
"Radi," panggil seseorang dibelakang Radi.
Radi menghentikan langkahnya dan menatap wanita yang berjalan kearah dirinya. Badan wanita tersebut sangat ramping, rambutnya yang panjang dan wajahnya yang tampak lebih muda dari usiannya, benar-benar membuat Radi tersenyum. Gadis tersebut adalah kekasinya, sudah hampir setahun belakangan ini dirinya dekat dengan gadis itu.
"Taca..." desis Radi sambil menatap gadis itu.
"Hah, siapa? Kamu manggil siapa, Rad?" tanya Arrumi bingung, sepenglihatannya dia tidak melihat orang lain kecuali mereka berdua.
Radi yang sadar salah memanggil nama hanya bisa mengusap dahinya pelan, "Nggak, salah. Maksudnya Arrumi, maaf-maaf aku kayanya lagi kurang sehat," ucap Radi.
"Kamu sakit, Rad?" tanya Arrumi sambil menyentuh dahi Radi bermaksud mengukur suhu tubuh Radi.
Radi mengambil tangan Arrumi dari dahinya kemudian mengecupnya pelan, "Nggak, aku cuman kecapean aja, Ar," ucap Radi.
"Yakin, kamu nggak sakit?" tanya Arrumi khawatir, sepertinya Arrumi merasa kalau wajah Radi tampak pucat.
"Nggak, Ar. Aku nggak sakit, ayo mau kedalem?" tanya Radi sambil menggeenggam tangan Arrum.
Arrumi hanya bisa diam saat melihat tingkah laku Radi. Berhubungan dengan Radi benar-benar seperti misteri. Radi lelaki yang sangat tertutup, semua masa lalunya benar-benar Radi tutupi. Tapi, diatas kasur jangan salah, Arrumi sampai kewalahan menghadapinya. Arrumi bahkan suka saat Radi mengucapkn kata Princess di telinganya. Kata yang selalu membuat Arrumi melayang.
Arrumi dan Radi memang sudah menikah, mereka sudah melangsungkan pernikahan sekitar enam bulan yang lalu. Pernikahan mewah dan elegant di Singapura. Pernikahan impian Arrumi tanpa ada campur tangan Radi. Radi seperti tidak mau ambil pusing dan terlibat dengan acara pernikahan tersebut. Bahkan, teman-teman Radi tidak ada yang datang satu pun, hanya ada keluarganya saja. Saat Arrumi tanya kenapa tidak mengundang teman-temannya, Radi hanya menjawab dengan senyuman tanpa keluar satu kalimat apapun dari mulutnya.
Didalam sudah banyak orang berseliweran, Radi terus menarik Arrumi kearah jendela. "Banyak orang yah," ujar Dimas sambil memeluk Arrumi dari belakang.
"Kan, mau ada acara nikahan. Pasti penuh, Rad," ujar Arrumi.
"Iya, nikahan Princess" ucap Radi pelan.
"Aku kan udah nikah sama kamu, masa aku nikah lagi," ucap Arrumi bingung. Kenapa suaminya ini, kenapa dia malah berangapan dirinya yang akan menikah lagi.
Radi lagi-lagi menulum senyumnya, astaga Taca benar-benar menjerat Radi. Sampai detik ini, diotaknya masih berseliweran sosok Taca. Sosok yang tidak bisa Radi lupakan, sosok yang membuat dirinya memilih untuk menikahi Arrumi, gadis yang mirip dengan Taca.
"Maaf, maksudnya temen aku yang nikah untuk kedua kalinya," jawab Radi.
"Ha.. dia cerai sama suaminya yang dulu?" tanya Arrumi bingung. Jadi, teman suaminya ini janda?
'Aku berharap mereka bercerai,' ucap Radi didalam hati sambil menciumi pucuk rambut Arrumi.
"Radi, astaga kamu kenapa sih? Aku nanya nih," ujar Arrumi kesal sambil membalikkan badannya dan menatap Radi.
"Nggak, mereka nggak cerai, mereka cuman memperbaharui pernikahan gitu, lah," jawab Radi sambil mengalihkan pandangannya. Satu-satunya yang membuat Arrumi berbeda dengan Taca adalah warna bola matanya. Arrumi memiliki bola mata yang hitam pekat, sedangkan Taca memiliki warna coklat. Hal, itu membuat Radi tidak suka terlalu lama menatap mata Arrumi.
Arrumi hanya bisa menghela napas pelan, seumur pernikahannya dia tidak pernah ditatap dengan penuh cinta oleh Radi. Radi seperti menolak untuk menatap manik mata Arrumi.
"Aku, kekamar mandi dulu," ucap Arrumi sambil mendorong tubuh Radi pelan dan mengecup bibir Radi pelan.
