Water Teapot

Water Teapot
S2: Lizbet Sandia Wijaya


__ADS_3

Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻


jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️


•••


“Mas, rambutnya di keringin dulu, basah gitu,” ujar Iis sambil mengambil anduk kemudian mengosok kepala Juan pelan.


“Buru-buru, Nenek pasti ribut kalau kita telat pas Nenek tiup lilin. Bener-bener udah kaya anak SMA aja Nenek tuh, saban tiup lilin harus diliatin.”rutuk Juan sambil memegang menundukkan kepalanya agar Iis mudah mengosok rambutnya.


“Udah kering,” Iis mengusap handuk ke leher Juan.


“Kamu kenapa bisa dipipisin Kama sih ?” tanya Iis bingung.


“Tadi, Taca minta tolong aku buat gantiin popok Kama, eh pas aku buka weeerrrr... Kama pipis kemana-mana, kecil-kecil pipisnya banyak...!” ujar Juan kesal.


“Hahhaaa..yah gimana atuh, bapaknya aja bentukkannya kaya Adipati, yah anaknya pasti gitu,” ujar Iis sambil menyisiri rambut Juan.


Juan tersenyum melihat tawa Iis, akhirnya Iis tertawa lagi. Tadi pagi Iis merajuk setelah menelepon Ayahnya. Berkali-kali Juan menghiburnya hasilnya nihil. Tapi, terima kasih pada Kama, berkat dia Iis tersenyum kembali, walau Juan harus pasrah dipipisi oleh Kama.


“Akhirnya tunangan saya senyum lagi, terima kasih..!!!” ujar Juan sambil memeluk Iis.


“Eh...Mas jatuh ini,” ujar Iis yang hampir oleng karena dipeluk Juan.


Juan melepaskan pelukkannya dan mendekatkan wajahnya dengan wajah Iis ingin menyicipi candunnya, bibir manis Iis.


Klik...


“Abang, Nenek nyari...” Dimas menghentikan perkataannya saat melihat Juan dan Iis yang hampir melakukan penukaran saliva.


Iis menatap Dimas dengan wajah memerah, rasa malu menjalar sampai membuat Iis salah tingkah. Berbanding terbalik dengan Juan.


“Yeh... semprul..!! Ganggu mulu lo, sana udah ntar Abang kesana. Kalau masuk tuk ketuk dulu itu pintu..! Semprul dasar..” ujar Juan kesal karena Dimas dia tidak jadi mencium Iis.


“Maaf Bang,” ujar Dimas buru-buru sambil menutup pintu kamar. Astaga mimpi apa Dimas semalem, sampai kaya gini. Sehari ini 2 kali potek hati Dimas, pertama tadi dia liat Taca sama Adipati melakukan penukaran saliva, sekarang dia hampir melihat Iis dan Juan hampir melakukan hal yang sama dengan Taca dan Adipati.


Astaga jiwa jomblo Dimas meronta-ronta, salah apa dia Tuhan...!!!!


“Pak, maaf. Pak Adipati dimana yah ?”


Suara manis menyadarkan Dimas, Dimas melihat seorang gadis manis bermata besar sedang membawa map.


“Kamu siapa ?”


“Oh, saya sekertarisnya Pak Adipati, saya mau ngasih berkas-berkas,” ujar Sherlly sambil menatap Dimas.

__ADS_1


“Oh, Adipati dikamar itu, tapi dia lagi sama Istrinya,” ujar Dimas sambil menunjuk kamar di sebelah kiri.


Sherlly langsung menghela napas, dia harus menunggu kalau begitu, bila Adipati sudah bersama Taca artinya mereka akan melakukan atraksi menggemparkan jiwa dan raga para jomblo dan jomblowati di Indonesia.


“Ya sudah saya tunggu disana aja,” ujar Sherlly pasrah.


“Eh.. maaf saya mau nanya, kamu jomblo ?” tanya Dimas ngasal.


“Hah...”


What the maksud ini lelaki nanya tentang status hidupnya ? Astaga...!


“Iya kamu jomblo ngak, kalo jomblo sama kaya saya, jadi bisalah saya deketin kamu,” ujar Dimas kocak.


“Iya.. jomblo, saya kesana dulu yah,” ujar Sherlly melarikan diri dari Dimas, cowo aneh..! Ganteng tapi kok aneh sih..!!!


“Eh.. bentar..” panggil Dimas sambil mengejar Sherlly yang sudah melarikan diri dari Dimas.


•••


“Mana ini Iis ?” tanya Nenek Lia pada Mamih Liliana.


Mamih Liliana melihat kekanan dan kekiri mencoba mencari penampakan Iis, kemana lagi Iis sama Juan. Nenek dari tadi terus bertanya dimana Iis dan Juan.


