
Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻
jangan lupa komen juga yah, please...
Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️
•••
"Iya..."
"Juan, ini Iis ?" tanya Mamih bingung.
"Iya, the one and only, Mih..." jawab Juan sambil merangkul Iis yang hanya bisa berdiri mematung, wajah Iis pias.
Mamih langsung tersenyum senang, cita-citanya terkabul. Akhirnya dia bisa punya mantu orang Indonesia asli, original ngak blesteran-blesteran.
"YA AMPUNNN CANTIK BANGET...!!!!" teriak Mamih sambil memeluk Iis dengan erat.
Iis langsung membulatkan matanya kemudian menatap Juan bingung. Iis benar-benar kebingungan dalam bersikap.
"Tante, apa kabar ?" tanya Iis sambil mengambil tangan Mamih kemudian mencium tangan Mamih. Mamih langsung tersenyum melihat tindakan Iis.
"Arghh, manis banget..." ujar Mamih sambil mengusap rambut belakang Iis. "Kenapa kamu dari dulu ngak pacaran sama orang Indonesia asli sih, demen amat sama blesteran terus sama bule. Liat kalau orang Indonesia asli sopan-sopan," cerocos Mamih sambil memeluk Iis lagi.
"Kan kemaren tuh, pacar. Kalau sekarang calon Istri, Mih..."
"Iya... bener kamu bener."
"Eh... tante baru datang, maaf Iis ngak tau," ujar Iis sambil tersenyum.
"Mamih, panggil Mamih." ujar Mamih sambil menarik Iis kemudian mendudukan Iis disebelahnya.
"Iis, kamu udah makan ? Makan yuk temenin Mamih, udahnya anterin Mamih shopping trus ke salon. Nanti kita Spa yah, pokoknya seharian ini kamu temenin Mamih pokoknya," cerocos Mamih tanpa jeda.
Iis menahan tawanya, ternyata calon mertuanya ini sangat suka berbicara, mirip sekali dengan almarhum Ibunya. "Iya.. nanti Iis temenin, nanti pas belanja dan lain-lain kita pake Kartu Kredit Juan aja, biar dia yang bayar, Mih..." ujar Iis sambil mengacungkan kedua jempolnya.
"Eh... ide bagus, biar Juan yang bayar..."
"Lah, kok jadi Juan yang bayar ? Kan yang belanja kalian, kok jadi Juan yang bayar sih," protes Juan bingung, bukan tidak mau. Kalau Iis pasti bakal belanja masih batas normal tapi kalau Mamihnya astaga bisa satu toko dibeli.
"Yah kamu lah, kamu kerja buat siapa? Yah buat Iis. Denger Iis, inget kata-kata Mamih, pokoknya habisin aja uang Juan, jangan diirit-irit, karena kalau bukan kamu yang abisini siapa? Masa cewe lain, oh tidak bisa, inget itu baik-baik...!" ujar Mamih sambil menggenggam tangan Iis.
"Jadi aku harus abisini uang, Mas ?"
"Mas ? Siapa Mas ?" tanya Mamih bingung.
"Aku... Mas Juan.." ujar Juan sambil duduk dibelakang Iis kemudian memeluk Iis dari belakang, dengan cepat Iis melepaskan tangan Juan.
"Kenapa sih, Yang. Aku cuman mau peluk doang.."
"Malu ada Mamih...!" bisik Iis sambil memukul paha Juan pelan.
"Hahahaa... ah imutnya, Juan pokoknya Mamih yes sama Iis, kalau Papih bilang no, nanti Mamih marahin, deh."
__ADS_1
"Kalau Nenek ?" tanya Juan.
"Mamih nyerah kalau itu, Mamih nyerah... hahahahhaaa...." ujar Mamih sambil memeluk Iis.
"Mamih, aku harus abisin uang Mas Juan ?" tanya Iis bingung, Mamih beda banget dengan Ibu, Ibu selalu menyuruh Iis menabung tapi calon mertuanya malah menyuruhnya boros.
"Iyaaa... percaya sama Mamih...!!" ujar Mamih sambil mengepalkan tangannya didepan "Habisin, biar Juan kerja keras...!"
"I...iy..iya Mih," ujar Iis sambil tersenyum.
"Mih, jangan bawa Ayang aku kejalan yang salah," ujar Juan sambil tersenyum senang, ternyata Mamihnya benar-benar suka pada Iis.
"Udah, ah... ayo Iis, Mamih lapar, ayo kita sarapan udahnya langsung shopping terus kita spa, ayo cepet..." ujar Mamih sambil menarik tangan Iis dengan semangat 45.
"Masss... duluan yah," ujar Iis sambil melambaikan tangannya.
Juan hanya bisa tersenyum melihat Mamih dan Iis yang pergi meningalkan dirinya.
•••
Iis menemani Mamih makan bersama di restoran, sepanjang waktu mulut Mamih tidak berhenti berbicara membuat Iis tersenyum, Iis kangen Ibunya, Iis seperti melihat Ibunya di dalam diri Mamih.
"Iis, nanti pokoknya kalau ketemu sama Papih senyum aja, kalau dia ngomong aneh-aneh jangan didenger. Papih itu ngomong nya pedes tapi maksudnya baik," cerocos Mamih memberikan tips dan trik bagaimana menghadapi Papih.
"Iya, Mih. Mamih mau tehnya lagi ?" tanya Iis sambil mengambil teko teh didepannya.
