Water Teapot

Water Teapot
S2 : Keluar..


__ADS_3

Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻


jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️


•••


Iis berjalan keluar dari ruang kerja Papih dengan persaan remuk dan hancur. Harga dirinya benar-benar diinjak-injak oleh Papih. Napas Iis tersenggal, Iis ingin menangis tapi entah kenapa air matanya tiba-tiba tertahan dimatanya. Iis harus pergi dari sana...!


Iis dengan cepat berjalan keluar rumah Juan, Iis berlari kepagar rumah Juan yang lumayan jauh dari rumah utama Juan. Didepan Iis langsung memesan Grabcar.


"Bu.. mau kemana ?" tanya satpam yang sedang berjaga di pintu gerbang rumah Juan.


"Ah.. saya mau pulang, perut saya sakit. Kayanya saya kebanyakan makan tadi," jawab Iis memberikan alasan terbaik miliknya.


"Oh, saya panggilkan Pak Juan, tadi Ibu datang kesini sama Pak Juan 'kan ?"


"Ah... jangan ngak usah, Pak Juan lagi sama keluarganya ngak enak, biarin aja." ujar Iis menghentikan satpam tersebut untuk masuk kedalam rumah dan memanggil Juan, bisa pecah tanggis Iis bila melihat Juan.


"Tapi Bu..."


Tiba-tiba mobil Avanza berhenti didepan Iis, kemudian pengemudinya membuka jendela mobilnya.


"Dengan Bu Iis ? Saya dari Grab..."


Iis dengan cepat membuka pintu dan meloncat masuk kedalam mobil. "Ayo, Pak cepet saya buru-buru."


"Baik, Bu..." ujar supir Grab patuh.


Iis diam kemudian melihat handphonenya, dengan cepat dia membuka aplikasi chat kemudian menchat Taca.


- Taca aku putus sama Juan. Aku... aku diminta untuk menjauhi Juan oleh Papih. Papih tidak terima Seorang Wijaya menikah dengan gadis kampung dan pengemis kaya aku. Sakit Taca... hati aku sakit. Harga diri aku hancur sehancurnya. Papih Juan sampai ngasih aku cek 10 milyar sebagai kompensasi aku pernah pacaran sama Juan dan Papih tau hutang Ayah dan Bunda. Ta.. andai kamu belum menikah dan punya anak aku pasti udah datang ketempat kamu...! Tapi, sekarang situasi ngak memungkinkan, aku cuman minta doanya Ta, doain aku kuat.


Doain aku kuat ningalin Juan, Taca aku harus gimana aku cinta Juan tapi Papih ngak mau Juan nikah sama aku, aku harus nyerah.


Sehat-sehat yah Taca, mungkin aku ngak bisa ketemu kamu dulu, titip salam buat Kama dan Kalila.


Send..


Tampak tanda cheklist satu, Iis yakin Taca sedang sibuk dengan Kama dan Kalila.

__ADS_1


Setelah mengirim pesan tersebut pada Taca, Iis hanya bisa diam menatap bangunan kota Jakarta yang seperti menertawakan nasibnya, nasib menjadi seorang wanita kampung, miskin, banyak hutang yang berharap menjadi seorang cinderella kemudian menikahi seorang pangeran.


•••


Iis berjalan kedalam apartemen Juan, Iis dengan cepat masuk kedalam kamar Juan, diambilnya koper berukuran sedang dari gudang. Iis kemudian memasukkan baju-baju dan semua perlengkapan pribadinya kedalam koper. Benda-benda penting Iis masukkan kedalam koper dengan sangat terburu-buru.


Iis lalu mengambil kotak kecil dari dalam lemari dan menyimpan cek 10 milyar dari Papih, cincin tunangan dari Juan, seluruh kartu kredit dan kartu debit yang Juan berikan pada dirinya, juga gelang dan kalung dari Juan. Ditutupnya kotak tersebut dan diambilnya kertas kemudian Iis menuliskan sesuatu di sana.


Air mata Iis tiba-tiba jatuh mengenai kertas, memberikan tanda air mata.


Iis menelan salivanya kemudian melipat dan menyimpannya di atas kotak. Iis dengan cepat menyimpan kotak diatas kasur yang selama ini selalu Iis dan Juan tiduri, kasur yang menjadi saksi betapa hangatnya pelukkan Juan untuk dirinya.


Astaga dia kangen Juan, dia ingin memeluk Juan tapi Iis sudah berjanji untuk menjauhi Juan. Iis melihat kekanan dan kekiri mencari sesuatu yang bisa dibawa oleh dirinya. Mata Iis langsung melihat long coat biru milik Juan, Juan sangat suka memakai long coat karena Juan tidak kuat dingin. Dan long coat biru tersebut adalah long coat milik Juan yang paling sering Juan pakai.


Iis menggunakan long coat tersebut, seketika itu juga Iis merasa dipeluk oleh Juan. Wangi white musk langsung menyelimuti Iis. Iis menarik napas dalam-dalam kemudian menarik kopernya keluar dari apartemen Juan. Keluar dari kehidupan seorang Juan Wijaya, Laki-laki manis yang sangat Iis cintai.


