
Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻
jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️
•••
Seharian ini Iis menemani Taca berkeliling di Dubai Mall, kakinya hampir copot mengantar Taca membeli apapun yang Taca inginkan. Dari mulai pernak pernik yang ada tulisan Dubainya sampai stroller. Yup.. stroller, entah apa yang membuat Taca membeli stroller Bugaboo dongkey 3 pram di sana.
“Emang di Jakarta ngak ada stroller ini ?” tanya Iis bingung sambil melirik stroller yang dibeli opeh Taca.
“Ngak ada yang warnanya kaya gini, ini lucu, Iis,” ujar Taca sambil tersenyum senang.
“Terserah ah, ngak paham.”
“Maafkan aku, sahabat kesayangan,” ujar Taca sambil memeluk Iis erat.
“Ya ampun Taca, kaki aku rontok nganter kamu belanja, pantesan Adipati sama Mas kabur entah kemana,” ujar Iis sambil memijati kakinya yang sakitnya luar biasa.
“Hahaaa.. maaf, kamu ngak beli apa-apa ?” tanya Taca pada Iis.
“Ngak, bingung aku mau beli apaan, Ta..”
Taca hanya bisa tersenyum mendengarkan perkataan Iis, dia tau dengan pasti Iis tidak ingin menggunakan uang Juan. Makanya Iis sama sekali tidak membeli apapun.
“Ya udah ini buat kamu,” ujar Taca sambil memberikan sebuah tas belanjaan.
“Apaan ini ?” tanya Iis bingung sambil membuka tas belanjaan dari Taca. Iis terdiam melihat summer dress tersebut, karena itu adalah summer dress yang Iis inginkan, tapi Iis mundur saat mengetahui harganya.
“Ta.. ini kan mahal banget,” ujar Iis sambil menantap Taca bingung.
“Ngak papa, kan hari ini kamu....”
KLIK...
“Lo kalah, Ju. Elo traktir gue..!” ujar Adipati sambil memiting tangan Juan.
“Sakit, Di...!! Iye...iye... gue traktir dah...!” ujar Juan sambil mendorong Adipati keras.
“Daddy...” jerit Taca sambil berlari mendekati Adipati kemudian memeluknya.
“Amore, gimana seneng? Kemana aja kamu, itu notifikasi dihandphone aku bunyi mulu,” ujar Adipati sambil mencium pucuk rambut Taca.
“Seneng aku beli banyak buat sikembar, juga buat Daddy,” ujar Taca sambil mengedipkan matanya kepada Adipati.
Iis langsung mengingat barang yang dibeli Taca di la perla, Iis hampir pingsan saat Taca mengambil baju tidur yang sangat-sangat terbuka.
“Ini belanjaan kamu, Amore ?” tanya Adipati kaget melihat betapa banyaknya belanjaan Taca.
“Tadinya dia mau beli box bayi sama lemari buat baju bayi, Di. Aku sampai kaget pas dia mau beli,” ujar Iis sambil menahan tawanya.
“Astaga, Amore emang di Jakarta ngak ada ?” tanya Adipati bingung sambil berjalan mengikuti Taca yang sudah menariknya untuk masuk kedalam kamar mereka.
“Ngak ada, Daddy. Yang mau beli bayinya bukan aku,” alesan Taca sambil terus menarik Adipati yang masih dalam mode terkejut melihat belanjaan Taca.
__ADS_1
Setelah Taca dan Adipati menghilang dari ruangan tersebut. Juan langsung mendekati Iis dan mencium pucuk kepalanya.
“Yang, kamu ngak beli apa-apa ?” tanya Juan yang bingung melihat Iis hanya memegang satu kantong belanjaan.
Iis menatap Juan sambil tersenyum, “Ngak, ngapain. Ini juga dikasih Taca.”
“Kenapa ?”
‘Ente sangka harga barang disini murah ?’ batin Iis.
“Ngak papa, emang ngak mau aja, gimana tadi main golfnya kalah yah ?” tanya Iis sambil mengeluarkan summer dress.
Mata Iis tersenyum saat melihat ukurannya, Taca benar-benar membeli dress itu untuk dirinya, karena ukurannya benar-benar ukuran untuk Iis.
“Bagus ngak ?” tanya Iis sambil menempelkan summer dress tersebut ditubuhnya kemudian berputar didepan Juan yang sedang minum air putih.
“Bagus, Yang. Pakai aja buat malem ini,” ujar Juan sambil mendekati Iis.
“Eh... emang malem ini mau kemana ?” tanya Iis bingung.