Radi hanya diam menatap Arrumi pergi meninggalkan dirinya, ada rasa sakit dihatinya. Radi sadar dia sudah melakukan tindakan yang sangat jahat pada Arrumi. Dia menjadikan Arrumi pengganti Taca. Bila ada yang bertanya pada Radi, apakah dia mencintai Arrumi, jawabannya tidak. Cintanya benar-benar sudah berlabuh di wanita manis dan ceria bernama Taca. Wanita yang sudah memiliki tiga orang anak dan memiliki seorang suami yang bernama Adipati Berutti, bule beruntung.
"Radi."
"Hai, Iis. Kamu cantik banget," ucap Radi sambil menatap Iis yang terlihat cantik mengenakan gaun berwarna putih tulang. Kulit sawo matangnya, benar-benar cocok dipadukan dengan gaunnya saat ini.
"Astaga, Radi kemana aja? Eh... denger-denger kamu udah nikah, yah?" tanya Iis sambil memeluk cepat Radi.
__ADS_1
"Ada, aku tinggal di Singapura sekarang, aku udah nikah. Istri aku tadi kekamar mandi," ujar Radi sambil menunjuk kearah Arrumi tadi pergi.
"Masih sama yang dulu 'kan? Yang kamu aja ke ulang tahun Neneknya Mas Juan?" tanya Iis, Iis ingat gadis yang sangat mirip dengan Taca yang dibawa oleh Radi ke acara ulang tahun Nenek Lia dulu saat dipulau H.
"Iya, sama dia. Namanya Arrumi, dia istri aku sekarang," jawab Radi santai.
Iis langsung tersenyum manis pada Radi, "Akhirnya kamu bisa move on juga, Rad. Aku salut," ucap Iis sambil mengacungkan dua buah jempolnya. Iis sama sekali tidak tau, Radi belum move on dari Taca.
Radi hanya tersenyum saat meihat Iis, "Mungkin...."
"Gimana? Kok mungkin?" tanya Iis penasaran.
"Ah, maksud aku iya," jawab Radi cepat.
"Udah, ah. Aku kekamar mandi dulu yah, sapa tau ketemu istri kamu," ucap Iis sambil menyentuh bahu Radi dan pergi meninggalkan Radi.
Radi hanya diam dan menatap ke arah taman, melihat Adipati dan Juan yang sedang berjalan dengan gagahnya. Dua lelaki itu benar-benar memiliki pesonanya masing-masing. Radi benar-benar tidak mampu untuk menyaingi pesona mereka berdua.
Tanpa Radi sadari matanya dan mata Adipati saling beradu, Radi langsung mengangkat tangannya. Adipati pun melakukan hal yang sama sebelum berbelok ke arah kamar mandi.
+++
"Loe liat ada si Radi?" tanya Adipati pada Juan.
"Liat, kenapa dia disini? Lo undang?" Juan balik bertanya pada Adipati sambil berjalan terus kearah kamar ganti pengantin. Adipati ingin bertemu dengan Taca, dia lupa menyerahkan kalung yang harus Taca kenakan.
"Taca yang undang, gue nggak undang itu bekicot kesini," jawab Adipati. "Masih inget dikepala gue dia selalu manggil Taca, Princess. Astaga kalau inget minta aku jitak," ucap Adipati sambil menghentikkan langkahnya karena melihat seorang wanita berbaju merah sedang menatap dirinya dan mendengarkan perkataannya.
"Amore...." bisik Adipati sambil menatap wanita berbaju merah tersebut bingung. Seingatnya baju pernikahan yang akan dipake Taca berwarna putih.
"Amore, kamu nggak pakai baju..." Adipati menghentikan perkataannya, sebentar bola mata wanita didepannya berwarna hitam dan wanita ini lebih tinggi. Taca lebih pendek dan bola matanya coklat.
"Maaf, kamu siapa?" tanya wanita itu bingung.
"Ah... maaf, saya sangka kamu istri saya," jawab Adipati sambil mundur beberapa langkah.
"Mas, lah ini ngapain pada ngumpul disini?" tanya Iis tiba-tiba berjalan mendekati mereka, "kamu Arrumi 'kan, istrinya Radi?" tanya Iis.
"Iya, saya Arrumi, istrinya Radi," jawab Arrumi.
"Gila, ampe istrinya mirip bener sama Taca, obsesi amat si Radi ama bini lo," bisik Juan, Juan memang berbisik tapi Arrumi mendengar perkataan Juan dengan jelas. Jantungnya berdetak pelan.
