Water Teapot

Water Teapot
Heart to heart


__ADS_3

Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻


jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️


•••


"Abah mau kemana ?" tanya Taca saat melihat Abah berjalan melewatinya.


"Mau bangunin Adipati, kan hari ini mau 'kekebon," jawab Abah singkat sambil masuk kedalam kamar Adipati.


Taca hanya menganguk saja, Taca tau dengan pasti Adipati bukan tipe orang yang susah bangun pagi. Tinggal di cium Adipati pasti langsung bangun.


"Pagi Kang Rozak, pagi Aa Riki. Masak apa, wangi banget," ujar Taca sambil melihat masakkan Aa Riki.


"Nasi goreng tanpa kecap kesukaan Abah, biar cepet," jawab Aa Riki sambil tersenyum.


"Arrrhh... kebetulan Adipati juga suka, jadi aku ngak usah masak hehehheee," ujar Taca sambil tersenyum kuda.


"Neng, Akang mau nanya, itu Iis kemarin kesini bareng sama pacarnya ?" tanya Kang Rozak kepo.


Taca yang sedang mengambil piring langsung terdiam kemudian tersenyum jahil. "Kenapa ? Nyesel ?".


Kang Rozak langsung memalingkan mukanya, berusaha untuk menyembunyikan perasaannya.


"Ngak nanya aja, penasaran." jawab Kang Rozak.


"Matak, tong sosoan fokus-fokus PNS, ayeuna si Iis geus dicokot ku batur, karek we nyesel, gegel curug tah..!!" cecar Aa Riki yang langsung didorong bahunya oleh Kang Rozak geram.


(Makanya jangan sosoan fokus-fokus mau PNS, sekarang aja pas Iis diambil sama orang lain, baru aja nyesel, gigit jari kan lo.)


Taca hanya bisa tersenyum, masih inget diotaknya saat Iis nangis-nangis diputusin Kang Rozak 1 tahun lalu. Itulah yang membuat Iis langsung bekerja di Jakarta bersama dengan Taca.


"Ngak gitu juga, Aa," ucap Kang Rozak sambil mengigit sendok.


"Namanya Juan, Kang. Dia sahabat Adipati, dia wakil CEO Toko. Mereka baru pacaran kok," jawab Taca cepat, Taca kasian juga dengan Kang Rozak yang sepertinya masih menyukai Iis.


Kang Rozak hanya diam mendengarkan penjelasan Taca. Tiba-tiba...


"GELOOOO SATEH...!" terdengar suara teriakan dari arah kamar Adipati.


"Awww...aw...aw... maaf Bah. Aku sangka Taca, karena biasanya Taca yang bangunin saya," teriak Adipati sambil berlari keluar kamar hanya mengunakan celana dalam saja.


"ASTAGA... jadi maneh sok nyium biwir anak urang hah...!! Bule gelo...!" jerit Abah makin keras dari dalam kamar Adipati, Abah keluar sambil membawa koran yang sudah digulung dan siap disambitkan pada siapa saja.


(Astaga.. jadi kamu suka nyium bibir anak saya hah ? Bule gila..!)


Taca yang bingung dengan apa yang terjadi, langsung tertawa terpingkal-pingkal saat menyadari kesalahan Adipati.


"Di, kamu cium Abah ?" tanya Taca sambil menahan Tawanya.


"Oh god, there you are, Amore." tanpa peduli dengan Abah, Kang Rozak dan Aa Riki disana, Adipati mendekati Taca kemudian bermaksud mencium bibir Taca, mengesap candu miliknya.


TAPI...


Tiba-tiba Adipati merasa ada yang menarik badannya kebelakang dan tubuh Taca tiba-tiba menjauh, dan sebuah sambitan koran maut mendarat cantik dibadan Adipati.


"Eitssss... mau apa anda ?" tanya Kang Rozak sambil menarik badan Adipati kebelakang.

__ADS_1


"Jangan bikin perkara, belum nikah maneh teh (kamu itu)," ujar Aa Riki yang sudah menarik Taca kemudian menyembunyikan Taca dibelakang tubuhnya.


"Kalakuan...! (Kelakuan)" ujar Abah sambil mendaratkan sambitan koran maut di badan Adipati.


Taca yang melihat kedua Kakaknya dan juga Ayahnya lansung menahan tawa, tawanya makin keras saat melihat wajah nelangsa Adipati yang tidak berhasil mencium bibirnya sama sekali.


"Astaga..." bisik Adipati Pasrah.


•••


Sudah 4 jam Adipati membantu Abah dikebun. Mulai dari mengantar Abah melihat pohon-pohon yang mana yang berbuah dan mana yang tidak, kemudian mengurus hal-hal lainnya yang demi semua manusia diplanet bumi, tidak ada satupun yang Adipati mengerti. Adipati lebih baik mengurusi perusahannya daripada mengurusi kebon.


Rasa panas menyengat tubuh Adipati, kesalahannya yang paling utama adalah datang kesana dengan sepatu both dan kemeja jeans miliknya.



"Da maneh mah rek ka kebon jiga nu rek pashion show...!" olok Abah pada calon mantunya.