•••


"Mih, Iis mana ?" tanya Juan bingung karena sudah hampir satu jam Juan tidak menemukan Iis sama sekali.


"Lah, tadi kata Bi Murni Iis dibawa Papih ke ruang kerjanya. Coba kamu cek," ujar Mamih sambil mengigit roti tawar dihadapannya.


Deg...


"Papih mana Iis ?" tanya Juan saat masuk kedalam ruang kerja Papih.


"Terakhir Papih liat dia keluar sambil bawa cek 10 milyar dan berjanji bakal ninggalin kamu," ujar Papih tenang sambil menatap Juan.


"APAAAAA ?!"


Teriakkan Juan mengagetkan Mamih dan Bi Marni yang sadang membereskan bekas makan malam.


"Nyonya, Den Juan berantem lagi sama Tuan ?" tanya Bi Marni yang sudah sangat hapal kelakuan Juan dan Papih.


Mamih langsung memijat dahinya, capek rasanga mengurusi kedua orang itu, sudah mirip anjing dan kucing. Saling benci tapi sebenarnya didalam hati mereka yang paling dalam mereka saling peduli.


"Kita liat kesana yuk, Bi." pinta Mamih sambil mengajak Bi Marni untuk ke ruangan kerja Papih.


"MAKSUD PAPIH APA !? IIS BUKAN WANITA SEPERTI ITU...!"

__ADS_1


"Buktinya wanita sialan itu tetap bawa ceknya pergi dan meninggalkan rumah ini 'kan. Sudahlah Juan, wanita miskin kaya gitu ngak usah kamu pikirin. Papih bakal cariin yang lebih cantik 10 kali lipat dari Iis..!"


"Sinting Papih itu, Papih ngomong apa aja sama Iis. Iis ngak bakal mungkin ninggalin aku gitu aja kalau Papih ngak ngomong aneh-aneh sama Iis.” Bentak Juan sambil mengepalkan tangannya berusah untuk menahan amarahnya.


“Papih cuman ngomong kenyataan, ngak ada dikamus keluarga Wijaya menikah dengan wanita dari kalangan rendah seperti itu. Nenek mungkin tidak akan mengizinkan Juan. Kamu tau sendiri betapa sulitnya Nenek menerima seseorang kekeluarga Wijaya...!” ujar Papih.


“Papih, Nenek belum pernah ketemu Iis, bisa aja Iis ngambil hati Nenek. Nenek juga sekarang ngak sesaklek dulu. Papih liat Mamih, dulu mana mau Mamih punya mantu orang rendah, tapi liat betapa jatuh cintanya Mamih sama Iis.”


Papih bungkam, apa yang dikatakan Juan benar. Mamih sangat-sangat menerima Iis, bahkan sepanjang makan malam untuk pertama kalinya Papih merasakan sebuah keluarga yang hangat. Bukan sebuah keluarga yang makan malam hanya untuk formalitas biasa. Dalam hati kecil Papih sebenarnya ada rasa suka pada pribadi Iis yang hangat, ramah, sopan dan ceria. Tapi, semua itu tertutupi dengan status sosial Iis yang berada sangat jauh dari keluarga Wijaya.


“Pih, dimana Iis dan apa yang Papih omongin ke Iis ?” desak Juan.


“Papih cuman minta dia tingalin kamu dan batalin 2 asuransi ini,” ujar Papih sambil memberikan kertas berisikan surat pembatalan asuransi kepada Juan.


“Terus Papih kasih 10 milyar untuk kompensasi karena sudah jadi kekasih kamu, Iis setujuin semuanya, dan tentu saja ceknya Iis bawa, hutangnya banyak loh. Bapak sama Istrinya saja hutangnya mencapai 1,6 milyar,” ujar Papih lagi.


Juan diam menatap kertas ditangannya, amarahnya benar-benar sudah tidak dapat ditahan lagi. Juan dengan cepat melempar kertas ditangannya, dia harus pergi dari sana sebelum kelepasan memukuli Papih.


“Papih, Papih jangan harap liat muka Juan lagi dirumah ini...!” bentak Juan kemuadian berjalan keluar dari ruangan kerja Papih.


“Juan mana Iis ? Kamu kenapa, Nak ?” tanya Mamih panik melihat wajah Juan yang sudah merah menahan emosinya.


“Tanya Papih apa yang Papih omongin ke Iis, sama maaf Mih, mulai detik ini jangan harap Juan nunjukkin muka Juan dirumah ini lagi....!?” ujar Juan sambil pergi meninggalkan Mamih yang kaget dengan perkataan Juan.


“JUAN...!!!” Mamih berteriak keras, astaga jangan lagi anaknya meninggalkan keluarganya..!


•••


Mulai yah masalahnya, nikmati aja...


Mau marah-marah boleh silahkan kolom komentar terbuka luas untuk mengungkapkan emosi 🙈🙈🙈🙈🙈


Jangan lupa makan semangka kaka ❤️


Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...


Add ig author yah storyby_gallon


Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️

__ADS_1


Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...


Salam sayang Gallon


__ADS_2