“Nanti juga datang, Mah.. ngak usah dicari,” ujar Papih Kevin kesal, entah kenapa ada rasa kesal melihat Ibunya lebih memperhatikan Iis dan Juan daripada dirinya.


Nenek tau kalau Kevin tidak ingin kalau Iis menjadi calon Istri Juan. Nenek tau, Papih Kevin masih meragukan ketulusan Iis. Tapi, Nenek yakin dengan kesabaran dan keberanian Iis, Iis pasti mampu untuk menaklukkan hati Papih Kevin.


“Maaf, telat..” ujar Juan tiba-tiba muncul dibelakang Dimas dan Sarah. Dengan cepat Iis melambaikan tangannya ke arah Nenek Lia yang dibalas senyuman oleh Nenek Lia.


Mc pun mengumunkan acara tiup lilin Nenek Lia, kue ulang tahun bikinin Iis pun di keluarkan, kue sederhana tidak terlalu mewah, mana bisa Iis menghias kue tersebut, Iis bukan pastry chef mana bisa dia menghias kue.


“Kuenya bagus, Yang.”


“Oh yah...” ujar Iis senang saat Juan memuji kue buatannya sambil menepuk kedua tangannya.


Prat... Prat...prat....


Suara confetti terdengar bersaut-sautan saat Nenek Lia meniup lilinnya. Iis langsung tersenyum dan menepukkan tangannya sambil merapatkan dirinya ke badan Juan.


“Selamat ulang tahun....”


Teriakkan orang-orang dan suara tepuk tangan terdengar memekakkan telinga. Semua orang bersuka ria dan mengucapkan selamat pada Nenek.


“Terima kasih semuanya, dihari bahagia ini saya juga ingin mengumumkan, akhirnya Cucu saya akan menikah dengan seseorang. Iyah akhirinya Cucu saya Juan Wijaya akan menikah dengan Lizbet Sandia Wijaya,” ujar Nenek Lia sambil menatap Iis senang.

__ADS_1


Papih Kevin hanya bisa mesem-mesem disamping istrinya, rasanya dia ingin berkata dan berteriak TIDAKK keras-keras tapi itu tidak mungkin, bisa dikuliti hidup-hidup dia oleh Nenek bila mengatakan hal tersebut.


Iis hanya bisa terdiam saat namanya disebutkan ditambah nama kelurga Juan. Dia menatap Juan dengan tatapan meminta penjelasan, Juan hanya dapat mengangkat bahunya senang. Juan berulang kali mengucapkan kata terima kasih Nenek didalam hatinya.


“Sini, Nak... biar orang-orang tau anggota keluarga baru Nenek, sini Nak..” ujar Nenek sambil mengulurkan tangannya.


Iis kelimpungan, dia tidak siap menjadi pusat perhatian dan tatapan sirik dari wanita-wanita disana.


“Mas..”


“It’a ok, i am here, Yang..” ujar Juan sambil menepuk bahu Iis.


“Temenin.”


Tiba-tiba Iis merasa kecil dan sendirian, dia butuh sokongan Juan, dia takut badannya bergetar.


“Oke, bareng aku,” ujar Juan sambil mendorong lembut Iis.


Iis melangkahkan kakinya, langkah kecil sederhana. Langkah yang bisa mengubah masa depannya, mengubah takdirnya, mengubah kehidupannya.


Iis jadi ingat perkataan Abah, takdir perempuan itu dua. Dilahirkan di keluarga apa dan menikah dengan siapa. Iis merasakan itu semuanya, Iis lahir dikeluarga berantakan masa lalunya buruk tidak pernah merasakan kebahagiaan, tapi sekarang. Iis akan menikah dengan seorang lelaki dewasa, mapan dan selalu memberikan kebahagiaan pada dirinya.


Iis berdoa pada tuhan semoga pilihannya tepat, karena dia tidak mau turunannya menderita karena kesalahan dirinya dalam memilih suami, seperti yang dilakukan oleh Ibunya.


“Yang... are you ready ?” bisik Juan ditelinga Iis.


“Yes..” ujar Iis.


“Welcome to the club..” ujar Sarah dari samping Iis.


•••


Done.. tingal nikah hihihihihii...


Lebay yah, but ini kenyataannya. Saat seseorang menikah dengan orang dari keluarga terpandang kaya raya jaya makmur abadi, hampir tiap gerak geriknya dipantau habis-habisan... tidak boleh ada celah.


Contohnya ? Liat deh Mbak Nia Ramadhani Bakrie. Hampir semua gerak geriknya dilihat oleh masyarakat, jadi kaya itu enak tapi kewajibannya juga BUANYAAAKKK....


Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...


Add ig author yah storyby_gallon


Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️


Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...

__ADS_1


Salam sayang Gallon


__ADS_2