Water Teapot

Water Teapot
S2: Amukkan Taca


__ADS_3

Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻


jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️


•••


Adipati yang asik dengan pekerjaannya tidak sadar kalau Taca sudah masuk kedalam ruangannya.


“Di...”


Adipati yang sangat mengenal sapaan dengan nada manja khas milik istrinya langsung mengangkat wajahnya kemudian membuka kacamata miliknya.


“Amore, udah dari rumah sakitnya?” tanya Adipati sambil menatap Taca.


Taca hanya menatap Adipati dengan tatapan nelangsa. Air matanya tiba-tiba jatuh dari sudut matanya.


“Amore kamu kenapa?” tanya Adipati panik sambil berjalan mendekati Taca yang berdiri mematung.


“Aku ngerasa bersalah, Di,” ujar Taca sambil memeluk Adipati erat.


Adipati yang kebingungan langsung mengangkat Taca dengan sekali angkat. Taca seperti sudah terbiasa diangkat oleh Adipati langsung membelitkan kakinya di pinggang Adipati dan mengalungkan tangannya di leher suaminya.


Dengan tenang Adipati berjalan kearah sofa, Adipati langsung duduk di kursi, sedangkan Taca duduk dipangkuannya menatap Adipati dengan tatapan puppy eyes andalannya.


“Amore, kamu kenapa?” tanya Adipati sambil mengusap air mata Taca yang sudah mengalir dari matanya.


“Aku ngerasa bersalah sama Iis, tadi ditempat dokter kandungan Iis diperiksa, dia sehat kata dokter Rindu,” ujar Taca.


“Yang sakitkan si semprul Juan,” ujar Adipati.


“Iya, makanya aku tadi bingung. Aku sangka Juan udah cerita ke Iis. Ternyata belum, Di.”


Adipati hanya bisa menyenderkan kepalanya ke senderan sofa. “Si semprul itu belum bilang ke Iis?”


“Belum, karena tadi Iis malah mau suntik hCG,” ujar Taca lagi.


“Ha... suntik apaan itu, Amore?” tanya Adipati yang tidak mengerti dengan obat-obatan.


“Suntik Hormon, jadi buat bikin sel telurnya makin baik, aku nggak tega liat muka Iis yang semangat banget buat ikut promil,” ujar Taca sambil mengusap air matanya lagi.


“Amore...”


“Aku nggak tega, Di. Izinin aku bilang kekurangan Juan ke Iis, Di. Aku mohon, aku nggak sanggup liat Iis berjuang kaya gitu. Padahal perjuangannya sia-sia,” ujar Taca sambil mengatupkan kedua tangannya sebagai tanda memohon pada Adipati.


Adipati hanya bisa mengusap dahinya. Satu sisi dia ingin mengizinkan Taca memberitahukan rahasia Juan pada Iis. Ayolah, hampir semua orang tau Juan mandul, rasanya tidak adil hanya Iis yang tidak tau. Padahal Iis istrinya..!

__ADS_1


Dilain pihak Adipati nggak mungkin melewati batasannya. Itu semua ranah pribadi Juan, itu sudah sesuatu yang tidak bisa Adipati dan Taca campuri.


“Adipati, sayang. Aku mohon, aku nggak sanggup nyimpen rahasia ini terlalu lama, Di,” isak Taca.


“Nanti aku tanya Juan dulu yah, aku nggak mau lewatin batas,” ujar Adipati.


“Ini nggak lewatin batas, Di. Malah kalau dibiarin berlarut-larut kamu nggak kasian sama Iis yang bakal berharap dan nyalahin dirinya sendiri,” pekik Taca kesal.


“Kenapa Iis harus nyalahin dirinya sendiri? Yang sakit Juan,” ujar Adipati.


“Tapi, Iis nggak tau...!” pekik Taca geram.


Klik....


“Iis harus tau apa?” tanya Juan yang tiba-tiba sudah ada di ruangan Adipati.


Taca yang melihat Juan ada didalam ruangan tersebut, entah karena hormon kehamilan yang sedang menggempurnya habis-habisan, membuat Taca mengambil bantal sofa kemudian meloncat turun dari pangkuan Adipati dan mendekati Juan.


Bug.... bug.... bug....


Taca memukuli Juan tanpa ampun menggunakan bantal sofa. Juan yang kaget diserang oleh Taca langsung melindungi kepalanya dari pukulan Taca dan mundur kesamping kanan untuk menghindari pukulan Taca yang bertubi-tubi.


“Astaga ... Taca kamu kenapa? Kenapa kamu mukulin aku? Woi... Adipati bini lo kenapa?” tanga Juan sambil menghindar dari pukulan Taca.


“Jahat kamu Juan, jahat kamu sama Iis.....!!” jerit Taca sambil memukuli Juan dan menangis histeris.


“Bohong, kalau sayang kamu harusnya jujur kalau kamu itu mandul ke Iis,” pekik Taca kesal sambil menyambitkan bantalnya dengan sangat keras sampai-sampai bantalnya terlepas dari tangan dan menghantam lantai.


Taca langsung menangis tersedu-sedu sampai terduduk. Hormon kehamilan Taca benar-benar mengambil alih semuanya. Taca berubah menjadi si cengeng Taca lagi, sama seperti kehamilan pertamanya.