Juan tersenyum misterius sambil mengambil anggur di meja dan memakannya. “Kejutan, sana mandi. Jam 7 kita berangkat.”
“Taca sama Adipati ?”
“Mereka ada urusan dan hiburan sendiri, kita aja.” ujar Juan.
“Oke...”
•••
“Done...” ujar Iis sambil menyemprotkan parfume wangi moringa kebadannya kemudian mengikat rambutnya menjadi pony tail.
Dengan cepat Iis langsung keluar dari kamarnya dan berjalan ke arah ruang tamu. Dilihatnya Juan sedang duduk mengenakan long coat biru dan menatap Iis sambil tersenyum.
“Mau kemana, kita ?” tanya Iis sambil tersenyum.
Juan langsung mendekati Iis, tiba-tiba Juan menarik karet rambut Iis membuat rambut Iis tergerai, “Bagusan digerai, Yang.”
“Eh... tapi.”
“Udah yuk,” ujar Juan sambil menarik tangan Iis lembut dan membuang karet rambut Iis sembarangan. “Mulai sekarang, jangan pernah iket rambut kamu, bahkan potong pendek rambut kamu, Yang,” ujar Juan sambil mencium rambut Iis.
“Kenapa, kan panas, rontok, berat...!”ujar Iis sambil memegang rambutnya.
“Buat apa didunia ini ada yang menciptakan shampoo anti rontok ? Udah cantikkan gini, kalau panas nanti aku suruh orang pasang AC dimanapun kamu berada,” ujar Juan ngaco sambil membuka pintu keluar kemudian menarik Iis.
“Mana bisa lah, Mas. Ngaco aja pacar aku ini,” ujar Iis sambil tertawa.
“Bakal aku lakuin, Yang. Asal kamu jangan potong rambut kamu,” ujar Juan sambil menatap Iis serius.
Iis tertawa terbahak-bahak melihat keseriusan Juan, “Oke, aku janji deh kalau aku ngak akan potong rambut, sumpah pramuka deh.”
“Awas aja kalau kamu potong rambut, aku suruh yang motongnya tempelin lagi satu-satu,” ujar Juan sambil mencium bibir Iis.
__ADS_1
“Iya, cerewet amat sih.”
Juan dan Iis berjalan menelusuri lorong hotel kemudian mereka berjalan ke arah lift. Dengan cepat Juan memencet tombol ke atas. Tak berapa lama pintu lift terbuka Juan dan Iis masuk kedalam lift, Juan memencet lantai tertinggi.
Selama di lift Juan memeluk Iis dari belakang dan menciumi rambut Iis dari belakang.
“Mas, kita mau kemana ini ?” tanya Iis kebingungan.
“Ikut aja, kamu pasti suka, Yang,” ujar Juan.
Ting...
Pintu lift pun terbuka Iis terdiam melihat apa yang ada didepannya hanya ada sebuah pintu, Juan menarik tangan Iis untuk keluar dan membuka pintu tersebut.
WHUSSSSSS....
Dengan cepat angin menerbangkan rambut dan summer dress milik Iis, Iis langsung memegangi bagian bawah summer dress miliknya. Juan dengan sigap membantu Iis.
“Mr and Mrs. Wijaya ?” tanya Seseorang sambil tersenyum pada Juan dan Iis.
“Yes...”
Iis hanya bisa tersenyum, entah kenapa selama di Dubai semua orang memanggilnya Mrs. Wijaya.
“Siap untuk melihat pemandangan Dubai ?” tanya orang tersebut sambil mengacungkan kedua jempolnya.
“We are ready,” ujar Juan sambil menarik Iis yang takjub dengan helikopter dihadapannya.
Yah, dihadapan Iis saat ini terdapat helikopter berwarna hitam yang sudah siap tinggal landas. Iis benar-benar bingung mau dibawa kemanakah dia.
“Mas, mau kemana ini ?” tanya Iis kebingungan.
Juan hanya tersenyum sambil membantu Iis untuk naik helikopter dengan sigap. Iis langsung duduk disamping Juan kemudian menggunakan headphonenya.
“Kamu pasti suka,” ujar Juan sambil menutup pintu helikopter.
Iis hanya terdiam dan berdoa moga Juan tidak ada pikiran untuk menjatuhkannya dari helikopter.
“Oke, ready for take off, enjoy Dubai Mr and Mrs. Wijaya,” ujar pilot.
•••
Mau dibawa kemana lagi ini si Iis sama Juan, hadeuhhh bikin dag dig dug der 🙈🙈🙈
Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...
Add ig author yah storyby_gallon
Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️
Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...
Salam sayang Gallon
__ADS_1