"Ngak, oh sama inget kalau Juan itu manja banget, kolokan dari kecil dia kaya gitu, maklum anak satu-satunya, makanya dia kaya gitu," ujar Mamih sambil mengusap tangan Iis.
"Iis.."
"Kamu, kamu istrinya Adipati ?" tanya Mamih sambil mengerjapkan matanya jenaka.
"Iya..."
"Arghhh mungil banget, panggil Mamih. Cepet sini duduk-duduk, gimana-gimana kalian ketemu dimana ? Adipati baik 'kan. Anak nakal itu akhirnya nikah juga, oh yah, Iis kamu kapan mau nikah sama Juan, nanti kalau nikah...."
Taca langsung membulatkan matanya kaget mendengar cerocosan Mamih Juan. Taca lansung menatap Iis kebingungan.
"Calon mertua kamu, cerewetnya mirip almarhum yah, ngak ini lebih parah... mirip kaya gerbong kereta cepat Jakarta-Bandung," bisik Taca sambil melirik Iis.
"Aku juga kaget," jawab Iis sambil tersenyum pada Taca.
"Eh... kalian ngak makan, ini enak loh, aduh cepet deh makan. Taca kamu harus banyak makan inget kamu butuh tenaga extra buat bikin baby, inget jangan ditunda-tunda kalau bisa langsung jadi bagus banget. Nih makan ini, ini bagus buat kesuburan." ujar Mamih sambil memberikan tomat yang sudah di saute.
"Iya, Tante..."
"Mamih, panggil Mamih... astaga lucu banget kamu mungil banget, berapa tinggi kamu."
"160 kurang, Mih..." jawab Taca, Taca tidak mau mengakui tingginya yang sebenarnya.
"Ahhh... Adipati kan tinggi banget, pasti kamu suka di angkat-angkat yah ?" tebak Mamih sambil mengerling nakal.
"Astaga, Mamih malu, Ihhh..." ujar Taca sambil menutup mukanya.
__ADS_1
"Morning, Mih. Kapan datang ?" tanga Adipati yang tiba-tiba muncul dibelakang Taca kemudian mencium pucuk rambut Taca lalu berjalan mendekati Mamih dan mencium kedua pipi Mamih.
"Morning, Adipati istri kamu mungil banget, Gemesss... pasti sering kamu angkat-angkat, yah..." ujar Mamih sambil tersenyum manis.
"Absolutely yes, Mih. Taca paling gampang di angkat.." jawab Adipati sambil mengerling nakal pada Taca.
"Di..."
"Benerkan, ah kalian ini pasangan imut, eh tapi kamu sama Juan juga pasangan imut, kamu juga sering diangkat ? " tanya Mamih penasaran, Mamih tau Juan tidak pernah berpacaran sehat, Mamih menyangka Iis dan Juan pun seperti itu.
"Diangkat buat apa ? Emang kenapa aku harus diangkat, Mih ? Emang aku sakit ?" tanya Iis bingung.
"Mih, Iis masih polos, Mih. Juan sama Iis ngak pernah..." Adipati tiba-tiba ikut nimbrung.
"Healthy Relationship ? Really ?"
"Yes... Juan told me," ujar Adipati sambil menyuapkan telur kemulutnya.
"Arghhh... Mamih makin sayang sama kamu, Iis. Sini-sini peluk Mamih... arghh mantu idaman...!" ujar Mamih sambil memeluk Iis dan mencium pipi Iis.
Iis hanya bisa pasrah menerima cerocosan calon mertuanya.
"Wah, Abah telat ini.." tanya Abah sambil duduk disebelah Taca, mata Abah langsung berhenti di wajah Mamih, "Astaga, kenapa ada bidadari disini ?" tanya Abah saat melihat Mamih.
"Hahahaa... siapa ini lucu banget, makasih loh udah bilang saya cantik," ujar Mamih sambil melambai-lambaikan tangannya.
"Ini Mamihnya Juan, Bah." ujar Adipati santai, Adipati akui Mamih memang masih terlihat cantik diusia kepala 5.
"Waduh, si Juan Mamihnya cantik begini, Taca Bapaknya Juan masih hidup ?" bisik Abah pada Taca.
"Masihlah, Bah." jawab Taca bingung buat apa Abah menanyakan pertanyaan tersebut.
"Tau ngak, kapan kira-kira Mamihnya Juan jadi janda...?" bisik Abah.
Bruakkk....
Telur yang ada di mulut Adipati keluar mendengar perkataan Abah, Adipati langsung tertawa lepas.
"ABAHHHH....DOANYA JELEK...!!" ujar Taca sambil memukuli lengan Abah..
"Aduh, aduh Abah cuman nanya, Ta. Kan bisa aja Abah punya kesempatan ngasih Mamah baru buat kamu," ujar Abah sambil tersenyum tengil. "Abah bakal siapin avanza 5 biji buat mahar nikah lah kalau sama yang kaya gini, mah...!".
"Abah ngacoooo...!!!!" pekik Taca gemas sambil terus memukuli Abah tanpa menghiraukan tatapan Mamih dan Iis yang kebingungan kenapa Taca memukuli Abah.
•••
Ah Abah liat yang bening langsung yah hahahahaa...
Mamih Juan emang cerewet, paling heboh aja pokoknya tapi cantik tau mariam bellina ? Nah itu cocok kayanya ngegambarin Mamih. hehehehe....
Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...
Add ig author yah storyby_gallon
__ADS_1
Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️ Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...
Salam sayang Gallon