Adipati yang melihat Istrinya menangis langsung mendekati Taca kemudian memeluk Taca dengan cepat.


“Iya, udah jangan nangis lagi,Amore,” bujuk Adipati sambil mengusap punggung Adipati. Adipati yang masih ingat cara memperlakukan Taca yang sedang dipenuhi oleh hormon kehamilan langsung menenangkan Taca.


Juan menatap Taca dan Adipati dihadapannya. “Aku belum sanggup ngasih tau Iis, Ta. Aku masih butuh waktu.”


“Waktu apa? Kamu nggak kasian liat Iis yang berusaha untuk hamil?” tanya Taca.


Juan terdiam mendengarkan perkataan Taca, Juan sama sekali tidak melihat perubahan yang berarti dari Iis, terkecuali setiap bulannya ada hari tertentu yang tiba-tiba Iis menjadi sangat-sangat liar.


“Iis belum usa...”


“Iis itu nyatet di handphonennya, bahkan download aplikasi kesuburan. Dia bahkan selalu menjadwalkan hari yang pas untuk melakukan hubungan suami istri sama kamu. Iis benar-benar menghitung masa suburnya. Dan tadi...”


“Tadi apa?” tanya Juan penasaran.

__ADS_1


“Tadi waktu di dokter kandungan, Iis hampir aja mau di suntik hCG, Iis hampir disuntik hormon, untung aja masa subur Iis sudah lewat 2 hari yang lalu,” ujar Taca.


‘Dua hari yang lalu?’ batin Juan, Juan ingat betul dua hari yang lalu, Iis meminta Juan untuk melakukan hubungan suami istri di pagi hari sampai dua kali dan malam harinya juga. Astaga ternyata itu hari dimana masa subur Iis.


“Sampai Iis diperiksa dan Iis sehat..! Kebayang Iis sehat tapi Iis usaha keras buat hamil sedangkan kamu yang sakitnya malah enak-enakkan aja nggak mau jujur,” sentak Taca kesal.


“Semua orang tau aku yang sakitnya, Ta.” ujar Juan sambil menunjuk dirinya sendiri.


Taca kesal saat mendengar perkataan Juan, rasanya dia ingin menendang Juan ke pluto. Juan ini nggak punya perasaan atau otaknya kebentur semen cap kaki gajah?!


“Semua orang tau, cuman Iis yang nggak tau ‘kan. Bahkan Becca aja tau kamu mandul..!”bentak Taca kesal, sudahlah bodo amat Adipati mau memarahinya seperti apapun gara-gara mensentak Juan. Pokoknya Taca ingin menelan Juan hidup-hidup.


“Jahat banget kamu, Ju. Kamu tau nggak dipandangan masyarakat kalau pasangan suami istri belum dapat keturunan yang paling banyak disalahkan itu pihak wanita..!” sentak Taca sambil menunjuk Juan.


Adipati langsung menarik Taca dan menurunkan tangan Taca yang sedang menunjuk Juan dengan penuh kemarahan.


“Amore, tenang sayang,” pinta Adipati lembut.


“Kamu tau nggak sih segimana Iis usahanya, segimana Iis nelan bulat-bulat pertanyaan kapan hamil dari semua orang, kolega-koleganya di biro atau teman-temannya. Nggak enak Ju,” ujar Taca.


“Kamu mah nggak bakal ngerasain da kamu mah laki-laki dan kamu punya power juga kuasa buat bungkam orang-orang julid. Sedangkan Iis? Kamu beneran jahat Juan...!” ujar Taca geram sambil mengepalkan tangannya kesal.


“Emang siapa yang berani nanya masalah kehamilan ke Iis?” tanya Juan, siapa yang berani bikin istrinya pusing?


“Siapa? Astaga tadi Iis cerita kalau di rumah Nenek kamu, ada salah satu teman Neneknya yang tanya kepan dia hamil? Terus temen-temen Nenek kamu bilang kalau Iis cuman perempuan kampung yang mau ngeruk harta kekayaan kamu doang, karena dia mau nikah sama kamu...”


“Bentar jadi Iis tau aku mandul?” rasa cemas langsung menjalar di punggung Juan.


“Nggak tau, Iis juga nanya ke aku apa kekurangan kamu. Hampir aku bilang kalau kamu mandul, tapi, untung aku inget janji aku ke Adipati buat rahasiain semuanya,” ujar Taca frustasi, rasa bersalah benar-benar menyergapnya tanpa ampun.


“Juan jujur ke Iis, aku mohon. Kasian Iis...!” pinta Taca kesal.


Juan hanya diam menatap Taca dan Adipati bergantian. Pikirannya langsung berkelana kemana-mana, lagi perasaan trauma ditingal oleh Cicil menerpa Juan. Dia belum sanggup kehilangan Iis.


“Aku bakal bilang. Tapi, tolong kasih aku waktu...”


“Waktu waktu waktu....! Terus aja minta waktu, nanti waktunya hilang, baru tau kamu Juan..!” teriak Taca kesal.


•••


Maaf yah Taca disini emosinya kesulut banget. Kebayang lagi hamil muda, hormon masih naik turun.


Ah.... kenapa Taca hamil? Dimas bahagia sama Yaraa? Hmmm kok semua bahagia yah?


*nikmatin aja ceritanya...

__ADS_1


Ciaoo...


__ADS_2