya didieu, kumaha lamun sup we. Raos pisan supna,”ujar pramugari tersebut sambil tersenyum manis pada Abah, Taca dan Adipati.


(Iya, kalau nasi ngak ada disini, gimana kalau sup aja. Enak banget supnya)


“Tiasa nyarios sunda?”tanya Abah takjub, gimana ngak takjub ada bule berambut pirang yang ngobrol mengunakan bahasa sunda dengan dirinya.


(Bisa ngomong sunda?)


“Muhun, pan Mamah abdi asli ti Ciaul Sukabumi, Papah Abdi Belanda. Janten abdi tiasa nyarios sunda. Da abdi lamun ngobrol sareng Aki, Nini Abdi ngango bahasa sunda,”jawab pramugari itu sambil tersenyum.


(Iya, kan Mamah saya asli dari Ciaul Sukabumi, Papah saya dari Belanda. Jadi saya bisa bahasa Sunda. Karena saya kalau ngobrol sama kakek dan nenek saya pake bahasa Sunda)


“Oh neng Teh Moci?”ujar Abah bersemangat.


“Moci?”


“Iyah, MOjang Ciaul..!”ujar Abah.


“Jayusss Abah,”ujar Taca sambil memukul bahu Abah.


Abah hanya terkekeh mendengar perkataan Taca, akhirnya setelah negosisasi yang sangat ketat, hasilnya adalah Abah harus pasrah untuk memakan roti dan sup. Ah.. Abah rindu Rice Rice...!!


•••


Hihihihihiii... siapa MOCI disini?


MOjang CIawul.. 🤣🤣


Ingat NO RICE RICE NO EAT EAT 🤣


Maaf yah lagi jayus, hihihihii...


Sama maaf kalau bahasa arabnya salah, kaka gallon ngak bisa bahasa arab, itu pake google translate hahaha...


Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...


Add ig author yah storyby_gallon


Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️

__ADS_1


Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...


Salam sayang Gallon


__ADS_2