Arrumi tadi yang baru keluar dari kamar mandi kaget saat melihat dua orang lelaki yang sedang membicarakan suaminya. Apalagi saat lelaki bule itu mengatakan kalau istrinya sering dipanggil Princess oleh Radi. Panggilan yang selalu Arrumi dengar saat mereka berdua melakukan hubungan badan.
"Kalian ngapain ada disini?" tanya Taca saat melihat Adipati, Juan, Iis dan seorang wanita berdiri dilorong.
Napas Taca tercekat saat melihat wanita itu, wanita didepannya mirip dengan dirinya. Hanya bentuk rambut, warna mata, tinggi badan dan lesung pipi. Wanita didepannya memiliki lesung pipi.
Arrumi hanya bisa mengedipkan matanya, wanita didepannya benar-benar mirip dengan dirinya. Astaga siapa wanita didepannya ini.
"Taca ini Arrumi, istri Radi. Radi, inget Radi 'kan?" tanya Iis. Iis ingat, Taca belum pernah bertemu dengan Arrumi.
"Oh, hai. Saya Taca, salam kenal," ucap Taca sedikit cangung.
__ADS_1
"Arrumi," ucap Arrumi sambil menyambut tangan Taca, "maaf saya mau balik lagi ketempat Radi, permisi," ucap Arrumi sambil pergi berlalu meninggalkan Taca, Adipati, Juan dan Iis.
"Beneran yah, mantan pacar kamu tuh, Ta. Masih obsesi sama kamu," celetuk Juan.
"Mas, keras banget ngomongnya. Nanti Arrumi denger, nggak enak," ucap Iis sambil menepuk paha Juan.
Arrumi terus berjalan, tapi pendengarannya masih mendengar perkataan Juan. Dadanya langsung sakit saat mengetahui kalau wajahnya mirip dengan mantan kekasih Radi. Arrumi benar-benar membutuhkan penjelasan Radi.
+++
"Radi, aku mau ngomong," ujar Arrumi sesaat dirinya menemukan Radi yang sedang duduk sambil menikmati pemandangan kolam renang.
"Ada apa Princess, duduk sini," jawab Radi sambil menepuk kursi disampingnya.
"Radi, aku mau tanya, boleh?" tanya Arrumi.
"Boleh, kenapa?" tanya Radi sambil meminum jus jeruk ditangannya.
"Kenapa kamu mau nikahin aku?" tanya Arrumi, entah kenapa saat mendapatkan informasi tadi, Arrumi benar-benar ingin tau seberapa cintanya Radi pada dirinya.
Radi terdiam saat mendengar pertanyaan Arrumi, kenapa tiba-tiba Arrumi bertanya mengenai hal itu. "Karena, yah mungkin udah waktunya aku nikah. Kamu juga udah siap, kenapa nggak?" jawab Radi.
Arrumi menghela napasnya sepelan mungkin, mencoba untuk menjernihkan pikirannya. Arrumi baru ingat selama hubungannya dengan Radi, Radi tidak pernah mengucapkan kata cinta sama sekali. Jangan harap mendengar kata aku mencintaimu dari mulut Radi.
"Kamu cinta sama aku?" tanya Arrumi lagi sambil menatap Radi.
"Ngomong apa sih, kamu. Jangan aneh-aneh deh," jawab Radi sambil membenarkan posisi duduknya, Radi menolak menjawab pertanyaan Arrumi.
"Rad, jawab aja," paksa Arrumi. Detik ini Arrumi hanya ingin mendengar kalau Radi mencintai dirinya.
"Udah lah, ngapain sih ngomongin kaya gitu," Radi benar-benar mengelak untuk menjawab pertanyaan Istrinya. Rasa cinta di hatinya benar-benar sudah mati.
"Rad, kamu tinggal jawab nggak susah juga, kan?" Arrumi benar butuh kepastian.
"Udahlah," ujar Radi sambil berdiri, saat berdiri tubuhnya oleng, Arrumi mencekal tangannya. Mau tidak mau Radi kembali duduk dan menumpahkan minumannya kepahanya.
"Astaga, tumpahkan," desis Radi sambil mengusap-ngusap pahanya dengan tangannya.
"Salah kamu, Rad. Kamu nggak mau jawab kamu cinta atau nggak sama aku," ucap Arrumi sambil mengusap paha Radi.
"Princess, udah. Aku cinta sama kamu, aku sayang sama kamu, Taca, puas?" ucap Radi spontan sambil menatap Arrumi.
Arrumi langsung menghentikan gerakannya. Arrumi menatap Radi dengan tatapan kaget. Bibirnya bergetar hebat, Arrumi berjuang untuk menahan tangisnya.
"Puas, Radi. Tapi, sayangnya. Nama aku Arrumi bukan Taca."
+++
Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...
Add ig author yah storyby_gallon
Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️
__ADS_1
Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...
Salam sayang Gallon