(Kamu tuh, mau ke kebun, kok bajunya kaya yang mau Fashion Show.)


"Hah apa, Bah ?" tanya Adipati bingung karena tidak mengerti ucapan Abah.


Abah hanya bisa mendengus kesal 'nasib-nasib punya calon mantu bule gelo. Untung baik dan sayang sama Taca. Kalau ngak, udah tak sambit pake koran,' batin Abah.


"Duduk sini, Abah mau ngobrol sama kamu," ujar Abah sambil menepuk tempat duduk disampingnya.


Adipati langsung menuruti perkataan Abah, kemudian duduk disamping Abah, sambil meminum air putih.


"Kamu kenal Taca dimana ?" tanya Abah ambil menghisap rokok marlboro merahnya.


"Dia bawahan saya dikantor,kami kenal dikantor." jawab Adipati.


"Kenapa kamu bisa suka sama anak saya ?" Tanya Abah.


'She good in bed, dan dia masih perawan saat kami melakukannya.' Batin Adipati sambil tersenyum penuh arti.


"He jawab, malah senyam senyum," Abah langsung memukul dahinya sendiri.


"Dia cantik dengan pesonanya sendiri, dia kuat, hebat, mau bangkit. Cuman dia cerewet Bah, hahahaaa..." terdengar tawa Adipati dan Abah.


"Kalau cerewet udah bawaan orok, Taca itu cerewet semua di komentarin, ngak tau dimana remnya, hahahahaa..." ujar Abah sambil tertawa renyah.


"Ada kok, Bah remnya."


"Gimana ?"


"Cium aja, Bah pasti die...."


Plak...


Tiba-tiba Adipati merasakan sambitan koran di bahunya.


"Ehhhh... bule mesum, nikah dulu..!" ujar Abah sambil memelototkan matanya.


Adipati hanya bisa meringis saat mendapatkan sambitan koran maut dari Abah, yang Adipati bingung dapat dari mana itu koran.


"Kalau Taca cerewet, beda sama Tas..." Abah terdiam, dia ragu untuk menceritakan kakak kembar Tasya.

__ADS_1


"Kalau Tasya cerewet juga, Bah ?" tanya Adipati sambil tersenyum.


Abah kaget saat mendengar pertanyaan Adipati.


"Kamu tau tentang Tasya ?" tanya Abah kaget.


"Tau, Bah. Saya tau semuanya, Taca sudah cerita semuanya, tidak ada yang Taca tutupi," Adipati langsung tersenyum tulus pada Abah.


"Kamu.. kamu tau kalau Taca ham..."


"Tau, Bah."


"Kamu..kamu ngak jijik kan sama anak saya, kalau seandainya anak saya ternyata udah ngak gadis lagi gimana ?" ujar Abah sambil menahan tangisnya. "Kamu ngak akan ningalin dia kan ?"


Rasanya Adipati ingin berteriak pada Abah kalau, Taca masih gadis, kegadisannga dijebol olehnya, bukan oleh si brengsek Ryan. Tapi, demi kedamaian dunia Citeko Adipati memilih diam.


"Bah, saya cinta Taca, I admire her, I will treat her like princess or a queen, or more." jawab Adipati tulus


(Saya mengagumi Taca, saya akan memperlakukan dia bagai putri atau ratu atau mungkin lebih)


Abah terdiam, menatap Adipati kemudian membalas senyuman Adipati, "Ternyata kamu benar-benar mencintai Taca, hadeuh Abah harus setuju ini mah."


"Setuju apa, Bah." tanya Adipati penasaran.


"Yah, setuju bule mesum macam kamu nikahin anak saya 'lah," ucap Abah sambil menepuk punggung Adipati.


"......"


"Jaga Taca yah, jangan sakiti hatinya. Jangan bikin dia nangis, jangan khianati dia. Kalau kamu ngak sangup buat menyayangi, mencintai dan merawat Taca. Kembalikan Taca pada Abah."


"....."


"Abah masih kuat buat lindungin Taca. Abah emang ngak sekaya dan sekuat kamu, tapi Abah bakal berjuang buat Taca."


"....."


"Taca adalah segalanya buat Abah, jangan kamu sakiti Taca, Adipati. Titip Taca, Nak..." ucap Abah sambil menepuk-nepuk punggung Adipati. Tanpa sadar air mata Abah mengalir tanpa bisa dihentikan.


Adipati langsung memeluk calon mertuanya, ada perasaan haru saat memeluk tubuh ringkih Abah.


"Titip Taca, Nak. Titip permata Abah," ucap Abah lagi sambil menepuk-nepuk bahu calon menantunya.


"Pasti, Bah. Pasti saya akan jaga permata Abah, karena Taca berlian buat saya, Bah," jawab Adipati jujur.


•••


Apa author ganti judul gitu yah, jadi Bule mesum jatuh cinta 🤣🤣


Kasih sayang seorang Ayah memang beda sama anak perempuannya, ahh kaka gallon jadi iri sama Taca...


Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...


Add ig author yah storyby_gallon Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️


Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...


Salam sayang Gallon

__ADS_1


__ADS_2